Jenis rokok dan statistik rokok

Pengeluaran masyarakat Indonesia: bahan makanan pokok, rokok, dan SMS.

Rokok: Buatan pabrik dengan ratusan bahan kimia yang mengandung 4.000 racun, biasanya menggunakan filter di ujungnya. Rokok jenis ini ditemukan di seluruh dunia.

Bidis: Tembakau yang digulung dengan daun temburni kering dan diikat dengan benang. Tar dan karbon monoksidanya lebih tinggi daripada rokok buatan pabrik. Biasa ditemukan di Asia Tenggara dan India.

Cigar: Dari fermentasi tembakau yang diasapi, digulung dengan daun tembakau. Ada berbagai jenis yang berbeda di tiap negara. Yang terkenal dari Havana, Kuba.

Kretek: Campuran tembakau dengan cengkeh atau aroma cengkeh berefek mati rasa dan sakit saluran pernapasan. Jenis ini paling berkembang dan banyak di Indonesia.

Tembakau langsung ke mulut atau tembakau kunyah juga biasa digunakan di Asia Tenggara dan India. Bahkan 56 persen perempuan India menggunakan jenis kunyah. Ada lagi jenis yang diletakkan antara pipi dan gusi, dan tembakau kering yang diisap dengan hidung atau mulut.

Shisha atau hubbly bubbly: Jenis tembakau dari buah-buahan atau rasa buah-buahan yang disedot dengan pipa dari tabung. Biasanya digunakan di Afrika Utara, Timur Tengah, dan beberapa tempat di Asia. Di Indonesia, shisha sedang menjamur seperti di kafe-kafe.

Rokok tanpa asap dan yang dikunyah seperti permen.

Rokok dengan berbagai rasa, seperti stroberi, apel, delima, permen karet, dan mint.

Rokok dalam angka

Rp 130 triliun
biaya konsumsi tembakau di Indonesia tiap tahun. Penerimaan cukai tembakau tiap tahun sekitar Rp 16,5 triliun.

5,4 juta
orang meninggal dalam setahun karena penyakit yang berkaitan dengan rokok, seperti kanker paru dan penyakit jantung.

100 juta
orang di dunia terbunuh oleh tembakau pada abad ke-20.

37,3%
pelajar Indonesia pernah merokok, 31 persen pertama kali merokok di bawah usia 10 tahun.

8 juta
orang per tahun diperkirakan mengalami kematian akibat tembakau pada 2030. Selama abad ke-21 diperkirakan tembakau membunuh satu miliar orang.

427.948
perokok meninggal di Indonesia dalam setahun. Angka ini setara dengan 22,5 persen total kematian di Indonesia.

20%
dari pendapatan rata-rata [Rp20 ribu per hari] penduduk Indonesia digunakan untuk membeli rokok.

82%
perokok di dunia ingin berhenti merokok. Hanya dua persen yang berhasil tanpa bantuan.

Koneksi Internetmu lambat? Tak sempat tiap hari membaca web? Ini solusinya. ©Diizinkan mengutip artikel Blog Berita ini dengan syarat membuat tautan-balik.
Kirim artikel ini ke teman Kirim artikel ini ke teman Donasi Hubungi Blog Berita

5 Responses to “Jenis rokok dan statistik rokok”

  1. Menurut gue, perlu dibentuk semacam LSM yang melindungi para perokok.

    Cukai rokok dalam setahun kadang naik 2 kali. Konsumennya cuman bisa diem. Tidak ada yang membela. Apapula demo ataupun protes.

    Kampanye daerah bebas rokok makin intensif. Alhasil, wilayah tempat para perokok makin sempit saja.

    Sikap pemerintah, praktisi kesehatan dan sebagian besar masyarakat yang menyerang para perokok, sebagai penyebab utama penyakit pernafasan.
    Sementara di luaran, kenalpot bis bocor, jumlah mobil dan motor meningkat tak terkendali, merupakan penyumbang potensial polusi udara/pernafasan.

    Pdahal, cukai rokok yang dipungut pemerintah tidak tanggung2.

    [reply to this comment]

    hanna Stolz_Shmb reply on 8 June 2008:

    Atau di ikuti sj methode di LN( eropa), dimana rokok mahal harganya, dan belinya jg harus pakai identitas card.
    Ump, Rokok yg akan kita beli di automat2 / pinggir jalan, selain memasukkan coint 4 €, kita jg harus memasukkan identitas card, baru rokok keluar.
    Jadi anak2 di bawah umur 17 thn, belum bisa dapat/ beli rokok ,karena belum punya Identitas card .
    Kalau mau beli di super maarket jg harus orang dewasa yang berhak dapat beli rokok.Dan ini lah yang harus diterapkan di warung2 /tempat penjualan rokok di Indonesia.
    Mungkin dengan jalan ini, banyak anak2 yang belum dewasa terhindar dari rokok.
    OK deh.. buat Darmadi, doain Jerman menang malam ini ya..

    [reply to this comment]

  2. 427.948 perokok meninggal di Indonesia dalam setahun. Angka ini setara dengan 22,5 persen total kematian di Indonesia. Coba bayangkan bila salah satu dari perokok itu adalah anda, apa yang sudah anda buat untuk orang tua, saudara, anak dan istri anda. Apakah anda sudah siap untuk meninggalkan orang-orang yang anda kasihi??? Kalau memang anda sudah siap, maka teruskanlah kebiasaan merokok anda. Maut sudah siap untuk menjemput anda jika anda masih tetap merokok.

    [reply to this comment]

    darmadi reply on 9 June 2008:

    @ Kabo

    Kakek gue perokok berat, umurnya 75 tahun.
    Bapak gue juge perokok, usianya 72 tahun ketika meninggal.

    Gue juga perokok berat. Masih sehat walafiat.

    [reply to this comment]

  3. Darmadi, lo tunggu aja bentar lagi………

    [reply to this comment]

Tulis komentar pada kolom di bawah

Tampilkan artikelmu di Blog Berita: berbentuk opini, feature, berita, tips unik, atau cerpen.