Ikuti @KoranTapanuli Ikuti berita KORAN TAPANULI. Daftarkan email anda di kotak, tekan Enter. Klik verifikasi yang dikirim ke Inbox anda.

Jenis rokok dan statistik rokok

Posted by on Jun 8th, 2008 and filed under Jarang Diketahui. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Both comments and pings are currently closed.

Pengeluaran masyarakat Indonesia: bahan makanan pokok, rokok, dan SMS.

Rokok: Buatan pabrik dengan ratusan bahan kimia yang mengandung 4.000 racun, biasanya menggunakan filter di ujungnya. Rokok jenis ini ditemukan di seluruh dunia.

Bidis: Tembakau yang digulung dengan daun temburni kering dan diikat dengan benang. Tar dan karbon monoksidanya lebih tinggi daripada rokok buatan pabrik. Biasa ditemukan di Asia Tenggara dan India.

Cigar: Dari fermentasi tembakau yang diasapi, digulung dengan daun tembakau. Ada berbagai jenis yang berbeda di tiap negara. Yang terkenal dari Havana, Kuba.

Kretek: Campuran tembakau dengan cengkeh atau aroma cengkeh berefek mati rasa dan sakit saluran pernapasan. Jenis ini paling berkembang dan banyak di Indonesia.

Tembakau langsung ke mulut atau tembakau kunyah juga biasa digunakan di Asia Tenggara dan India. Bahkan 56 persen perempuan India menggunakan jenis kunyah. Ada lagi jenis yang diletakkan antara pipi dan gusi, dan tembakau kering yang diisap dengan hidung atau mulut.

Shisha atau hubbly bubbly: Jenis tembakau dari buah-buahan atau rasa buah-buahan yang disedot dengan pipa dari tabung. Biasanya digunakan di Afrika Utara, Timur Tengah, dan beberapa tempat di Asia. Di Indonesia, shisha sedang menjamur seperti di kafe-kafe.

Rokok tanpa asap dan yang dikunyah seperti permen.

Rokok dengan berbagai rasa, seperti stroberi, apel, delima, permen karet, dan mint.

Rokok dalam angka

Rp 130 triliun
biaya konsumsi tembakau di Indonesia tiap tahun. Penerimaan cukai tembakau tiap tahun sekitar Rp 16,5 triliun.

5,4 juta
orang meninggal dalam setahun karena penyakit yang berkaitan dengan rokok, seperti kanker paru dan penyakit jantung.

100 juta
orang di dunia terbunuh oleh tembakau pada abad ke-20.

37,3%
pelajar Indonesia pernah merokok, 31 persen pertama kali merokok di bawah usia 10 tahun.

8 juta
orang per tahun diperkirakan mengalami kematian akibat tembakau pada 2030. Selama abad ke-21 diperkirakan tembakau membunuh satu miliar orang.

427.948
perokok meninggal di Indonesia dalam setahun. Angka ini setara dengan 22,5 persen total kematian di Indonesia.

20%
dari pendapatan rata-rata [Rp20 ribu per hari] penduduk Indonesia digunakan untuk membeli rokok.

82%
perokok di dunia ingin berhenti merokok. Hanya dua persen yang berhasil tanpa bantuan.

Daftarkan emailmu untuk berlangganan gratis artikel terbaru via email. Nanti terlihat kode anti-spam untuk anda ketik, dan kemudian klik verifikasi yang dikirim ke email anda. Layanan ini oleh Google Feedburner.

Masukkan email anda, lalu klik tombol TEKAN

7 Responses for “Jenis rokok dan statistik rokok”

  1. awalnya aku juga berfikir bagaimana jadinya jika semua mengkonsumsi rokok.sudah terbukti begitu banyak korban dibuatnya.dari mulai anak di bawah umur sampai kakek nenek sekali pun.kalau sudah coba2 menghisap rokok memang susah berhenti untuk mengisap nya lagi..ya walau pun bisa, itu sangat lama jangka waktunya…
    aku berani berpendapat seperti ini karena hal semacam di alami kedua orang tua ku sendiri.rasa takut terhadap kesehatan mereka jelas ada.
    tapi syukurlah,akhir- akhir ini rasa takut itu hilang..
    bukan berarti karena mereka tidak menghisap rokok lagi,
    kini aku baru tahu bahwa ada rokok yang yang tidak merusak kesehatan…!!!bahkan dapat mengobati berbagai macam penyakit.
    selintas siapa pun yang baca tulisanku ini pasti tidak akan percaya..
    yang namanya rokok sudah pasti merusak kesehatan.pasti itu yang ada dalam benak mereka
    TIDAK…!!!”tidak semua rokok seperti itu..
    kini ada rokok herbal yang bahkan menyehatkan.manfaat dari rokok ini sudah terbukti.
    ada hidayah dari sang pencipta.tidak ada yang tidak mungkin dalam hidup ini.
    KH.Abdul malik. menciptakan rokok sehat herbal yang memiliki bermacam khasiat. rokok yang diproduksi pabrik rokok UD putra bintang timur ini memiliki 4 macam jenis rasa dibuat dari 17 jenis ramuan obat2an yang terdiri dari bahan alami seperti madu, daun sirih, daun siwak,yang dapat menetralkan kandungan tar dan nikotin .
    setelah rokok diproses ,kemudian di uji di laboratorium universitas brawijaya ( unibraw). universitas negri malang serta sebuah perusahaan rokok nasional dimalang,setelah diuji coba kadar nikotinnya sangat rendah dan bahkan mendekati 0 persen.
    kini aku tidak pernah merasa takut lagi karena orang tua ku pecandu rokok.karena mereka sudah berpindah ke rokok herbal..!!!

  2. si boo says:

    hello,..
    gw seorang mahasiswa tingkat 3,
    skrg gw udh menjadi perokok bs dibilang sdh pecandu,.
    gw jg nyesel knp bs bgini,.
    kemauan buat berhenti ada,..tapi lingkungan yg buat gw jd ga bs,.
    nah,..gw sih cuman nyaranin,.
    kalo kita mau spya anak2 sekolah ga ngerokok,..
    suruh agar orng tua mreka ga ngerokok,.
    jujur,gw brani ngrokok krn bokap gw perokos bos,..
    nah dr situ gw jd pengen nyicipin yg namanya SMOKING

  3. BOB MARLEY says:

    Darmadi, lo tunggu aja bentar lagi………

  4. Kabo says:

    427.948 perokok meninggal di Indonesia dalam setahun. Angka ini setara dengan 22,5 persen total kematian di Indonesia. Coba bayangkan bila salah satu dari perokok itu adalah anda, apa yang sudah anda buat untuk orang tua, saudara, anak dan istri anda. Apakah anda sudah siap untuk meninggalkan orang-orang yang anda kasihi??? Kalau memang anda sudah siap, maka teruskanlah kebiasaan merokok anda. Maut sudah siap untuk menjemput anda jika anda masih tetap merokok.

    • darmadi says:

      @ Kabo

      Kakek gue perokok berat, umurnya 75 tahun.
      Bapak gue juge perokok, usianya 72 tahun ketika meninggal.

      Gue juga perokok berat. Masih sehat walafiat.

  5. darmadi says:

    Menurut gue, perlu dibentuk semacam LSM yang melindungi para perokok.

    Cukai rokok dalam setahun kadang naik 2 kali. Konsumennya cuman bisa diem. Tidak ada yang membela. Apapula demo ataupun protes.

    Kampanye daerah bebas rokok makin intensif. Alhasil, wilayah tempat para perokok makin sempit saja.

    Sikap pemerintah, praktisi kesehatan dan sebagian besar masyarakat yang menyerang para perokok, sebagai penyebab utama penyakit pernafasan.
    Sementara di luaran, kenalpot bis bocor, jumlah mobil dan motor meningkat tak terkendali, merupakan penyumbang potensial polusi udara/pernafasan.

    Pdahal, cukai rokok yang dipungut pemerintah tidak tanggung2.

    • hanna Stolz_Shmb says:

      Atau di ikuti sj methode di LN( eropa), dimana rokok mahal harganya, dan belinya jg harus pakai identitas card.
      Ump, Rokok yg akan kita beli di automat2 / pinggir jalan, selain memasukkan coint 4 €, kita jg harus memasukkan identitas card, baru rokok keluar.
      Jadi anak2 di bawah umur 17 thn, belum bisa dapat/ beli rokok ,karena belum punya Identitas card .
      Kalau mau beli di super maarket jg harus orang dewasa yang berhak dapat beli rokok.Dan ini lah yang harus diterapkan di warung2 /tempat penjualan rokok di Indonesia.
      Mungkin dengan jalan ini, banyak anak2 yang belum dewasa terhindar dari rokok.
      OK deh.. buat Darmadi, doain Jerman menang malam ini ya..

Comments are closed

Advertisement

Klik Suka, ikuti beritanya di FB.

Log in / BLOG BERITA mengizinkan konten blog ini dikutip dengan syarat menyebutkan sumbernya www.blogberita.net dan membuat tautan balik. Pengelola Blog Berita wartawan freelance Jarar Siahaan di Balige, Kabupaten Toba Samosir, Indonesia. Situs berita terbaru Artikel menarik Video terbaik.