SKB tiga menteri tidak membubarkan Ahmadiyah seperti dituntut FPI, FUI, dan HTI. Menteri Agama mempersilakan umat Ahmadiyah beribadah, tapi jangan sebarkan ajaran adanya nabi setelah Muhammad dan kitab setelah Alquran.
Kemarin malam di Trans7 aku menonton perbincangan membahas Surat Keputusan Bersama [SKB] tiga menteri yang disebut sebagai SKB tentang Pembekuan Ahmadiyah. Tiga narasumber hadir: pejabat Departemen Agama, pengurus Ahmadiyah, dan pengurus Forum Umat Islam [FUI]. Pihak pemerintah menyatakan, setelah SKB keluar, Ahmadiyah masih diperbolehkan melakukan ibadah mereka, seperti salat dan bhakti sosial, tapi tidak boleh lagi menyebarkan ajaran adanya nabi setelah Muhammad dan adanya kitab suci setelah Alquran. Pihak FUI sendiri tetap ingin supaya Ahmadiyah dibubarkan atau Ahmadiyah memilih untuk tidak menyebut dirinya sebagai Islam melainkan agama baru. Sedangkan kubu Ahmadiyah bersikukuh mereka adalah Islam.
Di sejumlah stasiun tivi Menteri Agama Maftuh Basyuni juga menegaskan sikap pemerintah sesuai SKB tersebut. Kata Menteri, Ahmadiyah dilarang menyebarkan ajaran nabi Mirza Ghulam Ahmad, kalau masih ngotot akan berhadapan dengan hukum. Selain pengakuan terhadap nabi Mirza Ghulam, kata Menteri, secara umum ajaran Ahmadiyah sama dengan ajaran Islam yang dikenal selama ini; mengakui Allah sebagai Tuhan, memakai Alquran, salatnya pun sama.
Koran Tempo edisi hari ini bertanya kepada Menteri Agama bahwa keyakinan tidak bisa dipaksakan, dan dijawabnya: “Keyakinan itu betul tidak bisa dipaksakan dan dilindungi undang-undang. Kalau mengaku orang Islam harus meninggalkan ajaran [nabi Mirza Ghulam Ahmad]. Kalau tidak meninggalkan, berarti tidak serius mengatakan Islam.” Pemerintah, kata Menteri, bisa saja membubarkan Ahmadiyah suatu hari nanti bila mereka tetap menyebarkan ajaran Mirza.
Masih di Koran Tempo, Direktur HAM Departemen Luar Negeri Wiwik Setyawati mengatakan Dewan HAM PBB sudah sejak lama mempertanyakan masalah Ahmadiyah, tapi penjelasan resmi pemerintah Indonesia baru disampaikan kemarin. Asmara Nababan, Direktur Eksekutif Pusat Studi Demokrasi dan HAM, menyebutkan SKB adalah bukti kebingungan pemerintah menyelesaikan konflik antara penganut Ahmadiyah dan kelompok anti-Ahmadiyah. “Pemerintah sebenarnya tahu bahwa membubarkan Ahmadiyah itu salah. Namun demi menyenangkan kelompok yang mendesak pembubaran Ahmadiyah, SKB nekat dikeluarkan,” katanya.
M.M. Billah, mantan anggota Komisi Nasional HAM, juga menegaskan bahwa agama adalah hak melekat yang tidak bisa ditangguhkan siapa pun dan dalam keadaan apa pun. Pemerintah hanya bisa mengatur soal ekspresi dari penganut agama itu. Produk aturannya pun hanya boleh berbentuk undang-undang. “Tidak boleh lebih rendah dari undang-undang,” kata Billah. “Jadi, jelas sudah SKB ini telah menyalahi prinsip-prinsip hukum HAM internasional,” katanya.
Belajar dari kasus gereja Kristen Tauhid tidak akui Trinitas
Menurut catatan Blog Berita, kasus mirip Ahmadiyah juga pernah terjadi pada agama Kristen, yaitu gereja Kristen Tauhid atau juga disebut Jemaat Allah Global Indonesia [JAGI] yang tidak mengakui Trinitas — salah satu ajaran pokok dalam Kristen. Banyak aliran gereja Kristen di Indonesia tapi semuanya mengacu pada Trinitas, bahwa Yesus adalah juga Allah Bapa, Allah Putra, dan Roh Kudus. Sedangkan ajaran Kristen Tauhid berbeda sama sekali.
”Bagi kami, Allah hanya satu, yakni yang disebut Yahweh atau Bapa yang di surga. Bukan satu yang terdiri dari tiga, atau tiga yang menyatu ke dalam satu,” kata Aryanto Nugroho, pendeta gereja JAGI Semarang.
Mereka juga mengucap Laillahailallah Isarukhallah. ”Ini sahadat Kristiani, artinya tiada Tuhan selain Allah, Isa adalah roh Allah.”
Meskipun Kristen Tauhid dianggap melenceng dari keyakinan umum umat Kristen, tapi tidak ada aksi-aksi kaum nasrani meminta gereja ini dibubarkan dan tidak ada cap sesat kepada mereka. “Kami bukan badan fatwa, jadi tidak bisa mengatakan itu sesat,” kata Sekretaris Umum Persatuan Gereja Indonesia [PGI], Richard Daulay, seperti dikutip majalah Tempo. [Jarar Siahaan]
Foto Mirza Ghulam Ahmad: Dixon/Wikipedia
- Munarman: Tempo tak minta maaf, saya serbu
- Munarman: Silakan tangkap saya
- Oknum FPI pukuli aktivis kebebasan beragama
- Video khotbah Sekjen FPI ajak massa bunuh Ahmadiyah

Artikel ini boleh dikutip HANYA JIKA disebutkan sumbernya www.blogberita.net DAN dibuat tautan-balik. Supaya tidak ketinggalan artikel terbaru, langgani RSS Feed, gratis!



















Saya setuju, pak. Umat harus bisa belajar dewasa dengan perbedaan iman. Saling menyesatkan dalam kehidupan beragama itu biasa, yang tidak boleh adalah jika klaim sesat itu mendorong intimidasi bahkan pelarangan.
Sangat disayangkan ketika ada Jemaat Ahmadiyah yang menjadi pengungsi di negara sendiri hanya karena imannya.
Jika mereka diusir karena perbedaan iman, lantas apa bedanya kita dengan orang-orang Quraisy yang dulu mengusir umat Islam dari Mekkah karena berbeda iman?
Hebat…
Jarang-jarang ada komen yang sejuk kayak gini.
Sepertinya, gue dapat pencerahan membaca komen ini.
@ Darmadi
Gue terharu, baca komen elo di.
@ Sidiq
Terimakasih komen nya bang Sidiq.
Jarang-jarang temen gue, baca komen merasa sejuk.
@ Sidiq
ikutan ah …
gak tahu napa sejuk banget ruangan ini …
AC nya harus diperbanyak lage neh …
beda banget ama ruangan di atas waduh panasnya
minta ampun ….. ampe keringat dingin ….
sejuk … sejuk ….. hm … nikmat …
Tuntutan membubarkan Ahmadiyah belakangan ini, bukan murni dari kalangan Islam semata.
Bahkan, tuntutan yang gencar dari FPI membubarkan Ahmadiyah, di tengarai mendapat sponsor dari politisi yang sudah ‘gatal tangan’ menjelang Pemilu 2009.
Para Politisi mulai bermain dengan isu Ahmadiyah. Dengan ramainya, isu pembubaran Ahmadiyah, menempatkan SBY pada posisi buah simalakama. Dibubarkan, jadi masalah tidak di bubarkan apalagi.
Apapun langkah SBY terhadap Ahmadiyah, sudah menempatkannya pada ‘posisi sasaran tembak’.
Dengan bermain bola panas kasus Ahamdiyah, politisi sekarang girang bukan main. Apapun langkah yang diambil SBY, ia pasti kena sasaran tembak.
ai ting so..
Ahmadiyah lebih dulu ada dari negara ini, Ahmadiyahlah yang mendirikan negara ini..!!!
Jadi seharusnyalah Ahmadiyah dihormati di negeri ini…
Ahmadiyah mendukung para pemimpin yang melindungi ahmadiyah dan jamaahnya
@Mirza
Bang, kalu ente merasa keberatan ame situasi ini, ente dan Rekan-Rekan dapat ngaju’in gugatan ke Pemerintah.
Biar Sudare-Sudare nyang laen bise liat bagaimana Jemaah Ahmadiyah dapet nyikapin situasi ini dengan cara nyang beradab. Okeh.
Pis…
Ente ngomporin orang untuk maju, ente sendiri ngumpet
Dasar provokator
@Agam
Ngomporin?
Oooo, jadi kalu kasi saran orang nyang kaga puas supaya menempu jalur hukum sesuei ame Undang-Undang tuh namanye propokator ye? MUI aje bilang, kalu Golongan Ahmadiyah kaga puas, silakan aju’in tuntutan.
Nyang maen hukum sendiri namanye predator dong?
Trus nyang sering kasi komen berisi tuduhan ngawur kaya ente tuh namanye ape? Komentator? Kek.. kek.. kek.. kebagusan… ente cocoknye jadi otakotor ato sekalian gedecongor aje ye…
Gam, kalu dendam tuh jangan terlalu keliatan. Trus jangan kelamaan jongkok Gam, kesian otak ente jadi kebetot terus….
sya.. la.. la…
Joke anda tidak lucu. Hentikan ber”akting” seperti itu.
Aku sudah bilang ke jamaahku, bahwa Ahmadiyah tidak akan dibubarkan,…
Ahmadiyah lebih dulu ada dari negara ini, Ahmadiyahlah yang mendirikan negara ini..!!!
Jadi seharusnyalah Ahmadiyah dihormati di negeri ini…
Joke anda tidak lucu.
Kalau saya mah..
Memprihatinkan. Katanya negara demokrasi, toleransi, pancasila… hape holan hata. Siapa yang masih mau pilih pemimpin yang sekarang ini 2009 nanti ? Mendingan pilih the new 7 wonders. Ini lebih penting dari Pemilu 2009. Bang Jarar, kok gak dimuat di blog ini ? Biarpun di blog2 lain uda terlalu banyak, mengingatkan gak apa2 kan ? Ayo dong dukung Danau Toba kita itu. klik disini: http://www.new7wond/
Biar orang menyembah laut, gunung, langit, bonani Hariara ya terserah.. Yang penting kesaksian hidupnya / pangalahonya. Biar kata orang taat agama, tiap hari kerumah Ibadah, nonton TV harus acara agama, lagu agama, buku agama, majalah agama, pake identitas keagamaan tapi pangalahonya “Pamangus” untuk apa ? Orang mau menyembah Tuhan-nya kok di gebukin sich….
Salam Prihatin
Si_Cantik
BLOG BERITA: kubikin kok soal 7 wonders danau toba, 2 juni lalu sudah kumuat di blog berita. lihat banner 7 wonders danau toba di sisi kanan blog berita, paling bawah, kliklah itu untuk membaca artikelnya.
Forum yang terhormat, banyak agama di bumi ini membuat dogma yang jadi prinsip dasar kepercayaan agama itu seperti paham trinitas dalam Kristen, Muhammad nabi terahir dalam Islam, kasta dan reinkarnasi dalam Hindu dan lain-lain. Banyak diantara dogma itu dinyatakan sebagai wahyu dari Allah / Dewata / Tuhan atau tertulis pada kitab suci agama masing-masing tapi banyak juga merupakan tafsir atau pendapat para pendiri atau pemuka agama itu sendiri. Menurut pendapat saya biarlah rahasia Allah Dia sendiri yang memutuskan kebenaranNya sehingga kita tidak menghakimi sesama manusia lain yang berkeyakinan berbeda dengan kita baik satu agama atau berbeda agama.Allah menciptakan manusia berbeda secara phisik dan phisis dan setiap orang diberi kebebasan untuk menganut paham hitam atau putih, benar atau salah baik menurut manusia maupun Allah sendiri.Itulah rahasia kebesaran Allah yang tidak mungkin dapat dipahami manusia sebagai mana kita tidak akan pernah mampu memahami secara sempurna rahasia tentang ciptaan Allah. Marilah kita saling mengasihi satu sama lain dan berusaha memelihara hubungan sosial masyarakat kita agar selalu hidup damai sebagaimana ajaran dasar pada tiap-tiap agama yang ada di bumi ini.
Bang Bonaris benerrrrr tuhh…!
Agama sebaeknya jangan dijadi’in komoditas buat debat karna Agama tuh seperti Bahasa. Dicipta’in supaye manusia bise saling berkomunikasi. Kalu ade dua kelompok nyang punye Bahasa berbeda, tulung dong pake Bahasa Internasional nyang kemungkinan bise dimengerti satu ame laen.
A: “Gugu gaga guu.. gu ga..”
B: “Ngik ngik, ngggiiiikkkk nguk nguk…”
Ngotot?
Kek.. kek.. kek..