Dokter lebih berbahaya daripada senjata
Kabarnya menurut statistik FBI, jumlah warga USA yang tewas di tangan dokter lebih banyak ketimbang kematian akibat senjata api.
Ini cuma “humor yang serius” dari TruthOrFiction. Di Amerika Serikat jumlah orang yang meninggal di tangan dokter konon lebih banyak ketimbang jumlah orang tewas yang tertembak pemilik senjata api.
- Menurut data Departemen Kesehatan USA, pada tahun 2008 terdapat 780 ribu dokter berizin di negara itu.
- Dr. J. Mercola pada tahun 2000 menulis buku Dokter urutan ketiga penyebab kematian di USA - 250 ribu orang tewas tiap tahun di tangan dokter. Buku itu menyebutkan 12 ribu orang mati karena operasi medis yang tidak seharusnya dilakukan, 7 ribu tewas karena kesalahan pemberian obat, 20 ribu tewas karena kesalahan lain pihak rumah sakit, 80 ribu tewas karena infeksi di rumah sakit, dan 106 ribu tewas karena efek negatif obat.
- Menurut data US Bureau of Alcohol, Tobacco, Firearms, and Explosives, pada 2002 jumlah kepemilikan senjata api di Amerika Serikat adalah sebanyak 294 juta.
- Pada tahun 2000 sebanyak 776 orang tewas karena tertembak senjata api tanpa disengaja.
Isu lain yang merebak di Internet:
- Jumlah dokter di USA 700 ribu; jumlah warga yang tewas di tangan dokter 120 ribu orang tiap tahun; maka persentase jumlah warga yang tewas di tangan dokter adalah 0,171 per satu dokter.
- Jumlah pemilik senjata api di USA 80 juta orang; jumlah kematian akibat tertembak senjata api secara tak sengaja/nyasar 1.500 orang per tahun; maka persentase jumlah warga yang tewas oleh pemilik senjata 0,000188 per satu pemilik senjata [data FBI].
- Maka dari angka tersebut, dokter 9 ribu kali “lebih berbahaya” ketimbang pemilik senjata.
- Dokter “membunuh” orang, senjata tidak.
- Tidak setiap orang punya senjata, tapi hampir setiap orang punya dokter pribadi/langganan.
Terima kasih, Ningky.
Koneksi Internetmu lambat? Tak sempat tiap hari membaca web? Ini solusinya. ©Diizinkan mengutip artikel Blog Berita ini dengan syarat membuat tautan-balik.
Kirim artikel ini ke teman
• Donasi • Hubungi Blog Berita

Di Indonesia, Rumah Sakit pun jauh lebih berbahaya dari senjata.
Masuk RS dalam kondisi kritis sekalipun, tidak akan di layani kalau tidak pakai uang muka.
Banyak calon pasien, keburu mati duluan sebelum mendapat pertolongan.
Anehnya, di Indonesia kejadian itu bukan merupakan pelanggaran hukum. Sudah kebiasaan yang terjadi sehari-hari.
[reply to this comment]
Jack@ reply on 13 June 2008:
@ Darmadi
“..tidak akan di layani kalau tidak pakai uang muka.”
Darmadi, saran gue elo tinggal ;
beli obat sendiri
bawa dokter sendiri
bawa perawat sendiri
bawa alat sendiri
bawa satpam sendiri
bawa…
wuihh… repot juga di.
…. dah bayar aja uang mukanya.
[reply to this comment]
radi reply on 13 June 2008:
@ Darmadi
maklumlah sang pasiennya minta kelas VVIP
gak mau masuk kelas ekonomi … maunya Rumah Sakit Kelas Elit
heuhue …..
[reply to this comment]
darmadi reply on 14 June 2008:
@ Radi
Kisah nyata : seorang tukang ojek, ditusuk sampai sekarat oleh penumpangnya dan merampas motornya.
Seorang yang baik hati,membawanya ke RS terdekat.
Di Unit Gawat Darurat, tukang ojek dibiarkan berbaring 2 jam tanpa pertolongan, karena belum kasih uang muka.
Akhirnya, si tukang ojek tewas kehabisan darah.
Tindakan Rumah Sakit itu jelas kriminal. Tapi itu rutin terjadi di Rumah Sakit di Jakarta. Termasuk kepada korban kecelakaan lalu lintas.
[reply to this comment]
radi reply on 14 June 2008:
@darmadi
Kisah nyata: seorang anak muda, dibom oleh orang tak dikenal dan menghilangkan sebagian anggota tubuhnya
seorang yg baik hati, membawanya ke RS terdekat
Di dekat Unit Gawat Darurat, anak muda tersebut TIDAK kebagian tempat dikarenakan penuhnya pasien2 akibat korban pengeboman di ruangan tsb
Akhirnya, si anak muda tsb tewas karena tidak terlayani (karena menunggu giliran) dan juga dikarenakan kekurangan obat2 an yg diperlukan …
Tindakan orang baik tsb salah. Seharusnya dia berinisiatif utk segera meninggalkan tempat utk mencari RS sakit yg STAND By dan masih lowong dgn misal mehubungi rumah sakit yg bisa ditempati atau menjadi pengganti dokter sementara dgn meminta bimbingan pihak rumah sakit di sana
Tapi itu rutin terjadi di Rumah Sakit di manapun itu. Termasuk kepada korban peperangan juga.
menurutku yg lebih berbahaya adalah:
#ketika BUMI (rumah kita tinggal) udah tidak mampu menampung perkembangan populasi manusia
#ditemukan penyakit yg menular sangat cepat dan mematikan dan blum ditemukan obatnya disertai penurunan kualitas SDM manusia
dibidang kesehatan
#dikarenakan oleh ‘KEBENCIAN’ sehingga tercipta senjata-senjata yg
menghancurkan BUMI secara perlahan-lahan
#ketidakpedulian manusia terhadap Alam … (tunggu saja apa yg terjadi di masa mendatang)
dll tambahin ya …. ^.^
[reply to this comment]
hehhehehheh:)
klo di indonesia gimana pula bang ??
bisa-bisa lebih kejam dari rudal yah ???
hhahhahah
[reply to this comment]
dokter juga manusiaaaaaaaaaa!!!!
[reply to this comment]