<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Gaji wah, karya bah</title>
	<atom:link href="http://blogberita.net/2008/06/20/gaji-wah-karya-bah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blogberita.net/2008/06/20/gaji-wah-karya-bah/</link>
	<description>Blog berita terbaru artikel unik video terbaik</description>
	<lastBuildDate>Sun, 06 Sep 2009 02:16:28 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
	<item>
		<title>By: Diah</title>
		<link>http://blogberita.net/2008/06/20/gaji-wah-karya-bah/comment-page-1/#comment-4962</link>
		<dc:creator>Diah</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 25 Jul 2008 14:44:37 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blogberita.net/2008/06/20/gaji-wah-karya-bah/#comment-4962</guid>
		<description>@ Mbak Widi

Saya bukan seorang penulis apalagi untuk menulis skenario, wah... rasanya senang banget kalau bisa.
Kalau mbak memang senang menulis, kenapa tidak  mulai dicoba aja. Mengawali sesuatu memang rada2 sulit, tetapi begitu sudah dimulai, semuanya menjadi mudah dan lancar. Percaya deh....itu.

Soal tempat, bisa dimana saja. Bisa dirumah, dikantor, di dapur, bahkan dikamar mandi. Kalau menurut saya, begitu gairah menulis datang, jangan dilewatkan. Gairah menulis datang tidak hanya ketika hati lagi senang tapi bisa juga ketika hati lagi sedih. 

Suer, saya benar2 tidak punya pengalaman tentang menulis. Justru mbak bisa bertanya dengan Lae Jarar. Dia pakarnya. Pakar banget, malah.

Coba mbak gugat lae Jarar agar mau  sharing. 
Dijamin halal ilmunya....he...he....he....
Dan jangan lupa, bagi2 saya juga kalau udah dapat.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ Mbak Widi</p>
<p>Saya bukan seorang penulis apalagi untuk menulis skenario, wah&#8230; rasanya senang banget kalau bisa.<br />
Kalau mbak memang senang menulis, kenapa tidak  mulai dicoba aja. Mengawali sesuatu memang rada2 sulit, tetapi begitu sudah dimulai, semuanya menjadi mudah dan lancar. Percaya deh&#8230;.itu.</p>
<p>Soal tempat, bisa dimana saja. Bisa dirumah, dikantor, di dapur, bahkan dikamar mandi. Kalau menurut saya, begitu gairah menulis datang, jangan dilewatkan. Gairah menulis datang tidak hanya ketika hati lagi senang tapi bisa juga ketika hati lagi sedih. </p>
<p>Suer, saya benar2 tidak punya pengalaman tentang menulis. Justru mbak bisa bertanya dengan Lae Jarar. Dia pakarnya. Pakar banget, malah.</p>
<p>Coba mbak gugat lae Jarar agar mau  sharing.<br />
Dijamin halal ilmunya&#8230;.he&#8230;he&#8230;.he&#8230;.<br />
Dan jangan lupa, bagi2 saya juga kalau udah dapat.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: widi</title>
		<link>http://blogberita.net/2008/06/20/gaji-wah-karya-bah/comment-page-1/#comment-4897</link>
		<dc:creator>widi</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 24 Jul 2008 06:08:56 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blogberita.net/2008/06/20/gaji-wah-karya-bah/#comment-4897</guid>
		<description>saya mau coba2 menjadi penulis skenario karena saya senang menulis, bagaimana caranya ya? apakah bisa dikerjakan dari rumah? saya ibu rumah tangga</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya mau coba2 menjadi penulis skenario karena saya senang menulis, bagaimana caranya ya? apakah bisa dikerjakan dari rumah? saya ibu rumah tangga</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: rizieq</title>
		<link>http://blogberita.net/2008/06/20/gaji-wah-karya-bah/comment-page-1/#comment-3557</link>
		<dc:creator>rizieq</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Jun 2008 17:47:06 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blogberita.net/2008/06/20/gaji-wah-karya-bah/#comment-3557</guid>
		<description>@darmadi

sammmmaaaa Bang.... di rume ane juga gituh. sedihhhh...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@darmadi</p>
<p>sammmmaaaa Bang&#8230;. di rume ane juga gituh. sedihhhh&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Diah</title>
		<link>http://blogberita.net/2008/06/20/gaji-wah-karya-bah/comment-page-1/#comment-3553</link>
		<dc:creator>Diah</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Jun 2008 17:24:04 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blogberita.net/2008/06/20/gaji-wah-karya-bah/#comment-3553</guid>
		<description>Menurut penulis buku &quot;Mengasuh Anak dengan EQ&quot;,  Maurice J. Elias,cs, sebenarnya, jika orang tua tidak menetapkan batasan untuk anak2, anak2 akan berpikir bahwa orang tua tidak peduli. Meskipun mereka (anak2) tidak menyatakannya, mereka membutuhkan orang dewasa untuk menetapkan batasan dan pedoman. Mereka ingin orang dewasa benar2 menjadi orang dewasa, yang berarti memegang tanggung jawab untuk kesejahteraan anak2, dan membuat keputusan serta pilihan berdasarkan kebijaksanaan, pengalaman, dan nilai2 kita. setiap orang tua perlu menetapkan beberapa hal yang tidak bisa ditawar-tawar, terutama ketika anak-anak memasuki usia remaja dan menghadapi berbagai keputusan dengan konsekuensi yang sangat serius. 

Masih kata Maurice, Orang tua dengan kecerdasan emosi mengetahui cara membaca sinyal2 dari perasaan sendiri dan perasaan anak2 mereka. Mereka tahu bahwa ketika ada tikungan tajam didepan, kecepatan harus dikurangi, menyetir dengan sangat hati2, dan mata tetap tertuju ke jalan dan kedua tangan pada kemudi.

Oleh karena itu, hayoo.... mari kita belajar dari Maurice mumpung masih punya kesempatan dan belum terlambat.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Menurut penulis buku &#8220;Mengasuh Anak dengan EQ&#8221;,  Maurice J. Elias,cs, sebenarnya, jika orang tua tidak menetapkan batasan untuk anak2, anak2 akan berpikir bahwa orang tua tidak peduli. Meskipun mereka (anak2) tidak menyatakannya, mereka membutuhkan orang dewasa untuk menetapkan batasan dan pedoman. Mereka ingin orang dewasa benar2 menjadi orang dewasa, yang berarti memegang tanggung jawab untuk kesejahteraan anak2, dan membuat keputusan serta pilihan berdasarkan kebijaksanaan, pengalaman, dan nilai2 kita. setiap orang tua perlu menetapkan beberapa hal yang tidak bisa ditawar-tawar, terutama ketika anak-anak memasuki usia remaja dan menghadapi berbagai keputusan dengan konsekuensi yang sangat serius. </p>
<p>Masih kata Maurice, Orang tua dengan kecerdasan emosi mengetahui cara membaca sinyal2 dari perasaan sendiri dan perasaan anak2 mereka. Mereka tahu bahwa ketika ada tikungan tajam didepan, kecepatan harus dikurangi, menyetir dengan sangat hati2, dan mata tetap tertuju ke jalan dan kedua tangan pada kemudi.</p>
<p>Oleh karena itu, hayoo&#8230;. mari kita belajar dari Maurice mumpung masih punya kesempatan dan belum terlambat.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: smart</title>
		<link>http://blogberita.net/2008/06/20/gaji-wah-karya-bah/comment-page-1/#comment-3544</link>
		<dc:creator>smart</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Jun 2008 14:29:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blogberita.net/2008/06/20/gaji-wah-karya-bah/#comment-3544</guid>
		<description>Media inilah salah satu penyumbang terbesar penyebab degradasi moral anak bangsa</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Media inilah salah satu penyumbang terbesar penyebab degradasi moral anak bangsa</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

