Islam-Kristen bisa akur bila ‘imani’ sejarah

Posted by Jarar Siahaan on Jun 22nd, 2008 and filed under Agama, Opini Pembaca. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Both comments and pings are currently closed.

Oleh Kitri Dewi — Agama Islam, Kristen, dan Yahudi berasal dari “satu kubu: kubu Abraham”, tapi justru umatnya sering bertengkar.

Dua minggu lalu Blog Berita mendapat surat dari seorang pembaca — tidak kutulis namanya karena aku belum meminta izin padanya. Dia tinggal di Jerman bersama isterinya dalam rangka kuliah master. Dia Batak muslim seperti aku. Dia menulis: “Banyak sekali situs dan blog yang menceritakan tentang budaya Batak, namun kurasa tidak semua baik atau benar. Banyak tulisan yang sifatnya bukan menjalin tali persaudaraan tapi justru sebaliknya, bahkan banyak juga saya jumpai blog orang Batak yang sifatnya provokatif terhadap agama tertentu.”

Dia sepaham dengan aku bahwa orang Batak harus bersatu bukan semata-mata karena memeluk agama yang sama, tapi karena kebatakan. Kubalas suratnya: “Kau Batak, aku Batak, dia Batak, mereka Batak; maka kita harus bersatu supaya lebih kuat. Lebih jauh lagi: Kau orang Indonesia, aku manusia, dia keturunan Adam, mereka pun ciptaan Tuhan; maka semua orang tidak boleh saling menyakiti, dan harus saling mencintai.”

Prinsipku itu tidak berbeda dengan apa yang ditulis pembaca Blog Berita lainnya, Kitri Dewi, saat mengomentari artikel Mustahil orang Kristen bisa menjawab. Dewi menulis opininya dari perspektif sejarah agama. Sangat bagus, aku suka membacanya. Berikut ini adalah pendapat Kitri Dewi selengkapnya, kukutip secara utuh tanpa diedit, sementara judul di atas adalah bikinan Blog Berita.

Saudara-saudaraku,

Sebenarnya, baik pemeluk agama Islam maupun Kristen pada dasarnya ada 3 kelompok manusia berdasarkan pengalaman, pengertian, dan kedewasaan iman masing-masing sebagai individu maupun jemaat.

Kelompok 1 adalah mereka yang hanya beragama Islam atau Kristen tetapi hanya sebatas KTP nya saja karena di Indonesia orang HARUS punya agama. Titik. Kelompok ini tidak suka membicarakan agama, agama orang lain maupun agamanya sendiri. Begitu ada orang beragama lain yang datang dengan baik dan penuh kasih, sehingga menggerakkan hatinya, akan sangat mudah bagi kelompok ini untuk pindah agama. Bisa karena memang hati yang tergerak (dan kalau ini saya percaya ada camour tangan Tuhan sendiri) ada pula yang hanya melihat karena lebih menguntungkan.

Kelompok 2 adalah mereka yang mengaku setia kepada agama sebagai ideologi yang harus dibela, disakralkan (agamanya yang disakralkan dan dimuliakan), mengaplikasikan agama secara logika, sebatas ritual, dan emosional, tetapi sebenarnya tidak mengenal Allah dan kebenaranNya, sifat dan karakterNya, kehendakNya, melalui apa yang difirmankanNya di dalam kitab suci masing-masing.

Kelompok ke 3 adalah mereka hatinya benar-benar melekat kepada Allah, yang mencari Allah dengan segala kebenaranNya, kemuliaanNya, sifat-sifatNya, karakterNya, kehendakNya, melalui semua yang difirmankanNya di dalam kitab suci masing-masing. Kelompok ini lebih asyik mendengarkan apa kata Tuhan daripada apa kata manusia melalui pengalaman rohaninya menikmati kebaikan dan kemuliaan Tuhan di dalam perjalanan hidupnya.

Sama dengan ketika pemeluk agama Islam dilecehkan oleh kartunis Denmark, melalui film Fitna, dan masih banyak lagi peristiwa-peristiwa pelecehan agama Islam, reaksi pemeluk agama Islam inipun juga berbeda-beda. Orang Islam kelompok 1 reaksinya cuek, kelompok 2 demo besar besaran bahkan ada yang menghalalkan darah orang yang sudah melecehkan, tetapi kelompok 3 tetap asyik menjalankan ibadahnya kepada Tuhan karena percaya kemuliaan Allah tidak akan sedikitpun berkurang hanya karena ulah manusia, dan tetap menjaga hati masing-masing agar tetap bersih dan berkenan bagiNya.

Demikian pula ketika kekristenan dilecehkan atau diserang, 3 kelompok yang mengaku Kristen ini mengambil sikap berbeda-beda sesuai level kedewasaan iman mereka.

Saya mengatakan “kelompok” ini bukan dalam pengertian sebagai organisasi gereja tertentu, tetapi lebih pada pengalaman dan kedewasaan iman dan pengertian masing-masing orang Kristen sebagai individu, yang saya lihat memang ada 3 kelompok besar, terlepas dari gereja atau organisasi kekristenan manapun.

Orang Kristen kelompok 1 yang hanya sebatas Kristen KTP, akan cuek karena tidak tahu menahu, wis embuh, terserah orang mau ngomong apa, EGP, ATAU kemudian pindah agama lain ketika ada orang lain yang menawarkan agama lain yang dia lihat lebih menguntungkan.

Kelompok orang Kristen no 2, karena melihat kekristenan sebagai agama dan ideologi yang harus dibela tetapi sebenarnya tidak pernah mencoba mengerti apa yang benar dihadapan Allah, akan bereaksi keras, seolah-olah sudah didzolimi. Mereka akan ganti menjelek-jelekkan agama orang yang melecehkan, bersikap sama menjadi arogan dan seolah-olah dia dan agamanya yang paling benar dari konteks manusia.

Kelompok orang Kristen yang ke 3 memandang kekristenan bukan sebagai agama, tetapi lebih pada relationship with the Living God. Kelompok Kristen yang seperti ini (again, terlepas dari organisasi dan gereja kristen yang manapun) lebih tertarik mencari hadirat Allah, mendengarkan Tuhan mengatakan apa daripada apa yang dikatakan manusia dan dunia, sehingga pada saat hatinya tergoda untuk berontak tidak terima dengan pelecehan itu, mereka merefer kembali kepada bagaimana dan apa sikap Yesus pada saat dihina, dilecehkan, dipermalukan, disiksa, dan dibunuh oleh orang-orang Yahudi dan Romawi.

Kelompok ini bukannya tidak merasa gusar dengan semua penyerangan dan pelecehan, bukannya takut membalas karena minoritas, tetapi mereka percaya bahwa Yesus sudah mengalami yang lebih dasyat, lebih sakit, lebih memalukan, tetapi Yesus setia sampai mati dan bangkit lagi, demi melepaskan mereka [yang percaya] dari cengkeraman kuasa dosa dan maut. Itu sebabnya secara rohani, walaupun mereka gusar dan sebenarnya bisa berbuat sesuatu, mereka bertahan untuk taat kepada kemimpinan Yesus, tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, tetapi mengampuni orang-orang yang melecehkan karena orang-orang ini tidak mengerti, dan menjaga agar hati tetap bersih dari segala kepahitan. Kelompok orang Kristen yang ini, justru berkeyakinan bahwa bila mereka membalas dengan ganti melecehkan apalagi sampai menumpahkan darah, itu akan menyedihkan Tuhan, itu adalah pemberontakan terhadap perintah Allah Yang Maha Tinggi, bahwa hanya Allah saja yang berhak untuk membalas.

Ini pula sebabnya, di kalangan orang Kristen tidak ada ajaran untuk menganggap orang Yahudi sebagai musuh, walaupun secara perhitungan manusia, harusnya orang Kristen lah yang lebih benci kepada orang Yahudi karena orang Yahudi lah (selain orang Romawi) saat itu yang merendahkan, mempermalukan, menghina, melecehkan, dan membunuh Yesus dengan cara seperti orang terkutuk.

Selain karena ketaatan kepada keteladanan Yesus, orang Kristen kelompok ini memahami dan percaya bahwa secara rohani melalui Abraham (Ibrahim) sebagai bapa rohani mereka, orang Yahudi dan orang Islam adalah saudara. Orang Kristen yang membaca Alkitab akan tahu sejarah dan akan menghormati sesama pemeluk agama Allah sejak mulai Abraham. Kekristenan lahir justru setelah kematian Yesus, demikian pula Islam ada setelah ada Nabi Muhammad.

Pada awalnya hanya ada 2 kelompok bangsa yaitu bangsa yang menyembah dan mengorbankan persembahan darah kepada banyak dewa (kafir), dan bangsa yang menyembah satu Tuhan, Yang Maha Kuasa Allah Abraham, Allah Ismael, Allah Iskak, Allah Yakub (Israel). Catatan: Israel tidak identik dengan Yahudi. Disebutkan di Alkitab maupun Al Quran, bahwa yang disebut sebagai Israel adalah Yakub (jadi berbeda dengan Negara Israel jaman sekarang ini), yang disebut bangsa Israel di Alkitab maupun AL Quran adalah Yakub, anak Iskak, cucu Ibrahim, dan bangsa keturunannya. Yakub (Israel) sendiri punya 12 keturunan dan dari 12 keturunan inilah ke 12 bani Israel ada, salah satunya Yehuda (Yahudi).

Ismael anak Abraham dari Ibu Hagar (Hajar) dan Iskak anak Abraham dari Ibu Sara. Iskak menurunkan Yakub (Israel) Yakub menurunkan Yusuf (selain 11 saudara lainnya, salah satunya Yehuda yang menurunkan bangsa Yahudi). Dari keturunan Yusuf ini setelah kesekian puluh lahir Daud AS, yang menurunkan Salomo (Sulaiman AS) dan pada keturunan ke 14 setelah Daud lahirlah Yesus melalui perawan Maria (Maryam).

Israel artinya “Pangerannya Elohim/Allah” (maksudnya yang disayang oleh Allah), Ismael artinya Yang didengarkan oleh Allah. Seperti keturunan Abraham yang lain, Ismael juga diberkati sebagai bapa dari bangsa yang besar, dan setelah sekian puluh keturunan, dari Ismael ini lahir Muhammad yang mengajarkan Islam.

Jadi menurut hemat saya, orang Kristen yang menjadi gusar termasuk yang menjadi pahit dan mengeluarkan kata-kata hujatan di forum ini, sebenarnya sudah mengingkari identitas kekristenannya.

Secara keimanan memang ada beberapa hal fundamental yang berbeda, tetapi orang Kristen dan Islam, (termasuk pemeluk agama Yahudi) bila berhadapan satu sama lain hendaknya mengingat sejarah bukan hanya sejak jaman Musa, Yesus atau jaman Muhammad, tetapi ditarik lagi jauh ke belakang pada jaman Ibrahim, dan ditarik lagi jauuuh ke depan bahwa kita sama-sama menantikan kedatangan Yesus (Isa al Masih) yang ke dua kalinya untuk memerintah dengan kasih dan damai sejahtera. Orang Islam maupun Kristen sama-sama mengimani bahwa kelak Setan (Dajjal) akan dikalahkan oleh Isa (Yesus).

Pada saat itulah semua kebenaran yang sejati akan terbuka dan menjembatani semua perbedaan selama ini, kita akan dikembalikan lagi seperti jaman Ibrahim, dipersatukan lagi sebagai satu jemaat umat Allah Yang Maha Kuasa. Dengan begitu kita akan melihat satu sama lain sebagai saudara, bukan saingan, bukan musuh, bukan untuk dijelekkan, bukan untuk direndahkan satu dari yang lainnya, tetapi untuk dikenal dan dipahami satu sama lain tanpa menghakimi. Allah sendiri yang akan menghakimi.

Demikian saudara-saudaraku. Terima kasih.

tafbutton blue16 Islam Kristen bisa akur bila imani sejarah

Artikel ini boleh dikutip HANYA JIKA disebutkan sumbernya www.blogberita.net DAN dibuat tautan-balik. Supaya tidak ketinggalan artikel terbaru, langgani RSS Feed, gratis!

Masukkan email Anda untuk BERLANGGANAN GRATIS:

Setelah diklik, ikuti petunjuk dari FeedBurner, cek email Anda.

Jumlah pelanggan Blog Berita via RSS & email Cara tampilkan fotomu pada komentar. Jumlah Pembaca KLIK DI SINI

171 Responses for “Islam-Kristen bisa akur bila ‘imani’ sejarah”

  1. Abe says:

    THE CHOICE (Dialog Islam-Kristen) by: Ahmed Deedat. ISLAM IN THE BIBLE (Mengurai Benang Merah Tiga Iman) by: Thomas McElwain.

  2. Capunk says:

    Lakum dinukum waliyadi, untukmu apa yang kamu yakini dan untukku apa yang aku yakini. Allah sendiri menegaskan, bahwa tidak ada paksaan di dalam Islam. Mengenai hidayah adalah urusan Allah. Ini bukan perkara Islam dan Kristen, sebab dengan jujur saya katakan, bahwa umumnya ummat lain yang pindah ke Islam jauh lebih taat daripada kebanyakan muslim yang sudah mengenal Islam sejak nenek moyangnya. Wassalam!

  3. Capunk says:

    Khalifah bangsa-bangsa Islam, Sayidina Ali, sedang meresmikan sebuah Gereja ketika tiba-tiba masuk waktu sholat. Para pendeta Nasrani dengan penuh rasa hormat mempersilahkan sang pembebas untuk sholat di dalam Gereja. Dengan hormat, Ali menjawab: “Yang saya takutkan, jika ummat muslim kelak tahu bahwa saya pernah sholat di di dalam Gereja ini, mereka akan mengubah Gereja ini menjadi mesjid.” Khalifah Ali kemudian shalat di halaman gereja, dan di tempat itu kemudian berdirilah mesjid yang berhadapan dengan Gereja.

  4. Capunk says:

    Kepentingan-kepentingan dan perang-perang yang mengatasnamakan agama oleh Barat dan Timur seringkali disebut perang agama, padahal di negeri-negeri muslim yang diperangi, agama-agama itu berdiri tegak dan dilindungi oleh penguasa-penguasa Islam. Benar, bahwa Muhammad pernah berperang dengan kaum kafir Mekah, semata-mata hanya untuk membersihkan bait suci dari berhala-berhala kaum kafir Mekah yang menyerang dan menyiksa kaum muslimin secara biadab dan melanggar perjanjian yang telah disepakati. Pada masa itu, adakah kekuasaan lain selain Islam yang melindungi agama-agama samawi?

  5. Capunk says:

    Yesus masih ada di muka bumi ketika sepupunya, Nabi Yahya (Yohanes Pembaptis) tampil dengan pengikut-pengikutnya sendiri. Sampai setelah Nabi Yahya tidak ada lagi, mereka kemudian mendirikan Gereja sendiri sebab menolak memasuki Gereja Kristus, dan ketika Muhammad datang, mereka mengikutinya lalu serentak meninggalkan Gereja mereka. Yesus tidak pernah sekali pun mencela kaum Pembaptis ini sekalipun mereka bukanlah pengikutnya.

  6. Capunk says:

    Adakah Yesus pernah mengatakan di dalam Kitab Suci, bahwa Allah yang disembah oleh kaum Nasrani bukanlah Allah yang disembah oleh kaum Yahudi dan kaum Sabi’in? Atau ini hanya pernyataan-pernyataan yang memiliki dasar yang rapuh? Tidak pernah ada, kecuali, “Dengarlah hai Israel, hukum yang paling utama adalah, Allah Tuhan kita adalah Tuhan yang Esa!”.

Comments are closed

Advertisement

Arsip sejak Maret 2007

Gratis RSS-Email-Twitter

Klik Play-Tonton Video

Log in / BLOG BERITA mengizinkan konten web ini dikutip dengan syarat menyebutkan sumbernya www.blogberita.net dan membuat tautan-balik. Pengelola Blog Berita wartawan freelance Jarar Siahaan tidak bertanggung jawab atas komentar dan artikel tulisan pembaca. Balige Kabupaten Toba Samosir Provinsi Sumatera Utara Indonesia. Berita terbaru Artikel menarik Video unik terbaik.