SBY pemimpin paling dipercaya di Asia Pasifik

Jajak pendapat World Public Opinion menempatkan Presiden SBY sebagai pemimpin Asia Pasifik paling dipercaya oleh publik, mengalahkan PM Jepang Yasuo Fukuda dan PM Australia Kevin Rudd.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dipilih oleh masyarakat Indonesia sebagai pemimpin paling dipercaya di kawasan Asia Pasifik untuk mengatasi persoalan-persoalan dunia. Begitulah hasil jajak pendapat (polling) World Public Opinion yang dilansir 16 Juni 2008 seperti dikutip PresidenSBYInfo. SBY dipilih oleh 51 persen responden, mengungguli PM Jepang Yasuo Fukuda (32 persen) dan PM Australia Kevin Rudd (31 persen). Di bawah ketiga tokoh itu, barulah muncul nama-nama pemimpin negara-negara Asia Pasifik lainnya. Berturut-turut mereka adalah Kim Jong-Il (Presiden Korut), Manmohan Singh (PM India), dan Gloria Arroyo (Presiden Filipina).

Dalam jajak pendapatnya ini, World Public Opinion melibatkan 19.751 responden dari 20 negara yang total penduduknya meliputi 60 persen populasi dunia. Mulai dari negara-negara padat penduduknya seperti Cina, India, AS, Indonesia, dan Rusia, hingga Meksiko, Argentina, Inggris, Perancis, Mesir, dan Iran. Jajak pendapat dilakukan pada 10 Januari - 6 Mei lalu, dengan margins of error antara 2-4 persen.

Setiap responden di negara-negara tersebut ditanya, siapa pemimpin yang mereka percaya mampu mengatasi masalah-masalah dunia. Responden Indonesia memilih Presiden SBY sebagai pemimpin dari AsiaPasifik yang paling mereka percayai.

Urutan pemimpin Asia Pasifik yang dipercaya masyarakat Indonesia untuk menyelesaikan persoalan-persoalan dunia adalah sebagai berikut:

1. Presiden SBY (51 persen)
2. PM Jepang Yasuo Fukuda (32 persen)
3. PM Australia Kevin Rudd (31 persen)
4. Presiden Korut Kim Jong-il (28 persen)
5. PM India Manmohan Singh (21 persen)
6. Presiden Filipina Gloria Arroyo (19 persen)

Sementara itu untuk level dunia, seluruh responden yang ditanyai World Public Opinion mempercayai Sekjen PBB Ban Ki-moon untuk mengatasi persoalan dunia. Menyusul di belakangnya adalah PM Inggris Gordon Brown, Presiden Rusia Vladimir Putin, dan Presiden Cina Hu Jintao.

World Public Opinion adalah konsorsium pusat-pusat penelitian yang mempelajari public opinion berkaitan dengan isu-isu internasional. Saat ini jaringan World Public Opinion meliputi 22 negara. Lembaga ini bermarkas di Washington, AS.

Koneksi Internetmu lambat? Tak sempat tiap hari membaca web? Ini solusinya. ©Diizinkan mengutip artikel Blog Berita ini dengan syarat membuat tautan-balik.
Kirim artikel ini ke teman Kirim artikel ini ke teman Donasi Hubungi Blog Berita

20 Responses to “SBY pemimpin paling dipercaya di Asia Pasifik”

  1. Juge pemimpin paling berpengaruh di dunia, buktinye pade bulan Mei 2006, SBY berhasil melobi PM Malaysia, A. Ahmad Badawi buat ngebuka perwakilan Ibu Kota Malaysia (Kuala Lumpur) di Sidoarjo, Jawa Tengah.

    Juge pemimpin dunia pertama nyang dikibulin ame ide Blue Energy.

    Juge pemimpin nyang paling cepet naek darah kalu liat anak buahnye ngantuk waktu lagi dengerin ceramah.

    Huek.. kek.. kek..
    jas kiding lah…

    [reply to this comment]

    radi reply on 22 June 2008:

    wao selamat ya …
    hebat udah berapa kali tuh ya dpt penghargaan …
    cuma pak … BBM jgn naek trus donk …
    gaji aja susah naeknya …

    @rizieq

    Juge pemimpin nyang paling cepet naek darah kalu liat anak buahnye ngantuk waktu lagi dengerin ceramah
    -

    kan bagus tuh biar serius ngurusin negara …
    mau maju gak negara ini? …
    kalo mo mundur ayo kita nyatakan perang sama malaysia :p

    [reply to this comment]

    rizieq reply on 22 June 2008:

    huek.. kek.. kek..

    setuju..

    [reply to this comment]

  2. masa sech

    [reply to this comment]

  3. Gue paling menaruh hormat sama Pak SBY. Terutama dalam pemberantasan Korupsi. Gue kasih jempol, buat pak SBY

    Numpang, tanya neh.

    Memang ada tokoh laen yang sekelas SBY dalam Pilpres 2009.
    SBY, untuk penuntasan kasus korupsi, ANDA lAYAK DAPAT BINTANG.

    [reply to this comment]

    rizieq reply on 24 June 2008:

    Bener juge Bang Darmadi… emang Sungguh Buldozer Yahud nyang buat pare koruptor bergidik…

    Maju terus Pak SBY!

    [reply to this comment]

    Agam reply on 24 June 2008:

    Buldozer Yahud atau Buldozer Yahudi ?
    huek.. kek.. kek..

    [reply to this comment]

    Evalina reply on 26 June 2008:

    Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang sumbangan atau angpao sebesar Rp68 juta yang diterima Ketua MPR Hidayat Nurwahid saat menikah.

    Waktu kemaren SBY ngawinkan anak, angpao nya di audit juga gak ya?

    [reply to this comment]

    radi reply on 28 June 2008:

    @Evalina

    hati2 kalo ngomonk angpao ….
    mulutmu harimaumu …
    jgn bikin masalah …
    angpao tidak sama dgn uang sumbangan/sogok …

    [reply to this comment]

  4. SBY - president Indonesia paaaaaling SEXY!!! in many many ways! I love you, Sir! You definitely have my vote on the next presidential election!!!

    [Sexy yg dimaksud di sini bukan berarti secara fisik lho ya]

    [reply to this comment]

    Andi syarif reply on 28 June 2008:

    Mbak Kitry.
    Penilaian orang memang beda2 ya?.
    Kalau saya pribadi menilai SBY, adalah president yang
    kurang sportif, kurang tegas dan kurang jantan.
    Malah kesannya rada2 kebanci-bancian.( dalam hal ber pidato, akting bicara dan suara.
    Tapi jangan marah lho Mbak.. memberi penilayan , toh.. bebas2 saja bukan…

    [reply to this comment]

  5. Hidup GusDur…

    [reply to this comment]

    SIHA 4 reply on 28 June 2008:

    Setuju…………..
    Hidup GUS DUR……….
    Hidup GUS DUR…………
    Hidup GUS DUR…………
    Anda Layak dapat bintang penghargaan.

    [reply to this comment]

  6. Keadaan Indonesia : Kondisi Ekonominya makin hari makin terperosok, keadaan rakyatnya kian terpuruk dan akhlak petinggi2nya makin terbelakang.

    Kog SBY bisa ya jadi pemimpin yg terpercaya se asia Pasific????

    Akh!Capeeeee deeech.

    [reply to this comment]

    lionheart reply on 27 June 2008:

    Saya rakyat Indonesia, tapi tidak merasa kian terpuruk tuh? Dan saya yakin saya bukan satu-satunya. Banyak juga yang merasa kehidupannya makin baik ndak peduli BBM naik, Listrik naik, barang-barang makin mahal, sekolah juga makin mahal.

    Merasa terpuruk atau tidak adalah sebuah pilihan. Masih banyak orang memilih untuk berpikir bahwa rejeki Tuhan yang atur, tidak tergantung pada siapa yang jadi Presiden Indonesia, tidak tergantung harga BBM, Listrik, dan bahan makanan, atau biaya sekolah, tetap bersyukur dan tetap positif.

    Kalau saya berpikir bahwa saya ini rakyat kecil, ekonomi saya kian terpuruk, maka selama-lamanya saya menjadi apa seperti yang saya pikirkan, dan karena pikiran negatif ini yang selalu ada di benak saya, maka saya juga akan miss rejeki dan peluang-peluang serta jalan keluar yang disediakan Tuhan.

    Saya bangga SBY masih tetap mendapat kepercayaan lebih banyak dibanding pemimpin2 negara lainnya di Asia Pacific. Saya salut SBY berani membuat keputusan-keputusan yang kontroversial dan tidak populer demi menyelamatkan negara walaupun dia tahu akan dicaci maki banyak pihak yang memang tidak pernah puas dan bersyukur apapaun keadaan Indonesia dan siapaun yang menjadi Presiden, walaupun dia tahu sebentar lagi pemilu.

    A great leader bukan mereka yang hanya berani mengambil keputusan populer yang sudah pasti disukai banyak orang sehingga dielu-elukan sebagai pahlawan. A great leader adalah mereka yang berani mengesampingkan kepentingan pribadi dan mengambil keputusan tidak populer demi menyelamatkan kepentingan yang lebih besar, walaupun dengan konsekuensi kehilangan simpati, dicaci maki, dsb.

    Integritas inilah yang saya lihat dalam sosok SBY and I am so proud he is my President!

    [reply to this comment]

    Evalina reply on 27 June 2008:

    Hello Lionheart,

    Maaf jika anda tersinggung.
    Bersyukurlah anda krn tidak banyak rakyat yg punya banyak pilihan dan peluang seperti anda.

    Bukannya gak Nasionalis .. cuma saya bingung penilaian polling dari segi apa sih?

    Soalnya dibanding semua negara2 yg di survey, justru negri kitalah yg keadaannya paling memprihatinkan.

    Kalau bisa memilih,saya sih lebih bangga jika pemimpin itu dinilai dari hasil kerja nyatanya, yg bisa membawa rakyatnya aman,damai dan sentosa, dari pada sekedar dapat penghargaan sana sini diluar kenyataan yg ada.

    Salam

    [reply to this comment]

    lionheart reply on 27 June 2008:

    Mbak Evalina :-)

    Saya tidak tersinggung kok sungguh!

    Ketika saya bilang bahwa merasa terpuruk atau tidak adalah sebuah pilihan, bukan berarti saya jauh lebih kaya raya dan hidup bergelimang harta dibanding kebanyakan orang Indonesia. Bukan itu. Memilih untuk tidak merasa terpuruk ini tidak ada hubungannya dengan secara materi kondisi saya bagaimana dibanding orang lain. Ini lebih pada bagaimana kita menata mindset kita.

    Kondisi kita bisa sama, tetapi kita punya kebebasan untuk berpikir dan bersikap secara berbeda.

    Ada 2 kelompok manusia yang merespond keadaan yang sama tapi dengan cara yang berbeda.

    Kelompok 1 adalah mereka yang lebih fokus dan terpaku pada kekurangan dan keburukan, mencari kesalahan orang lain tapi lupa melihat diri sendiri bagaimana. Kelompok ini lebih suka mencari apa yang salah dengan keadaan sekitarnya (orang lain, tetangga, pemerintah, pejabat etc) daripada berusaha mencari apa yang bisa dilakukan supaya hidup mereka lebih baik walaupun keadaan sulit. Mereka takut sengsara takut bersusah payah sehingga lebih suka berdiam diri dan menutupi ketakutannya dengan menghujat keadaan.

    Kelompok 2 adalah mereka yang lebih fokus mencari sisi baik dalam setiap keadaan. Kelompok ini lebih suka menghitung berkat dan nikmat Allah yang sudah diterima dan menjadikannya sebagai sumber kekuatan untuk berbuat dan berusaha lebih keras dan lebih baik daripada membuang-buang energi mengutuki keadaan yang hanya akan mematahkan semangat.

    Banyak kejadian dan keadaan buruk yang terjadi di luar kontrol kita, tetapi kita bisa mengendalikan pikiran dan attitude dan memutuskan bagaimana kita akan merespon.

    Banyak contoh sudah bahwa orang-orang yang sukses dan kehidupannya lebih baik adalah orang-orang di kelompok 2.

    Kalau orang itu pengusaha, mereka menyadari tidak bisa dihindari lagi biaya operasional naik, ongkos produksi naik, tetapi daripada mengutuki pemerintah dan keadaan, lebih baik atur strategi agar perusahaan lebih efisien, penghematan, negosiasi ulang dengan supplier, dan seterusnya agar perusahaan bisa bertahan.

    Kalau orang itu pekerja, mereka menyadari perusahaan tempat kerja harus berjuang untuk lebih efisien, dan daripada sibuk mengutuki management, lebih baik ikut ambil bagian dalam usaha perusahaan dengan bekerja lebih baik dan efisien lagi. Kalau perusahaan survive dan tetap profit, pasti benefit akan kembali juga kepada karyawan dan karyawan yang memberikan kontribusi lebih pasti berbeda dengan yang hanya biasa-biasa saja. Kalau yang lainnya malah demo dan protes aneh-aneh menambah kepusingan management, kelompok orang ini akan tetap tekun bekerja sehingga pada saatnya, jelas management akan lebih percaya kepada karyawan yang ikut berjuang bersama peursahaan pada masa sulit daripada yang malah meriwuki kerja perusahaan, dan sehingga tentusaja begitu ada formasi dan promosi pihak perusahaan tidak akan memilih mereka yang malah menjadi beban.

    Tak seorangpun bisa mengubah hukum alam. Mereka yang menabur kebaikan akan panen kebaikan pada waktunya. Mereka yang menanam kata-kata baik, pikiran baik, perilaku baik, akan panen kebaikan pula. Mereka yang memberkati negerinya akan mengecap hasil panen negeri itu.

    Sebaliknya menreka yang menabur keburukan akan memanen apa yang sudah ditaburnya. Mereka yang menanam kata-kata buruk, pikiran buruk, prasangka buruk, hanya akan memanen segala yang buruk. Mereka yang mengutuki dan menyumpahi negerinya dengan kata-kata buruk dan negatif, hanya akan memanen semua yang buruk dari negeri itu sementara orang lain memanen yang baik di negeri yang sama.

    Kenapa orang Indonesia banyak yang terpuruk dan makin miskin? Karena memang lebih banyak orang yang memilih menganggap dirinya seperti itu. Lebih banyak orang bermulut buruk menghujat, menyumpah, berprasangka buruk dan mengutuk negeri ini daripada yang menjaga kata-katanya tetap positif dan membangun walaupun keadaan sedang memburuk.

    Kemiskinan materi berawal dari kemiskinan iman. Kemiskinan iman berawal dari kemiskinan pengenalan akan Tuhan dan segala kebenaranNya. Kemiskinan iman membuahkan pikiran-pikiran negatif yang mendorong mulut mengeluarkan kutukan dan sumpahan yang membuahkan kemiskinan spirit untuk berjuang. Kemiskinan spirit melumpuhkan semua kekuatan yang dimiliki manusia sebagai makhluk Tuhan yang diciptakan luar biasa.

    Nah sekarang apa hubungannya dengan kinerja Presiden dan pemerintah? Apa ukuran kerja nyata kinerja Presiden dan pemerintah? Kesuksesan seseorang tergantung pada diri orang itu, bukan Presiden dan pemerintah. Jadi mau ganti Presiden berapa kali, mau ganti pejabat pemerintah berapa kali, orang miskin akan tetap saja terpuruk karena dari awal mereka sudah berpikir dan menganggap dirinya terpuruk, dan lebih suka asyik mengutuk daripada berbuat sesuatu yang positif, at least dimulai dengan berpikir positif sehingga kata-kata juga positif dan membangun, bukan melemahkan. Pikiran positif melahirkan tindakan yang positif pula.

    Sangat sedikit dari sekian banyak orang Indonesia yang terpanggil untuk menebarkan kata-kata positif dan membangun pada saat kondisi sulit. Yang paling banyak adalah mau kondisi seperti apapun mengeluuuuuh terus, mengkritiiik terus, menyumpah dan mengutuki terus pemerintah dan bangsa ini.

    [Tidak ada yang lebih gila melakukan hal yang sama berulang-ulang tetapi mengharapkan hasil yang berbeda - Albert Einstein]

    Kedengarannya naïf ya? Tapi coba deh satuuuu hari saja anda memilih berpikir secara berbeda dari selama ini. Satu hari saja afirmasi pada diri sendiri “saya orang Indonesia, saya bukan orang miskin, saya bukan rakyat kecil, saya tidak terpuruk, Alhamdulillah saya masih bisa dan berani berjuang dan bekerja lebih baik lagi, Alhamdulillah Allah tidak pernah terlambat menolong, Alhamdulillah saya bisa bangun pagi menikmati hari baru, Alhamdulillah masih banyak pejabat pemerintah yang berusaha sungguh-sungguh untuk melaksanakan tugasnya dengan sekuat tenaga walaupun sulit, Alhamdulillah masih banyak anak Indonesia yang bisa sekolah walaupun biaya sekolah makin mahal, Alhamdulillah lebih banyak orang sehat daripada orang sakit, Alhamdulillah masih banyak orang yang bisa bekerja dan berpenghasilan dibanding yang pengangguran” dan terus cari dan gali lagi alasa apa saja yang bisa anda syukuri sebagai nikmat Allah.

    Saya biasa menggunakan karet gelang pada saat saya sedang menghadapai masa sulit di pekerjaan maupun di rumah. Begitu saya kelolosan mengeluarkan kata-kata buruk dan negative, saya segera jepretkan gelang itu peringatan terhadap diri sendiri.

    Rasakan bedanya …

    radi reply on 28 June 2008:

    @lionheart

    setuju

    @Evalina
    Kondisi Ekonominya makin hari makin terperosok
    -> rakyatnya tidak pintar dan tidak mampu memanfaatkan peluang yg ada

    akhlak petinggi2nya makin terbelakang
    -> justru baguskan???? kok kita mau seh memilih tuh
    orang jadi petinggi kita???

    ucup reply on 27 June 2008:

    SBY adalah Pemimpin yang Bijaksana:

    *kenaikan BBM sangat fantastis. Dalam kurun waktu hanya tiga tahun, kenaikan harga BBM mencapai 156 persen!
    > Bohong itu!

    *Harga-harga kebutuhan pokok dan transportasi terus meningkat antara 15-40 persen.
    > Siapa bilang?

    *kenaikan harga BBM akan menaikkan angka kemiskinan menjadi 21,92 persen atau menjadi 41,7 juta jiwa
    >Gak juga.

    *Lalu,SBY ingin meyakinkan rakyat betapa beruntungnya mereka dengan program BLT (Bantuan Langsung Tunai) pemerintah tersebut.
    Hal itu justru menjadikan rakyat seperti pengemis, yang memohon belas kasihan dari pemerintah
    >Biarin aja.

    *Janji Presiden Yudhoyono ketika berkampanye: perang melawan korupsi. Tapi bagaimana kenyataannya?
    >memangnya masih ada?

    Bravo Pak Yudhoyono-JK!
    hidup FPI!
    jangan gentar Ayin!

    yang sirik…..kelaut aja!

    [reply to this comment]

  7. Wah,jadi serius nih…
    tapi terimakasih loh mbak/mas atas pencerahannya.
    pada dasarnya saya sih sependapat kog.

    Cuma alangkah baiknya jika pemahaman ini disampaikan kepada orang2 yang nasibnya tak sebaik kita: orang2 miskin, yang antri raskin,antri minyak tanah, sarjana2 pengangguran, atau bahkan kepada para manula yang sampai meninggal pd saat antri BLT, Mampukah meng up grade opini mereka selama ber abad2 ini,untuk mau menerima bahwa nasib mereka gak ada kaitannya dengan kinerja Presiden dan Pemerintah.

    Semoga tidak di jawab dengan Alhamdulilah ya mbak..

    Salam

    [reply to this comment]

Tulis komentar pada kolom di bawah

Tampilkan artikelmu di Blog Berita: berbentuk opini, feature, berita, tips unik, atau cerpen.