Dua pertanyaan tanpa jawaban, soal Tuhan

Dua pertanyaan tanpa jawaban, soal Tuhan

“Aku tidak terlalu suka membaca Alkitab dan Alquran, tapi kalau kau bisa menunjukkan padaku kitab agama mana yang menerangkan asal-muasal Tuhan, katakanlah, supaya aku menjadi tahu.” Kawanku membalas: “Kau mungkin kafir. Jangan bikin pertanyaan menyesatkan.” Ini dua pertanyaan tua, bisakah kau menjawabnya?

Balige; Blog Berita; Jarar Siahaan

Dalam semua agama, Tuhan diyakini sebagai Yang Maha Kuasa. Kekuasaan Tuhan tak terbatas. Dia tahu apa yang tidak diketahui manusia; Dia melihat apa yang tidak dilihat manusia; Dia mampu mengerjakan apa yang tidak mampu diperbuat manusia. Dia disebut Yang Maha Kuasa.

Tapi tidak sedikit orang sejak dahulu yang senantiasa “protes” dan mencari tahu apakah memang benar Tuhan itu ada dan maha-kuasa. Dari sekian banyak “gugatan” terhadap keberadaan Tuhan yang pernah kudengar, ada dua pertanyaan yang kusukai. Aku suka kedua pertanyaan ini karena aku belum bisa menjawabnya hingga hari ini.

1. Dari mana asal Tuhan, apakah Dia tiba-tiba ada?

Kalau ditanya mana duluan telur atau ayam, kujawab ayam, karena memang Tuhan pada mulanya menciptakan ayam, bukan telur. Kalau ditanya siapa yang menciptakan manusia, matahari, udara, api, air, tanah, dan semua planet, pasti kujawab Tuhan.

Kalau ditanya dari mana asal-muasal Tuhan, apakah Dia tiba-tiba ada, pernah kujawab pada seorang kawan: Aku tidak tahu.

Lalu dia berkata: Apakah agama yang dulu kaupeluk [Kristen] dan yang sekarang [Islam] tidak menjelaskan secara pasti siapa yang menciptakan Tuhan dan dari mana Dia berasal?

Kujawab: Aku tidak terlalu suka membaca Alkitab dan Alquran, tapi kalau kau bisa menunjukkan padaku kitab agama mana yang menerangkan asal-muasal Tuhan, katakanlah, supaya aku menjadi tahu.

Ternyata temanku itu tidak bisa menunjukkannya.

2. Mampukah Tuhan menciptakan sebuah benda yang sangat berat yang Dia sendiri tidak sanggup mengangkatnya?

Kalau dijawab Tuhan mampu menciptakan benda yang sangat berat yang Dia sendiri tidak sanggup mengangkatnya, berarti Tuhan tidak maha-kuasa — mengapa Dia tidak cukup kuat mengangkat benda itu.

Kalau dijawab Tuhan tidak mampu menciptakan benda berat tersebut, berarti Tuhan pun tidak maha-kuasa — mengapa Dia tidak bisa menciptakan benda terberat di dunia.

Aku sudah beberapa kali mengajukan kedua pertanyaan ini kepada kawan-kawanku, dan umumnya mereka tidak bisa menjawab. Beberapa kawan berkata: Itu rahasia Tuhan, hanya Tuhan yang tahu, kau jangan bikin pertanyaan menyesatkan, mungkin benar kau termasuk kafir, mungkin kau ateis, ketahuilah bahwa manusia tidak sanggup melihat Tuhan, sepintar-pintar manusia takkan tahu siapa sesungguhnya Tuhan dan di mana tempat untuk menemukan-Nya.

Satu-dua kawanku yang mengaku mampu menjawab, berkata, jawaban untuk pertanyaan pertama adalah “Tuhan tidak diciptakan oleh siapapun, pokoknya Tuhan adalah yang pertama dan terakhir,” sementara jawaban kedua ialah “Tuhan mampu menciptakan apapun, pokoknya tidak ada yang mustahil bagi Tuhan, titik.”

Mendengarnya, aku tersenyum. “Pokoknya…, pokoknya….” [blogberita.net]

Koneksi Internetmu lambat? Tak sempat tiap hari membaca web? Ini solusinya. ©Diizinkan mengutip artikel Blog Berita ini dengan syarat membuat tautan-balik.
Kirim artikel ini ke teman Kirim artikel ini ke teman Donasi Hubungi Blog Berita

167 Responses to “Dua pertanyaan tanpa jawaban, soal Tuhan”

  1. HMMMMM……..
    Sambil mikir garuk2 kepala……..
    (Masih mencari jawaban………)

    S
    U
    L
    I
    T

    ATAU…….

    “BER-AGAMA TIDAK PERLU???”…….

    :) :) :)

    [reply to this comment]

    Malky reply on 25 June 2008:

    Comment 1 ;
    Dari mana asalnya Tuhan, apakah Dia tiba-tiba ada..??
    Dari mana asalnya Tuhan..??
    - Tuhan tidak ber-Asal dan tidak ber-Akhir pula, karena kalau Tuhan itu berasal (Diketahui Asal-Nya) itu bukan Tuhan dan kalau Dia ber-Akhir itupun bukan Tuhan.
    Jangan Kita samakan Tuhan itu dgn Materi / Benda yg bisa Kita Rabah, Pegang, Lihat dan bahkan bisa diselidiki, diketahui asal-usulnya walaupun itu masih Debateble (Masih bisa diperdebatkan) krn Tuhan itu ngak bisa di Pikirkan dan di Pertanyakan tetapi Manusia hanya bisa memikirkan tentang Dia sejauh Dia berkenan menyatakannya dan mempertanyakan-Nya sejauh Manusia itu ngak percaya lagi adanya Eksistensi Tuhan.
    Tetapi,

    Tuhan itu ada karena :
    - Tuhan yg memberitahukan keberadaan-Nya pada Manusia lewat Wahyu (Kitab-kitab Suci).
    - Tuhan itu ada bisa Kita ketahui lewat benda-benda Angkasa seperti Matahari, Bulan, Bintang, Planet yg semuanya punya keteraturan / Hukum Alam (Kosmologi)
    - Tuhan itu ada karena Manusia bisa tahu Mana perbuatan yg Jahat dan Baik (Moralitas)
    - Tuhan itu ada walaupun Manasia tdk Percaya pada-Nya tetapi mereka dgn Dirinya sedang membuktikan bahwa manusia itu lah tuhan.

    Commetar 2.
    Berpikirlah setinggi Rambut mu jangan melebihi tinggi Rambut mu krn itu diluar kemampuan mu dan berpikirlah serendah Tumit mu jangan berpikir dibawah Tumit mu krn sama saja engkau sedang menggali lubang dan engkau jatuh di lubang buatan mu.
    Thank’s…!!

    [reply to this comment]

    Her reply on 30 June 2008:

    itu bukan urusan kita unuk memikirkan hal tersebut..karna itu adalah bagian TUHAN..terserah kita mau percaya atau tidak kepada Nya

    [reply to this comment]

  2. Mana ada agama yang SEMPURNA?
    Semua KITAB SUCI agama-agama, Islam, Kristen, Buddha dan yg lainnya, sebenarnya hanya berupa BUKU SEJARAH TENTANG NABI-NABI, yang isinya tidak 100% persen original perkataan Tuhan.
    Para nabi, sahabat, pengikutnya dan seluruh pencatat firman Tuhan, mereka menulis kitab-kitab sesuai sudut pandang mereka, sesuai kemampuan menulis yang berbeda-beda, kemampuan mengingat pesan-pesa para nabi yang tidak mungkin sempurna (logikanya, kitab-kitab ditulis beratus tahun setelah zaman Nabi-nabi, so, mana mungkin bisa dicatat 100% original?).

    Kecuali ada agama yang berani mengklaim 100% isi kitab sucinya adalah MURNI PERKATAAN TUHAN yang DIKIRIM LANGSUNG oleh Tuhan dalam bentuk buku atau DITULIS LANGSUNG oleh Tuhan sendiri, barulah saya percaya kitab tsb 100% firman TUhan. Do U know what I mean, guys?

    [reply to this comment]

    seda reply on 25 June 2008:

    kamu pernah tau bagaimana cd musik, film di buat?
    dari satu file di copykan ke seratus, sejuta dan seterusnya! tapi orang yang bilang itu cd asli!
    bgai mana dengan cd yang beredar di pinggir pasar? kenapa disebut bajakan? padahal sama di copy?
    dan siapa yang membuat cd itu? penyanyinya, artisnya atau perusahaan label?

    [reply to this comment]

    Horbo reply on 30 June 2008:

    Ya elah…kalau cuma klaim sepihak sih apa gunanya.
    Saya juga bisa mengatakan kalau buku karangan saya adalah asli ditulis dan diturunkan oleh owloh sendiri,tapi apa ada orang mau percaya kibulan saya?

    [reply to this comment]

  3. hhhmmm… baiklah, saya akan mencoba untuk menjawabnya.

    Jawaban untuk no.2:
    “Seperti ada tertulis:
    pada hari ke-8, tuhan menciptakan batu yang sangat berat, walau pun ukuran nya kecil.
    pada hari ke-9, tuhan mencoba mengangkat nya, tapi ga bisa, soal nya berat banget.
    pada hari ke-10, tuhan latihan angkat beban.
    pada hari ke-11, tuhan latihan angkat beban.
    pada hari ke-12, tuhan mencoba mengangkat batu tersebut, dan karena udah biasa latihan …..horeeeeee…… bisa keangkat.
    pada hari ke-13, muncul pepatah baru, ala bisa karena biasa.

    Jawaban untuk no.1:
    “Seperti ada tertulis: sesama tuhan jangan saling mendahului”.

    [reply to this comment]

    Juanda reply on 25 June 2008:

    Berarti gak maha kuasa dong, mesti latihan angkat beban dulu baru bisa diangkat. :)

    [reply to this comment]

  4. Wah….. artikel ini benar-benar dalem filosifinya, dan saya hampir yakin siapapun dia yang mempunyai pemikiran seperti ini (yang menulis artikel ini mungkin) memiliki keyakinan bahwa Tuhan memang benar-benar ada dan Maha Kuasa.

    Dan sesungguhnya dia tidak memerlukan jawaban atas pertanyaannya sendiri, karena pasti beliau sudah bisa menemukan jawabanya.

    Untuk yang belum tahu jawabannya, mungkin ini bisa menjadi cara untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan dari artikel ini.

    Cobalah diam dan meditasi dalam kesendirian, buanglah atribut keduniawian dan bertanyalah kepada diri sendiri “Apakah saya benar-benar percaya kalau tuhan itu ada dan maha kuasa?”

    Karena itulah jawabannya.

    [reply to this comment]

    frillazeus reply on 1 July 2008:

    quote:
    “dan saya hampir yakin siapapun dia yang mempunyai pemikiran seperti ini (yang menulis artikel ini mungkin) memiliki keyakinan bahwa Tuhan memang benar-benar ada dan Maha Kuasa.”

    baru nyadar… ga mungkin ya bisa punya pikiran kek gini kalo tidak berfilosofi dalam dan berkeyakinan tinggi?

    *Maaph OOT…*

    [reply to this comment]

  5. 1.Tuhan itu berasal dari ketiadaan dan perlu waktu yg sangat sangat sangat sangat sangat sangat sangat lama bagi diriNYA untuk akhirnya menjadi Tuhan.Sama seperti manusia kalau seandainya bisa hidup selama jutaan tahun pastilah manusia itu sangat pintar dan berilmu tinggi.
    2.Mampukah Tuhan menciptakan benda yg sangat berat yg Dia sendiri tidak sanggup mengangkatnya?Jawabnya:Mampu
    Tapi apakah Dia sanggup mengangkatnya?Jawabnya:Sanggup…he he he bingungkan!
    Ada tertulis:”Janganlah kau mencobai Tuhan Allahmu”.
    Sebagai atheis,saya tidak percaya akan Tuhan dan agama adalah hasil karya manusia,tapi yg saya tahu, ada agama yg membuat manusia bertambah bijaksana dan ada agama yg membuat manusia semakin terbelakang.

    [reply to this comment]

  6. Pertanyaan sukar sulit ya, lae Jarar.
    Saya yakin, kelak bila kita kita masuk surga dan menanyakan pertanyaan itu langsung kepada Tuhan, Tuhan akan menjawabnya.

    [reply to this comment]

  7. 1.jika kamu memang benar ingin mengetahui siapa itu allah kamu akan mengenalinya di dalam agama islam,namun tidak semudah seperti kamu mempelajari ilmu computer.jika memang benar niat kamu untuk mengenal allah lebih jauh,maka kamu wajib berguru ke pada seorang kiayi dan bersiap meninggalkan kemewahan duniawi.

    2.sesungguh nya allah memang maha segalanya,dan allah tidak pernah menciptakan sesuatu yang sia-sia,jadi apabila saudara dicerca dengan pertanyaan sedemikian,sebelum menjawab anda tanyakan dulu pada si penyoal,apa kegunaan dari benda yang akan di cipta.

    [reply to this comment]

  8. Takut akan Tuhan, Permulaan Pengetahuan…kalau kita memahami arti tersebut dan melakukannya…percayalah kamu akan menemukan jawaban. tp tidak seperti jawaban yang harus mengandalkan logika…

    ingat….secara tidak langsung kita sudah ikut dan ingin melampau keterbatasan kita sebagai manuasia, dan ingin menyamai Allah Pencipta Semesta. ingat Peristiwa Menara Babel yang diceritakan di Alkitab… hati2..dalam berbicara.

    [reply to this comment]

    Wilton Marbun reply on 25 June 2008:

    Benar lae saya setuju pendapat anda. Saya orang yang belum ada apa2nya dalam bidang keagamaan. Saya heran melihat teman2 yang memberikan komen untuk topik ini. Mereka mengagungagungkan pikiran dan logika manusia. Seakan-akan dengan pikiran dan logika manusia semuanya bisa diatasi atau bisa dipecahkan dengan analisa2. Mereka tidak tahu bahwa Tuhan itu besifat trasenden yang artinya tidak akan bisa dilampaui oleh akal dan pikiran manusia. Jalan pikiran Tuhan dan tindakanNya atas alam semesta ini perbedaannya sangat jauh sekali dengan pikiran manusia. Ibaratnya antara langit dan bumi. Untuk mengenal Tuhan kita harus mengosongkan pikiran kita seperti pikiran anak-anak yang polos. Jangan menggunakan pikiran orang dewasa atau pikiran seorang profesor yang semuanya bisa diukur atau dibahas dalam pikiran manusia. Ingat, apa yang bodoh belum tentu bodoh di hadapan Tuhan. Dan apa yang pintar dalam ukuran manusia itu bodoh dihadapan Tuhan. Jadi, saya berpendapat bahwa penyakit ilmuwan2 jaman dulu sudah merasuki pikiran teman2 diatas. Seakan2 ilmu pengetahuan diatas segala galanya. Padahal, syukur pada Tuhan bahwa sudah banyak ilmuwan yang mengakui adanya Tuhan serta campur tanganNya di alam semesta ini. Dan saya tambahkan lagi. Kita ini manusia diciptakan dari tanah dan debu. Jadi dihadapan Tuhan, kita manusia ini ibarat sampah yang tidak ada artinya.

    Lae Jarar, memang di judul topik ini ada mengatakan pertanyaan tanpa jawaban. Tapi kalo boleh menganalisa, saya melihat anda telah bermain2 dengan Tuhan. Anda sengaja melempar topik ini agar blog berita ini ramai dengan macam2 pendapat. Alangkah sayangnya, anda manfaatkan Tuhan untuk blog berita ini agar semakin ramai. Kiranya Roh Kudus memberimu pencerahan. Jangan mengandalkan akal pikiran mu.

    BLOG BERITA: “sayangnya”, SANG KEKASIH di atas sana memberiku akal dan pikiran. :D sayang juga, aku tidak mampu memanfaatkan SANG KEKASIH hanya demi hits web ini. seandainya bisa kumanfaatkan, nama SANG KEKASIH akan kuperalat supaya aku menjadi kaya-raya; atau minimal bisa menipu umat dengan khotbah penuh jargon; atau kujual nama SANG KEKASIH bahwa hanya dengan menyentuhkan telapak tangan ke layar tivi dan berkirim surat untuk kemudian didoakan oleh pemuka agama, orang-orang bisa sembuh dari penyakitnya dan terlepas dari segala beban berat dalam hidupnya. :D

    tampaknya banyak yang belum bisa menangkap “pesan terselubung” yang ingin kusampaikan lewat artikel di atas, dan aku akan membiarkannya seperti itu adanya, supaya pembaca sendiri yang mengambil hikmah bagi dirinya masing-masing. toh kita semua sudah cukup dewasa. terima kasih, salam damai.

    [reply to this comment]

    darmadi reply on 25 June 2008:

    @ Nadeak

    Ketidak mampuan manusia memberikan jawaban, justru makin menunjukkan ‘ketiadaan’ arti manusia di hadapan Tuhan.

    [reply to this comment]

    olanto reply on 26 June 2008:

    @ lae Jarar ,
    saya pikir tulisan anda itu adalah merupakan proyeksi dari pemikiran anda dalam mencari Tuhan yang anda alami selama proses beralih agama. Kita sama-sama menyadari kita itu belum ada apa-apanya dibandingkan dengan Allah yang menciptakan manusia, jadi tidak selayaknya dan tidak mungkin manusia menyelidiki Allah yang menjadi sumbernya, karena itu pasti diluar kemampuan manusia.
    Sepertinya misi anda dengan mengajukan pertanyaan yang 2 butir itu adalah “ingin menyatakan” bahwa agama itu tujuannya adalah sama yaitu menyembah Kuasa Yang Tunggal itu, hanya masing-masing agama mempunyai tata ibadah yang berbeda. ( satu tujuan, lintasan jalannya berbeda ). Adalah hak dasar manusia untuk meyakini kepercayaan yang diimaninya, orang lain tidak berhak untuk mengubah keyakinan seseorangatau dengan perkataan lain seseorang tidak berhak memaksakan keyakinannya kepada orang lain.

    [reply to this comment]

  9. Welgedewelbeh

    Cak Jarar ..(tak panggil cak sebagai penghormatan arek suroboyo)

    Memikirkan asal usul tuhan adalah perbuatan yang tidak berguna, lha wong mencari tahu asal-usul yang tampak saja orang masih meraba-raba, masih berteori dan berspekulasi. Contoh Gampangnya adalah pertanyaan tentang asal usul galaksi (atau alam semesta sekalian). Ada yang mengatakan akibat ledakan besar (big bang), ada yang mengatakan dimulai dari kumpulan debu yang memadat dan berputar (nebula) de el el. Manusia hanya bisa menerka, membuat teori dan membuat berbagai argumen untuk mendukung teorinya itu. Karena tidak ada manusia yang cukup tua yang menjadi saksi mata proses terbentuknya galaksi yang mencatatnya kemudian memberitahukan kepada kita. Contoh yang lain, lha wong pertanyaan apakah di mars ada air/es saja masih belum bisa terjawab dengan pasti.

    Jadi dibalik saja pertanyaannya pada tiap-tiap individu, apakah anda percaya bahwa ada suatu kekuatan tak terbatas yang menciptakan diri anda dan alam semesta ini ??, ataukah kau percaya bahwa alam semesta ini adalah konsekuensi logis dari proses berkelanjutan evolusi fisika dan kimia dari materi, waktu serta energi (dalam artian tidak ada yang mencipta)?? Jika percaya yang pertama ya silahkan beriman pada Tuhan yang tuntunannya serta penjelasanNya tentang ketuhanannya membuat tenteram jiwa kritismu, kemudian menyerahlah tanpa sarat pada Tuhan itu. Jika kau percaya yang kedua … ya katakan saja bahwa tuhan tidak ada, gitu saja kok repot. Masih banyak yang lebih penting untuk diurusi daripada memikirkan perkara semacam ini, lha wong kita ini hidup gak lama.

    Pertanyaan kedua sebenarnya juga sama jawabannya, habis-habisin waktu dan energi. Tapi mungkin pertanyaan itu perlu dikritisi lebih jauh.

    Terlalu materialistis dan berangkat dari sudut pandang manusia.

    Ketika kita menggunakan istilah mengangkat dalam kepala kita tergambar sesosok amat sangat besar yang berotot mencoba mengangkat sebuah batu buesar. Yah sesuai imajinasi inderawi kita lah, berdasar yang kita pernah alami. –> lha wong kita saja tidak tahu Tuhan itu bentuknya seperti apa, apakah gas, padat atau cair, atau malah tidak ketiga-tiganya apakah dia mempunyai bobot atau tidak, apakah dia mengejawantah dalam benda-benda ciptaannya atau terisolasi dari mahluknya, apakah dia dikungkung waktu seperti kita atau dia mampu melintas waktu, apakah dia masih membutuhkan energi ataukan dia satu-satunya sumber segala sumber energi? Tidak ada keterangan dan nalar yang bisa menjangkau ujud dan dzat sesuatu yang kita sebut Tuhan ini.

    Tinggal tanya saja dirimu, kau percaya atau tidak …. gitu saja kok repot.

    [reply to this comment]

  10. Karena si-rizieq hewan sotoy belum juga jawab (karena memang dia yang bikin pertanyaan), saya jawab ;
    1. Dari mana asal Tuhan, apakah dia tiba-tiba ada ?
    Tuhan berasal dari pemikiran manusia. Tuhan tidak tiba-tiba ada, tetapi muncul secara pelan2 sejalan dengan perkembangan pemikiran manusia itu sendiri. Waktu manusia pemikirannya masih sederhana, waktu belum ngerti kalau wanita bisa mengandung dan melahirkan anak itu juga ada kontribusi dari laki2, wanita sangat diagungkan dan wanita hanya diam digua sementara laki-lakinya berburu. Pada saat itu, Tuhan digambarkan sebagai figure wanita, seperti Isis, Venus, dsb.
    Saat laki2 sadar kalau tanpa hubungan seks dengan laki2, wanita tidak bisa hamil dan sejalan dengan berkembangnya masyarakat agraris yang tidak berburu lagi tapi beternak dan bercocok tanam, wanita mulai bekerja di-sawah atau dipeternakan dan mulai ada konflik yang berkaitan dengan tanah sehingga diperlukan laki2 untuk melindungi atau merebut lahan. Saat itu mulailah terjadi maskulinisasi Tuhan dan muncullah Yahweh yang berjenis kelamin laki-laki.
    2. Mampukah Tuhan menciptakan sebuah benda yang sangat berat yang Dia sendiri tidak sanggup mengangkatnya?
    Pertanyaan seperti ini mungkin juga sudah difikirkan oleh sang filsuf ataupun pemikir yang telah menciptakan Tuhan, sayangnya tidak terdokumentasi di-Torah/Tanakh, Bible dan Al-Qur’an. Sayangnya kalau sekarang ada nabi baru bikin kitab suci baru untuk mengaddress pertanyaan itu, nanti dibilang sesat atau menghina agama yang ada, seperti terjadi pada Mirza Ghulam Ahmad (Ahmadiyah) atau Joseph Smith Jr (mormon)

    hewan sotoy rizieq kalau mau mencela silahkan, tetapi apa jawaban menurut versimu, nanti aku cela.

    [reply to this comment]

    bupunsu reply on 25 June 2008:

    @Agam,

    1. Dari mana asal Tuhan, apakah dia tiba-tiba ada ?
    Tuhan berasal dari pemikiran manusia.

    Huebat sekali analisanya bang Agam, ruar biasa. Abang tau dari mana Tuhan berasal yaitu dari pemikiran manusia. berarti manusia lebih dulu ada dari Tuhan, bisa-bisa manusia yang ciptain Tuhan ya menurut bang Agam? seumuran ya bang dengan Tuhan, jangan-jangan abang yang menciptakan tuhan, tapi tuhan yang mana bang? hebat bang, otak abang sanggup menganalisa asal muasal Tuhan, dan bisa menentukan kemampuan Tuhan. Selamat ya bang bisa ciptain Tuhan, sekarang ada banyak permintaan nih sama abang, tolong ciptain kasih dan kedamaian dong bang di hati manusia di dunia ini terutama di Indonesia ini sekarang. makasih ya.

    [reply to this comment]

    fertob reply on 25 June 2008:

    Kalau konsep tentang Tuhan adalah “Tuhan [yang tidak kelihatan] adalah hasil dari apa yang dipikirkan manusia”, maka jawaban Agam itu nggak salah. Ini adalah salah satu konsep tentang Tuhan, bahwa Tuhan itu tak lain dan tak bukan adalah “ciptaan manusia” untuk tujuan-tujuan tertentu.

    Sebaiknya disepakati dulu apa itu konsep tentang Tuhan. Sekedar materi, oknum, konsep, atau hanya sebaris huruf yang membentuk kata T-u-h-a-n. :)

    [reply to this comment]

    Wilton Marbun reply on 27 June 2008:

    Buat saudara fertob. Saya tidak setuju kita membuat konsep tentang Tuhan.Menurut saya Tuhan adalah Tuhan. Karena ketika Musa menanyakan nama Tuhan, Tuhan menjawab I am that I am. Aku adalah Aku.

    Agam reply on 25 June 2008:

    @bupunsu

    Yang gua bilang adalah Tuhan itu muncul karena hasil dari pemikiran manusia dan gua nggak pernah bilang Tuhan ciptaan gua.

    Prosesnya nggak tiba-tiba tetapi evolusi, pelan-pelan. Yahudi dan Kristen, berasal dari akar yang sama dan di-Kristen ada istilah perjanjian lama dan perjanjian baru. Sedangkan Islam, seolah-olah seperti Yahudi dan Kristen yang dituliskan kembali (rewrite) dengan perbaikan disana sini sesuai dengan perkembangan pemikiran manusia saat itu. Yahudi dan Kristen muncul dari dari daerah yang sama (sekitaran Yerusalem). Islam juga muncul dari daerah yang sudah sebagian penduduknya sudah beragama Yahudi dan Kristen. Yahudi, Kristen dan Islam, percaya manusia berasal dari Adam dan Hawa. Kalau dihitung-hitung,misalnya dengan mengurutkan Adam — Nuh — Abraham — Musa — Yesus dan melihat pada umur berapa mereka punya anak berdasarkan perjanjian lama, paling-paling Adam baru muncul 5000 SM/BCE. Sedangkan manusia termasuk manusia yang berbudaya muncul sebelum itu.

    Agama yang berkembang didaerah lain, seperti India, Cina dan Jepang, yang agama2 tersebut sudah ada sebelum masyarakatnya punya interaksi dengan Yahudi, Kristen dan Islam, berkembang menjadi agama yang berbeda dengan agama timur tengah tersebut.

    Ini gua kutipin apa yang pernah diucapkan oleh penyusun Declaration of Independence Amerika Serikat sebagai berikut ;

    “Religions are all alike - founded upon fables and mythologies.”

    “I have examined all the known superstitions of the world, and I do not find in our particular superstition of Christianity one redeeming feature. They are all alike founded on fables and mythology. Millions of innocent men, women and children, since the introduction of Christianity, have been burnt, tortured, fined and imprisoned. What has been the effect of this coercion? To make one half the world fools and the other half hypocrites; to support roguery and error all over the earth.” -Thomas Jefferson, Notes on Virginia, 1782.

    [reply to this comment]

  11. Terserah, mau percaya adanya Tuhan atau nggak…
    Tuhan atau agama tidak pernah memerlukan pengikut.

    [reply to this comment]

  12. Gue, nunggu bang Riezieq nih.
    Kok belum nongol memberikan ‘fatwa’

    Soalnya, kalau bang Riezieq belon ngasih komen. Rasanya belon lengkap.

    [reply to this comment]

    rizieq reply on 26 June 2008:

    Bang Darmadi, tengkiyu udah nyari ane,

    2 pertanyaan ‘tua’ ini ude begitu mendunia dan dipandeng sebage sala satu konsekuensi dari ke-’Maha’-an Tuhan nyang dipaksa’in buat dimengerti dan dicerna secare logika manusia.

    perna ga kite ngebayangin pigimana kalu seekor ular nelen badannye sendiri mulai dari ekor, terus menerus ampe kepala? ending-nye gimane?

    dari lahir, manusia normal nyang tumbuh di peradaban ude dibekelin ame keingintauan akan segale sesuatu. pertanyaan: ’siapa, apa, kapan, di mana dan mengapa’ ude ’sukses’ nganterin umat manusia jadi selangkah lebi ‘maju’ dari peradaban sebelonnye. cuman kadang-kadang kite suka lupe kalo jawaban demi jawaban nyang sebenernye ude kita dapet, kaga semuanye bise ditangkep ane ‘radar’ logika kite.

    masi buanyaaakk banget pertanyaan nyang belon ade jawabannye ato belon kite sadarin kalu jawabannye sebenernye ude ade.

    ‘Tuhan berasal dari Iman yang mampu menciptakan benda yang begitu berat, sehingga tanpaNya benda itu tidak mungkin dapat terangkat..’

    Pis…

    [reply to this comment]

    Agam reply on 26 June 2008:

    rizieq si-hewan sotoy sama sekali tidak memberi pencerahan. Katanya ahli ?

    [reply to this comment]

    rizieq reply on 26 June 2008:

    @Agam

    ‘pencerahan’ akan lebih mudah ditangkap oleh manusia. ente sabar aje,tunggu kedatangan Imam Mahdi gam, siapa tau beliau sudi memanusiakan ente.

    jangan nyimeng aje gam, ude rabies masa belon cukup?

    Diah reply on 26 June 2008:

    Komentar abang ke Agam buat ane tersenyum. Kayaknya abang udah kayak seleberiti aja, dicari2 dan dipancing agar keluar dari persembunyiannya. Abang hebat ye…. diem2 dikangeni orang. Pisss…., bang.

    [reply to this comment]

    rizieq reply on 27 June 2008:

    Huek.. kek.. kek…

    Pis juga Mbak Diah…

    Ilham reply on 27 June 2008:

    ‘Tuhan berasal dari Iman yang mampu menciptakan benda yang begitu berat, sehingga tanpaNya benda itu tidak mungkin dapat terangkat..’

    Dari semua jawaban para pembaca, komentar Sdr. Rizieq inilah yang paling saya sukai dan cocok menurut saya, walaupun kalimatnya mungkin akan membingungkan bagi orang-orang yang kurang pintar memahami struktur kalimat.

    [reply to this comment]

    rizieq reply on 27 June 2008:

    @Ilham

    Tengkiyu Bang Ilham, pis…

    justo reply on 27 June 2008:

    wah mendalam juga nih quote penutupnya bang Rizieq.

    klo hasil ngelamun semalem thd pertanyaan # 2:

    “pada saat yang bersamaan, Tuhan menciptakan makhluk ‘terberat’ tersebut bersama dengan malaikat yang ’sanggup memikulnya’..”

    lam kenal..

    [reply to this comment]

    rizieq reply on 27 June 2008:

    @justo

    dalem? sumur kali Bang… kek.. kek.. kek…

    Jawaban bang Justo juge ‘dalem’ neh….

    Ucokgelleng reply on 27 June 2008:

    masi buuuayaaak janda janda dan fakir miskin yang perlu kita pikirkan…
    Loh… kog!

    ups! sorry salah forum

    misi mas…

    [reply to this comment]

  13. Pertanyaan pertama dari dulu berusaha dijawab oleh filsafat agama. Satu jawaban yang dikemukakan adalah “Tuhan itu Ada”, atau dalam istilah Sartre : being-in-itself and for-itself. Konsep eksistensi dan esensi Tuhan tidak sama [atau dibedakan] dengan eksistensi dan esensi manusia.

    Hakikat dan Kodrat dari Tuhan adalah Ada. Dia mengada pada dirinya sendiri. Alasan dan sebab dibalik “ada”-nya Tuhan adalah DiriNya sendiri, dan ini berbeda dari manusia.

    Untuk pertanyaan kedua, ini adalah Paradox. Jawabannya sebenarnya mudah : tinggal diberikan negasi pada salah satu premisnya. :)

    [reply to this comment]

  14. Mungkin kita tidak sadar bahwa sebenarnya Tuhan itu telah menanam dalam hati kita “perasaan cinta” untuk mencari Sang Pencipta ! Buktinya dibawah alam sadar kita selalu mencari sesuatu untuk disembah. Pada saat Nabi belum diturunka pada suatu tempat tertentu maka masyarakat disitu berusaha mewujudkan sesuatu untuk disembah yang dianggap mempunyai kekuatan Gaib. Misal menganggap batu atau pohon atau benda2 langit sebagai Tuhan yg bisa memberikan keselamatan kepada mereka. Kondisi masyarakat semacam itu sampai sekarang masih bisa kita temui di pedalaman 2x hutan yg tidak tersentuh peradaban.

    [reply to this comment]

  15. Apa seh perlunya mencari asal usul Tuhan?
    Banyak orang yang percaya akan adanya Tuhan, dan sebaliknya, banyak juga orang yang tidak percaya akan adanya Tuhan.
    Nah… karena ke 2 hal ini belum dapat di buktikan secara konkrit, maka saya memilih untuk percaya saja adanya Tuhan.
    Dan menurut saya kita tidak rugi.
    Dan kalau nanti ternyata ada Tuhan, maka kita beruntung sudah mempercayainya.Gitu aja kok repot !!

    [reply to this comment]

  16. bagaimana kita suruh anak sd menjelaskan proses kerja prosesor komputer dan darimana dia ada unsur dasarnya dan bagaimana dia dapat memproses data dengan sangat cepat? sementara dia belum pernah tahu dan menyaksikanya langsung.
    tapi anak sd sekarang sudah tau menggunakan komputer dan tau dari gurunya bahwa komputer itu dapat memproses data dan gambar atau teks yg sedang mereka ketik dengan sangat cepat.
    apakah gurunya juga tau? ya dia hanya tau menjeskan secara teknis tapi tidak mampu membuatnya. dan mejelaskan bahwa itu sudah dibeli dari pabrik.

    menurtu para pakar bahwa otak manusia hanya dipakai 1/10.00.000 dari kapasitas yang ada. tapi coba lihat walau kapasitas kecil itu kita mampu membuat teknologi yg besar. dan apakh ini sudah besar?
    kenapa ada kapasitas yg begitu besar tapi tidak terpakai.? dan buat apa itu semua. itu karena tidak sempurnanya kita.
    kita masih seperti anak sd itu belum tau terlalu banyak
    tapi bisa membuat pertanyaan yg sangat sulit untuk di jawab.
    sehingga beberapa orang menjawab itu adalah misteri tuhan, dan tuhan tidak terjangkau. apapun jawabnya itu karena batas kemampuan kita yg belum sampai kesana
    bukan tidak bisa di jawab.

    sekarang bisa kah anda menuangkan air dalam satu ember besar ke dalam sebuah gelas kecil tampa tumpah dan seluruh isi air di ember bisa di tampung?

    kita tahu volumenya berbeda
    dan volume dan kapasitas pengertian kita juga berbeda.
    dalam alkita dijelaskan bahwa ada satu masa dimana kita akan belajar tentang TUHAN tapi itu tidak akan habisnya.
    sungguh luar biasa kan

    [reply to this comment]

  17. tuhan di lawan…!

    [reply to this comment]

  18. wah bang jarar udah mau pindah agama lagi kayaknya setelah 2 agama sebelumnya K n I tidak puas !!

    BLOG BERITA: kita bikin agama baru, yuk, bang vindiko. :D

    [reply to this comment]

    Vindiko reply on 26 June 2008:

    agama apa lagi bang ?
    ntar kena demon2 lagi kita kalo buat agama baru !

    [reply to this comment]

  19. Bah …. memang, bukan si jarar kalau tak bikin tulisan yang aneh-aneh.
    Perjelas dulu pertanyaanmu, apa yang kau maksud dengan Tuhan dan apa yang kau maksud dengan mengangkat.
    Setelah pertanyaan jelas, baru kujawab .
    hehehehe…
    salam kenal, lae !

    BLOG BERITA: ah, lae bisa saja. :D

    [reply to this comment]

  20. Bang… Aku nggak tau jawabannya, kalau solusinya Aku tau. Yang Aku khawatirkan, bahwa Abang tdk benar-benar mau tau solusi yang saya tawarkan untuk cari jawabannya, tapi saya tetap mau tawarkan solusinya walaupun akhirnya akan terbukti kekhawatiranku tentang Abang. solusinya; ABANG TANYA SAJA LANGSUNG SAMA ALLAH/TUHAN, CARANYA…..MINUM TIMEK, MAKAN PUTAS, MINUM ELDRIN YANG PASTI MAKAN RACUNLAH..,ITU PILIHAN SATU ..,.PILIHAN LAIN LOMPAT DARI LANTAI LIMAPULUH HOTEL KE ASPAL DIJALANAN,KASIH BADAN ABANG DILINDAS KERETA API…JUGA LEDAKKAN PISTOL KE KEPALA ABANG,LEDAKKAN BOM DI KANTONG ABANG,kalau juga nggak bisa mati,pergi saja ke negara sedang konflik jadi relawan siap mati….habis Abang lakukan salah satu option tersebut diatas,.baru Abang dapat jawaban nya. Dapat nggak dapat jawabannya Abang beritahu saja sama Aku.., mau Abang datang jumpai Aku dalam bentuk apapun akan kutunggu(mau sdh jadi arwah gentayangan,mau jd hantu penasaran,jadi dedemit,atawa jadi malaikat), alamatku gampang di cari,nanti kalau udah Abang lakukan ,.yakinlah akan kukirim alamatku. thanks, salam kekeluargaan dari saya buat kita semua.

    BLOG BERITA: ha-ha-ha…, mantap, mantap. aku suka komentarmu, bang yudha. :D

    [reply to this comment]

  21. - Semua pengen supaya terkesan hebat ilmu agamanya, komentar-komentarnya berputar, meliuk-liuk dari ilmu filsafat, teori big bang, sampai nawarin bunuh diri minum timek dan melompat dari lantai 50 (coba duluan gih, jangan nyruh orang).
    - Kenyataannya hampir semuanya penulis komentar di atas tidak ada yang bisa menjawab ke-2 pertanyaan yang diajukan.
    - Saya pribadi tidak mampu menjawab ke-2 pertanyaan tersebut (saya pernah mendapat e-mail yang mirip dengan pertanyaan tersebut, sekitar tahun 2006), oleh sebab itu saya tidak mau terlalu fanatik dengan agama saya, saya juga tidak mau sombong seolah-olah hanya agama saya saja yang benar. Pertanyaan tersebut membuka akal dan pikiran saya, bahwa pada dasarnya kemampuan manusia sangat terbatas, dan menurut saya kitab suci agama juga terbatas, tidak bisa menjawab semuanya misteri dalam dunia yang fana ini. (Peace, Donna ajah dimana ajah).

    [reply to this comment]

    spongbob reply on 16 August 2008:

    donna iman itu sbuah kpercayaan di luar logika akal dan TUHAN tidak menganugrahi ILMU PENGETAHUAN kpada manusia kecuali sedikit, laksana basahnya jarimu saat kau celupkan di tengah lautan,hanya itulah air ILMU yg kau dapat di banding lautan ilmu TUHAN,singkatnya kamu pikir sampe BOTAK yg kamu dapat bisa2 hanya KESESATAN saja dr pertanyaan2 di atas

    [reply to this comment]

  22. 1. Tuhan tidak berasal, karena justru Dia adalah asal dari segala. Dia ada sebelum awal, dan tetap ada setelah akhir. Karena Dia lebih besar dari dimensi ruang dan waktu, maka pertanyaan seperti dari mana, atau kapan, tak mengena ditujukan pada-Nya.

    2. Tidak bisa! Bukan karena dia tak hebat, justru karena Dia terhebat. Batu itu betapapun besarnya, adalah ciptaan, yang sebagaimana kita, pasti lebih lemah dari Dia. Dia bisa ciptakan apa saja, tetapi apapun ciptaan itu, tak akan bisa mengalahkan kekuatan-Nya, selaku pencipta.

    Kalau sempat, silakan berkunjung, saya iseng membahas ini di blog saya.

    PS: Lae Jarar, bisa-bisanya Lae menghidupkan kembali saraf-saraf nan mulai tumpul ini.

    [reply to this comment]

  23. Tuhan ada di mana-mana. Kamu juga bisa menghilangkannya sekarang juga. Karena Dia bisa kamu undang dan kamu usir, saat ini. Sekarang juga! Ya, sekarang juga. Kapan pun itu.

    Saya hanya percaya, jika kamu percaya Tuhan berarti kamu percaya cinta. Maka, benar Tuhan ada di mana-mana. Sama dengan cinta. Mencintai dan dicintai adalah hak dan kewajiban.

    Lihatlah ke sampingmu barangkali ada seseorang yang sedang membutuhkan cintamu. Entah itu anak, saudara, istri, atau bahkan seorang tuna wisma yang kedinginan karena hujan, sementara perutnya lapar, meminta sepotong roti yang ada di tanganmu. Dia adalah Tuhan. Dia, kepada siapa kita memberi cinta itu. Tanpa mengharapkan balasan. Nah, jika kamu percaya Tuhan, suatu saat ia akan kamu lihat. Dan rasakan lewat hangatnya cinta. Ya… love, love, and love.

    [reply to this comment]

  24. Semakin terbukti bahwa Jarar Siahaan memang ingin menyesatkan ummat beagama, lewat artikel-artikelnya di blog ini. Sayapun curigai, Jarar Siahaan ingin meng-Islam-kan orang lain, atau sebaliknya melakukan Kristenisasi. Dasar kafir kau Rar! Pintu Neraka menantimu!

    [reply to this comment]

    rizieq reply on 26 June 2008:

    Bang 7uv3ntu5,

    bole ane tau, ‘buktinye’ di mane?

    [reply to this comment]

    Agam reply on 26 June 2008:

    rizieq si-hewan sotoy minta bukti
    kan semakin terang benderang three in one

    [reply to this comment]

    rizieq reply on 26 June 2008:

    @agam

    huek.. kek.. kek…

    ente bener-bener ngewakilin tipikal kaum ente ye… nuduh, gonggong, nuduh, gonggong….

    jawab dong kalu bise… ga sangke ye, rabies ente epeknye bise separe ini….

    Agam reply on 26 June 2008:

    Ente sendiri kagak jawab-jawab pertanyaan lae jaran kepang
    Ini bukti ente ama lae jaran kepang bener2 sudah sehidup semati kagak bisa dipisahin lagi, three in one

    huek.. kek.. kek…

    rizieq reply on 27 June 2008:

    @agam

    suseee ye, ente neh baca komen ane juge enggak (ato emang kaga becus berbahasa manusia normal kali)tapi kok kaga malu nulis tanggepannye…

    bangga ane baca komen ente bahwa ane ’sehidup semati’ ame Bang Blog Berite, emang nape? ente keberatan? mo gabung? bissseee… ente jadi manusia dulu deh, sabarr…

  25. Udah bubar-bubar, sana pulang-pulang kerumah masing-masing. Bikin ribut satu RT ajah. Saya sendiri jadi gag bisa tidur gara2 muncung kalian semua tekak sana tekik sini kayak bunyi pant*t priuk yg kosong. Capek kali kalian mikirkan darimana Tuhan itu. Pembicaraan ini sama bodohnya dengan pembicaraan orang sinting dengan orang gila, ujung-ujungnya apa? CUMA BAUK BASI LUDAH kalian yang muncung kalian rasakan.

    Udah pulang-pulang, jangan lagi bikin ribut dan onar lagi. Besok-besok bicara agama aja terus, besoknya lagi, besoknya lagi. Biar waktu gag ada lagi utk urusin bangsa ini. Kalian ribut2 jadi stress, bulek2 sana goyang-goyang kaki sedot minyak kite. Dasar bangsa budakkk…….. Munafikkkkkk……..

    Pulangggggg sana, besok mulai lagi aktivitas budak kalian, jadi babu-babu di perusahaan cina, jadi antek-antek di perusahaan asing, jadi tukang angkat TOLOR di kepemerintahan, jadi penghancur hutan, jadi tukang jual pulau. Klo lagi kosong waktu baru bicara2 agama lagi, gag usah bicara2 ilmu, karena lebih penting agama kalian yg benar itu.

    Bingung aku, Emang bisa makan dari agama? Ustad atau Pendeta aja, karena di kasih sumbangan ama masyarakat mangkanya mereka bisa makan, jadi bukan karena di jatuhkan Tuhan dari langit makanan itu. Tapi kita semua memang pada goblok, termasuk saya, ikut-ikutan panas karena gobloknya kalian.

    Dasar kambinggggg…….

    [reply to this comment]

    rizieq reply on 26 June 2008:

    Huek.. kek.. kek…

    [reply to this comment]

  26. Ngapain sampe nanya darimana asal usul Tuhan, Pokoknya Tuhan itu Ada dan Maha segal-galanya, yang menciptakan isi Langit dan Bumi.Kalau ada yang gak percaya adanya Tuhan, biarin aja.Masih banyak yang perlu dipikirkan , nanti kalau terlalu banyak mikir yang aneh-aneh bisa jadi sinting jadinya. Kalau jadi manusia ya manusia ajalah, gak usah mikir dari mana asal usul Tuhan.bersyukur ajalah kita manusia diciptakan Tuhan.
    Kita harus yakin Tuhan(ALLAH) itu ada,
    @Toga nainggolan,
    Bagus penjelasan mu Lae,

    [reply to this comment]

  27. makanan haram adalah bukti tuhan tidak mampu mengangkat benda yg diciptakannya sendiri. udah tau haram buat manusia kok malah dibuat? gak konsisten nih tuhan.

    [reply to this comment]

    Ki Joko Bodo reply on 26 June 2008:

    bener juga komentar Lo Ronsen, napa juga Tuhan ciptain makanan haram seperti babi sementara Dia melarang umatnya memakan babi. atau jangan-jangan makanan haram itu sebenarnya hanya direkayasa oleh para penulis kitab-kitab suci?? (numpang nanya karena saya bodo, namanya juga Ki Joko Bodo)….hehehe..

    [reply to this comment]

    pandu reply on 26 June 2008:

    karena tuhanku ga mengharamkannya…. makan lagi…

    [reply to this comment]

  28. Pertanyaan:
    1. Dari mana asal tuhan? Apakah muncul tiba-tiba?
    2. Mampukah tuhan menciptakan suatu benda berat di mana ia sendiri tak mampu mengangkatnya?
    Ada kok jawabannya. Nih…:

    pertanyaan no 1 sebenarnya ditujukan kepada tuhan sendiri, tetapi saya sebagai manusia akan mencoba menjawabnya. Dalam hal ayam dan telur manakah yang ada terlebih dahulu, saya dengan yakin menjawab “yang lebih dahulu ada adalah telur” (entah telur yang model gimana, mungkin beda dengan yang kita tau sekarang). Bagaimana mungkin ada telur tanpa ayam? Sederhana saja, sama seperti halnya teori terciptanya alam semesta, sesuatu bermula dari ketiadaan (mungkin anda bisa coba ikuti perkembangan eksperimen materi-anti materi dari CERN), dan bermula dengan suatu “adonan” awal yang kecil, lunak, dan berevolusi menjadi bentuk yang matang dan mengembang dan bisa berjalan sendiri dengan sistem yang telah tetap (makhluk hidup berkembang biak, bumi dan alam juga berkembang dari bentuk gas panas menjadi padat, udara membentuk ozon dan kalo rusak ozon tersebut bisa memperbaiki diri, dll - ada buktinya). Jadi kalo ada yang jawab ayam duluan, menurut saya “S..A..L..A..H”, ayamnya udah mati saya makan kemaren. T e r l a l u…

    Istilah kun fayakun di islam, atau genesis di kristen, semuanya merujuk pada suatu proses, evolusi, dari kecil menjadi besar dsb, bukan seperti suatu sulap untuk anak kecil yang ngeluarin kelinci dari topi. Orang atheis sekalipun, yang gemar iptek, juga pasti tau ato pernah denger teori-teori semacam itu dari ilmuwan fisika. Itu bukan bidangnya agama aja.

    Kalo tentang asal tuhan, jangan bertanya hal yang sia-sia yang kita sendiri ngga mampu mikir ke sana. Ini jawaban saya: sebagai manusia berpikirlah pragmatis. Gambarannya, mampu ngga kita mikir tentang atom itu tersusun oleh materi apa? Padahal atom itu adalah zat terkecil dari sebuah materi. Jika teori bilang “atom itu tak dapat dibagi lagi, dan tersusun atas kehampaan”, mampukah kita membayangkan sesuatu yang hampa alias tidak ada bisa tersusun menjadi sesuatu yang berwujud? Sekarang gini aja, apa sampeyan mampu tau kenapa einstein bisa mikir (E) itu sama dengan (m) dikali (c) kuadrat? Einstein aja ngga tau dari mana dia dapat ilham itu. Kenapa dia muncul dengan rumus simpel sementara ilmuwan lain ribet pake integral, log, sin cos tangent, dsb?

    Ada hal-hal yang perlu tindakan ke depan, bukan renungan ke belakang. Einstein melakukan tindakan terhadap rumusnya itu, dia ngga merenung dari mana dia dapat rumus itu, karena ngga akan membawa manfaat apapun. Mbok ya kita-kita yang kalah cerdas sama einstein mikir yang lebih berguna daripada tanya dari mana asal tuhan. Kalo kita tau, trus MANFAATNYA…? Ada bukti bahwa kita ngga akan sampe pada pemikiran tentang tuhan. Contoh sederhana, coba periksa tubuh anda sendiri, apa yang membuat jantung anda tetap berdegup? Sifat tamak, atau rendah hati, dari mana datangnya? Mampu jawab pertanyaan itu? Itu ada di tubuh kita sendiri lho.
    Kalo ngga mampu, anda ngga perlu susah-susah mencari jawaban tentang tuhan yang sudah pasti lebih sulit. Kalo mampu, anda akan menyadari bahwa anda akan mengakui, bahwa otak anda tidak akan sampai ke situ.
    Btw, kalopun anda atheis, ngapain juga cari-cari tau tentang tuhan… ngga berMANFAAT…

    Berikutnya, pertanyaan no 2 ditujukan kepada manusia biasa. Entah siapa pencetus pertanyaan kuno ini, tapi yang jelas mereka harus mulai serius belajar tentang olah kata. Kepandaian mengolah kata-kata. Jawaban saya, pertanyaan tersebut samasekali tidak valid. Bukan berarti saya membela tuhan, namun pertanyaan tersebut bahkan tidak akan lolos dari flowchart logika pemrosesan absolut. Bagi para orang yang percaya tuhan maupun yang tidak, kalo sudah ngomongin sesuatu yang absolut itu harus tetap absolut. Apalagi kalo atheis, harusnya doyan sama logika.

    Saya jelentrehkan begini: di pertanyaannya terdapat kata “…yang tuhan sendiri TIDAK MAMPU…”. Salahnya, padahal ngomongin tuhan kok ada kata “tidak mampu”, absolutismenya hilang. Silahkan bolak-balik pertanyaannya, tetapi kalo ada kata “tidak mampu”, meskipun ada kata “mampu” di depannya, hilang sudah validitas absolutismenya. Kalo ngomong tentang tuhan, atheis ato agamis, suka ngga suka, kita harus bermuara dari “god’s absolute power”. Yang ada adalah kata “maha mampu”, dan kata kerja, kata sifat dsb yang menunjukkan kekuatan, bukan kelemahan. Pertanyaan yang salah tidak perlu diusahakan jawabannya. Kecuali kalo kita tanya “kenapa tuhan tak mampu menghentikan kejahatan, kelaparan, dan kemiskinan di muka bumi??”. Itu mending, pertanyaan yang masih betul, karena sifatnya judging, memvonis tuhan tak mampu, bukannya bertanya tuhan mampu ato tidak.

    Contoh lain olah kata, pepatah “gajah di pelupuk mata ko ngga tak terlihat, malah kuman di seberang lautan tampak juelasss!”. Itu juga pepatah bodoh. Benda apapun yang gede banget kalo ada di pelupuk mata juga ngga akan jelas. Gelaaap melulu. Kuman di seberang laut pasti bisa keliatan asal ngeliat mikroskop pake teleskop.
    “Bagai burung tak berkaki, terbang tinggi tapi tak tau bagaimana cara mendarat”, juga sama bodohnya. Padahal yang ngomong dosen filsafat, tapi kok ngga lengkap filsafatnya. Burung itu take off dari darat atau pijakan padat lainnya. Kalo ngga punya kaki dia ngga akan bisa terbang. Kalopun dilepas dari pesawat, dia pasti terbangnya ngga karuan (alias ngga bisa terbang) karena ngga seimbang tanpa kaki. Dan yang pasti bisa mendarat, meskipun nyungsep babak bundhas.

    Orang jaman dulu bikin perumpamaan suka asal. Makanya sebenernya ngga boleh usul. Jadi kepada mas yang punya 2 pertanyaan jadul gitu, saran saya itu pertanyaan ngga usah terlalu dipikirin. Ngga valid soalnya. Inget UMPTN, kalo pertanyaan salah dan menjebak, mending ngga jawab, soalnya kalo ngawur nilainya malah minus…. hehehe…tapi saya sudah kadung njawab yah???
    Keyakinan itu sebagian besar adalah (emosi) minus (logika), tapi bisa juga (insting) minus (logika), jadi wong namanya pendapat, ya silakan dibantah sampai berbusa-busa juga ngga pa-pa. Saya ikhlas. Namanya juga demokrasi pancasila.

    [reply to this comment]

    Begu reply on 27 June 2008:

    Ini dia nih komentar yang menurut saya lebih masuk akal

    [reply to this comment]

  29. Sebagian orang percaya bahwa Tuhan ada,
    tapi banyak juga yg tidak percaya, apalagi jika tanpa pembuktian secara ilmiah.

    Semakin sukses seseorang akan merasa bahwa kesuksesannya adalah karna kerja keras se-mata2.
    Tapi ada juga yang menganggap akan segala yang diperoleh berkat pertolongan serta pengasihan Tuhan.

    Jadi jawaban pertanyaan tsb,tergantung kadar iman/keyakinan masing2 pribadi.

    Saya pribadi sih , Percaya!
    Lalu bagaimana jika pada saat akhir zaman nanti ternyata
    Tuhan tidak ada???

    Well, Nothing to loose!

    Tapi kalau ada ??? yang rugi siapa??

    [reply to this comment]

    Begu reply on 26 June 2008:

    Pernyataan kamu menunjukkan kalau kamu sebenarnya tidak percaya sepenuhnya akan keberadaan Tuhan.
    Sadarilah…

    [reply to this comment]

    Evalina reply on 26 June 2008:

    Ah masa sih!, jangan sok tau akh!!
    Mestinya kamu dong yg sadar… nama kamu saja sudah Begu!

    [reply to this comment]

    Avatar reply on 28 June 2008:

    Hi..hi…geli ngebacanya …Miss Evalina sorry anda terjebak kalimat-kalimat anda sendiri …Kalau dibaca dari kalimat anda, Anda sebenarnya agak meragukan keberadaan Tuhan, tetapi karena anda takut siapa tahu Tuhan itu ada maka anda sementara mengambil sikap percaya Tuhan. Kayaknya anda menyukai hal-hal yang bersifat oportunis.

    Dari respon anda ke Mas Begu, kayaknya anda masih adik kelasnya Mas Begu jauh. Mas Begu Kelas 3 SMA, Anda baru masuk SD ..he..he…

    Evalina reply on 29 June 2008:

    hai avatar..
    saya memang masih TK (kog tau sih?) apalagi dalam soal Iman.

    waktu itu saya agak takut… soalnya yg respon saya Begu ( hantu, dlm bhs batak)
    saya pikir hantu benaran.. he..he( jas kiding kata bg rijiek)

    tapi soal Tuhan ada apa gak,kan lebih baik takut duluan, dari pada belakangan..tul gak?

  30. Saya pribadi tidak pernah memikirkan dimana DIA, yang saya tahu ketika saya dalam depresi …. saya merasa tenang jika “mengingat” DIA, saya bahkan tidak tahu DIA mengingat saya atau tidak tetapi yang saya tahu setiap menghadapi masalah….”seakan” DIA ikut membantu menyelesaikannya. Satu hal yang kadang saya lupakan jika kebahagiaan datang adalah………. DIA.
    —salam—

    [reply to this comment]

  31. Dua hal yang akan diterima oleh orang yang bertanya menurut saya :
    1. Jawaban yang memuaskan
    2. Jawaban yang tidak memuaskan

    Jawaban menurut saya mencakup dua hal :
    1. Pengetahuan/Ilmu si Penjawab
    2. Cara menyampaikannya

    masalahnya menurut saya adalah :
    1. manusia tidak pernah merasa puas
    2. Ilmu manusia terbatas

    Jadi mungkinkah akal kita menjangkauNYA……?
    Jawabnya : ya atau tidak (artinya tergantung dari TUHAN mau “menunjukkan” diriNYA kepada anda dan saya atau tidak).

    ***SOK TAHU MODE **ON**

    —salam—

    [reply to this comment]

  32. Bersumber dari pengalaman spiritualnya manusia percaya bahwa ada yang menciptakan dan mengatur alam dan jalan hidup manusia. Ilmu pengetahuan telah membuktikan alam ini diciptakan saling berkoordinasi satu sama lainnya mis peredaran planet, cyclus iklim ( musim hujan, kemarau, tropis dan non tropis), tumbuhan bisa bekerja sama dengan manusia ( symbiose mutualistis ), bahkan sampai menciptakan predator untuk memelihara keseimbangan populasi hewan dlsb. Semuanya itu hanya dapat dikerjakan oleh SATU Kuasa dan SATU Kekuatan; logikanya apabila lebih dari satu akan terjadi kekacauan di alam ini. Ini sudah terbukti karena ulah manusia terjadi banjir, tanah longsor dan global warming.
    Pemahaman setiap manusia akan KUASA Yang Tunggal itu pasti berbeda-beda, tergantung dari lingkungannya ( masyarakat agraris, nelayan, nomaden, pedagang ) dan pemahaman imannya ( pengalaman spiritual ); umumnya kelompok orang yang mempunyai pemahaman yang sama akan membentuk “ komunitas kepercayaan “ yang kita sebut agama, mereka akan menata tata cara beribadah, atau kita sebut kitab suci agama mereka untuk menghormati dan menyembah Kuasa Yang Tunggal yang mereka percayai itu.
    Saya sependapat dengan mbak Donna Ajah saya kutip “ ——-pada dasarnya kemampuan manusia sangat terbatas, dan menurut saya kitab suci agama juga terbatas, tidak bisa menjawab semuanya misteri dalam dunia yang fana ini. “. Juga pendapat dari Toga Nainggolan ( saya kutip ) “ —— Tuhan tidak berasal, karena justru Dia adalah asal dari segala. Dia ada sebelum awal, dan tetap ada setelah akhir. Karena Dia lebih besar dari dimensi ruang dan waktu, maka pertanyaan seperti dari mana, atau kapan, tak mengena ditujukan pada-Nya.”

    [reply to this comment]

  33. Tuhan?? antara ada dan tiada. karena tuhan tidak selalu ada di hati manusia atau karena manusia tidak ada hati tuhan???
    saya percaya tuhan adalah segala sumber dari sagala yg ada tp untuk apa semua itu????
    saya sendiri tidak bs menjawab. saya rasa tuhan berada di luar jangkauan manusia. so,untuk apa memperdebatkannya???? toh dia kita ga berarti apa2 bwt dia.

    [reply to this comment]

  34. Selamat psywar….! Ane mau siap2 nonton bola ntar malam. Ane udah siapkan dimeja kecil, cake coklat kukus (tadi sore maksain diri untuk buat), rujak ( persiapan mengatasi mual kalau jago ane kalah), kopi tubruk (untuk ngelawan ngantuk), bandrek bajigur(malam ini dijadikan partnernya kacang garuda & kuwaci). Hayo…. siapa yang minat akan ane antar lewat TIKI. Untuk sobat2…..selamat berkencan didunia maya. Piss…….(pinjam istilah bang Rizieq).

    [reply to this comment]

  35. Sekali lagi saya berpendapat. Untuk mengenal Tuhan, janganlah kita memakai logika atau pemikiran manusia. Tuhan adalah Tuhan dan manusia adalah manusia. Tuhan adalah Roh sedangkan manusia adalah daging. Oleh karena itu, agar bisa mengenal Tuhan, maka kita harus terlebih dahulu diurapi dengan Roh Kudus.Nah bila kita ingin Roh Kudus hinggap dalam diri kita maka kita harus mengosongkan pikiran manusia kita ini agar Roh itu lah yang menerangi jalan pikiran kita Itulah keyakinan saya sebagai seorang Kristen. Buat saudara2ku non Kristen pasti beda dengan apa yang saya sampaikan.

    [reply to this comment]

  36. trimakasih atas kesempatan yang anda berikan untuk memberikan suatu komentar atau argumentasi.

    untuk menjawab pertanyaan tersebut saya aka mencoba memberikan jawaban walaupun anda tidak meresponinya.

    jawabanya singkat jika kita tahu siapa diri kita yg sebenar-benarnya pasti kita akan bisa menjawabnya so……tanya dulu diri sendiri dan untuk apa kita di ciptakan di dunia ini.

    thank’s…………….jgn ada pro dan kontra ok

    [reply to this comment]

  37. Bicara soal Tuhan, jangan gunakan logika. Logika itu 1+1 = 2. Kalo di kitab suci bilang 1+1 = 3, orang beriman pasti bilang Amin.

    [reply to this comment]

    Agam reply on 27 June 2008:

    Ini yang namanya taklid buta. Masa punya logika tapi nggak dipakai, atau mau kembali ke-jaman sebelum renaissance (dark ages) ?

    [reply to this comment]

    Anti Kejahatan reply on 27 June 2008:

    Jelas Logika harus kita pakai kalau kita berbicara tentang hal duniawi. Tapi kalo anda sudah berbicara tentang keTuhanan dan iman anda Tidak bisa memakai logika atau pemikiran manusia. Seperti contoh, saya sebagai seorang Kristen percaya bahwa Tuhan Yesus dilahirkan oleh seorang perawan Maria. Kalau kita memakai logika manusia, pasti akan timbul pertanyaan, mungkinkah Tuhan di lahirkan? Tetapi kalau pikiran kita sudah diurapi dengan Roh Kudus maka jawabannya adalah bisa. Karena apa yang tidak mungkin bagi manusia mungkin bagi Tuhan.

    [reply to this comment]

    Nainggolan reply on 30 June 2008:

    Bung, Membaca dan memahami Kitab Suci kalu pake logika (pemahaman manusia)itu salah besar. Membaca dan memahami kitab suci itu harus dengan IMAN. LOGIKA dan IMAN itu berbeda. Kalau anda menggunakan logika untuk memahami ketuhanan, berarti anda selama ini SALAH BESAR. Isi kitab suci itu diluar logika manusia.

    [reply to this comment]

  38. saya, punya kitab yang kang jarar maksud dan sedang mencarinya…
    suer….

    [reply to this comment]

  39. Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi. Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air. Berfirmanlah Allah: “Jadilah terang.” Lalu terang itu jadi. (Kejadian 1:1-3).

    “Scientific American” adalah sebuah majalah ilmiah, yang diterbitkan di-Amerika Serikat dan sudah berusia lebih dari satu abad. Majalah ini sangat populer bukan saja di-Amerika, tetapi juga diseluruh dunia. Pada umumnya, majalah itu adalah pendukung teori evolusi. Tetapi dalam penerbitannya bulan Mei 1993 halaman 16-17 diberitakan pendapat seorang filsuf yang sangat terkenal ialah Dr Paul Karl Feyerabend (1924-1994).

    Feyerabend lahir di-Austria pada tahun 1924. Mula-mula ia belajar fisika, kemudian ia lanjutkan dibidang filsafat. Pada tahun 1951 ia mendapat gelar Doctor dalam filsafat. Pada tahun 1975 ia menulis sebuah buku yang berjudul : “Against Method” Buku ini banyak dibaca oleh para ilmuwan sedunia, dan telah diterjemahkan dalam 16 bahasa. Feyerabend juga menulis buku yang berjudul: “Science in a free society” (1978), dan “Farewell to Reason” (1987).

    Feyerabend menganjurkan agar kita mempunyai pikiran yang terbuka terhadap metode-metode dan cara hidup baru, biarpun berlainan atau bahkan bertentangan dengan metode-metode dan cara hidup yang telah mapan. Menurut “Scientific American”:

    FEYERABEND JUGA MENDUKUNG AGAR TEORI KREASI DIAJARKAN DISEKOLAH-SEKOLAH UMUM, DISAMPING TEORI EVOLUSI

    Teori kreasi dikemukakan para ilmuwan kreasionis sejak tahun 1950 dan lebih tegas lagi sejak 1970. Menurut teori kreasi alam semesta ini termasuk umat manusia diciptakan Pencipta menurut penciptaan khusus, dan bukan berevolusi seperti dikatakan para evolusionis. Mula-mula teori ini diejek oleh para evolusionis sebagai: “Agama yang berselubung ilmiah”. Para kreasionis menunjukan bahwa: “Kalau teori evolusi adalah ilmu pengetahuan alam, maka teori kreasi adalah juga ilmu pengetahuan alam. Sebaliknya bila kreasionisme adalah agama, maka evolusionisme adalah juga agama. Keduanya tidak dapat dibuktikan secara ilmiah, dalam arti kata percobaan-percobaan dan pengamatan-pengamatan yang dapat diulangi dan diselidiki secara seksama. Keduanya hanya berdasarkan spekulasi-spekulasi metafisis dari benda-benda dan hukum alam yang berlaku masakini”.

    Para kreasionis sedunia berjuang agar teori kreasi diajarkan disekolah- sekolah, disamping teori evolusi. Usaha ini mendapat tentangan keras dari para evolusionis. Banyak evolusionis mempertahankan mati-matian agar evolusionisme tetap menjadi satu-satunya “agama” resmi disekolah- sekolah dari TK sampai Universitas.

    Secara umum, lepas dari pro atau kontra teori yang satu atau teori yang lain, patutkah murid-murid disekolah hanya disodorkan satu cara pandang saja, kalau memang ada lebih dari satu cara pandang ? Apalagi diajar seolah-olah cara pandang itu mutlak benar ? Dalam abad ke-20 ini, praktis semua ilmuwan yang berbobot mengerti bahwa tidak ada kebenaran yang mutlak dalam ilmu pengetahuan alam. Patutkah diadakan pengecualian pada sebuah teori tertentu ? Pada teori evolusi umpamanya.

    Dalam dunia ilmu pengetahuan alam, untuk menerangkan sebuah kumpulan gejala-gejala alam memang dapat ada dua atau lebih teori. Umpama mengenai cahaya, ada teori yang mengatakan bahwa cahaya adalah partikel-partikel yang bergerak dengan kecepatan tinggi, dan ada teori lain yang mengatakan bahwa cahaya adalah gelombang-gelombang. Sampai sekarang para ilmuwan masih belum dapat tentukan teori mana yang “lebih benar”. Keduanya diajarkan kepada para siswa sekolah menengah dan para mahasiswa IPA.

    Mengenai teori asal usul alam semesta, ada tiga buah teori ialah:
    1. Teori kreasi, ialah bahwa alam semesta ini diciptakan sang Pencipta.
    2. Teori evolusi, ialah bahwa alam semesta ini berevolusi dari zat atau materi dasar.
    3. Teori bahwa alam semesta ini selamanya ada. Teori ini kini sudah hampir tidak ada pendukungnya lagi. Tetapi dahulu pernah didukung Aristoteles, Ibn Rushd, dan dalam abad ke-20 oleh Vorontzov Velyaminov dan Fred Hoyle.

    Dengan segala kejujuran kejujuran ilmiah (scientific integrity), saya dukung pendapat Feyerabend agar kedua (atau lebih tepat lagi ketiga) teori-teori diatas diajarkan kepada semua murid sekolah dari TK sampai universitas. Setelah diberi kesempatan penerangan yang fair, biarlah sang murid pilih sendiri teori mana yang ia percaya.

    Zaman dahulu, lawan para evolusionis adalah para rokhaniwan. Cara-cara dan metode-metode yang dipakai kedua belah pihak berlainan. Di-Amerika Serikat perdebatan sampai berulangkali dibawa kepengadilan negeri, bahkan sampai tingkat Mahkamah Agung. Karena kedua belah pihak tidak dapat kemukakan bukti-bukti ilmiah yang dapat diulangi dan diselidiki dengan seksama, maka kedua belah pihak menggunakan senjata-senjata non-ilmiah seperti kutukan-kutukan, ejekan-ejekan, cemoohan-cemoohan dan penghinaan-penghinaan. Ini jelas bukan cara-cara yang baik untuk mendapat kebenaran.

    Dahulu ilmuwan yang tidak setuju dengan teori evolusi pada umumnya hanya protes sekedarnya, a.l. ahli biologi dan geologi yang sangat terkenal Louis Aggasiz (1807-1873). Tetapi sejak 1970 lawan para ilmuwan evolusionis adalah para ilmuwan kreasionis. Kini ilmuwan lawan ilmuwan. Para ilmuwan evolusionis tetap menggunakan senjata ejekan- ejekan. Belajar dari sejarah, para ilmuwan kreasionis berusaha untuk menghindarkan diri terlibat secara emosional, dan berusaha memberi argumen-argumen rasionil tanpa ejekan-ejekan. Contoh yang sangat baik diberikan oleh para ilmuwan di- “Institute for Creation Research” (ICR) di-Amerika Serikat.

    Yang jelas ada ialah alam semesta ini. Yang jelas ada ialah batu-batuan, lapisan-lapisan tanah, fosil-fosil, lautan, sungai-sungai, gunung-gunung, planet-planet, bintang-bintang, tumbuh-tumbuhan, binatang-binatang, dan umat manusia termasuk Anda dan saya. Yang jelas ada ialah hukum- hukum fisika, kimia, biologi dan kimia-biologi yang berlaku masakini. Semua ini jelas ada dan tidak dibantah baik oleh kaum kreasionis maupun kaum evolusionis.

    Yang dimasalahkan ialah dari mana datangnya semua itu? Bagaimana kita dapat ada disini? How do we get here ? Apakah kita ada disini karena diciptakan Allah, atau berevolusi dari zat mati secara kebetulan ? Anda dan saya keturunan Adam dan Hawa historis yang diciptakan Allah menurut peta dan teladanNYA, atau keturunan binatang yang berevolusi secara kebetulan tanpa ada yang recanakan ?

    Sesungguhnya, ilmu pengetahuan alam yang murni sebaiknya membatasi diri dengan mempelajari alam semesta masakini. Maximal masa lalu yang ada saksi-saksi berupa tulisan-tulisan manusia. Dengan ilmu pengetahuan alam murni saya maksudkan ilmu positif, ialah ilmu yang dapat diuji dengan pengamatan-pengamatan dan percobaan-percobaan yang dapat diulangi dan diselidiki dengan seksama.

    Menduga-duga masalalu dan masa akan datang alam semesta ini dalam jangka panjang, sesungguhnya sudah keluar dari bidang ilmu pengetahuan alam. Ilmu pengetahuan alam memang dapat ditunggangi oleh filsafat atau agama tertentu sehingga menjadi spekulasi-spekulasi metafisis yang diarahkan agar mendukung filsafat atau agama tertentu itu. Meta berarti setelah. Jadi metafisika berarti setelah fisika. Sesungguhnya spekulasi- spekulasi metafisis sudah keluar dari bidang fisika dan memasuki bidang metafisika, filsafat atau agama. Kita harus belajar membedakan ilmu positif dengan spekulasi-spekulasi metafisis.

    Ketika saya bicara dengan beberapa orang Kristen termasuk beberapa pendeta mengenai soal diatas, ada yang jawab dengan ketus: “Itu tidak penting !”. Ada yang senyum-senyum secara “simpatik”, tetapi tanpa mengambil sikap yang tegas mendukung atau menentang pendapat saya. Kebanyakan lebih suka pilih jalan “aman” dengan berkompromi. Mereka terima suatu theistic evolution yang samar-samar dan/atau disamar- samarkan. Hanya sedikit yang berikan tanggapan positip.

    Disadari atau tidak, sesungguhnya hal tersebut diatas sangat penting, sangat fundamentil. Mengapa ? Kalau seseorang merasa dirinya keturunan binatang, maka iapun tidak akan merasa bersalah kalau ia berlaku dan bertindak sebagai binatang. Beberapa bulan yang lalu saya sempat bicara dengan seorang sarjana teknik dari Jepang. Sebagai sarjana teknik ia memang pandai. Tetapi dari sudut moral dan etika, ia penganut free sex. Setelah saya tanya lebih lanjut ia mengaku tidak percaya pada Allah. Saya tanya kepadanya: “Kalau Anda tidak percaya bahwa Allah itu ada, menurut Anda dari mana asal usul manusia termasuk Anda dan saya?”. Ia jawab sambil tertawa terbahak-bahak : “Maybe from the monkeys”. (Mungkin dari monyet-monyet). Karena ia merasa dirinya keturunan monyet ia tidak ada perasaan bersalah kalau ia bersikap dan bertindak seperti monyet.

    Sebenarnya menurut para evolusionis manusia dan monyet adalah keturunan primat. Jadi monyet, menurut para evolusionis, adalah “keponakan” manusia. Monyetpun ada yang monogami. Tetapi memang ada yang poligami dan “penganut” free sex. Simpanse dianggap para evolusionis adalah “keponakan” yang paling dekat dengan manusia. Simpanse memang termasuk monyet “penganut” free sex.

    Tetapi kalau manusia percaya bahwa ia adalah keturunan Adam dan Hawa historis, yang diciptakan Allah menurut peta dan teladan Allah, maka mudah-mudahan ia akan rindu untuk mendapat kembali peta dan teladan Allah ini yang sempat dirusak oleh dosa. Kepercayaannya ini, tentu ada dampak yang sangat besar akan perilakunya.

    Para kreasionis di-Amerika Serikat, Australia, Eropah, Rusia dll sadar benar akan hal tersebut diatas. Mereka sedang memperjuangkan agar teori kreasi diajarkan bersamaan dengan teori evolusi. Bagaimana kalau kita di-Indonesia juga turut memperjuangkannya ?

    Pada tahun 1950 ilmuwan kreasionis masih sangat langka. Pada tahun 1970 sudah ada ratusan. Kini 1993, jumlahnya sudah ribuan tersebar diseluruh dunia. Dengan adanya komentar dari seorang filsuf kenamaan seperti Dr Feyerabend diatas, para evolusionis kini sungguh tidak dapat pandang enteng para kreasionis.

    Kita tidak dapat merubah dunia dalam waktu sekejap. Tetapi kita selalu dapat sumbangkan iman dan ilmu pengetahuan alam yang benar kepada siapapun yang berhubungan dengan kita. Sedikit-sedikit, lama-lama kan jadi bukit. Himbauan ini saya tujukan kepada semua orang, terutama guru-guru yang beragama Kristen dari denominasi manapun juga, dari TK sampai universitas. Apalagi kepada guru-guru agama disekolah-sekolah Kristen, teristimewa pada guru-guru sekolah Minggu. Lebih teristimewa lagi pada para pendeta dan calon pendeta.

    Kini Anda dapat yakin dan percaya dengan teguh bahwa banyak ilmuwan kaliber internasional yang percaya kisah Kejadian 1-11 secara harafiah, a.l. Dr A.E. Wilder Smith dari Swiss, Dr Charles Phallagy dari Australia, Prof Enoch dari India, Dr Henry M. Morris dan anaknya Dr John Morris dari Amerika Serikat, Dr Kouznetsov dari Russia dan ribuan ilmuwan lain. Dimasa yang lalu Kepler dan Newton, bapak-bapak ilmu pengetahuan alam modern, juga percaya Kejadian 1-11 secara harafiah. Filsuf Dr Feye rabend, setelah mempelajari pokok persoalan secara objektip mendukung diajarkannya teori kreasi disekolah-sekolah umum diseluruh dunia.

    Sesungguhnya urusan menyelidiki alam semesta masakini, adalah urusan ilmu pengetahuan alam positif, urusan para ilmuwan. Urusan menyelidiki asal mula dan tujuan akhir dari alam semesta ini adalah urusan meta fisika, filsafat atau agama, urusan para rokhaniwan. Tetapi kini memang timbul kekacauan soal ini. Atau mungkin para rokhaniwan memang harus kerjasama dengan para ilmuwan untuk menjernihkan persoalan ini. Mari kita bantu tanamkan iman dan ilmu yang benar dalam setiap kesempatan yang Allah berikan kepada kita. Halleluyah !

    [reply to this comment]

  40. Sederhana saja sahabat: Pertanyaaan sahabat tetang asal muasal dari Tuhan, setiap yang memiliki permulaan (asal muasal) berarti dia adalah ciptaan dan juga bila dia punya masa akhir, sehingga untuk sang pencipta bagi DIA tiada permulaan dan tiada akhir. Dia Absolut, tidak diliputi sesuatu tetapi meliputi segala sesuatu,

    Simpel saja setiap yang ada asal muasalnya berarti bukan tuhan tetapi ciptaan (makhluk).

    [reply to this comment]

  41. 2. Mampukah Tuhan menciptakan sebuah benda yang sangat berat yang Dia sendiri tidak sanggup mengangkatnya? (menyamakan penciptaan Tuhan dengan creasi manusia yang kadangkala ada errornya ya sahabat)

    Pertanyaan yang aneh tidak dalam logika yang sehat: Untuk alasan apa tuhan membuat benda yang dia sendiri tidak sanggup mengangkatnya ? Bahwa penciptaan semesta jagat raya yg di create oleh sang creator semua ada dalam tatanan harmonis yg utuh dalam kendali DIA, dan semua dalam aturan logika yang manusia itu sendiri pada jangka pangjang dapat memahami maksud dan tujuan penciptaan tesebut menurut logika.

    [reply to this comment]

  42. Buat appara , yang bertanya tentang tuhan..
    kalo bertanya tentang seseorang misalnya si X pasti jawabnya hanya si X dan Tuhanlah yang tahu..
    Jadi kalo bertanya Tentang Tuhan maka hanya Tuhan dan Tuhanlah yang tahu..

    [reply to this comment]

  43. sebelum orang bertanya siapa tuhan dan dari mana asalnya, tanyakan dulu pada diri sendiri, siapa saya dan darimana saya dan kita ini mau kemana? kalo pada belum sanggup, tidak usah tanya siapa tuhan, ibarat bocah belum bisa berjalan tapi sudah ingin berlari. itu membuktikan kalo otak kita, terutama sipenulis hanya diisi pemikiran yang bisa dilihat oleh mata, padahal kita punya hati, punya roh. dari pertanyaan diatas seakan penulis super genius, padahal itu malah menunjukkan kedangkalannya dalam berpikir apalagi belajar banyak agama tapi malas baca kitabnya. belajar yang banyak lagi mas, biar tau dimana tuhan, setelah tahu tempatnya dimana, baru tanyakan sendiri siapa dia dan darimana asalnya. masalahnya tuhan tidak akan pernah mencari anda, pernah berjasa apa anda sama tuhan? toh anda kalo dikasih tahu pun anda akan dengan mudah menyangkalnya, anda kan super jenius, al kitab juga tulisan manusia kok mas, nabi juga manusia. ati-ati mas ntar stres lagi, tapikalo anda sampe stres, saya jamin anda ketemu tuhan,walaupun mungkin itu bukan tuhan anda, selamat mencari jawaban!
    “kalo kita berbicara dengan binatang, yang tidak nyambung binatang apa kita” kita pasti bilang binatang goblok, mungkin binatang pun akan bilang manusia goblok. dari sini sudah membuktikan bahwa kita itu egois.

    [reply to this comment]

  44. jangankan ingin mengetahui asal asul dari sang pencipta!!
    untuk memahami tubuhnya sendiri saja , manusia sudah sangat sangatttt kebingungan dan blm pnh bisa mengungakap semua rahasia yg ada di badan kita ini!
    apa manusia jaman skrg ini sudah bisa mengungkap dan mengetahui cara berpikirnya sebuah otak! ternyata blm ada satu mesin pun yg sanggup menyamai otak..konon sebuah mesin game yg di puja manusia paling canggih spti PS3 buatan sony..itu cuma 1% nya dari kemampuan otak manusia !!
    apakah ilmuwan terhebat jaman skrg udah bisa mengungkap rahasia dari unsur atom…ternyata blm ada yg sanggup! proton dan neutron yg katanya parikel plg kecil nyatanya mash bisa dipecah2 lagi …?
    itu baru yg kasat mata blm yg ghaib!
    manusia jelas2 tidak akan mampu untuk memahami asal muasal tuhan…yg bisa kita lakukan adalh meyakini sepenuh hati dgn iman dan memahami dari sifat2nya saja !

    [reply to this comment]

  45. @ lae Jarar cq blog berita
    saya pikir tulisan ini adalah merupakan proyeksi dari pemikiran anda dalam mencari Tuhan, yang anda alami selama proses beralih agama. Kita sama-sama menyadari kita itu belum ada apa-apanya dibandingkan dengan Allah yang menciptakan manusia, jadi tidak selayaknya dan tidak mungkin manusia menyelidiki Allah yang menjadi sumbernya, karena itu pasti diluar kemampuan manusia.
    Sepertinya misi anda dengan mengajukan pertanyaan yang 2 butir itu adalah “ingin menyatakan” bahwa agama itu tujuannya adalah sama yaitu menyembah Kuasa Yang Tunggal itu, hanya masing-masing agama mempunyai tata ibadah yang berbeda. ( satu tujuan, lintasan jalannya berbeda ). Adalah hak dasar manusia untuk meyakini kepercayaan yang diimaninya, orang lain tidak berhak untuk mengubah keyakinan seseorangatau dengan perkataan lain seseorang tidak berhak memaksakan keyakinannya kepada orang lain.

    BLOG BERITA: :)

    [reply to this comment]

  46. agh…masa bodoh, capek bgt mikirin halk beginian, mendingan aku cari makan buat perut ini

    [reply to this comment]

  47. Menurut saya Tuhan adalah ciptaan manusia juga. Tuhan diciptakan oleh manusia karena “kebingungan” manusia menentukan pertanyaan seperti “lebih dulu mana telur dengan ayam”, “kalau Tuhan menciptakan manusia, siapakah yang menciptakan Tuhan?”.

    Pertanyaan-pertanyaan inilah yang membuat kita / manusia akhirnya menentukan ada satu penyebab utama yaitu Tuhan (causa prima). Kalau tidak salah “causa prima” ini ada dalam pelajaran di sekolah SMA.

    Agama-agama yang ada sekarang ini lahir pada saat kemampuan berpikir manusia jauh di bawah kemampuan manusia jaman sekarang. Maka dalam agama selalu memunculkan “Tuhan” agar pada masa itu ajarannya mudah di terima oleh yang lain. Makanya salah satu contoh cerita dalam Alkitab adalah dimana diceritakan alam semesta diciptakan Tuhan dalam waktu 6 hari agar dapat di cerna oleh manusia pada masa itu.

    Dari pemikiran ini maka timbul kesimpulan bahwa Tuhan tidak ada. Lalu siapa yang menciptakan alam semesta dan seisinya?
    Alam semesta beserta isinya sudah ada tanpa diciptakan sejak dulu dan akan ada selamanya.

    Pemikiran “tidak ada dan terus menjadi ada” adalah keterbatasan manusia sekarang ini, kelak manusia akan memahami bahwa semua benda sebenarnya adalah energi. Masalah “tidak ada dan terus menjadi ada” dan sebaliknya adalah masalah perubahan energi.

    Kita manusia adalah “alam semesta” kecil yang berada dalam alam semesta yang maha luas. Makanya kita perlu hidup selaras dengan alam semesta. Inilah makanya manusia menciptakan “agama” agar kita hidup selaras denga alam semesta.

    Semoga masukan saya ini sedikit banyak dapat menjadi bahan masukan pemikiran teman-teman semua. Jiwa kita adalah alam semesta karena kita adalah juga bagian alam semesta itu sendiri.

    Salam.

    [reply to this comment]

  48. hanya orang yang tidak dari kecil di didik secara kuat agama oleh orang tuanya yang mengeluarkan pertanyaan-pertanyaan yang bisa membuat terpecah belahnya umat di muka bumi. di al-quran sudah dijelaskan dalam surat al falaq yang berbunyi: ………..Allah tidak beranak dan juga tidak diperanakkan. Allah itu tunggal, esa, jadi tidak sepatutnya kita ciptaanya berkomentar seperti itu.terima kasih

    [reply to this comment]

  49. di al-quran sudah dijelaskan dalam surat al falaq yang berbunyi: ………..Allah tidak beranak dan juga tidak diperanakkan.

    -> melainkan bikin anak,tentu dengan para 72 bidadari di surga yg sudah dijanjikan di Al Q.

    [reply to this comment]

  50. TUHAN…. Dia adalah Alpha dan Omega, yang awal dan yang akhir. Kita memang tidak bisa melihat Dia tapi kita bisa merasakan HadiratNya. Kita mengenalnya melalui hasil karyaNya yang luar biasa termasuk Anda yang sedang bertanya-tanya “apakah Tuhan itu benar-benar ada”?? Anda adalah salah satu ciptaan Tuhan yang mulia dan Tuhan pasti berkenan terhadap Anda. Tuhan tidak diciptakan tapi Dia menciptakan. Dia yang memiliki Kuasa dan Kemuliaan dari dulu sekarang sampai selama-lamanya… Jadi, tidak perlu lagi bertanya-tanya apakah Tuhan itu benar-benar ada tapi rasakanlah betapa besar kasih Tuhan dalam kehidupan anda selama ini, Dia mencintai Anda meskipun Anda kadang menjauh dari Dia. dan yang pasti Dia selalu menanti-nantikan penyerahan diri Anda seutuhnya dalam pelukan Kasihnya. Iman kepada Tuhan Kasih kepada Tuhan dan pengharapan kepada Tuhan itulah jawabannya.

    [reply to this comment]

  51. Seperti saat kamu melupakan gimana lahirmu

    Ini ada Hint:
    Kalo pengin tahu jawabannya
    1> Berani baca Al Quran + terjemahannya (lengkap 1 buku- terserah baca acak juga boleh),
    itu petunjuk dari tuhanku yang satu loh, sorry
    baru koment miring tentang Al quran
    2> kalo takut/ ngga bisa baca, coba gorok sendiri lehermu!!
    …ntar kamu insyaallah bisa tahu..secara riil siapa itu tuhan..
    …apakah kamu sempet bertanya darimana ia diciptakan
    3> kalo masih takut semua,…BTW sebenarnya
    “LOE CUMA PENGECUT yang bisa OMONG doang”
    karena loe takut kematian…..
    Takut bertemuNya
    yang menjadi kebesaran diantara sifat-sifat yang diciptakanNya
    Jangan lupain itu, Bro !!!
    Hati-hati opinimu tentang Dia, hati-hati bicaramu tentang Dia!

    it’s me
    http://mohaba.blogs.friendster.com/my_blog/

    [reply to this comment]

  52. Saya tidak tahu. SEtidaknya sampai saat ini.

    [reply to this comment]

  53. Coba baca “Conversation With God” deh kak…!
    Di situ si pengarang ‘katanya’ bisa ngobrol sama TUHAN…!
    Truz kata’a TUHAN tuh bukan suatu makhluk…TUHAN adalah proses…!
    Saya sih juga masih bingung…!
    Saya juga gak pengen bikin bingung kalian yang teguh imannya…!
    Key…!

    [reply to this comment]

  54. Yang pertanyaan no 2, sudah sangat lama terjawab. Barangkali anda tak mengikuti perkembangannya. Jawabannya tidak mungkin tuhan menciptakan yang sia-sia. Lagipula, Tuhan bukan untuk diperdebatkan, tapi untuk disembah.

    [reply to this comment]

  55. Kadang kita merasa mengetahui sesuatu padahal sebenarnya tidak tahu apa-apa. Kita bahkan tidak punya kuasa atas diri kita sendiri, tidak mampu mengatur sari makanan yang masuk dalam tubuh kita hanya untuk membentuk sel tertentu atau dialirkan ke anggota tubuh tertentu. Makanan yang ada dalam perut kita aja kita nggak bisa lihat padahal cuma terhalang kulit dan daging dll, apalagi untuk membuat sebuah makhluk seperti lalat, TIDAK AKAN PERNAH SANGGUP, meski seluruh manusia dan jin bersatu padu. Kemampuan kita itu sangat sangat sangat terbatas. Cuman kadang kita bahkan merasa serba tahu, paling tahu. Nasi yang kita makan aja itu sudah membutuhkan begitu banyak bantuan dari banyak pihak, petani, pembuat pupuk, kuli pasar dll dll. Jadi seberapa hebatkah kita “Sang Makhluk Sempurna”,…tidak ada apa-apanya. Bagaikan setitik air di samudera luas jika dibandingkan kekuasaan Tuhan. Dengan kemampuan akal yang sangat sangat terbatas itu, sungguh akan sangat mustahil kita mampu memikirkan Dzat Tuhan itu sendiri, bahkan ciptaanNya saja masih sangat sangat banyak yang kita belum ketahui. Untuk itulah diutus para Nabi dan Rasul sebagai perantara dalam menjelaskan apa yang disampaikan oleh Tuhan dalam bahasa yang kita mengerti. Mungkin sebaiknya kita gunakan akal dan kemampuan kita yang sangat terbatas ini pada hal-hal yang sesuai kemampuan kita saja. Anak TK pun bisa stress kalau harus bikin penelitian mencari bahan bakar alternatif pengganti bahan bakar fosil, ya kan?

    [reply to this comment]

  56. sedikit sumbangan tulisan dari saya saya kutip dari buku antony de mello…………

    APAKAH ALLAH ADA?

    “Katakan kepada saya,” kata seorang ateis, “apakah Allah itu sungguh-sungguh ada?”

    Jawab Sang Guru, “Jika kamu menginginkan saya
    sungguh-sungguh jujur, saya tidak akan menjawab.”

    Para murid penasaran mengapa ia tidak menjawab.

    “Karena pertanyaannya tidak dapat dijawab,” kata Sang Guru.

    “Jadi, Guru juga ateis?”

    “Tentu saja tidak. Orang ateis membuat kesalahan karena
    menyangkal kenyataan yang tidak mungkin dijelaskan.”

    Setelah diam sejenak, ia menambahkan, “Dan orang teis
    membuat kesalahan karena mencoba menjelaskannya.

    terimakasih…………romo mujiono (www.dewahipnotis.com)

    [reply to this comment]

  57. Sudah kuduga dari semula bahwa 2 pertanyaan Lae Jarar diatas seperti api membakar lalang kering. Tapi kalau dipikir2, sebenarnya kita tidak perlu marah2 lah. Karena yang bertanya adalah ANAK MANUSIA bukan MALAIKAT. Dan kalau kita masing2 mau jujur, sebenarnya bukan hanya seorang Jarar yang ingin tahu hal itu, banyak lainnya. Hanya saja untuk banyak orang pertanyaan cukup disimpan dalam hati atau berbisik2 dengan guru spritualnya, sementara seorang Jarar melemparkan pertanyaan di forum terbuka. Dan akhirnya menjadi santapan publik.

    Bagiku sendiri, bukan dalam kapasitas kita sebagai makhluk ciptaanNya mencoba-coba untuk menelusuri asal muasal Tuhan. Kita atau siapapun tidak ada yang bisa masuk ke wilayah itu dengan menggunakan logika karena ini berurusan dengan keimanan. Keimanan yang totalitas. Namun, kalau ada pendapat2 yang mengatakan Tuhan seperti apa yang mereka gambarkan, ya…..monggooo. Dan menurutku juga, tidak pada tempatnya untuk marah dengan pertanyaan Jarar. Mengapa harus marah? seandainyapun lae udah tahu jawabannya tapi pura2 tidak tahu, apakah merugikan kita? Gak toh…! Bahkan dengan munculnya pertanyaan ini kita bisa mendengar berbagai pendapat yang berbeda berdasarkan keyakinan atau pemahamannya masing2 tentang Tuhan. Apakah itu dari umat beragama (islam, kristen, budha, hindu,atau atheis sekalian). Kalau ada pendapat diatas yang sama dengan pendapat anda, anda bisa anggukan kepala. Kalau berbeda gelengkan kepala. Kalau punya opini sendiri silakan layangkan tapi gak usah marah2.

    Saya jadi ingat kata2 di Republik BBM, “sedikit-sedikit marah, sedikit-sedikit marah, koq marah sedikit-sedikit….?”

    [reply to this comment]

    olanto reply on 29 June 2008:

    Saya setuju dengan pendapat anda, memang missinya Jarar jelas kok; jadi tidak usah marah-marah. Semua pengunjung bebas mengeluarkan pendapat senada dengan pemahamannya, tapi tidak perlu memaksakan pendapat / keyakinan kepada orang lain yg tidak sepaham. Salut, anda sudah memaparkannya dengan kalimat yang mudah dimengerti.Salam.

    [reply to this comment]

    si binyun reply on 29 June 2008:

    Peace…..

    [reply to this comment]

  58. Tuhan yang mana nih… Kalau anda beraggapan bahwa Yesus itu tuhan anda pasti sudah tahu jawabannya.
    1. Yesus lahir dari Maria
    2. sudah jelas banyak benda yang tidak bisa diangkat Yesus.

    [reply to this comment]

    diah reply on 29 June 2008:

    Tuhan saya adalah Tuhan yang saya sembah. Tuhan yang bukan hanya bisa mencipta dan mengangkat gunung tapi bisa meluluhlantakan semesta alam ini.

    [reply to this comment]

    Nathanael reply on 29 June 2008:

    Masih mending mempertuhankan seorang Anak Manusia(Yesus)daripada mempertuhankan sebuah batu ajaran nabi cabul.

    [reply to this comment]

    si binyun reply on 29 June 2008:

    Ternyata anda salah satu korban permainan emosi. Emosi kalau tidak dikekang seperti kuda liar. Dan ini bisa membahayakan diri anda sendiri karena akan menimbulkan penyakit hati. Kalem dong……..!

    [reply to this comment]

  59. Untuk pertanyaan pertama, pertanyaan itu muncul karena manusia adalah mahluk yang diciptakan..TUHAN itu kekal, tidak berawal dan berakhir, dan tidak bisa dimengerti manusia ciptaan ini artinya apa..

    untuk pertanyaan kedua, pertanyaan ini muncul karena manusia adalah mahluk yang terbatas dan bodoh…

    demikian

    [reply to this comment]

  60. Jangan mencoba Bertanya yang aneh-aneh kalau itu untuk memudarkan IMAN seseorang atau IMAN anda sendiri. Agama dan Kitab-kitab untuk dipercaya dan di Imani, jangan coba-coba untuk menguasainya seolah-olah itu buku pelajaran mu.
    Manusia terkadang belagak sok pintar padahal dia bukanlah apa-apa.

    “Bertobatlah sebab kerajaan Allah sudah dekat”

    [reply to this comment]

  61. Bicara soal Tuhan jadi ingat kisah teman dibawah ini:

    Kisahku tentang Mi’raj (kenaikan kesurga)
    > >
    > > Saya ingin berterimakasih pada teman cyberku yg baru Mr. Malik
    > Usman yg
    > > dg penegasannya bahwa Mi’raj (kenaikan kesurga) itu dapat
    dibuktikan
    > > secara ilmiah, membuat saya berani utk menulis kisah ini.
    > > Mi’raj saya sendiri terjadi sudah cukup lama tapi saya rahasiakan
    > > hingga sekarang. Saya takut diejek oleh para rasionalis. Tapi
    > sekarang
    > > setelah tahu bahwa ada orang yg bisa membuktikan Mi’raj secara
    > > ilmiah, saya tidak takut lagi. Cuma saya masih tidak mengerti
    bagian
    > > ilmiahnya, tapi saya yakin temanku bisa menjelaskannya. > >

    > > Malik Usman menulis:
    > > “Saya dapat bicara mengenai Mi’raj, dan berbicara dalam aspek
    > > ilmiahnya juga, tapi ini akan membuat panjang e-mail ini. Jika
    kamu
    > > ingin tahu lebih banyak, tolong beritahu saya.”
    > >
    > > Ini kisahku tentang Mi’raj
    > >
    > > Dear Mr. Usman, anda tidak perlu membuktikan Mi’raj itu benar dan
    > > ilmiah. Sebetulnya aku telah mengalaminya sendiri.
    > >
    > > Suatu malam ketika sedang mengerjakan sesuatu, aku dengar suara
    > ribut
    > > diluar. Kubuka jendela dan tiba2 Malaikat Gabriel meloncat masuk
    > kamar.
    > > Aku kaget. “Jangan takut,” katanya, “aku tak bermaksud
    > > jahat.” Dia bicara Inggris dg sangat baik. Aku terkejut dan tidak
    > > tahu mau ngomong apa, jadi aku mengatakan hal yg bodoh. “Anda
    bisa
    > > bahasa Inggris!” ucapku. “Ya”, dia menjawab dalam aksen
    > > amerika, “ini jaman internet, kita harus ikut kemajuan teknologi.
    > > Kita malah punya kelas ESL disurga dan semua malaikat sekarang
    > bicara
    > > dalam bahasa inggris.”
    > >
    > > Gaya bicaranya membuat aku tenang. Aku tanya dia kenapa malaikat
    > > sepenting anda mengunjungi aku? Dia hanya tersenyum dan bilang
    agar
    > aku
    > > siap2 karena akan bertemu Sang Pencipta. “Apa? Aku? Kenapa? Tapi
    aku
    > > belum siap!!” aku tergagap bicara. “Jangan khawatir”,
    > > katanya. Kemudian dia mengarahkan tongkat wasiatnya padaku dan
    > > menggumamkan sesuatu yg tidak aku mengerti dan seketika baju yg
    aku
    > > pakai berubah menjadi baju putih mengkilap lengkap dgn dasi
    merah.
    > > Sangat perlente sekali, belum pernah kulihat baju demikian
    meskipun
    > > dalam acara Penghargaan Oscar.
    > >
    > > Kemudian dia bilang bahwa kadang dia harus mencuci hati
    pengunjung
    > > surga. Aku takut setengah mati karena aku pernah baca, dia
    > mengeluarkan
    > > hati Muhammad dari dadanya dan mencucinya sebelum membawa
    Muhammad
    > dalam
    > > Mi’rajnya. Gabriel melihat kepanikanku dan berkata, “Jangan
    > > takut, sekarang aku punya pandangan sinar X dan kulihat hatimu
    sudah
    > > bersih.” Aku lega sekali, karena tidak harus melalui pengalaman
    > > mengerikan itu. Kemudian dia menambahkan, “Waktu aku bertemu
    > > Muhammad, oh boy, hatinya begitu kotor, aku harus meminta sekotak
    > > deterjen tambahan utk membersihkannya.”
    > >
    > > Tiba2 ada burung raksasa menutupi sinar bulan, turun kearah kita.
    > > “Apa itu?” tanyaku. “Oh itu Morgullah” jawabnya.
    > > “Burung surga, fungsinya seperti Limousine. Tapi membawamu ke
    > > Surga”. “Ada apa dg Buraq?” tanyaku. “Itu tuh, kuda yg
    > > membawa sang nabi kesurga pada malam terjadi Mi’raj?” “Oh
    > > keledai tua itu”, jawabnya, “Kalau dibandingkan dg Morgullah
    > > Buraq hanya macam taxi butut biasa. Buraq biasa membawa barang2
    dan
    > > kadang2 membawa tamu kelas rendahan”, tambahnya.
    > >
    > > Morgullah mendarat dg indah dihalaman belakang. Seekor burung yg
    > sangat
    > > besar, panjang kedua sayapnya sekitar 10 meter. Mirip Elang
    putih
    > tapi
    > > berwajah manusia dan punya buntut panjang yg berwarna indah.
    Kunaiki
    > > burung itu. Tapi bukan seperti ayam jantan menaiki ayam betina
    lho,
    > ini
    > > seperti orang naik s