‘Gol tangan Tuhan’ karena benci Inggris
Pencipta “gol tangan Tuhan” Diego Armando Maradona dalam filmnya menyebut dia benci Inggris karena merebut wilayah Malvinas dari negaranya, Argentina. Maka tangannya pun sengaja menyentuh bola hingga masuk ke gawang Inggris.
Tonton video ‘gol tangan Tuhan’ Diego Maradona
Dalam film Maradona, the Hand of God, garapan sutradara Italia Marco Risi yang kini tengah diputar di Blitz Megaplex, terdapat adegan di ruang ganti pemain sebelum Argentina bertanding melawan Inggris pada Piala Dunia 1986. Maradona mengobarkan semangat mengalahkan Inggris. ”Demi Malvinas! Demi Malvinas!” serunya, seperti ditulis majalah Tempo.
Sikap antikolonialisme Inggris yang bersemayam di kepala Maradona sebenarnya sudah berakar jauh sejak Inggris bercokol selama abad ke-19 hingga 20 di Argentina. Inggris mengeksploitasi semua sumber daya negeri itu: jaringan kereta api, bank, dermaga, toko swalayan, hingga budaya. Sejarawan David Downing menyatakan, ”Semuanya dikuasai, kecuali nama.”
Satu lagi film terbaru mengenai kisah hidup legenda sepakbola itu diputar Mei 2008 di Festival Cannes, judulnya Maradona by Kusturica. Film ini memberikan porsi pada ”pernyataan politik”, sekalipun sutradara Kusturica menyebut telah berhasil menangkap tiga sisi hidup Maradona: sebagai maestro sepak bola, kepala keluarga, dan aktivis politik.
Di situ terlihat Maradona menemui Fidel Castro di Havana, mendapat kesempatan berpidato bersama Presiden Venezuela Hugo Chavez, dan mengenakan kaus bertulisan ”Stop Bush” ke mana-mana. Ia menunjukkan tato di tangan kanannya yang bergambar Che Guevara dan tato di betis bergambar Castro. ”Bush adalah seonggok sampah kemanusiaan,” kata Maradona.
Video Maradona melewati 7 pemain Inggris sendirian, hingga gol
Kirim artikel ini ke teman
• Donasi • Hubungi Blog Berita

kenapa semua orang hanya mengenang gol pertama maradona ke gawang inggris…? padahal, gol keduanya sangat fantastis.
[reply to this comment]
rizieq reply on 30 June 2008:
mungkin karena umumnye manusia tuh ‘agamis’ Bang Torasham, jadi lebi tertarik ame nyang ade kate ‘Tuhan’-nye…
kek… kek…
[reply to this comment]
Maradona, bintang di lapangan sepakbola.
Tetapi, sampah dalam kehidupan nyata.
Masa lalu yang gilang gemilang, membuat Maradona lupa diri.
Pesta2, Marijuana, sex bebas membuat Maradona lupa, segala sesuatu ada masanya.
Sekarang, ia bicara lantang dan kritis soal Barat, tak lebih dari romantisme dan Syndroma Nama Besar yang telah kehilangan pamor.
Maradona, kesempatan jadi warga dunia terhormat, seperti Pele, Beckenbauer, Zidane, dll, dia buang ke tong sampah karena perilakunya yang norak dan urakan.
Maradona, loe tak lebih dari tong sampah besar yang banyak omong.
Tokoh Olah raga yang besar, bukan karena nama doang. Tapi, harus di topang oleh perilaku yang terjaga.
Maradonna, loe tak lebih dari Tragedi Tyson ke II
[reply to this comment]
rizieq reply on 30 June 2008:
@darmadi
ade benernye pendapet ente Bang, Maradona emang terlalu maksa’in diri jadi kontropersial…
ironisnye, di Negara kite juge buanyak tokoh-tokoh ‘tua’ nyang mirip sipatnye Maradona…
tragisnye, tokoh-tokoh ‘muda’ nyang kalu dibandingin Maradona masi belum ade ape-apenye, ude belajar neru die….
belajar jadi orang ‘terkenal’ bukan dari prestasi nyang positip tapi lebi gampang dari kasus kawin cere, ka de er te, selingkuh, narkoba, nipu, de el el… kaya’nye ude lumra…
sejelek-jeleknye, mendingan Maradona ame Tyson lah….
hik… hiks… hikz…
[reply to this comment]
Saya pernah liat kebaktian nya di tipi.
As a prince and a king, also has a God, that God is Argentinian and is named Diego Armando Maradona.
http://www.iglesiamaradoniana.com.ar/
[reply to this comment]