Prof Wimpie Pangkahila mengatakan, dari 200 pasangan yang berhubungan seks saat si isteri mengalami menstruasi tidak ditemukan munculnya masalah. “Wah, aku paling suka ML pas lagi M,” tulis seorang pembaca Kompas.
Trisno, warga Surabaya, bertanya kepada ahli seksologi Wimpie Pangkahila di situs Kompas.com. Dia mengaku melakukan hubungan seksual dengan isterinya hampir setiap hari, termasuk saat isterinya menstruasi. “Saya juga tidak mengenakan kondom,” katanya. Adakah bahaya atau kemungkinan isterinya hamil?
Prof Pangkahila menjawab: Saya ingin menjelaskan dan meyakinkan Anda bahwa menstruasi merupakan suatu peristiwa normal dan fisiologis. Artinya, peristiwa menstruasi terjadi dalam keadaan fungsi tubuh yang normal dan sehat. Peristiwa ini terjadi karena adanya keseimbangan beberapa hormon yang berperan pada fungsi seksual dan reproduksi. Pada saat menstruasi, terjadi perubahan pada dinding rahim bagian dalam yang disertai dengan pecahnya pembuluh darah kecil di dalamnya. Akibatnya, terjadi perdarahan, yang kemudian mengalir keluar melalui vagina.
Karena peristiwa menstruasi adalah suatu peristiwa normal dan fisiologis, darah menstruasi adalah darah yang normal pula, sama dengan darah yang mengaliri semua organ tubuh. Jadi sesungguhnya darah menstruasi bukan darah kotor atau yang mengandung penyakit dan berbagai bahan berbahaya lainnya.
Selama ini memang beredar banyak informasi yang salah dan menyesatkan tentang darah menstruasi. Informasi yang salah itu misalnya bahwa darah menstruasi adalah darah kotor, yang bahkan dapat menimbulkan berbagai akibat buruk bagi yang tersentuh atau menyentuhnya.
Bahkan menilik catatan sejarah masa lalu, pada tahun 1878 pernah diterbitkan surat sejumlah dokter yang menyatakan bahwa sentuhan wanita yang sedang menstruasi dapat menimbulkan berbagai penyakit. Tentu saja pendapat itu salah total dan kalau kini masih ada dokter yang menganggap itu benar, dapat dipastikan dia bukanlah dokter yang normal.
Namun, sisa-sisa informasi yang salah pada abad ke-18 itu masih ada di masa kini, khususnya di kalangan masyarakat yang tak mengerti atau tidak pernah mendapat informasi yang benar mengenai peristiwa menstruasi. Terbukti masih banyak orang yang beranggapan bahwa darah menstruasi adalah kotor.
Mengenai hubungan seksual pada saat menstruasi, tidak ada alasan dan bukti ilmiah bahwa dapat menimbulkan akibat buruk. Larangan melakukan hubungan seksual pada saat menstruasi didasarkan atas informasi yang salah itu, bahwa darah haid adalah kotor. Selain itu, juga karena alasan estetika dan nilai moral.
Alasan yang dicari-cari sebagai pembenaran untuk mendukung larangan itu, tidak pernah terbukti secara ilmiah. Saya sudah mengamati dan mengikuti hampir 200 pasang suami istri yang mengaku biasa melakukan hubungan seksual pada saat menstruasi. Tidak ada akibat buruk yang mereka alami, baik di pihak istri maupun suami. Mereka merasa sehat, mempunyai anak, dan tidak mengalami gangguan apa pun yang dapat dikaitkan dengan menstruasi.
Mengeluarkan sperma di dalam vagina ketika melakukan hubungan seksual pada saat menstruasi juga tidak menimbulkan akibat apapun. Pembuahan tidak mungkin terjadi pada saat menstruasi. Justru menstruasi terjadi karena tidak ada pembuahan atau kehamilan. Artinya, Anda tidak perlu khawatir terjadi kehamilan. [Sumber: Kompas]

Artikel ini boleh dikutip HANYA JIKA disebutkan sumbernya www.blogberita.net DAN dibuat tautan-balik. Supaya tidak ketinggalan artikel terbaru, langgani RSS Feed, gratis!



















aq g setuju berhubungan saat mens…kasihan istriq,meski manusia punya sperti sifat hewan ya… harusnya mikir dunk…
Betul g’hanya orang yang punya sifat……yang mo lakuin itu,setuju…..