Topi baja dan VW kodok itu porno, hus!
Bahasa rahasia di kalangan narkoba, preman, dan “penjahat kelamin”.
Di Indonesia pada awalnya bahasa prokem diciptakan oleh dan untuk dipakai kaum penjahat, seperti preman dan pengedar narkoba, lalu menjadi bahasa gaul kalangan remaja dan pelajar. Kebanyakan istilah prokem lahir dari “kosa-kata Jakarta”, bukan bahasa daerah.
Meskipun belum bisa dipastikan, banyak yang percaya bahasa prokem mulai muncul tahun 1950-an. Semula cuma kalangan bandit yang memakainya, sifatnya rahasia, karena istilah-istilah tersebut sengaja dibuat supaya kejahatan mereka tidak mudah diketahui orang lain. Kemudian bahasa prokem semakin memasyarakat karena digunakan oleh remaja dan mahasiswa. Para bencong atawa waria termasuk kelompok yang paling banyak memakai bahasa prokem, dan mereka punya ciri khas prokem tersendiri.
Bahasa prokem dibentuk dengan beberapa macam rumus. Sekitar seperempat istilah prokem Indonesia dibentuk dengan imbuhan “ok”, rumus ini dikenal sebagai sistem apokope. Cukup mudah memakainya. Bagian akhir kata asli dibuang, lalu suku kata sebelumnya disisipi “ok”. Misalnya bokap, yang terbentuk dari bapak - bap - bokap.
Rumus lain adalah pemakaian huruf awal yang sama dengan huruf awal kata asli. Misalnya: blue film menjadi botol fanta, tante girang menjadi taksi gelap. Ada juga sistem mengubah lafal. Contohnya: bau tahi menjadi botay.
Pembentukan istilah prokem lainnya adalah karena pergeseran makna. Misalnya: perempuan eksperimen disingkat perek, arti semula adalah positif, yaitu perempuan yang berani mencari banyak pengalaman hidup/tantangan; namun belakangan kata perek bergeser maknanya menjadi negatif, yaitu pelacur.
Kode khusus kaum homo dan waria terkenal dengan rumus “e-ong”. Misalnya: banci menjadi bencong, najis menjadi nejong.
Beberapa contoh bahasa prokem:
- ABG: anak baru gede, remaja
- Abidin: atas biaya dinas
- Amrik: Amerika Serikat
- Ayam: perempuan pelacur
- B satu: daging babi
- Bedak mayat: morfin
- BP7: bapak pergi pagi pulang petang penghasilan pas-pasan
- BTL: Batak tembak langsung
- Cuci busi: bersanggama
- Kampret: hansip
- Kondom: konsultan domestik
- Koruptor: kolektor rupiah kotor
- Kumis cacing: satpam
- Kutilang darat: kurus tinggi langsing dada rata
- Musik egois: walkman
- Ngatri: paham, mengerti
- Pak haji: polisi
- TBTB: tambah-tambah, patungan
- Topi baja: kelamin lelaki, penis
- Tulalit: tidak nyambung [telepon], tidak cocok
- VW kodok: kelamin perempuan, vagina
- Zikir: melinting rokok ganja
Songoni ma jolo ate — ini bukan bahasa prokem, tapi bahasa Batak Toba yang artinya sekian dulu. [Jarar Siahaan]
- Disarikan Blog Berita dari buku Kamus bahasa prokem karya Prathama Rahardja dan Henri Chambert-Loir terbitan Grafiti
- Baca juga: Menurutnya mengatakan, demikian Pak Camat
Kirim artikel ini ke teman
• Donasi • Hubungi Blog Berita

Kalau aku lae dikatakan”Siang malam tunggu panggilan”
( Simatupang).
Mungkin juga karena aku ini pengangguran jadi siap menunggu panggilan.
Tapi lama2 jadi pengangguran bisa2 jadi ”Laskar”( lari sekamar).
Ah..Tahe ,hidup semakin ”elit”(ekonomi sulit)
[reply to this comment]
tambahan to
- cucok = cocok
- cap cay dehhh = cape dehh
- lambreta = lambat
- cap cus = cepat
- jaim = jaga imej
[reply to this comment]