Bongkar, pasang, bongkar, pasang lagi

Bundaran D.I. Panjaitan di Kota Balige hampir setiap tahun dibongkar lalu dibangun dengan proyek baru. Pemkab Tobasa “mengelabui” DPRD ataukah Dewan yang “buta”?

Entah siapa kontraktor yang kini sedang membangun bundaran yang berada di depan monumen pahlawan revolusi D.I. Panjaitan di Kota Balige, Kabupaten Tobasa. Pekan lalu saat Blog Berita memotretnya, tidak ada terpampang papan proyek di sana seperti lazimnya setiap pembangunan proyek fisik. Seharusnya setiap proyek dipasangi papan pengumuman yang isinya antara lain nama perusahaan yang mengerjakannya, besar dana proyek, batas waktu pengerjaan, dan ukuran volume proyek.

proyek-bundaran-kota-balige-tanpa-plang-proyek Bongkar, pasang, bongkar, pasang lagiBundaran D.I. Panjaitan berada persis di pusat Kota Balige. Ukurannya tidak luas, diameternya cuma sekitar 5 meter, jadi jangan bayangkan seperti Bundaran Hotel Indonesia di Jakarta.

Meskipun sering disebut-sebut sebagai ikon Kota Balige, anehnya Bundaran D.I. Panjaitan justru sering dibongkar-pasang sejak Kabupaten Toba Samosir terbentuk pada 1999. Sejak era bupati pertama, Sahala Tampubolon, bangunan ini hampir setiap tahun “dihancurkan” untuk kemudian dibangun dengan wajah baru. Dananya dari APBD Tobasa, yang diusulkan instansi terkait semacam Dinas PU, dan tentu saja mendapat persetujuan para wakil rakyat di gedung DPRD.

Dulu di zaman Bupati Tampubolon bundaran tersebut pernah dikelilingi tiga bangunan berbentuk kuburan batu. “Aneh, kuburan kok di tengah jalan,” tulisku kala itu dalam berita feature di koran tempatku bekerja. Pernah juga dibangun beberapa tiang lampu di sekitar bundaran, tapi tak lama kemudian lampu tersebut rusak karena sengaja dilempari preman suruhan oknum kontraktor yang tidak kebagian proyek dari Pemkab.

Para perantau asal Balige yang pulang kampung pada Natal atau Tahun Baru 2008 kemarin tentu sudah melihat bangunan Bundaran D.I. Panjaitan yang dikelilingi tanaman bunga. Dan hanya berselang enam bulan, saat ini proyek itu telah dihancurkan untuk dibangun kembali.

Begitulah hampir setiap tahun, setiap APBD disahkan, bundaran Kota Balige telah menghabiskan ratusan juta rupiah uang rakyat. Entah apa hasilnya. Mau dibilang ikon, tidak layak. Demi keindahan kota, rasanya tidak. Demi prestise Bupati, pasti dibantah. Demi rakyat? Ah, jauh kali itu. [Jarar Siahaan]

Updated: Di lokasi sudah dibuat catatan tentang proyek tersebut. Antara lain tertulis: perencana Dwicore, sponsor Bank Sumut, luas bangunan 28 m².

Koneksi Internetmu lambat? Tak sempat tiap hari membaca web? Ini solusinya. ©Diizinkan mengutip artikel Blog Berita ini dengan syarat membuat tautan-balik.
Kirim artikel ini ke teman Kirim artikel ini ke teman Donasi Hubungi Blog Berita

6 Responses to “Bongkar, pasang, bongkar, pasang lagi”

  1. Benar itu bang.
    Saya juga agak risih melihat bangunan itu yang selalu bongkar pasang, sayangnya ada disebelah nya satu bangunan monumen yang sangat besejarah yg boleh merupakan ikon kota Balige yakni:Monumen DI Panjaitan. Apa salahnya itu saja dipugar bagus dibuat air masncur didepan atau dimana saja untuk mempercantik tugu itu. atau taman bunga yang asri kan begitu bang. ok

    [reply to this comment]

  2. Udah biasa, di seluruh Indonesia.

    PNS bermental proyek. Setiap tahun fasilitas umum dibongkar/ diperbaharui. Jadi setiap tahun pula dapat’komisi’ dari Proyek itu.

    [reply to this comment]

  3. Buat Jarar Siahaan.
    Seminggu yang lalu Aku lewat dari Balige. Kulihat selera pertamanan Pemdamu itu memang Suck. Lihat saja Seragam DI Panjaitan dirobah jadi Hijau Norak. Bandingkan dengan Patung Sudirman di Jl. Jend.Sudirman Hijaunya artistik. Perhatikan lagi Pohon pinang yang ditanam itu jarknya hampir tiap 1 m!. Kau kan ada disana kenapa kau tidak menasihati para pejabat yang bodoh itu ??.
    Bundaran Balige yang dulu memang asal jadi itu barang!!, apa sih salahnya melongok sedikit ke Bali??. Bali ornamen arsiteknya rata-rata adalah ornamen etnis tapi antik dan tidak mahal. Di Balige banyak batu antik angkutkanlah kesitu!! Kebetulan Camatnya itu bere kita tolong nasehati dia baik-baik antara Tulang dan bere.
    Cek juga sedikit Cafe di Silangit itu. Itu ala Deli atau ala Tapanuli Utara???. Kalau kuperhatikan selera artistikmu lumayan juga kawan, tolonglah nasehati langsung saudara-saudaramu yang bodoh itu!. Pis

    BLOG BERITA: :) bapauda ini. jadi tak enak hati aku, nanti dibaca pak camat pulak. btw, mengapa tak singgah di rumahku? boleh uda jawab via emailku saja: blogberita[at]gmail[dot]com

    [reply to this comment]

    Escobar reply on 12 July 2008:

    Bah, Seingat aku nama Gubernur kita Syamsul Arifin, kok ada pulak orang lain yang ngasi perintah2 untuk ngurusin Balige, nyuruh untuk nge nasehatin camat nya.
    Di Indonesia ada lebih dari 200 juta orang, emang mereka bisa ngenasehati Pejabat2 di Indonesia…
    Bah fuang… awak tidak berbuat apa2, orang lain yang di salahkan…..

    [reply to this comment]

    si binyun reply on 13 July 2008:

    @Salngam

    Lain lubuk lain ikannya
    lain daerah lain seleranya

    Macam mana pula abang ini…….

    [reply to this comment]

  4. Mengenai Bundaran BALIGE, bisa dilihat kondisi sekarang kok.
    Dah Bagus n Ok….
    Photo yang ada di atas memang merupakan photo pada saat pembangunan, namun sekarang dah jauh berbeda; dah siap pengerjaannya. Moga dengan adanya Bundaran ini sebagai pintu masuk TOBASA, dapat menambah nilai wisata Balige….

    [reply to this comment]

Tulis komentar pada kolom di bawah

Tampilkan artikelmu di Blog Berita: berbentuk opini, feature, berita, tips unik, atau cerpen.