Putra Osama bin Laden menjalin hubungan cinta dengan wanita Barat. Kontroversi macam apa yang bakal muncul ke permukaan? Walaupun terasa sulit dipercaya, itulah yang terjadi. Omar bin Osama bin Laden, putra keempat Osama bin Laden, menjalin hubungan cinta dengan Jane Felix-Browne, wanita berkewarganegaraan Inggris. Kepolisian Inggris pun dibuat heboh.
Oleh Putra Hadi Darmawan; dikutip dari Koran Tempo edisi 25 Mei 2008
Ada fakta yang saling bertolak belakang, kalaupun bukan berbenturan, dalam hubungan cinta Omar dan Jane itu. Pertama, Osama adalah tokoh yang sangat membenci Barat, dalam hal ini Amerika Serikat dan beberapa negara Eropa, terutama Inggris. Ia bahkan menjadikan negara-negara itu sebagai sasaran aksi terornya. Tapi sang anak, Omar, justru menjalin hubungan cinta dengan wanita Barat.
Hal yang kedua menyangkut posisi Inggris sendiri. Seperti diketahui, pada 2005, Inggris pernah menjadi sasaran aksi terorisme dengan peledakan bom. Karena itu, dalam aksi menumpas ancaman teror, negara ini berada di jajaran terdepan. Tapi, lagi-lagi ironisnya, seorang warga negaranya, Jane Felix-Browne, justru menjalin hubungan cinta dengan putra Osama bin Laden, yang dituduh sebagai sang teroris. Hubungan cinta Jane dan Omar sempat menjadi berita utama selama beberapa pekan di beberapa media massa Inggris. Gosip ini menjadi perbicangan panas publik Inggris.
Jadi, ditilik dari dua hal tersebut, hubungan cinta mereka menjadi sebuah anomali. Bagaimana mungkin dua “entitas” yang bertolak belakang, bisa menyatu menjadi satu dalam jalinan kasih? Tapi itulah faktanya.
Judul buku: Cinta Terlarang Putra Osama bin Laden dengan Janda Inggris
Penulis: Avee Jaffarian
Penerbit: Jazeera
Begini cerita mulanya kedua insan dari dua dunia berbeda itu saling jatuh cinta. Mereka pertama kali bertemu secara tidak sengaja di Piramida Giza, Mesir, dalam sebuah acara liburan. Mereka berkenalan dan lalu saling cocok dan suka. Dalam buku ini diceritakan bahwa saat itu ada dua kemungkinan. Pertama, Jane belum tahu dengan latar belakang Omar sebagai putra Osama. Mereka saling jatuh cinta dan soal itu tidak menjadi penghambat. Kedua, Jane sudah tahu tentang hal itu, tapi tidak mempermasalahkannya.
Kepolosan Jane yang melihat Omar sebagai Omar, tidak disangkutpautkan dengan sang ayah, menjadi satu nilai lebih yang membuat Omar terpikat hati pada Jane. Tampaknya, dalam berbagai sepak terjang hidupnya, Omar selalu menerima kecurigaan dari orang-orang sekitarnya, karena statusnya sebagai putra Osama. Dan ketika perlakuan negatif seperti itu tidak ia dapatkan dari Jane, ia menjadi bersimpati pada Jane dan jatuh cinta.
Namun publik tidak sesederhana itu melihat hubungan cinta mereka. Dan perjalanan kisah cinta Omar dan Jane pun menjadi penuh lika-liku. Bayang-bayang terorisme dikait-kaitkan. Publik menghubung-hubungkan Omar dengan sosok sang ayah, dengan atribut teroris yang melekat. Maka, berbagai hambatan dan halangan merintangi perjalanan cinta Omar dan Jane. Mulai dari urusan yang berkaitan dengan pihak keamanan Inggris hingga ancaman pembunuhan yang dilontarkan pihak-pihak tertentu yang tidak merestui hubungan keduanya. Dari sudut pandang ini, kisah cinta Omar dan Jane menjadi bagai drama dengan aneka suspense, sekaligus romantis.
Satu hal yang sangat menarik adalah peryataan Jane seputar kontroversi kisah cinta ini. Jane mengatakan, “Yang kami inginkan adalah perdamaian di dunia ini, dan saya akan melakukan apa saja yang dapat kami lakukan untuk mempromosikannya.” Sepertinya, pernyataan ini menyingkap sedikit motivasi yang membuat Omar dan Jane kuat menghadapi segala rintagan dan hambatan. Dalam buku ini, kisah cinta mereka diistilahkan dengan cinta lintas peradaban, yakni mengacu pada perbedaan latar belakang antarkeduanya.
Di samping itu, tampaknya istilah yang sama juga mengacu pada pesan yang bisa dipetik dari kisah cinta mereka, yaitu perbedaan budaya, latar sosial, bangsa, dan kenegaraan bukanlah hambatan bagi siapa pun untuk senantiasa berharap bahwa kekuatan cinta akan mampu menyatukan umat manusia dalam lingkaran kasih dan damai. Lebih penting lagi, di tengah gencarnya terpaan isu terorisme dan berbagai macam kecurigaan, Omar dan Jane tetap berusaha menjaga kepercayaan cinta mereka, untuk membuktikan bahwa kesucian cinta adalah kekuatan terbesar yang mampu melawan dan mengalahkan terorisme.
Dalam hal itu, buku ini menegaskan: ”Akhirnya, satu kata yang berhasil dibuktikan… bahwa kekuatan cinta dapat menembus berbagai macam kebuntuan dan beragam masalah. Kekuatan cinta dapat melintasi berbagai perbedaan bangsa, negara, dan juga peradaban. Isu terorisme, teryata gagal memisahkan Omar dan Jane. Kekuatan cinta keduanya, justru berhasil meredam kerasnya isu terorisme. Keduanya berhasil membuktikan bahwa kekuatan api cinta mampu memadamkan panasnya isu terorisme. Jane dan Omar seakan hendak menegaskan bahwa dengan kekuatan cinta, umat manusia di bumi ini dapat hidup damai, tanpa gejolak teror atau konflik. Dongeng cinta Jane Felix-Browne dan Omar bin Laden adalah kekuatan cinta lintas peradaban”. Jadi, kekuatan cinta Omar dan Jane justru ada pada keanomaliannya.
- Judul asli resensi buku ini: Anomali cinta putra Osama

Artikel ini boleh dikutip HANYA JIKA disebutkan sumbernya www.blogberita.net DAN dibuat tautan-balik. Supaya tidak ketinggalan artikel terbaru, langgani RSS Feed, gratis!



















tuh khand ternyata cinta iza menyatukan 2 insan yg sangad berlainan dalam satu naungan dan saling menyayangi,,,,
hebat yah cinta….
ech aku mau tanya…..sebenere cinta terlarang iutu apan cieh…..jawab di fs aku pausestart@rocketmail.com
hahahahah
wew.hebat oy…
cek,cek,cek……………………………..lucu abiez!!!! tapi sayang gak puitis!!!!!
yuup, romeo dan juliet,
kalu di shakespeare, dua – duanya mati.
kali ini yang mati bunuh diri paling bokapnya ( osama ),
karena sakit hati ngeliat anaknya ngga sepaham dg dia.
ya itulah cinta
Kayak pelem2 aja..tunggu aja ntar ada sutradara hollywood yang buat film beginiian, anak teroris pacaran dgn putri impian musuh sang teroris..pasti box office deh
Skenario dibuat ame arek yahudi,
tukang kat….kat…nye….amerika
Tempat suting di belande
Badan sensor siape….?
badan sensor nya… yah indonesia lahhhh
)
biar gampang di atur
@ Srikandini
Asal jangan di buat jadi Sinetron Inonesia. Entar ceritanya bertele2 dan logikanya kagak jelas.
Kalau jadinya di buat sinetron Indonesia…Gubrakkk.
itulah namanya cinta…
semuanya serba mungkin…
walau banyak yang ga setuju…
maju terus pantang mundur…
(ini jenis pantun abcd)
Hebat ye mereka…
Syaludddd….
Cinta mo dilawan…….., beraaaaaat…..mack…!
Kalau cinta udeh melekat……..
Taek gigi terasa coklat………
Omar dan Jane udeh sepakat……
Sehidup semati sampe kiamat…..
Piramida Giza saksi bisu ……
Tempat awal mereka bertemu…..
Wahai dunia yang kaku ………
Ijinkan kami tetap bersatu…..
Wahai…..Obama…..wahai Inggris….
Dengarlah puisi cinta kami………..
Kami bagai sepasang belibis……….
Mencari peace kesana kemari……….
Pis…..pis….pis……
@ si binyun
Kata orang, jatuh cinta membuat orang tiba2 berbakat jadi penyair/sastrawan.
Gue jadi bingung. Yang jatuh cinta si Omar, tapi yang jadi penyair, kok si binyun.
Oh.Mungkin sama2 penggemar janda.
@Si Binyun & Darmadi
Kek… kek.. kek… amboooiiii…
ye……ye……
tau aje loe…..
@ riezieq
Ya..hebat.
Ternyata Osama yang katanya teroris, demokratis juga soal cinta.
Buktinya dia ngasih kebebasan buat anaknya, buat milih jodoh.
Hidup itu memang penuh warna. He…he..he…