<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Feature, andalan koran hadapi media elektronik</title>
	<atom:link href="http://blogberita.net/2008/07/14/feature-andalan-koran-hadapi-media-elektronik/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blogberita.net/2008/07/14/feature-andalan-koran-hadapi-media-elektronik/</link>
	<description>Blog berita terbaru artikel unik video terbaik</description>
	<lastBuildDate>Sun, 06 Sep 2009 02:16:28 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
	<item>
		<title>By: Kompetensi wartawan sangat penting, jadi artikel ini perlu dipelajari</title>
		<link>http://blogberita.net/2008/07/14/feature-andalan-koran-hadapi-media-elektronik/comment-page-1/#comment-9129</link>
		<dc:creator>Kompetensi wartawan sangat penting, jadi artikel ini perlu dipelajari</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Apr 2009 05:23:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blogberita.net/2008/07/14/feature-andalan-koran-hadapi-media-elektronik/#comment-9129</guid>
		<description>Silakan bila ingin mengkritik, tapi pakai etika, karena begitulah manusia beradab. Blogberita.net akan menghapus komen yang tidak berkaitan dengan topik artikel, dan komen spam. Untuk menanggapi komentar sebelumnya, klik [reply to this comment], dan untuk membatalkan, tekan &quot;click to cancel reply&quot; di bawah tombol &quot;Kirim&quot;. SILAKAN HAPUS SEMUA PESAN INI, DAN MULAILAH BERKOMENTAR.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Silakan bila ingin mengkritik, tapi pakai etika, karena begitulah manusia beradab. Blogberita.net akan menghapus komen yang tidak berkaitan dengan topik artikel, dan komen spam. Untuk menanggapi komentar sebelumnya, klik [reply to this comment], dan untuk membatalkan, tekan &#8220;click to cancel reply&#8221; di bawah tombol &#8220;Kirim&#8221;. SILAKAN HAPUS SEMUA PESAN INI, DAN MULAILAH BERKOMENTAR.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Nana Simbolon</title>
		<link>http://blogberita.net/2008/07/14/feature-andalan-koran-hadapi-media-elektronik/comment-page-1/#comment-7422</link>
		<dc:creator>Nana Simbolon</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 14 Nov 2008 13:16:58 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blogberita.net/2008/07/14/feature-andalan-koran-hadapi-media-elektronik/#comment-7422</guid>
		<description>horas bang!!!aku kok susah untuk memulai buat artikel berbentuk feature, bisa berikan contoh artikel bentuk feature lebih banyak gak bang? mauliate godang da bang...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>horas bang!!!aku kok susah untuk memulai buat artikel berbentuk feature, bisa berikan contoh artikel bentuk feature lebih banyak gak bang? mauliate godang da bang&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Dahlan</title>
		<link>http://blogberita.net/2008/07/14/feature-andalan-koran-hadapi-media-elektronik/comment-page-1/#comment-4553</link>
		<dc:creator>Dahlan</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 16 Jul 2008 02:12:17 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blogberita.net/2008/07/14/feature-andalan-koran-hadapi-media-elektronik/#comment-4553</guid>
		<description>Kompetensi wartawan sangat penting. Tentang ini, saya ingin menambahkan. Silakan kunjungi http://dahlandahi.blogspot.com/2008/07/kompentensi-wartawan.html. Di situ dijelaskan soal hard competence dan soft competence wartawan.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kompetensi wartawan sangat penting. Tentang ini, saya ingin menambahkan. Silakan kunjungi <a href="http://dahlandahi.blogspot.com/2008/07/kompentensi-wartawan.html" rel="nofollow">http://dahlandahi.blogspot.com/2008/07/kompentensi-wartawan.html</a>. Di situ dijelaskan soal hard competence dan soft competence wartawan.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Hanny</title>
		<link>http://blogberita.net/2008/07/14/feature-andalan-koran-hadapi-media-elektronik/comment-page-1/#comment-4515</link>
		<dc:creator>Hanny</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 15 Jul 2008 10:07:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blogberita.net/2008/07/14/feature-andalan-koran-hadapi-media-elektronik/#comment-4515</guid>
		<description>Artikelmu sangat bermanfaat buatku, Bang Jarar, salam kenal.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Artikelmu sangat bermanfaat buatku, Bang Jarar, salam kenal.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Dongansahuta</title>
		<link>http://blogberita.net/2008/07/14/feature-andalan-koran-hadapi-media-elektronik/comment-page-1/#comment-4453</link>
		<dc:creator>Dongansahuta</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 14 Jul 2008 04:59:55 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blogberita.net/2008/07/14/feature-andalan-koran-hadapi-media-elektronik/#comment-4453</guid>
		<description>Saat ini kebanyakan Koran tidak terlampau memikirkan Feature atau apapun itu, karena kebayakan koran dalam memuat berita tujuannya hanya untuk kepentingan. Trennya sangat mudah kita lihat, misalnya Koran &quot;A&quot; beritanya seputar kejelekan pejabat ini, tanpa menulis kebaikannya, kebalikannya dapat kita lihat  Koran &quot;B&quot;.  

Banyak perusahaan penerbitan dibuka hanya untuk tujuan-tujuan tertentu, bukan untuk dijadikan sebagai salah satu alat control sosial, penyambung lidah dan sekaligus media informasi untuk memberitahukan apa sebenarnya yang terjadi, sehingga kita semua dapat memberikan penilaian. Hal inilah yang dimanfaatkan oleh banyak orang sehingga tujuan daripada pemberitaan menjadi tidak jelas (topengan).

Berlangganan koran hanya untuk menghindari penulisan jelek itu sudah merupakan hal yang biasa dikalangan pejabat, kadang ordernya juga didampingi jatah bulanan (?). dan ini sudah terbukti sangat ampuh (khususnya di Tobasa). Saya lihat banyak wartawan (tempo), peliput berita dll di Balige, namun berita tentang Balige (Tobasa) sangat minim sekali, padahal media sangat berguna sebagai sumber informasi,kebenaran (fakta)  dalam mengambil keputusan. Banyak hal yang dilaporkan &quot;baik dan beres&quot; oleh para pelaksana dilapangan (ABS), namun pada  kenyataannya berbeda, disini pemberitaan di  media tersebut dapat dijadikan sebagai pembanding untuk segera melakukan perbaikan. 

Banyak kenyataan- kenyataan yang sebenarnya terjadi, dijadikan sebagai objek dengan alasan  &quot;wartawan tidak digaji&quot;. Namun bagi sebagian orang yang masih punya idealis, mencari cara menulis melalui media lain (blog.berita - terima kasih) walaupun harus hidup pas-pasan.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saat ini kebanyakan Koran tidak terlampau memikirkan Feature atau apapun itu, karena kebayakan koran dalam memuat berita tujuannya hanya untuk kepentingan. Trennya sangat mudah kita lihat, misalnya Koran &#8220;A&#8221; beritanya seputar kejelekan pejabat ini, tanpa menulis kebaikannya, kebalikannya dapat kita lihat  Koran &#8220;B&#8221;.  </p>
<p>Banyak perusahaan penerbitan dibuka hanya untuk tujuan-tujuan tertentu, bukan untuk dijadikan sebagai salah satu alat control sosial, penyambung lidah dan sekaligus media informasi untuk memberitahukan apa sebenarnya yang terjadi, sehingga kita semua dapat memberikan penilaian. Hal inilah yang dimanfaatkan oleh banyak orang sehingga tujuan daripada pemberitaan menjadi tidak jelas (topengan).</p>
<p>Berlangganan koran hanya untuk menghindari penulisan jelek itu sudah merupakan hal yang biasa dikalangan pejabat, kadang ordernya juga didampingi jatah bulanan (?). dan ini sudah terbukti sangat ampuh (khususnya di Tobasa). Saya lihat banyak wartawan (tempo), peliput berita dll di Balige, namun berita tentang Balige (Tobasa) sangat minim sekali, padahal media sangat berguna sebagai sumber informasi,kebenaran (fakta)  dalam mengambil keputusan. Banyak hal yang dilaporkan &#8220;baik dan beres&#8221; oleh para pelaksana dilapangan (ABS), namun pada  kenyataannya berbeda, disini pemberitaan di  media tersebut dapat dijadikan sebagai pembanding untuk segera melakukan perbaikan. </p>
<p>Banyak kenyataan- kenyataan yang sebenarnya terjadi, dijadikan sebagai objek dengan alasan  &#8220;wartawan tidak digaji&#8221;. Namun bagi sebagian orang yang masih punya idealis, mencari cara menulis melalui media lain (blog.berita &#8211; terima kasih) walaupun harus hidup pas-pasan.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

