“Jika rumah tangga Anda di ambang kehancuran, cobalah memeluk pasangan Anda 20 kali sehari. Saya yakin Anda berdua tak akan bercerai,” kata master reiki di India.
“Untuk bertahan hidup, kita membutuhkan 4 pelukan sehari. Untuk kesehatan, kita butuh 8 pelukan perhari. Untuk awet muda, kebahagiaan, kita perlu 12 pelukan perhari,” kata Virginia Satir, terapis keluarga.
Mungkin Anda sedikit heran, benarkah pelukan memiliki kekuatan yang begitu hebat, hingga bisa membuat sehat, panjang umur, dan awet muda? Kapan terakhir kali Anda memeluk seseorang atau seseorang memeluk Anda? Jika jawabannya jarang atau bahkan tidak pernah sama sekali, coba ingat-ingat, apa yang belakangan ini Anda rasakan? Bisa jadi Anda sering sakit-sakitan, depresi, stres, sakit kepala, dan emosional.
Berbagai penelitian menunjukkan terapi pelukan bisa menyembuhkan penyakit fisik dan psikis. Bisa mengatasi stres, depresi dan lain-lain. Orang yang dipeluk, ataupun memeluk, merasakan adanya kekuatan cinta yang mengelilingi mereka. Kekuatan ini yang membuat kekebalan tubuh kita semakin meningkat.
Saat berpelukan, tubuh melepaskan oxytocin, hormon yang berhubungan dengan perasaan damai dan cinta. Hormon oxytocin ini membuat jantung dan pikiran sehat. Hormon oxytocin ini baru bisa keluar jika manusia memiliki kehidupan sehat, merasa damai dan tentram.
Terapi pelukan hampir sama dengan terapi jalan kaki. Terapi pelukan meningkatkan keseimbangan tubuh, kesehatan, dan mengurangi tingkat stres, khususnya para profesional muda yang bekerja di kota metropolitan.
Pelukan bukan berarti Anda harus mencari suami atau kekasih untuk melakukan hal ini. Pelukan dapat dilakukan pada siapa saja dengan penuh kasih dan damai. Tentu saja pelukan ini bukan berkonotasi negatif apalagi mengikutsertakan gairah. Pelukan ini juga bukan ‘pelukan sosial’, seperti berjabat tangan, mencium pipi kiri dan kanan, seperti yang dilakukan oleh budaya masyarakat beberapa negara pada saat pesta atau pertama kali bertemu.
Pelukan yang dimaksud adalah pelukan saling menyentuh, tubuh dengan tubuh saling mengikat dan menyentuh. Ketika saling berpelukan, akan terasa perasaan nyaman dan damai.
Di Indonesia juga beberapa negara lainnya berpelukan hanya dilakukan pada pasangan suami istri, saudara, orang tua ke anaknya. Di Amerika sebuah lembaga ada yang mengkoordinir untuk mengadakan Free Hug di jalanan. Jangan kaget jika suatu Hari, saat Anda berkunjung ke Amerika dan Eropa, melihat beberapa orang dengan papan besar di dada, bertuliskan Free Hug. Mereka adalah para relawan yang memberikan terapi pelukan pada setiap orang yang membutuhkan.
“Tapi, kita harus ingat. Walau sekadar jabat tangan dan menyentuh pipi dengan pipi, ini juga ada manfaatnya. Ada rasa kehangatan ketika kita saling berjabat tangan. Namun bila ini dilakukan lebih dari ini, yaitu dengan pelukan erat. Tentu lebih bermanfaat, unsur terapinya lebih tinggi,” ujar Dr. Bhagat, salah satu doktor yang meneliti pengaruh pelukan di India.
Diharapkan masyarakat mengerti akan manfaat sentuhan dan pelukan. Sehingga pasangan suami istri, semakin sering berpelukan dan bersentuhan. Juga makin sering memeluk anak-anaknya. Seluruh bagian di kulit kita memiliki organ perasa. Dari ujung kaki hingga kepala adalah area yang sensitif bila disentuh. Bahkan ketika bayi masih di dalam kandungan walau dilindungi air ketuban, dia sangat menyukai sentuhan kasih sayang dari ke dua orang tuanya. Jika sering disentuh, bayi dalam kandungan akan tumbuh menjadi bayi yang sehat dengan pertumbuhan yang bagus. Selain itu secara psikis bayi akan tumbuh menjadi seorang yang penyayang.
Anak-anak yang sering disentuh, dibelai dan dipeluk oleh orang tuanya juga akan tumbuh menjadi anak yang sehat. Mereka akan merasa nyaman dan memiliki kepercayaan diri. Pertumbuhan dan kesehatan pun lebih bagus dibanding dengan anak-anak yang jarang disentuh, dibelai dan dipeluk.
Pada orang tua pun, sentuhan dan pelukan sangat berarti. Apalagi pada saat kehilangan seseorang, depresi, stres. Dengan berpelukan, orang dewasa merasa ada orang yang memperhatikan, ada orang yang mencintainya, membutuhkannya. Seluruh kulit Kita, sangat peka dengan pelukan, dan sangat membutuhkan sentuhan hangat dan erat.
Seorang master reiki di Mumbai, India, berkata, “Pelukan salah satu alat untuk bertransformasi. Dengan pelukan satu pribadi dengan pribadi lain semakin dekat. Jika hubungan Anda dengan orang lain renggang. Salah satu cara agar hubungan itu menghangat dengan memeluknya.”
“Jika rumah tangga Anda di ambang kehancuran, cobalah memeluk pasangan Anda 20 kali sehari. Saya yakin Anda berdua tak akan bercerai. Selain itu, hidup Anda berdua akan lebih bahagia, sehat, dan awet muda. Serta Anda akan terhindar dari stress dan depresi.”
Dr Harold Voth, senior psikiater di Kansas, Amerika Serikat telah melakukan riset dengan beberapa ratus orang. Hasilnya, mereka yang berpelukan mampu mengusir depresi, meningkatkan kekebalan tubuh, awet muda, tidur lebih nyenyak, lebih sehat.
Jika bayi atau anak-anak rewel atau sakit. Jangan biarkan mereka sendirian. Peluklah. Dengan memeluk, mereka akan merasa nyaman. Sehingga kekebalan tubuhnya lebih baik, dan kesehatan mereka pun akan jauh lebih baik. Anda sebagai orang tua pun mendapatkan efek baik dari terapi pelukan ini. Anda akan jauh lebih sehat, muda, terbebas dari depresi.
Pelukan dapat menyembuhkan sakit fisik dan psikis. Sentuhan yang dihasilkan dari pelukan membantu mengurangi rasa sakit. Beberapa penyakit parah sering kali membuat penderitanya merasa frustasi, marah, tak mungkin penyakitnya bisa disembuhkan. Dengan pelukan, pasien yang frustasi ini merasa nyaman. Pelukan memberikan energi positif pada emosi pasien. Sehingga mengubah emosi negatifnya menjadi emosi positif. Apalagi bila pasien mendapatkan pelukan dari orang yang dicintainya.
Bukankah cinta itu adalah kekuatan yang maha dahsyat? — Sumber artikel: Yoicer, sumber ilustrasi: Ravenmedium
- Terima kasih untuk Hanna Stolz-Sihombing di Jerman yang mengirim artikel ini ke Blog Berita
- Lihat contoh video 3 gadis beri pelukan gratis bagi siapa saja yang mau

Artikel ini boleh dikutip HANYA JIKA disebutkan sumbernya www.blogberita.net DAN dibuat tautan-balik. Supaya tidak ketinggalan artikel terbaru, langgani RSS Feed, gratis!



















@ Hanna
Sayang disini suami istri jarang sekali berpelukan kecuali suami menang judi he he he
@kevin.
Mangkanye Vin, mulai sekarang diterapkan.
jangan hanya ada uang abang disayang, ngak ada uang abang diterjang.
Kira2 ada ngak yang mau dijadikan sebagai ”Relawan”.
Coba kalau saya ada disana , pasti tiap hari pelukan ame mas Darmadi atau siape saja yang merindukan pelukan.
Atau mungkin perlu dicarikan Sponsor barangkali.
O..ya sekarang ini di India, methode ini mulai digalakkan oleh yayasan ibu2 yang bersedia turun ke jalanan, dan sering kita ikutin / lihat di TV dimana ”Anak2 jalaanan”( kinder straße) terlihat berlari untuk menyambut serta memeluk ibu2 yang setiap pagi datang mengunjungi mereka secara bergiliran.
@ Hanna Stolz
“O..ya sekarang ini di India, methode ini mulai digalakkan oleh yayasan ibu2 yang bersedia turun ke jalanan, dan sering kita ikutin / lihat di TV dimana ”Anak2 jalaanan”( kinder straße) terlihat berlari untuk menyambut serta memeluk ibu2 yang setiap pagi datang mengunjungi mereka secara bergiliran”
Han ..indonesia jelas lebih maju dong ..yayasan ibu2 jablay (jarang dibelai)mulai turun ke jalan minta para suami agar sesering mungkin membelai istrinya kalo perlu sampai tangan suaminya kapalan saking sering membelainya..!
Ach….So..!!!!
Setelah baca 2-3 kali baru saya ngeh..
Ternyata turun ke jalan ,kalau diartikan ,
artinya ”demonstrasi”
Maksud saya disini , turun ke jalan, adalah,
mengunjungi anak2 jalanan.
Wah.. masih harus banyak belajar bahasa ini bah…
Kelihatannya Bang Darmadi juga Jable ya?= jarang dibelai??
@ hanna
“Ternyata turun ke jalan ,kalau diartikan ,
artinya ”demonstrasi”
yah itu kata saya ..kalo kata Darmadi turun kejalan artinya “nyopet”
@ Kevin
Wajah gue, kayak Roy Marten gini kok di bilang nyopet.
Kalo nodong, iye.
MULAILAH BERKOMENTAR:
” setiap hari setiap pulang kerja,setibanya aku di depan pintu rumah, kedua anakku selalu memelukku, lalu bertanya: “ada kue?” . Bagiku Pelukan dan Kue sama pentingnya bagi tubuh kita. ” Sama-sama berenergi. Tx for Blogberita.
@ moramona
Kayak sinetron aje.
Berpelukaaaaaaaaaaaaaaannnnnnnnn……..!
Makanya setiap penyelesaian sengketa, ke 2 belah pihak yang bersengketa selalu di akhiri jabat tangan dan
berpelukan, begitu juga disaat orang bertemu dan berpisah
juga selalu kita lihat berpelukan bukan !!
Karena pelukan itu memang menandakan kebersatuan, kedamaian, dan kehangatan.
Teletabis juga setiap mau berpisah selalu
Berpelukaaaaaaaaaannnnnnnnn!!!
Cobalah sering2 berpelukan, pasti lebih sehat dan ceria.
Betul ito manfaat pelukan itu menambah ceria ,
kita tiap hari pasti memeluk istri & anak , saat itu keceriaan dan kedekatan kita sama mereka akan bertambah…kalau pikiran sudah senang mudah2an penyakit menjauh..
@ Hanna
Untuk pembuktian, mau dong mbak Hanna ‘jadi relawan’ untuk di peluk sama gue.
Gue pasti jadi panjang umur. he..he…
@ Darmadi
Loe nya sih panjang umur tapi Hanna dijamin pendek umur !
@ Hanna
Kayak lagu Changcuter
Bagi gue, anugerah
Bagi loe, musibah.
Nasib..nasib.. he..he..he…
eit..eit…nanti dulu!
bukan sembarang di peluk ato di cium,
jangan2 pasangan kite ade mau nye
itu namanye peluk & cium Judas..
Mang ucup,
Itulah power/Kraft/kekuatan dari sebuah pelukan.
Coba kalau Judas hanya dengan cara menunjuk/memberi tanda
siapa Yesus, pasti tentera Romawi itu tidak akan percaya.
Setuju, memang sekarang banyak orang yang mulutnya judas. udah mulut nya judas, tampang nya juga judas.
@ Hanna Schotlz
Peluk pasangan 20 kali sehari biar panjang umur. (Katanya)
Kalo pasangan kita (pardijabu), pake daster dekil, rambut belum disisir, badan bau asap karena habis masak, belum mandi pagi, terus kita peluk 20 kali sehari justru umur jadi pendek.
Makin stress……
@Darmadi.
Mungkin beda2 ya..
Kalau di Amerika/ Eropa dan negara barat lainnya,
Aroma sebau apapun tidak akan tercium dan akan ditutupi oleh kehangatan/ keikhlasan pelukan yang kita berikan pd seseorang.
Buktinya di pagi hari, kebiasaan berpelukan dan berciuman diantara keluarga/ serumah, suami isteri dan anak , kalau ada oma,opa.
Dan bau mulut di pagi hari biasanya tidak tercium oleh kita.
Di Jerman khususnya, pelukan itu sudah membudaya dari dulunya.
berpapasan di pintu saja didalam rumah, anak , suami, isteri sudah spontan( reflex barangkali) memberikan pelukan dan ciuman.Bayangkan saja,hanya untuk buang sampah keluar yang hanya 5 menit saja, pasangan kita sudah memberikan pelukan dan ciuman dipintu, begitu juga kembali dari buang sampah.
Jadi saya percaya itu, berpelukan apalagi ditambah berciuman, adalah menambah gairah, semanggat , kenyamanan dan kesenaggan batin seseorang.
Khususnya bagi orang sakit, umpamanya kita lagi berbaring di RS , sakit yang kita derita, akan berkurang kalau perawat/ Dr , membelai, mengelus kita bukan?, apalagi ibu2 yang menahan rasa sakit dalam proses persalinan baby, kalau perawat /Dokter mengelus elus perut dan badan kita, rasa sakit tadi akan jauh berkurang .
Sedikit mengenai asal terjadinya Free-Hugs (Frei-Umarmen= Jerman).
Kisah(kejadian benar2) iniberawal dari Seorang pemuda yang melakukan bunuh diri dengan terjun dari sebuah jembatan ditengah kota.
Setelah melalukan pemeriksaan di apartmen pemuda tsb, Polisi dan Dr menemukan sepucuk surat dari lemari pemuda tsb.
Dalam surat ,pemuda itu menulis,;
Saya akan berjalan dari apartment menuju Jembatan kota untuk kemudian menghabisi hidup saya dengan cara melompat dari jembatan.
Namun; (kata pemuda dalam suratnya)jika ada seseorang yang berpapasan dengan saya di jalan dan memberikan senyum dan pelukan kepada saya, maka saya akan mengurungkan niat saya untuk melompat dari jembatan.
Akan tetapi, malang benar nasib pemuda itu, selama dalam perjalanan menuju jembatan, tak seorangpun yang memberikan senyuman dan pelukan kepada pemuda tsb, dan pemuda inipun mengahiri hidupnya dari atas jembatan.
jadi rekan2 ,mulai saat ini berikanlah senyummu dan pelukan hangat bagi orang2 yang benar2 sangat mendambakannya.
Horas ma.
Liebe Grüße aus Deutschland.
@Hanna Stolz
Bukan mungkin beda tapi memang beda banget.
Di Eropa atawa Amerika udarenye dingin habis dan itu dapat menutupi aroma bau. Bahkan, maaf, bau kentut aje mungkin tidak tercium. Nah, di Indonesia atau wilayah tropis lainnye, jangankan bau kentut, baru gejalenye aje aromenye udeh buat orang semaput. Dan kenape bau mulut bangun pagi tidak tercium aromenye, la iyalah… disana orang2nye pade ngulum permen karet ketika tidur. Jadi, bangun pagi mulut mereka tetap harum. Makenye, sering kite lihat di film2 barat sono bangun tidur kagak masaleh cium2an dulu. Semacam appetizer breakfastlah.
Budaye kite disini dengan disono emang beda.Disana sehabis buang sampah ciuman atau pelukan biase, disini sehabis buang sampah lalu meluk/merangkul bini sambil ngelus2, ya… disemprot deh.
Soal memberi ciuman atau menerima ciuman dipipi ketika ketemu keluarga dekat atau teman2 dekat, sebenarnye merupekan hal biase juge di Indonesia tapi tidak seintens di barat. Dan bise2 dianggap kurang kerjaan, setiap ketemu cap-cup, cap-cup. Capek..deehhhh….
Menurut ane, hanye dengan melempar senyuman aje udeh membuat orang lain senang, koq. Namun, kite juge tau tidak semue orang bise melakukan itu. Padahal senyum itu merupekan ibadah juge. Dan ciri2 orang yang EQnye tinggi adalah mudah tersenyum, kayak ane…….he3x
Akh.. ngak juga Mr Binyun.
Kate siape mulut orang Barat harum…
Orang barat ngak ngunyah permen sambil tidur, malah senangnya ngunyah keju.
makanya mulut orang barat bau keju seperti bau bangke.
tapi seperti yang saya katakan, kalau pelukan dan ciuman kita sunggu2 dan didasari rasa cinta, bau bangke pun terasa bau parfum Channel bukan?..
@ hanna
“makanya mulut orang barat bau keju seperti bau bangke.”
Untung gw ga jadi kawin ama orang barat ha ha ha