Andaliman? Bah, jadi kangen masakan Batak
Oleh Leonardo Simanjuntak — Andaliman adalah bumbu masakan khas Batak yang termasuk tanaman liar. Rasanya pedas, tapi tidak seperti cabai. Bikin lidah, hm…, makan yuk!
Tanaman andaliman sebenarnya termasuk tumbuhan liar. Banyak tumbuh di tanah kering di dataran tinggi dan rendah. Tanaman yang satu ini merupakan komoditi pelengkap masakan khas orang Batak. Berbagai jenis masakan khas Batak seperti sangsang, na niura, na tinombur, atau arsik, rasanya tidak klop tanpa kehadiran andaliman.
Tanaman ini menurut penuturan sejumlah warga di Kecamatan Pangaribuan, Taput, dulunya tumbuh sendiri, seperti halnya haminjon (kemenyan). Entah siapa yang pertama kali menemukan dan menguji coba, jadilah andaliman menjadi bumbu pelengkap masakan khas Batak hingga kini.
Andaliman tumbuh liar di antara semak seperti harimonting di tanah-tanah kering yang tidak diusahai. Tingginya bisa mencapai satu sampai satu setengah meter. Buahnya kecil-kecil, dan dalam satu batang sekali musim berbuah bisa mencapai satu sampai tiga ons.
Dan belakangan, banyak warga desa di Taput makin menyadari andaliman sumber pendapatan lumayan. Di beberapa kecamatan, andaliman sudah diremajakan dengan cara tersendiri, seperti halnya di wilayah Humbang. Hasil produksi andaliman pemasarannya kini semakin luas, terutama di daerah-daerah komunitas etnik Batak, seperti Jakarta, Pekanbaru, Batam, Medan, Siantar, bahkan banyak pedagang andaliman sudah mencoba pemasarannya ke Surabaya, Bandung, dan Makasar meski dalam jumlah terbatas.
Apa keistimewaan andaliman? Beberapa pengusaha rumah makan Batak di Tarutung dan Siborongborong mengakui, tanpa andaliman, masakan seperti sangsang atau arsik, rasanya hambar. Ada citarasa spesifik ketika ditumbuk dengan cabai, membuat bumbu masakan menimbulkan aroma dan taste (citarasa) yang mengundang selera makan.
“Rasa pedas dan aroma andaliman beda dengan pedasnya cabai, sungguh pas di lidah orang Batak yang suka masakan pedas menggigit,” ujar Ama Roma Hutabarat, seorang pengusaha rumah makan kepada penulis.
Melihat prospek komoditi yang satu ini, sejak beberapa waktu lalu, Pemkab Tapanuli Utara (Taput) melalui Dinas Pertanian, telah memasukkan andaliman dalam daftar 18 produk tanaman perkebunan rakyat, yang layak dikembangkan. “Daerah ini potensial untuk pengembangan andaliman, terutama di kecamatan Siborongborong, Pagaran, Muara, dan Parmonangan,” ujar Ir Bloner Nainggolan, Kadis Pertanian yang kini beralih tugas menjadi Kakan Ketahanan Pangan Taput.
Di Taput tercatat 6 kecamatan yang sejak lama memproduksi andaliman, yakni Kecamatan Pangaribuan, Sipahutar, Pagaran, Siborongborong, Muara, dan Parmonangan. Di Parmonangan, luas pertanamannya mencapai 4 hektar, di Siborongborong 6 hektar, dan di Pagaran serta Muara 3 hektar. Pada 2004 lalu, produksi andaliman Taput mencapai 4.72 ton, dan naik menjadi 5.64 ton pada 2005. Produksi terbanyak dihasilkan Siborongborong sebanyak 1.75 ton pada 2005.
Andaliman, sekilas hanya sejenis tanaman remeh. Tapi yang jelas, andaliman sudah lama berperan melengkapi masakan khas Batak. Bukan hanya untuk konsumsi rumah makan, tapi juga untuk kegiatan pesta adat. [www.blogberita.net]
- Leonardo Simanjuntak mengirim artikel ini dengan judul Andaliman, Komoditi Pelengkap Masakan Khas Batak; dia bekerja sebagai wartawan dan penulis buku, tinggal di Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara.
- Foto andaliman kujepret pagi ini, saat isteriku memasak di dapur.
Kirim artikel ini ke teman
• Donasi • Hubungi Blog Berita

Busyet…cabenya banyak amat, mau masak arsik berapa kilo tuh bang !
BLOG BERITA: isteriku tidak sedang bikin arsik, ito, tapi sambal calok, “ditulluk-tulluk” dengan ikan robus.
[reply to this comment]
Escobar reply on 23 July 2008:
Itu namanya “sambal bumbu sapi”.
[reply to this comment]
Yunita Sidauruk reply on 24 July 2008:
Baru denger tuh
[reply to this comment]
Escobar reply on 24 July 2008:
Iya, soal nya daging sapinya cuma untuk bumbu bagi cabenya. Sekedar untuk menambah rasa aja di cabenya.
getuu..
Enak itu andaliman.
Biasanya ini menjadi oleh2 khas bagi orang batak di Eropa . kalau ada teman yang liburan ke Indo, kita selalu di bawain
oleh2 ”Andaliman.
Ini kita taruh didalam lemari es( frezer).
Disaat kita perlu, baru kita haluskan ,
tapi susahnya minta ampun karena sudah mengeras.
Nah.. oleh karena susah mengolahnya, tahun lalu waktu saya liburan di Indo, saya dapat ide, bawa andaliman ke jerman dalam bentuk yang sudah di giling halus.
Begitu tiba di Air port di Jerman, koper saya diperiksa, dan bungkusan andaliman tadi di ubek2 ama petugas,jadilah petugasnya puyeng dan batuk2 , dan andaliman tadipun melayang ke tong sampah.
Tapi saya ngak teralu sedih karena ikan teri goreng ,jahe dan laos saya masih bisa lolos .
Tapi ngak apa2 ito jarar, kalau mau kirim andaliman ke saya boleh juga asal dalam bentuk aslinya( belum di giling) di jamin
” Tombus”
[reply to this comment]
darmadi reply on 23 July 2008:
@ Hanna
Kasih alamat loe sekarang. Ntar gue kirim 1 kontainer.
Tapi, ongkos kirim dan Andalimannya, bayar di tempat tujuan.
He…he…he…
[reply to this comment]
Hanna Stolz-Shmbg reply on 24 July 2008:
@Darmadi,
Andaliman satu Conteiner? bakal ape?
Emang mau buka cabang senayan di Jerman ya?..
Palingan ngak jalan,Orang Eropa kurang suka makanan yang pedes.
Btw; , Ada yang lucu yang saya ingat waktu andaliman saya dulu di periksa dan di buang di di Airport,
petugas sepertinya kurang percaya akan keterangan saya.
Saya sudah jelasin kalau itu adalah sejenis bumbu /Sauce, dan namanya ;Andaliman.
Anehnya,petugasnya tidak bisa melafalkan” Andaliman”
dan selalu saja salah dan menyebutnya”Andalucya”
He…he..he…)
[reply to this comment]
Bung Leonardo
Bravo.
Ini baru namanya wartawan. Tulisan begini yang mestinya banyak di muat Blog Berita. Singkat, padat, tapi kita membacanya ringan dan mengalir. Dilengkapi data angka, tapi enak dibaca dan berisi.
Jelas, dia wartawan senior. Soalnya, kalau wartawan muda biasanya ‘berambisi’ menulis kasus korupsi dan politik, tapi membosankan.
Salut buat penulis dan Blog Berita.
[reply to this comment]
Leonardo reply on 23 July 2008:
He..he..he…
tak nyangka, tulisan Andaliman mendapat respon dari rekan-rekan sekalian. Semoga Andaliman bisa eksis selama bumi masih ada.
Tunggu tulisan berikutnya yang lebih seru…!!! dari Huta kita. Bosankan?? baca berita-berita politik dan koruptor yang muter-muter disitu aja. Perlu tulisan untuk refreshing, dapatkan hanya di blogberita.net
BRAVO… ANDALIMAN.
OK.
[reply to this comment]
h4um4 reply on 27 July 2008:
Bung Leonardo , bagus tulisan mengenai komoditi asli di bona pasogit ,barangkali bisa tulisan2 tentang tanaman2 yang hanya didaerah Batak…seperti andaliman.banyak teman2 nanya tentang andaliman waktu ada iklan teh botol….rasanya bergetarrr..
Mungkin masih banyak tanaman untuk bumbu atau obat khas batak kalau ada yang tahu bagi pengetahuan sama yang pembaca blog ini
Bung Leonardo ,Apa mungkin tanaman andaliman bisa dikembang biakkan / diremajakan..?kalau bisa mohon dinformasikan caranya, siapa tahu bisa kita tanam didaerah lain
horas
[reply to this comment]
Hanna Stolz-Shmbg reply on 24 July 2008:
Iya.. Ito Darmadi.
Memang ada kalanya kita merasa bosen kalau beritanya
hanya muter2 di satu sisi saja.
Apalagi berita2 mengenai korupsi, bupati Tobasa pindah kantor, kadis kesehatan Tobasa mengundurkan diri lengkap beritanya dihiasai dengan foto2 pejabat yang bersangkutan.
Kalau fotonya lumayan ganteng seh…ya.. ngak apalah !!
Ini.. malah foto dan beritanya sama buruknya,
( maaf.. buat ito jarar dan pendududk Tobasa , just kidding..)
Jadi seperti yang ito Darmadi katakan, perlu ada tulisan
yang menyegarkan untuk Refreshing. umpamanya ,
tentang makam Nomensen di Si gumpar?bagaimana perawatannya , dan bagaimana jumlah wisata/tourist yang berkunjung kesana.
Saya sendiri belum tahu , dan belum lihat itu makam nomensen.
( Nomensen adalah missionerist dari Jerman yang pertama ke Tanah Batak/ Sumatra dalam misi mewartakan agama Kristen)
Terus terang, saya sendiri tidak tahu mengenai sejarah ”Nomensen”dan kuburnya dimana.
Tapi syukurlah, Komunitas masyarakat Batak se Eropa bekerja sama dengan KBRI se Eropa, akan memperingati sekali gus menghormati beliau, dengan mengadakan pesta dan doa bersama pada tgl 2, dan 3 August 2008) di tempat kota kelahiran beliau yaitu,Nordstrand ( Pantai utara) yang letaknya kurang lebih 200 KM dari Hamburg dan ini sudah batas dengan Denmark. Nordstran ini adalah pulau di utara yang indah sekali.
Dan Nordstand inilah salah satu pulau yang paling dekat ke daratan dan daerah tempat kehidupan bagi jenis2 burung
Dan diwaktu air surut,akan kelihatan landasan pasir, sehingga orang dapat melaluinya berjalan kaki dari pulau Föhr sampai ke Amrun,dan dari pulau Nordstrand( kampung Nomensen) sampai ke Hallig Südfall yang memakan waktu 1jam 20 menit. Dan tanah pertanian inilah yang dinamakan ”wattenmeer”=Laut kapas.
Uniknya acara ini nanti akan dihadiri oleh salah satu cicit Nomensen, prime minister daerah tsb dan Duta2 besarRI di Eropa.
Dan Ulos pun akan diberikan nanti pd cicitnya.
Nah.. oleh karena pesta tidak lama lagi, sementara pengetahuan saya tentang sejarah Nomensen 0(NOL) besar, maka saya pribadi mulai mencari-cari buku sejarah beliau di Bibliotekh/ perpustakaan, siapa tahu nanti ada acara ramah tamah dan pertanyaan dengan keluarga Nomensen dan penduduk setempat,jadi sudah punya modal sedikit lah ceritanya untuk menjawab pertanyaan2.Tapi kalau modalnya ditambah blog berita lagi, ya.. akan lebih bagus lagi.
Coba kalau sama sekali tidak bisa jawab, kan.. malu..
Apa kata mereka nanti? katanya orang Batak, tapi sedikitpun tidak tahu sejarah Batak..
Ya….modar jadinya nanti. Iya..Toh ,!!
Btw;Bagaimana ada yang tertarik ikut ke pesta tsb?
Dipersilahkan…
Horas ma.
[reply to this comment]
Andaliman…..???
Lidah sampai gemetar kalau sudah makan bumbu yang satu ini…
Rasanya, makan arsik kalau ndak ada Andaliman, rasanya belum pas (kurang sedap).
Bicara tentang andaliman, abang Ir Wilson Sirait Anggota DPRD DKI Jakarta pernah sharing ama saya tentang bumbu yang luar biasa ini….
Konon katanya…. Andaliman adalah simbol watak dan jiwa orang Batak. Menurut putra Siantar ini, Tidak kebetulan Andaliman ada di Tanah Batak. Karena tanah Batak sangat erat hubungannya dengan Andaliman.
Saya sedikit bingung ketika anggota Dewan yang satu ini, membagikan cerita tentang Andaliman yang fenomenal itu. Tapi, karena gaya bahasa yang khas dan lucu, akupun jadi tertarik dan selalu terbahak-bahak dibuatnya.
Menurut Wilson Sirait, Andaliman mengandung arti yang sangat dalam. Jika dikaitkan dengan keberadaan Tanah Batak yang menyimpan banyak cerita, apa yang dikatakan Bang Wilson Sirait memang sangat beralasan.
Ketika komentar ini saya tulis, saya mohon ijin ke Beliau untuk menuliskannya… tapi belia bilang. “Suruh aja mereka menghubungi aku, entar aku beritahu.” katanya. Nah… bagi yang penasaran, silahkan menghubungi bang Ir Wilson Sirait. Beliau anggota DPRD DKI Jakarta. Seorang yang bisa diandalkan dan cocok menjadi wakil rakyat, hanya saja, banyak ndak suka karena dianggap kaku dan tidak bisa diajak kompromi. (ssstt, informasinya, Partai yang usung beliau tidak memberikan tempat untuk dia maju di Pemilu 2009. Maklum dia ngak bisa ngasih mobil atau apalah untuk partainya.)
Prinsipnya, cerita Andaliman yang dia bagikan sangat menarik dan sedikit lucu.
Nah yang tertarik, silahkan hubungi bang Wilson di : 0813 591 9297. Saya jamin anda akan tertarik, orangnya familier (siantarmen gituloh)dan terbuka…..
Untuk bang Leonardo, terima kasih untuk tulisannya. Senang membaca tulisan abang. Aku par Tarutung juga bang, di Simpang opat Hutabarat. Mamaku boru Hutabarat.
Untuk bang Siahaan, terima kasih karena sudah memberikan fasilitas yang keren di blog berita, aku sudah tidak perlu lagi membuka webt blog berita. karena aku sudah bisa buka di e-mailku…. sekali lagi. Mauliate lae, aku berharap suatu saat aku bisa mengunjungi lae Siahaan di Balige dan share tentang keberadaan/penilaian publik terhadap “wartawan” sekarang ini.
Horasma…
BLOG BERITA: terima kasih kembali, bang panggabean. dengan senang hati kutunggu kedatangan lae di balige.
[reply to this comment]
Nama Latin Andaliman : Zanthoxylum acanthopodium D.C
Familia: Rutaceae
Indonesia: Andaliman… Inggris: Sichuan pepper
Prokem Batak Toba : Endelemen. Coba aja di pasar Balige. Trus ada Nai Andaliman: nickname penjual yang cerewet habis…
[reply to this comment]
Memang mantap kali makan Arsik kalo pake Andaliman, maknyos jadinya.
Sekarang cari andaliman pun nggak harus ke Tanah batak, di Tangerang aja udah ada di Pasar Malabar, bumbu,ikan, kecap semuanya ada.
[reply to this comment]
Naso hea mangida bona ni andaliman (Zanthoxylum Acanthopodium), adong do dison:
(Yang belum pernah melihat pohon Andalaiman, click link dibawah)
(Zanthoxylum Acanthopodium).
[reply to this comment]
h4um4 reply on 30 July 2008:
Terimakasih lae …koleksi photonya bagus2
Horas
[reply to this comment]
yup…andaliman memang maknyos!!!
tapi harganya di kota pekanbaru…dongan-dongan
mahaaaaaal….
[reply to this comment]