Presiden RI 2009 menurut teori Joyoboyo

Posted by Jarar Siahaan on Jul 27th, 2008 and filed under Majalah Tempo, politik. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Both comments and pings are currently closed.

Konon urutan pemimpin Indonesia menuju kemakmuran adalah ”notonogoro” — urutan suku kata terakhir nama mereka. ”No” untuk Soekarno, ”to” untuk Soeharto, dan ”no” kedua buat Susilo Bambang Yudhoyono. Kini giliran “go”; maka Kivlan Zen, bekas petinggi TNI, mengubah namanya menjadi Sutiyogo untuk ikut Pilpres 2009. Bah, orang “ngelmu” kayak begini mau jadi presiden?

Majalah Tempo edisi pekan lalu menurunkan liputan utama berjudul Mimpi jadi presiden. Sejumlah tokoh sipil dan militer yang ingin jadi RI-1 diulas, salah satunya adalah Kivlan Zen. Blog Berita tergelitik membaca salah satu artikel Tempo tentang usaha Kivlan mempersiapkan dirinya menjadi presiden, yaitu dengan cara mengubah namanya agar sesuai ramalan Joyoboyo.

H spasi D, heran deh…. Di bawah ini Blog Berita mengutip artikel Tempo tersebut.

Pendukung Kivlan Zen percaya akan munculnya Satrio Piningit. Berbekal keris dan ramalan Joyoboyo.

Zaap…, Kivlan Zen melihat bola biru melesat ke angkasa. Tengah malam sudah lewat, mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat itu sedang tirakat di emperan musala di kompleks pemakaman Bung Karno di Blitar, Jawa Timur, awal Juni tahun lalu.

Kivlan, 63 tahun, telah selesai menjalani ritual nyekar di pusara sang Proklamator. ”Semoga Paduka yang Mulia diberi kelapangan di alam kubur,” kata pensiunan mayor jenderal itu menceritakan kembali pengalamannya. Bersama menantunya, ia melakukan salat malam dan kemudian tirakat.

Menurut Kivlan, ada lima peziarah lain yang menyaksikan bola biru melesat malam itu. Mereka menyebutnya lintang kemukus — dalam tradisi Jawa diyakini menjadi pertanda bakal munculnya Satrio Piningit. ”Sebulan kemudian, jam satu malam, saya bertemu dengan lintang kemukus lagi ketika naik mobil di Bintaro, Jakarta Selatan,” ujarnya.

Setahun setelah munculnya lintang kemukus itu, Kivlan mendeklarasikan diri sebagai calon presiden di Gedung Museum Kebangkitan Nasional, Jakarta. Ia mengusung slogan: ”Pembaruan dan Tegas”. Jualannya pembangunan pertanian dan energi bersumber alam. Ia mengklaim punya sumber energi baru yang dinamai ”fuel cell”.

Kivlan yakin dukungan politik dan dana untuknya akan datang. Ia pun siap memperluas kewenangan otonomi daerah, termasuk hak mengelola anggaran oleh pemerintah daerah. ”Para gubernur pasti mendukung saya,” ujarnya.

Bagi Anda yang sudah lupa dengan Kivlan Zen, mari sama-sama membuka catatan lama. Kivlan dulu pernah mengaku diperintah Panglima Tentara Nasional Indonesia Jenderal Wiranto membentuk Pam Swakarsa — milisi sipil yang dipersenjatai bambu runcing untuk melawan demonstrasi mahasiswa menjelang Sidang Istimewa Majelis Permusyawaratan Rakyat 1998. Wiranto membantah tudingan Kivlan itu dan jadilah keduanya berpolemik di media massa. Keduanya juga saling serang dengan cara menerbitkan buku.

Kini Kivlan bangkit lagi. Untuk meraih mimpinya, menurut orang dekatnya, ia mengejar dukungan hingga alam gaib. Sang calon presiden kabarnya memiliki guru spiritual bernama Ahmad Zakaria, pria 100 tahun yang mengklaim masih merupakan kerabat Keraton Yogyakarta. Kepada Kivlan, kata sumber itu, Zakaria memberikan pertanda: ”Presiden tahun depan bukan orang Jawa.” Ia pun meminta Kivlan cepat-cepat mengumumkan diri sebagai calon presiden.

Agar lebih sedap, ramalan lawas juga dibuka. Menurut teori Joyoboyo yang masyhur, urut-urutan pemimpin Indonesia menuju kemakmuran adalah ”notonogoro” — urut-urutan suku kata terakhir nama mereka. ”No” untuk Soekarno, ”to” untuk Soeharto, dan ”no” kedua buat Susilo Bambang Yudhoyono. Adapun B.J. Habibie, Abdurrahman Wahid, dan Megawati Soekarnoputri dianggap sebagai tokoh peralihan.

Nah, kini giliran yang punya nama ”go” untuk memimpin. Kivlan Zen jelas tak memenuhi syarat ini. Tapi itu tak jadi masalah. Ia sudah punya nama lain: Sutiyogo. Prosesi mengubah nama itu kabarnya telah dilakukan sebulan lalu.

Saat dimintai konfirmasi soal itu, Kivlan tak membantahnya. Ia berujar, ”Saya memang suka ngelmu, sejak berlatih silat ketika kelas II SMA di Medan.” Di mana pun bertugas ketika masih aktif di militer, ia mengaku selalu berguru kepada ulama. ”Saya pengikut tarekat Naqsabandiah.”

Satu lagi senjata pamungkas Kivlan: keris tujuh lekuk setengah meter dari besi kuning. Keris itu diberi nama Satrio P. Saat ditanyai apakah P itu merupakan singkatan dari ”Piningit”, Kivlan tangkas menjawab, ”Biar saja orang lain yang menafsirkan, nanti geger Indonesia.”

Nah, siapa berani melawan Sutiyogo, eh, Kivlan Zen? [Tempo/Budi Riza]

  • Foto Kivlan: Tempo/Dwi Djoko Sulistyo
tafbutton blue16 Presiden RI 2009 menurut teori Joyoboyo

Artikel ini boleh dikutip HANYA JIKA disebutkan sumbernya www.blogberita.net DAN dibuat tautan-balik. Supaya tidak ketinggalan artikel terbaru, langgani RSS Feed, gratis!

Masukkan email Anda untuk BERLANGGANAN GRATIS:

Setelah diklik, ikuti petunjuk dari FeedBurner, cek email Anda.

Jumlah pelanggan Blog Berita via RSS & email Cara tampilkan fotomu pada komentar. Jumlah Pembaca KLIK DI SINI

88 Responses for “Presiden RI 2009 menurut teori Joyoboyo”

  1. heruuu says:

    siapapun presidennya, sing penting rakyatnya makmur bung….!!!
    ini adalah tantangan untuk presiden ke depan. jagan cuma umbrus tok (omong doang) rakyat butuh bukti kalau pemimpinnya ngopeni rakyatnya. calag -caleg juga tu jangan kayak kacang lupa kulitnya, setelah menang dan enak dapet kursi empuk lupa sama yang milih…???emangnya kalian bisa maju sendiri apa???
    pengorbanan rakyat sudah sangat besar.

    apapun yang anda lakukan,kuncinya tetap satu

    LEMAH – LEMAH TELES +++ SING KUWOSO SING MBALES

    JANGAN PADA JADI KORUPTOR SEMUA+++ OKEY +++ THANK

  2. omar says:

    GOBANG

  3. paryago says:

    bung klo namanya satrio piningit itu orang nya pinter, suka menolong. bak seorang pahlawan, tidak mengharapkan imbalan . gak kayak bang kivlan belum apa2 udah berkoar2 dan blom punya andil terhadap negara. dia bisanya cuma ngomong doang. klo mo nyapres ya nyapres aja gak usah ganti2 nama segala. jendral pola pikirnya kok kayak gitu.mungkin sewaktu daftar jadi tentara dia nyogok( suap )supaya diterima jadi tentara.kasian dech bang kivlan.

  4. Ordilas says:

    Memang benar bahwa presiden masa peralihan atau masa transisi adalah BJ.Habibi, Gusdur, Mega. BJ. Habibi sebagai wakil menyelesaikan pemerintahan Soharto,Gusdur Tokoh sementara sebagai batu loncatan Megawati yang mengobati kepenasaranan masa PDI bahwa Mega dipantaskan untuk jadi Presiden sebagai Trah Soekarno, namun sebenarnya Mega hanyalah wayang belaka yang disetir oleh orang-orang bawahannya, sementara Mega sebenarnya tidak bisa memimpin dan itu menyalahi kodrat kepemimpinan. Presiden(pria/Bapak) harus memimpin Ibu Pertiwi. Ibu Negara adalah penyeimbang kebijakan jiwa pemimpin(Presiden).
    Saat ini Banyak orang yang mimpi jadi presiden, walapun usianya sudah udzur(lapuk & lemah). Orang-orang tua lebih baik jadi tokoh negarawan yang membimbing dan penasehat. Bila presiden dari kalangan usia tua baik kakek & nenek, berarti Indonesia akan dibawa kearah kemunduran hingga masuk jurang. Jangalah terlelu bermimpi untuk menjadi Presiden di Indonesia, bila hanya punya modal ambisi dengan sedikit kemampuan. Profil Pemimpin Indonesia adalah Berani Tegas Kuat lahir & batin ber spiritual. Profil lainnya adalah halus, santun, berkepribadian, ber tata krama, sabar, ulet, berstrategi, kalem, tenang dan pasti, pribadinya tidak pernah menyerang, menjelekan, mematahkan lawan politiknya, namun itu semua dilakukan dengan strategi yang tenang dan menghanyutkan.
    Boleh-boleh saja menyesuaikan & memastikan diri terhadap berbagai ramalan hingga merubah nama, namun itu sangatlah terlalu dibuat-buat & instan, bukan nama yang kodrat & alami.
    Bisa saja nama itu bukan Sutiyogo saja mungkin bisa Suprayogo, Chaniago, Sukargo, Suhargo, Yudhoyogo, Habigo, Gus-Go, Megawigo, Wirago, Amin Rago, Agum Gumego, Nurwago dll.

  5. dah……dari pada kita mikir tar siapa presiden Indonesia
    di Pemilu th 2009. kagak usah mikirin tuh iang namanya klenik-klenik. mao namanya yang berakhiran “go” / no kek, yg penting calon presiden kita ntu bisa memajukan Indonesia kita dan mensejahterakan rakyatnya dimana negara Indonesia kita jaya di mata dunia. JADI LEBIH PENTING, MENDINGAN KITA BERDOA MA TUHAN YME DIKASIH PRESIDEN YANG BISA BEGITU DEKAT DENGAN MASYARAKAT, DISAYANGI, DICINTAI DAN BISA DIBANGGAKAN OLEH MASYARAKATNYA SENDIRI DAN TENTUSAJA MEMAJUKAN INDONESIA KITA…

    JAYA INDONESIA

  6. anto says:

    ini Ramalan ki Ronggo warsito, coba disimak :

    Dipaparkan ada tujuh satrio piningit yang akan muncul sebagai tokoh yang dikemudian hari akan memerintah atau memimpin wilayah seluas wilayah “bekas” kerajaan Majapahit , yaitu :
    1. Satrio Kinunjoro Murwo Kuncoro,
    2. Satrio Mukti Wibowo Kesandung Kesampar,
    3. Satrio Jinumput Sumelo Atur,
    4. Satrio Lelono Topo Ngrame,
    5. Satrio Piningit HamongTuwuh,
    6. Satrio Boyong Pambukaning Gapuro,
    7. Satrio Pinandito Sinisihan Wahyu.

    Berkenaan dengan itu, banyak kalangan yang kemudian mencoba
    menafsirkan ke-tujuh Satrio Piningit itu adalah sebagai berikut :

    1. SATRIO KINUNJORO MURWO KUNCORO.
    Tokoh pemimpin yang akrab dengan penjara (Kinunjoro), yang akan membebaskan bangsa ini dari belenggu keterpenjaraan dan akan kemudian menjadi tokoh pemimpin yang sangat tersohor diseluruh jagad (Murwo Kuncoro).
    Tokoh yang dimaksud ini ditafsirkan sebagai Soekarno, Proklamator dan Presiden Pertama Republik Indonesia yang juga Pemimpin Besar Revolusi dan pemimpin Rezim Orde Lama. Berkuasa tahun 1945-1967.

    2. SATRIO MUKTI WIBOWO KESANDUNG KESAMPAR.
    Tokoh pemimpin yang berharta dunia (Mukti) juga berwibawa/ditakuti(Wibowo), namun akan mengalami suatu keadaan selalu dipersalahkan, serba buruk dan juga selalu dikaitkan dengan segala keburukan / kesalahan (Kesandung Kesampar). Tokoh yang dimaksud ini ditafsirkan sebagai Soeharto, Presiden Kedua Republik Indonesia dan pemimpin Rezim Orde Baru yang ditakuti. Berkuasa tahun 1967-1998.

    3. SATRIO JINUMPUT SUMELA ATUR.
    Tokoh pemimpin yang diangkat/terpungut (Jinumput) akan tetapi hanya dalam masa jeda atau transisi atau sekedar menyelingi saja (Sumela Atur). Tokoh yang dimaksud ini ditafsirkan sebagai BJ Habibie, Presiden Ketiga Republik Indonesia. Berkuasa tahun 1998-1999.

    4. SATRIO LELONO TAPA NGRAME.
    Tokoh pemimpin yang suka mengembara /keliling dunia (Lelono) akan tetapi dia juga seseorang yang mempunyai tingkat kejiwaan Religius yang cukup / Rohaniawan (TapaNgrame). Tokoh yang dimaksud ini ditafsirkan sebagai KH. Abdurrahman Wahid, Presiden Keempat Republik Indonesia. Berkuasa tahun 1999-2000.

    5. SATRIO PININGIT HAMONG TUWUH.
    Tokoh pemimpin yang muncul membawa kharisma keturunan dari moyangnya (Hamong Tuwuh). Tokoh yang dimaksud ini ditafsirkan sebagai Megawati Soekarnoputri, PresidenKelima Republik Indonesia. Berkuasa tahun 2000-2004.

    6. SATRIO BOYONG PAMBUKANING GAPURO.
    Tokoh pemimpin yang berpindah tempat (Boyong) dan akan menjadi peletak dasar sebagai pembuka gerbang menuju tercapainya zaman keemasan (Pambukaning Gapuro). Banyak pihak yang menyakini tafsir dari tokoh yang dimaksud ini adalah Susilo Bambang Yudhoyono. Ia akan selamat memimpin bangsa ini dengan baik manakala mau dan mampu mensinergikan dengan kekuatan Sang Satria Piningit atau setidaknya dengan seorang spiritualis sejati satria piningit yang hanya memikirkan kemaslahatan bagi seluruh rakyat Indonesia sehingga gerbang mercusuar dunia akan mulaiterkuak. Mengandalkan para birokrat dan teknokrat saja tak akan mampu menyelenggarakan pemerintahan dengan baik. Ancaman bencana alam, disintegrasi bangsa dan anarkhisme seiring
    prahara yang terus terjadi akan memandulkan kebijakan yang diambil.

    7. SATRIO PINANDITO SINISIHAN WAHYU.
    Tokoh pemimpin yang amat sangat Religius sampai-sampai digambarkan bagaikan seorang Resi Begawan (Pinandito) dan akan senantiasa bertindak atas dasar hukum /petunjuk Allah SWT(Sinisihan Wahyu). Dengan selalu bersandar hanya
    kepada Allah SWT, Insya Allah, bangsa ini akan mencapai zaman keemasan yang sejati.

  7. Sumargo says:

    Namaku SUMARGO. Berarti kalau menurut ramalan NO,TO,NO,GO,RO, presiden berikutnya saya. Saya mau nyalon,tp liat dulu hasil pileg. Tlg dukung saya ya! Hidup SUMARGO….!!!

    • Sumargo????
      aduh… go.. go… males ah ngedukung elu..
      abisnye jaman sekarang ne kalo kagak ade duwitnye suseh
      mau jadi ape2…. tau sendiri kan jaman sekarang ne, kencing aje meski bayar … ya ga coy…

  8. guest admin says:

    hehehe…mohon ijin ngeLink balik yah

  9. presiden 2009 menrut ramalan saya adalah Sri Sultan

    Dengan ramalan
    Sultan hamengkubuwono X S,X,2+9,11
    tahun 2009 2+0+0+9 =11
    11 = 11

    ramalan lengkap lihat di dukun presiden 2009

  10. Jangan Klik says:

    Keliatan beneer, klo :

    1.Calon pemimpin yg ga percaya diri.
    2.Ambisius dan takut gagal.
    3.Calon capres gagal.Hehehe

    yang penting mah karya bkn nama.

    • Presiden Republik Santet.com says:

      HANYAK.. LO HANYAK BISA NYA LO PADA NEROR ORANG HUWAAAA/
      HALEEE.. BIAR MATI KETAWA HAHAHAAA… BANG KIPLAN…
      BANG KIPLAN ALEE..ALEE
      NGOMONG2 PERNAH JD PASIEN NYA “MAK EROT” !!!
      ALEE … ALEEE..

Comments are closed

Advertisement

Arsip sejak Maret 2007

Gratis RSS-Email-Twitter

Klik Play-Tonton Video

Log in / BLOG BERITA mengizinkan konten web ini dikutip dengan syarat menyebutkan sumbernya www.blogberita.net dan membuat tautan-balik. Pengelola Blog Berita wartawan freelance Jarar Siahaan tidak bertanggung jawab atas komentar dan artikel tulisan pembaca. Balige Kabupaten Toba Samosir Provinsi Sumatera Utara Indonesia. Berita terbaru Artikel menarik Video unik terbaik.