Diduga lebih 10 orang yang pernah dibunuh oleh Very Idam Henyansyah alias Ryan [30], yang juga seorang gay. Psikolog Universitas Padjadjaran menilai pria dari Jombang itu sebagai psikopat. Ariel Somba Pamungka Sitanggang adalah salah satu korban pembunuhan Ryan.
Majalah Tempo edisi pekan ini menurunkan liputan utama soal kasus pembunuhan berantai Ryan. Sejumlah artikel mendalam ditulis, mengupas berbagai sisi kasus Ryan. Salah satunya adalah wawancara khusus Tempo dengan Ryan. Di bawah ini beberapa penggalan wawancara itu:
Kenapa kamu membunuh?
Aku enggak tahu. Aku bingung, aku pusing sekarang. [Ryan terus menangis.]
Sekali lagi, mengapa kamu membunuh?
Aku enggak tahu mau bilang apa. Aku melakukannya untuk melindungi orang-orang yang aku sayangi dan aku kasihi. Sekarang aku jadi korbannya.
Apa maksudnya kamu jadi korban?
Aku tidak bisa cerita sekarang. Aku cuma mau bilang aku tidak melakukannya sendiri.
Benarkah kamu membunuh Nyonya Nanik, yang hilang bersama putranya?
[Ia berhenti menangis. Ekspresinya marah. Matanya menatap tajam.] Aku enggak bunuh mereka. Cuma empat itu saja [yang ia bunuh]. Aku enggak kenal sama orang itu [Nanik].
Kemarin kamu bilang tidak sendiri membunuh. Siapa yang membantu kamu?
Sebenarnya yang membunuh bukan aku. Keluargaku yang membunuh mereka. Mereka tidak suka dengan kehidupanku. Mereka membunuh setiap pria yang dekat denganku.
- Untuk membaca artikel selengkapnya, silakan beli majalah Tempo edisi terbaru yang sudah beredar.

Artikel ini boleh dikutip HANYA JIKA disebutkan sumbernya www.blogberita.net DAN dibuat tautan-balik. Supaya tidak ketinggalan artikel terbaru, langgani RSS Feed, gratis!



















sick….
kayaknya sekeluarga deh.
pak presiden lindungi rakyatmu dari manusia jahat.
hukum mati kaum penjahat dan manusia jahat,
tdk salah jika negara menghukum mati pelaku kriminal dan koruptor. persetan dengan HAM, justru penjahat dan koruptor yang melanggar HAM
yah pokok.yh ryan tuh saLah sih . kasian orang2 iank uda dy bunuh . manx bNer ryan gay ? dapet bukti dari mNa ?
saiah kLaz 1 xma.
saiah merinding baca cerita ini . tapi emank ryan gay ya ? ahk ngga ngerti cerita.yh iank pntink tuh si ryan saLah uda bunuh2 orang iank gga punya saLah .
duuuh, saiah jugah merindings mbacah tulisan mbah putrih…susyaah mbacanyah….
sulit dimaafkan
gitu2 si ryan guru ngaji loh…. alias ustad…..
Halah,,,, hari gini masih bela orang yg sadis kyk Ryan. Udah jelas2 dia gay, pembunuh berdarah dingin, sadis,masa’ berani nya dibilang dia itu ustad?
Emang Ustad ada yg gay, pembunuh, sadis???
Kl emang ada lantas dmn nilai2 kerohanian yg dia ajar kan ke anak ngaji nya dia???
Dimana????
waduh mbak rose, jangankan ustadz sadis mbak, ustad aja ada yang cabulnya ngga karuan, dengan berbungkus agama, bebas aja menganggap wanita sebagai “barang”……
weleeh, miris dengernya, terjadi di negeri kita lg….fuuuh….
bukan feminisme yang kita dukung..
tapi kesehatan berfikir dan bertindak…
piss wae dab..
udah lah riel, ntar si RF karo2x marah2 lagi lho…jgn mancing2 lah…
soo..ada apa dengan seorang ustadz?
tp kalo di pikir2, masa iya sih, keluarga Ryan gak ada yg curiga, apalagi dgn begitu banyaknya korban di kubur di halaman sendiri.
Jangan2, sekeluarga Psikopat semua.
oh my… apa bener yang ryan bilang kalo dia ga membunuh tapi justru orantuanya lah yang membunuh?
bisa jadi memang bukan ryan yang melakukan pembunuhan tsb tapi justru keluarganya, karena kelihatannya selama introgasi oleh aparat dia tetap tenang. Ryan mungkin hanya jadi “korban” orang tuanya.
hore………
indonesia berhasil mencetak prestasi lagi…
setelah menjadi negara korupsi, sekarang ada lagi…
negara penghasil mutilator dan pembunuh sadis…
hidup indonesia…
MERDEKA…!!!
Hanya satu kata: SADIS. *bergidik ngeri*