Pendeta WTP Simarmata dan RJ Hutagaol, STh calon kuat.
LEONARDO SIMANJUNTAK, Mdp; TARUTUNG; BLOG BERITA
Sinode godang HKBP kembali digelar tanggal 01 s/d 07 September 2008 di Seminarium Sipoholon untuk memilih pucuk pimpinan HKBP periode 2008-2012. Selain agenda pemilihan Ephorus dan Sekjen, Sinode juga akan memilih Kepala Departeman ( Kadep ) Marturia, Kadep Diakonia dan Kadep Koinonia, selain memilih 26 Praeses Distrik.
Informasi yang disampakan Pdt. Pintor Simanjuntak, STh dari P. Siantar,Minggu (3/8), dalam Sinode diharapkan terpilih duet Pimpinan HKBP yang serasi, bisa bekerja sama terutama menjaga keutuhan dalam tubuh HKBP. Dikatakan, duet Pdt. JR Hutauruk – WTP. Simarmata yang terpillih pada SG 1998-2004 merupakan pasangan ideal yang perlu diteladani.
Menjelang SG 2008-2012 sejumlah nama muncul kepermukaan sebagai calon kuat Ephorus dan Sekjen. Untuk posisi Ephorus disebut Pdt. WTP Simarmata, MA kini masih menjabat Sekjen, Pdt. Dr. J. Sirait selain Pdt. Bonar Napitupulu yang sekarang menjabat Ephorus. Untuk posisi Sekjen nama-nama yang muncul adalah Pdt. RJ Hutagaol, Sth, Pdt. Ramlan Hutahayan, MTh dan Pdt. Sabar PT. Siahaan, STh, MBA.
Ke-6 Kandidat Ephorus dan Sekjen tersebut dinilai memiliki bobot yang layak diperhitungkan. Misalnya Pdt. WTP Simarmata yang sudah dua kali menjabat Sekjen ( 1998-2004 / 2004-2008 ) selain kini menjadi Ketua Umum PGI wil. SUMUT. Sedangkan RJ Hutagaol Yang disebut layak mendampingi Simarmata sebagai Sekjen pernah menjadi Praeses distrik Jawa-Kalimantan dan Praeses distrik Medan Aceh periode 1998-2004. HUtagaol saat ini bertugas sebagi Pendeta Resort HKBP di Malang (Jatim). Dua kandidat Sekjen lainnya yakni : Ramlan Hutahaean saat ini Pendeta Resort HKBP Tanah Tinggi Jakarta, sedangkan Sabar PT Siahaan adalah Praeses Distrik Labuhan Batu.
Menurut informasi yang disampaikan Pdt. Pintor Simanjuntak, STh melalui saluran telepon seluler, SG tahun ini didahului agenda pemilihan Ephorus, dilanjutkan pemilihan Sekjen yang baru, disusul Kadep Koinonia, Marturia dan Diakonia serta terakhir pemilihan 26 Praeses Distrik yang ada di HKBP. [www.blogberita.net]

Artikel ini boleh dikutip HANYA JIKA disebutkan sumbernya www.blogberita.net DAN dibuat tautan-balik. Supaya tidak ketinggalan artikel terbaru, langgani RSS Feed, gratis!



















HORASSS
Hal penting dalam sinode godang di Tarutung adalah siapapun pemimpin HKBP yang pintar/bodoh tdk penting yang terpenting adalah kami anak Rantau di JAKARTA tolong diperhatikan agama kristen dijakarta karena kristenisasi di Negara kita khusnya di Jakarta sangat mengerikan misalnya mo kebaktian gak bisa, membangun greja tdk boleh padahal tanah sudah di beli nah ini semua hrs dipikirkan para petinggi HKBP dan begitu juga warga HKBP mari kita bersatu ” seandainya ada yang ganggu kita pas waktu ibadah adu fisik juga jd jangan takut percuma kita makan B1 dan B2.. sikat terus percayalah hidup ditangan tuhan …
Langkah2 yang harus diperhatikan oleh para petinggi HKBP
1. Koordinasi dengan pemerintah/Depag kl bisa langsung dengan bpk SBY
2. bersatu di dalam greja masing2 jagan ada provokator
3. Laporan pertanggungjawaban keuangan jelas
4. Para pendeta jgn saling memojokkan
5. Pengangkata sintuan jgn mantan NARAPIDANA
6. Yang plng penting sekarang ini bagaimana membangun Greja di JAKARTA krn sudah banyak greja yang beli tanah tp peruntukannya tidak bisa untuk greja ini yang paling penting
hal no.6 ini yang paling penting tolong dijalankan kl mau HKBP exis dimana2…..biarpun saya HKI muara, dijakarta saya HKBP
Trims HKBP berkat HKBP saya bersatus PNS
dan sebagai doa saya ” Trimakasih Tuhan engkau masih memberikan kesehatan bagi kami semua umat kristian, dan kami berharap ya Tuhan berikan kedamain bagi Negara kami ini, ajrilah kami supa hidup tentram dan ingatkan umat2 yang lain sb negara kami ini berlandaskan pancasila dan UUD 45 disana tersirat Kebebasan beribadah ( Pasal 29 ayat 2 ) untuk itu kami berharap senantiasa perubahan2 yang kami rasakan kelak dimasa yang akan datang trima kasih tuhan berkati kami WNI dari sabang sampai merauke. aminnn
by. Lake Toba/Amura
Syalom
Saya ada sedikit cerita tentang HKBP. 1.5 tahun yang lalu saya pindah agama dari muslim ke kristen. selama 6 bulan saya bergumul akhirnya saya merasa yakin dengan agama yang saya pilih yaitu kristen. selama 6 bulan itu saya gereja di HKBP. setelah saya mantap akhirnya saya minta di baptis. sebagai orang yang gereja di HKBP tentu saja saya minta di baptis di HKBP. anda tahu apa jawaban pendeta di sana? “kamu pasti mau menikah ya..?” saya bilang tidak. saya katakan riwayat saya selama 6 bulan itu saya bergumul sendirian, mencari pendeta dari gereja lain. tapi anda tahu jawabannya apa? “saya tidak mengakui pendeta dari gereja….” masih banyak lagi kata2 yang mungkin tidak bisa saya tuliskan di sini.
jujur saja saya kecewa. padahal motto HKBP adalah “Boan Sadanari” Jadi setelah ada jiwa baru tidakkah itu lebih baik diselamatkan?
Gereja tidak pernah salah. Saya tidak menyalahkan HKBP ataupun marah walaupun akhirnya saya gereja di tempat yang saya merasakan kerinduan akan Dia. Tetapi perlu diingat bahwa pelayanan yang bersifat rutinitas hanya akan membawa kesia-siaan. Tuhan Yesus memberkati.
Untuk saudaraku Yani, saya dapat merasakan perasaanmu. Saya pernah menjadi Pimpinan Jemaat disuatu gereja HKBP. Sering mendapat tantangan dengan hal yang sama. Jangankan seperti Yani yang berasal dari agama lain. Sedangkan yang sudah Kristen dan HKBP lagi, masih harus diminta menelusuri sampai sejauhmana identitasnya. Saya pernah menerima beberapa jemaat tanpa ada surat pindah. Bahkan mengajari jemaat untuk cepat-cepat SIDI. Memang kebanyakan pelayan itu masih kurang berani untuk berbuat yang baik. Takut kepada atasan, bukan takut sama Tuhan. Dan sebaliknya untuk menjadi pengikut Kristus memang harus banyak tantangan. Saya bersyukur buat Sdri Yani yang tidak terpengaruh dengan situasi dan kondisi yang sdri alami. Upahmu ada di SURGA. Selamat ya ………..
Syalom..
Puji Tuhan. Kiranya kasih dan damai sejahtera dari Tuhan Yesus menyertai Bapak dalam setiap langkah dan rencana. Amen.
Bersyukur atas hadirnya HKBP Sebagai persekutuan anak – anak Tuhan, bersyukur atas terpilihnya Pimpinan HKBP yang baru.
Dalam hal ini, pertama-tama saya mengucapkan selamat atas terpilihnya kembali amang Pdt.Dr,B Napitupulu Sth, sebagai pimpinan/Ephorus Hkbp,kiranya Tuhan Yesus sebagai Raja Gereja selalu menuntun amang dalam menjalankan segala kewajiban, Tugas serta tanggung jawab yang dipercaykn serluruh jemaat HKBP Se-dunia..,
dalam hal ini ijinkanlah saya selaku salah satu Naposobulung yang cinta akan pelestarian HKBP untuk memberikan saran yang tujuannya adalah membangun,
Saya adalah merupakan salah satu peserta YouthCamp HKBP Sipoholon 2008 yang berasal dari HKBP Pulo Asem Distrik XIX Jakarta 2,
selama saya mengikuti kegiatan tersebut adalah suatu keindahan yang tak terbayarkan oleh apapun ketika saya berkesempatan untuk menjadi salah satu bagian dari anak-anak Tuhan yang terlahir di HKBP,dan merasakan bahwa Naposobulung adalh subyek yang sangat penting untuk membawa HKBP kewaktu-waktu depan menjadi yang lebih baik.
maka oleh karena itu saya menyarankan kepada Pimpinan HKBP untuk lebih memperhatikan Naposobulung Seluruh HKBP yang ada,terutama dalm hal pngembangan kualitas kerohanin dan SDM yang baik,sebagai contoh konkrit adalah membentuk/menghidupkan kembali Dep.Naposobulung(Naposo Centre)termasuk didalamnnya perbaikan terhadap sarana Naposobulung yang sudah ada,(Perkampungan Naposo di Jetun Silangit),yang kedua perlu dibuat satu wadah pemerhati akan hal-hal yang berhubungan dengan Hukum terutama yang berkaitan dengan warga/jemaat HKBP,mungkin dengan cara berkordinasi kepada Praktisi Hukum yang merupakan bagian dari jemaat HKBP,dan juga mengingat bayak warga HKBP yang mengenyam ilmu hukum dalam kegitan aktifitas akademisnya,mungkin dapat share dan diskusi unuk mencari solusi terhadap masalah yang ada di HKBP dan warga jemaatnya (yang bgerhubungan dengan HUKUM).
kiranya saran yang sederhana ini dapat bermanfaat bagi kita sekalian,Amin,Horas!GBHKBP.
Saya juga berpikir, Ada baiknya Amang Pdt. simarmata diberi kesempatan jadi Ephorus. Karena beliau sudah berpengalaman tapi selama ini tidak bisa mengambil keputusan yang menjadi wewenang Ephorus.
Kepada peserta sinode, diharapkan berdoa dululah sebelum memutuskan pilihan. Jangan krn berharap dapat jabatan, atau krn diprovokasi calon, karena anda sbg utusan bukan menentukan pilihan dalam politik duniawi. Saran:Pertama. Sebutan Eporus tidak relevan lagi OPPU(tempat meminta petuah);tapi amang eporus saja. Kedua:Proses pemilihan Calon diawali visi/misi masing masing2;dan bila lewat pemilihan;yang terpilih harus tandatangan kontrak dengan misi yg jelas terencana;bila gagal 2 tahun;diganti saja; Ketiga: supaya fair biarlah pemilihan dilaksanakan dengan manjomput nasinurat;Keempat:menurut saya Eporus sekarang jangan ikut lagi sgn calon;krn kenyataannya tdk ada perubahan nyata dibuatnya;Bila ada masalah cenderung tdk ada penyelesaian dr pusat;pusat hanya penonton;contoh gereja di bekasi dua pendeta saja tdk bisa diatasi; kelima:buatkan pimpinan rayon/region membawahi distrik yg otonom, baik biaya dan kebijakan;eporus cukup hanya bersifat seremonial saja, bila diperlukan.Keenam:Tatacara dan aturan gereja hrs dinamis melihat konteks kehidupan saat ini; contoh;periode sintua perlu dibatasi, misal:6-10 tahun dan bila masih layak dinilai, lanjutkan bila tidak pilih yg lebih baik;karena semua jemaat juga adalah pelayan Tuhan;;;<<>>Salam.Tuhan Memberkati