Siapa Bupati Taput 2008-2013

Oleh LEONARDO SIMANJUNTAK, Mdp — Ada nama balon sekadar terpajang, ada yang kena ranjau diskualifikasi.

Lumrah, dalam setiap proses suksesi, suhu politik menghangat. Kondisi yang sama kini terasa di Kabupaten Tapanuli Utara yang kini tengah sibuk mempersiapkan pemilihan kepala daerah (pilkada). Sejumlah nama kandidat sudah berkibar, terlihat dari beragam spanduk,poster, billboard, yang terpajang di pelosok Kabupaten ini. Pilkada Taput dijadwalkan tanggal 27 Oktober 2008.

Provinsi Sumatera Utara tahun ini memang akan sibuk dengan pelaksanaan pilkada di 7 Kabupaten. Selain Taput, 6 daerah lainnya juga siap menggelar perhelatan memilih kepala daerahnya. Ke 6 daerah itu adalah Kabupaten Deli Serdang, Dairi, Padang Lawas Utara, Padang Lawas Selatan, dan Kabupaten Batubara.

Sejak 2006 lalu, sejumlah nama sudah muncul ke permukaan sebagai peminat jabatan Bupati/Wakil Bupati Taput, menyusul berakhirnya masa tugas  pasangan Torang Lumbantobing/Frans Sihombing April 2009. Peraturan baru yang didesain pemerintah pusat mengharuskan setiap incumbent yang ingin maju, tidak bisa menjalani periodenya hingga selesai. Mereka tersandung peraturan baru, harus mengundurkan diri kalau mau maju ke arena pilkada.

Nama balon yang berkibar paling awal tersebutlah dr Margan RP Sibarani,mantan Direktur RSU Tarutung. Kalender bergambar Margan dan isterinya boru Panggabean sejak 2007 beredar luas di tengah khalayak. Bahkan beberapa kali mengadakan acara doa syukuran di daerah Pahae. Spanduk dan posternya juga menghiasi jalan di kota Tarutung. Tapi belakangan di saat proses penyaringan di KPU dimulai, nama Margan seakan menghilang. Konon, Margan tersandung kesulitan mendapat dukungan partai, kalah bersaing dengan figur lain.

Balon lainnya yang  awalnya santer disebut calon kuat, Sarlandy Hutabarat berpasangan dengan Romiduk Sitompul, belakangan juga mulai senyap. Mereka disebut kalah bersaing mendapatkan dukungan dari PDI Perjuangan setelah bola bergulir di tingkat DPP. Sejauh ini tak jelas diketahui nasib pasangan ini, sementara deadline penyaringan di KPU semakin mepet. Nama lain yang poster dan spanduknya ikut terpajang di beberapa Kecamatan adalah dr Leonardo Sitorus. Tapi nama dan fotonya tak jelas arahnya mau ke mana. Tak terdengar kegiatannya apakah ikut maju ataukah sekadar memajang gambar dan nama. Nama Leonardo pun senyap dalam bursa isu dan debat di lapo tuak.

Pasangan balon yang belakangan dinilai paling serius adalah Torang Lumbantobing (Toluto)/ Bangkit Silaban, Samsul Sianturi SE/ Drs Frans Sihombing MM, Sanggam Hutapea SE,MM (pasangan tak jelas), Ir Roy Sinaga dan Drs\Wastin Siregar. Dua nama yang disebut terakhir memilih jalur independen. Beberapa bulan terakhir mereka sudah “bergerilya” menghimpun dukungan warga masyarakat dengan pengumpulan KTP dan tandatangan. Namun nasib kedua balon independent ini akhirnya berbeda.

Kabar terakhir menyebut Wastin Siregar tersungkur ranjau syarat yang ditetapkan di KPU. Wastin terkena ranjau diskualifikasi. Informasi dari KPU membenarkan, Wastin tidak bisa memenuhi persyaratan eksplisit yang ditentukan. Dia gagal melaju mengikuti jejak Roy Sinaga yang lebih beruntung lolos dalam hal kelengkapan administratifnya. Kubu Roy boleh lega untuk sementara. Soal kalah atau menang di pilkada, itu lain cerita, tukas seorang pendukungnya.

Drs Leo Simanjuntak dan Tiur Kalima Purba adalah dua nama balon yang paling akhir muncul. Leo Simanjuntak dikenal sebagai suami artis penyanyi Batak, Rita Butarbutar, sedangkan Tiur Kalima boru Purba satu-satunya nama balon mewakili komunitas perempuan. Dia isteri seorang pengusaha ternama di Siborongborong. Keduanya disebut berkolaborasi untuk memenangkan pilkada Taput.Konon Leo,seperti halnya Toluto, meminang PDIP sebagai perahu untuk bisa berlayar ke pilkada. Sempat beredar isu, PDIP sudah memberi restu buat Leo. Tapi peta politik sering tak terduga. Belakangan justru Toluto yang berhasil memakai PDIP sebagai perahu mengikuti pertarungan di pilkada Oktober mendatang.

Lalu kapan batas pendaftaran para balon di KPU, dan berapa pasangan  yang mendaftar serta siapa yang lolos penyaringan. Ketua KPU Taput Jan Piter Lumbantoruan ketika ditemui BlogBerita, Kamis siang (31/7) di ruang kerjanya mengatakan belum bisa  memastikan karena pihaknya masih terus memproses. “Yang jelas, dua minggu sebelum ketetapan KPU, setiap balon yang memenuhi persyaratan harus sudah mendaftar”, ujar Jan Piter Lumbantoruan didampingi anggota KPU Taput lainnya, Lambas Hutasoit. Pengumunan calon yang lolos klarifikasi dijadwalkan tanggal 28 Agustus 2008.

“Balonku ada lima,rupa-rupa warnanya”,syair sebuah lagu anak-anak klasik. Ibarat balon benaran, ada saja yang meletus dan ada yang tetap mengapung di udara, begitu juga pilkada. Tak semua balon bisa maju ke arena.Kini, dari sekian banyak balon yang muncul ke pilkada Taput, diperkirakan hanya 5 (lima) pasangan yang tampil di arena, masing-masing Samsul Sianturi SE/Drs\Frans A Sihombing MM, Torang Lumbantobing/ Bangkit Silaban, Sanggam Hutapea SE, \DrsEdward Sihombing/ Drs Alpa Simanjuntak, serta Ir Roy Sinaga (independen).

Dari 5 pasangan ini, masyarakat terfokus pada pasangan Samsul Sianturi/Frans Sihombing dan Torang Lumbantobing/ Bangkit Silaban sebagai calon terkuat. Dua nama kandidat ini tampaknya mendominasi opini umum di Taput. Nama Samsul Sianturi begitu akrab di tengah masyarakat, seperti halnya Toluto. Namun sistem pemilihan langsung hasilnya sering tak terduga.Bisa saja kuda hitam berubah menjadi kuda putih. Makanya sebagian warga berprinsip, wait an see! Yang pasti, pertandingan selalu ada pemenang. [BLOG BERITA]

Koneksi Internetmu lambat? Tak sempat tiap hari membaca web? Ini solusinya. ©Diizinkan mengutip artikel Blog Berita ini dengan syarat membuat tautan-balik.
Kirim artikel ini ke teman Kirim artikel ini ke teman Donasi Hubungi Blog Berita

20 Responses to “Siapa Bupati Taput 2008-2013”

  1. Pilkada langsung, selain membutuhkan biaya besar, juga berpotensi memicu pertikaian di tingkat akar rumput/rakyat bawah.

    Pilkada Maluku Utara contohnya, sampai sekarang masih berlarut2 dan pertikaian di tingkat bawah sudah sampai pada pertumpahan darah.
    Repotnya, untuk tingkat massa, sekali bertikai akan butuh waktu untuk memperbaikinya kembali. Massa yang terluka, akan susah sembuhnya.

    Seperti sudah sering di tulis di koran, sebaiknya Pilkada hanya untuk memilih Gubernur saja.

    Biaya, Energi yang terkuras, dan pertikaian yang meluas akan membuat pembangunan tidak akan berjalan.

    [reply to this comment]

  2. BRAVO…SAMSUL SIANTURI…….kalo bisa tolong dimuat profil masing-masing calon .Trims

    [reply to this comment]

  3. Bah,
    Ada nama pak Alpa (Drs. Alpa Simanjuntak)poang.
    Beliau ini dulu guru Fisika-ku di SMA negeri 1 Parapat. Termasuk guru yang sangat di segani karena disiplin-nya plus mata pelajaran nya yang susah.
    Selamat berjuang pak Alpa, Saya yakin pak Alpa memang punya kemampuan lebih dari sekedar berdiri di depan kelas. Aku belum pernah baca profil tentang seorang “Umar Bakrie” meninggalkan sepeda buntutnya lalu jadi kepala daerah. Semoga pak Alpa tetap punya hati seorang guru walaupun sudah jadi Bupati / wakil bupati nantinya.

    Kalau blog berita jumpa (mewawancari) beliau, tolong sampaikan salam dan pesanku diatas kepada beliau ya, he..he..he…

    Salam
    Si_Cantik
    Alumni SMA Negeri Parapat 1995.

    [reply to this comment]

  4. Horas , masyarakat Tapanuli Utara .
    masyarakat Tapanuli utara harus benar-benar
    memilih pemimpin , yang bisa memajukan daerah tapanuli utara dari ketertinggalannya.jangan memilih calon karena banyak uangnya dan kebanyakan janji-janji. pilihlah yang bermutu dan yang bisa jadi panutan untuk memajukan tapanuli utara dari kekurangan kekurangan selama ini.

    [reply to this comment]

  5. siapa calon yang pantas untuk kita pilih di pilkada Taput? tolong kasih petunjuk!! thank u

    [reply to this comment]

  6. Horasssssssss!!!

    BUPATI……. ???

    *Bupati adalah jabatan politis dan temporer. Karenanya rentan dengan beragam jenis kepentingan.

    *Meraih dan menduduki kursi no.1 di satu kabupaten itu tidak semudah yang kita bayangkan. Butuh daya, dana bahkan mungkin darah.

    *Di satu sisi sebagai aparat pemerintah namun disisi lain bupati juga “manusia biasa”.

    >Bagi masyarakat Taput hendaknya jangan berharap terlalu banyak soal siapa dan bagaimana orang yang akan menjadi Bupati selanjutnya.
    >Siapapun orangnya, Bupati terpilih nantinya MUNGKIN hanya mampu mewujudkan Harapan adanya SECUIL PERUBAHAN bagi Taput.
    >Kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat 99 % di tetentukan oleh masyarakat itu sendiri.

    MAULIATE.

    [reply to this comment]

  7. profil samsul sianturi…
    ketua pelaksana IPK taput dan penipu olo panggabean sebesar 20M
    Kasian jd korban sistem politik…dah mau pilkada malah,….dilaporin ke poltabes medan

    [reply to this comment]

  8. Pilihlah sosok Bupati Tapanuli Utara yang pernah turun dan dekat dengan masyarakat. Pilihlah Pasangan No.1 (Torang Lumbantobing dan Bangkit Silaban (TOBA).

    [reply to this comment]

  9. Biarlah 5 (lima) tahun ini aku lewati untuk tidak mengikuti pilkada Taput 2013. Nanti setelah aku menjalani candra dimuka, aku akan kembali ke Taput untuk memperkenalkan diriku bahwa Taput juga memiliki putra terbaik yang mampu memimpin Taput 2013-2018. Saat ini usiaku baru 31 tahun dan masih sangat muda untuk turun berperang di medan perjuangan untuk membawa Taput yang selalu disebut salah satu wilayah peta kemiskinan di Provinsi Sumatera Utara. Kalau Tuhan mengijinkan 5 tahun lagi dengan kemampuan dan kapasitas yang telah kupersiapkan di Australia, aku akan kembali untuk Taput, saya berharap dengan kehendak Tuhan dan permintaan masyarakat Taput aku akan pulang ke Bona Pasogit. Hidup buat Taput dan Sukses Pilkada 2008

    [reply to this comment]

  10. Mauliate dng tersedianya BB ini, maju terus abang!
    Acara Pilkada hanya sehari,bahkan bila TPS memadai jumlahnya, tak cukup 15 menit buat antri dan coblos, namun dampaknya terasa 5 tahun kedepan bahkan lebih, baik kearah negatip dan sebaliknya huta pasogit. Suara kita sangat penting untuk menentukan perkembangan/kemajuan Taput.Semua calon yg lulus di KPU tentunya semuanya baik adanya, tapi adakah diantara mereka yang kita inginkan menjadi tempat kita menaruh harapan ?
    Sebelum mencoblos kita berdoa lebih dahulu agar kuasa Tuhan berkenan membimbingkita memilih calon terbaik untuk kita. Mauliate.

    [reply to this comment]

  11. Saya yakin Edward Sihombing-Alpa Simanjuntak (PASADA) Lah satu2nya
    jaLan keluar utk mengangkat Tap.Utara dari peta kemiskinan.CobLos
    nomor 6!

    [reply to this comment]

    pargonsi reply on 27 October 2008:

    Saya setuju dengan pendapat anda.
    6 adalah nomor pilihanku.
    hidup PASADA!!!!!!!

    [reply to this comment]

  12. Silakan bila ingin mengkritik, tapi pakai etika, karena begitulah manusia beradab. Blogberita.net akan menghapus komen yang tidak berkaitan dengan topik artikel, dan komen spam. Untuk menanggapi komentar sebelumnya, klik [reply to this comment], dan untuk membatalkan, tekan “click to cancel reply” di bawah tombol “Kirim”. SILAKAN HAPUS SEMUA PESAN INI, DAN MULAILAH BERKOMENTAR.

    [reply to this comment]

  13. SAYA YAKIN DAN PERCAYA, KALAU VISI DAN MISI BENAR-BENAR DARI HATI NURANI SEMUA BALON, YANG BILA NANTINYA TERPILIH SEBAGAI BUPATI TAPUT BISA LEPAS DARI PETA KEMISKINAN. TAPI SAYA KWATIR APABILA VISI DAN MISI TERSEBUT HANYA SEKEDAR KEPENTINGAN POLITIK MAKA TAPUT NANTINYA AKAN MENJADI LEBIH MISKIN. NAPURAN TANO-TANO, RANGGING MARSIRANGGONGAN;- BADAN PADAO-DAO TONDITTA MARSIGOMGOMAN.MAULIATE

    [reply to this comment]

  14. pilihlah yang benar-benar seorang yang berjiwa pemimpin.
    pilihlah pasangan PASADA (Edward-Alpa) yang akan membangkitkan tapanuli utara dari cengkraman kemiskinan.
    kalaupun dia tidak menang, saya berharap yang menang diantara 4 calon lain, kecuali TOBA (Toluto-Bangkit). Buat Toluto, dikemanakan dana pendidikan dan dana kesehatan??????

    MAULIATE

    [reply to this comment]

  15. Horas…………!!!!

    Masalah Bupti yah..!!!

    Siapa saja yang terpilih menjadi Bupati, bukan menjadi masalah, yang terpenting adalah perlu memperhatikan mesejahtraan masyarakatnya…

    yang paling terutama adalah masalah adat istiadat.
    perlu kami sampaikan di daerah Taput Tarutung Khususnya kami peratikan masih ada istilah adat istiadat…

    seperti yang sering kami dengan di daerah Hutabarat Partali Toruan, dsana masih berlaku Istilah Raja Huta…

    ini yang perlu kami sampaikan kepada Bupati atau Wakil yang terpilih, masalah tanah leluhur dan tua - tua yang di Hutabarat Partali Toruan.

    berita - berita Raja Huta ini sudah terdengan sampai ke perantauan, jd kami selaku masayarakat Taput merasa malu…

    Jadi harapan kami Kepada Bupti atau Wakil yang terpilih,,

    Tolong daerah HUTABARAT PARTALI TORUAN di pantau,, para pejabat dsana jangan tutup mata donkkk ….

    Hukum Harus di tegakkan

    dsana ada istilah “KALO NGAK TUNDUK KEPADA RAJA HUTA HARUS DIUSIR” apa sebenarnay ini..?????

    dsana tapi kota Tarutung terkenal dengan Kota Wisata Rohani. tapi masih ada HOTEL / Hosom, Teal, Elak, Late…!!!

    jadi Harapan kami kepada Bupati dan Wakil yang terpilih Tolong di perhatikan Daerah Hutabarat Partali Toruan…..

    [reply to this comment]

  16. Horas…….!!!!
    Kepada Bupati dan Wakil yang terpilih…!!!!

    Didaerah Hutabarat Partali Toruan ini sudah sangat memprihatinkan dmana warga tidak dapat membangun rumah atau merenovasi jika tanpa diberi ijin oleh RAJA HUTA….. Perlu kami sampaikan dmana RAJA HUTA ini bertindak semaunya dan bertindak semena mena kepada warga jadi yang sepeti ini perlu diperhatikan, karena pasti akan ada dampak terhadap warga yang lain…

    mana para perantau jadi malas untuk membangun kampung / Bonapasogit terutama HUTABARAT PARTALI TORUAN.

    [reply to this comment]

  17. Selamat buat TO-BA sukses selalu untuk memimpin TAPUT

    [reply to this comment]

  18. Etika memang perlu, tapi kadang-kadang etika menghambat ekspresi yang bersifat positif. Opini pasti berbeda-beda, dan lumrah berbeda-beda isinya.
    Mengenai Tapanuli utara, saya sudah mulai dari tahun 1978 lalu lalang dari Tarutung, dan dalam benak saya selalu muncul pertanyaan, Kapankah Kota Tarutung ini berubah warna? Sudah berganti-ganti Bupati meminpin Taput, namun saya tak melihat kemajuan yang signifikan sampai saat ini. Maaf, jikalau saya merasa kalau selama ini Bupati sebelum-sebelumnya terlalu sibuk dengan adat, sehingga lupa pembangunan yang harus diprioritaskan. Maksudnya, siapapun yang terpilih sebagai Bupati di Kabupaten Taput, tidak jadi masalah. Yang penting, perhatikanlah benar-benar apa yang urgen bagi kesejahteraan warga dan masyarakatnya.
    Bagaimanakah kita bisa menyatukan visi dan misi kita untuk memekarkan diri sebagai Provinsi baru (Provinsi Tapanuli)? Harapan kita kepada Bupati Taput baru, bila perlu kalau untuk kepentingan rakyat, harus bertindak seperti preman. Jangan hanya mampu bertindak bagi komunitasnya saja.Membalas jasa bagi tim suksesnya saja. Oleh karena itu, kita berpikiran positif terhadap Bupati terpilih yang baru. Mudah-mudahan diberkati Tuhan jika memang mereka berpihak bagi rakyat. Tetapi kiranya terkutuklah mereka, jika mereka hanya memikirkan diri dan komunitasnya saja.(Maaf..saya hanya mau membuka hati siapa saja yang berpikiran baik dan jujur untuk memajukan Kabupaten Tapanuli Utara). Horas, horas, horas.

    [reply to this comment]

  19. Horas

    Kepada calon Bupati atau nantinya yang terpilih sebagai Bupati Tarutung tolong perhatikan HUTA kita itu ya.Gimana dan bagaimana caranya biar maju dan makmur.

    “MAULIATE MA.

    [reply to this comment]

Tulis komentar pada kolom di bawah

Tampilkan artikelmu di Blog Berita: berbentuk opini, feature, berita, tips unik, atau cerpen.