Mantan bupati & isteri ketua DPRD jadi caleg
Hampir semua anggota DPRD Toba Samosir yang kini masih aktif kembali mencalonkan diri. Juga sejumlah pensiunan pejabat Pemkab dan wartawan. Caleg PDIP dua versi.
JARAR SIAHAAN; BLOG BERITA; BALIGE
Bupati Tobasa periode sebelumnya, Sahala Tampubolon, yang kini Ketua Partai Golkar Tobasa, mendaftar sebagai caleg DPRD Kabupaten Tobasa dari Partai Golkar. Isteri Ketua DPRD Tobasa Tumpal Sitorus, Jojor Intan Napitupulu, maju dari Partai Kedaulatan.
Blog Berita melihat daftar calon anggota legislatif di sejumlah parpol masih didominasi wajah-wajah lama, yaitu anggota DPRD Tobasa yang kini masih menjabat dan bekas caleg yang dulu gagal terpilih. Antara lain nama caleg dari kalangan Dewan yang kini masih aktif bertugas adalah Wakil Ketua DPRD Tobasa Baktiar Tampubolon dan Firman Pasaribu, anggota DPRD Marisi Tambunan, Mangapul Siahaan, Herbet Sibuea, Vespasianus Panjaitan, Sabam Simanjuntak, dan masih banyak lagi. Nama terakhir, Sabam Simanjuntak, sudah menjadi anggota DPRD selama tiga periode, yaitu satu periode di DPRD Tapanuli Utara [sebelum pemekaran Tobasa] dan dua periode di DPRD Tobasa.
Sejumlah pensiunan PNS pejabat Pemkab Tobasa juga maju sebagai caleg. Misalnya Prof Kasmin Simanjuntak [kepala desa di Kecamatan Silaen], Madju Samosir [mantan penjabat Kakan Kesbang], dan Rasman Pardosi [mantan Kepala Bawasda].
Sekitar 10 wartawan juga ikut mendaftar sebagai calon wakil rakyat. Antara lain Sabaruddin Tambunan, Edward Sibuea, Agus Hutapea, Harry Hutagaol, Harry Siagian, Sahat Butarbutar, dan Uli Tua Simanjuntak.
Caleg PDI Perjuangan dua versi
Di Kabupaten Tobasa ada dua parpol yang tidak memasukkan nama calegnya ke kantor KPUD, yaitu PBR dan PBB. “Dua partai tersebut tidak punya caleg. Total parpol yang mendaftarkan caleg sebanyak 32 partai, dengan jumlah seluruh caleg sebanyak 590 orang,” kata Ketua KPUD Tobasa, Timbul Maruap Hutagaol, ketika diwawancarai situs Blog Berita kemarin di kantornya.
PDIP sendiri memiliki dua versi caleg, yaitu satu versi dari kubu DPC PDIP Tobasa yang diketuai Jojor Tambunan, dan satu versi lagi dari kubu Budiman Nadapdap sebagai Plh Ketua DPC PDIP Tobasa. Ditanya caleg versi mana yang sah, Ketua KPUD Hutagaol mengatakan, “KPUD akan meminta supaya kedua kubu bermusyawarah. Bila misalnya tidak ada jalan kesepakatan di antara mereka, kami akan menyurati DPP PDIP di Jakarta untuk mempertanyakan hal ini.”
Sekitar dua bulan ini KPUD masih akan memeriksa dan memverifikasi berkas-berkas caleg yang sudah masuk. Pada 31 Oktober 2008 diumumkan daftar nama caleg tetap. [BLOG BERITA]
Koneksi Internetmu lambat? Tak sempat tiap hari membaca web? Ini solusinya. ©Diizinkan mengutip artikel Blog Berita ini dengan syarat membuat tautan-balik.
Kirim artikel ini ke teman
• Donasi • Hubungi Blog Berita

Bagi warga Tobasa gunakanlah kesempatan ini untuk memilih dan tidak memilih. memilih karena… , tidak memilih sebab….Tapi secara pribadi aku menghargai bila ada orang yang Golput.Memilih tidak memilih juga pilihan dan harus kita hargai. bagaimana menurutmu?
[reply to this comment]
Sudah dimulai penyebaran janji-janji.. Semoga para caleg sekarang sudah betul-betuk paham arti dari wakil rakyat, dan memberi yang terbaik bagi masyarakat Tobasa. Jangan lagi hanya memberi janji dan mimpi manis.. Tapi sekarang masyarkat sudah semakin cerdas dalam menilai calon legislatif. Kalau masyarakat masih dibohongi, maka tidak boleh disalahkan kalau muncul sikap apatis dan golput akan jadi pemenang di setiap pemilu…
Mari kita beri yag terbaik bagi Toba Samosir…
Horas………
[reply to this comment]
dari 25 anggota DPRD Tobasa, tak seorang pun yang layak dipilih kembali, karena memang tidak memiliki kemampuan yang standar sebagai wakil rakyat, hanya kebetulan bernasib baik jadi anggota dewan dan kebetulan juga memiliki uang membeli rakyat, sebab mereka tidak memiliki kapasitas untuk duduk disana,lebih baik diganti saja dan dipilih yang baru, biar jangan ada lagi konflik di tobasa, sepertinya halnya juga bupati tobasa, monang sitorus harus juga diganti dan mulai sekarang mari kita kibarkan, Gerakan Pro Arus Perubahan di Tobasa, ok
[reply to this comment]
Romarius manik reply on 3 October 2008:
Tolonglah diinformasi sebagai calon Wakil rakyat harus benar-benar merakyat dan membangun .Sebab janji bukan membuat jadi Madu akan tetapi,Janji kalau tidak ditepati akan menjadi Malu…. sebab masyarakat tobasa bukan masyarakat yang statis namun sudah masyarakat yang dinamis .
[reply to this comment]
Saya setuju utk tdk memilih.
Bagaimana mungkin 590 orang yang masih harus dipikirkan , mau memikirkan nasib 180rban masyarakat Tobasa ?????
Dr mana jalannya ?
Kalo sampai Golput yang menang ini baru namanya sejarah .
Mari kita bikin sejarah baru di negara ini.
Hidup Golput !!!!!!!
[reply to this comment]
Golput memang bukan jalan terakhir.
tapi gimana ya ?? kalo kualitas orang yg mo dipilih gitu-gitu aja
ah.. akupun ikutlah golput!
[reply to this comment]
Zhe-zhe reply on 3 October 2008:
Marilah bersuara..
karena suaramu berharga
Pilih menurut nurani!!!
bukan hanya karena janji
Sucses..
[reply to this comment]
jika hatimu tergetar marah melihat penindasan dan ketidak adilan maka kamu adalah “TEMANKU”
jangan pernah mengulangi kesalahan yang sama teman-teman masyarakat Tobasa, berpikir dan bertindaklah yang tulus dan adil. caleg-caleg kita yang sekarang ini masih petualang-petualang politik yang haus akan kekayaan, jabatan dan popularitas. oleh sebab itu jangan sampai jatuh ke
LUBANG yang sama.Kemiskinan, Kebodohan, Ketidak adilan akan tetap berada di Tobasa jika saudara-saudara melakukan tindakan yang sama pada pemilihan DPRD sebelumnya. jadi, jangan salah pilih saudaraku. Masa depan Tobasa ada di tangan saudara-saudara.
[reply to this comment]
teruskan aja bro, dihalangi juga gak guna,tp liat-liat donk, mana yg pantas,jgn terlalu bego seperti anggota mpr yg milih gusdur jd presiden, kelewat begonya! Apa gak baca isi pasal UUD45 tentang presiden, kita juga lihat yg mo dipilh jgn dikibulin aja..
[reply to this comment]
Siapapun berhak untuk maju menjadi caleg. Anda merasa mampu sah -sah aja.Anda terpilih , Anda bersyukur.Aku hanya bertanya, sudahkah Anda betul-betul menjadi wakil rakyat banyak , yang mau bersosialisasi , mendengarkan keluhan2, mementingkan kepentingan mereka, mau meningkatkan kesejahteraan mereka dengan mengesampingkan kepentingan pribadi/ proyek Anda? Jadilah menjadi “WAKIL RAKYAT YANG SEJATI”.Jika itu Anda maka “AKU” dan “BANYAK TEMAN” akan salut dan mendukung Anda. Itulah kerinduanku dan mereka.
[reply to this comment]