Satu orang lagi dari lima korban tewas bus BK 1548 LA yang masuk ke jurang di Desa Sipitu-pitu, Kabupaten Tobasa, masih belum diketahui identitasnya.
Senin siang tadi BERITA 99 melihat korban tersebut di RS HKBP Balige. Kondisinya mengenaskan. Bau busuk sangat menyegat. Bahkan paramedis yang menemani BERITA 99 ke dalam ruangan itu tidak tahan berlama-lama di dalam ruang mayat.
Paramedis RS HKBP Balige kepada BERITA 99 mengatakan, pada Sabtu lalu dua jasad korban telah diambil oleh keluarganya, yaitu jasad seorang nenek dengan jasad cucunya yang baru berusia 10 tahun, keduanya perempuan.
Bus Mitsubishi L300 dengan BK 1548 LA masuk ke jurang Sipitu-pitu pada hari Jumat, 5 September pekan lalu. Sebanyak lima orang penumpangnya tewas di tempat dan empat orang menderita luka. Dari kelima korban tewas, hanya dua orang yang diketahui identitasnya, yaitu Sugondo Panjaitan, berusia 29 tahun, dan Ester br Manurung (60 tahun), keduanya warga Kampung Sei Bamban Kecamatan Sei Rampah Kabupaten Serdang Bedagai.
Senin siang tadi masih ada satu korban yang belum dikenali, berjenis kelamin perempuan, ditaksir berusia 40-an tahun. Beberapa bagian tubuhnya terlihat membiru. Bau jasadnya juga sangat menyengat hidung. BERITA 99 melihat pada dadanya sebelah kanan terdapat luka sepanjang 5 cm. Pada telinga dan mulutnya juga terlihat luka.
- Berita ini dikutip dari BERITA 99 [Berita Sembilan-Sembilan] yang disiarkan radio Karisma 99,9 FM Balige pada Senin kemarin. Aku memproduksi satu program berita lokal untuk radio Karisma yang kunamai sebagai BERITA 99, disiarkan setiap hari Senin hingga Jumat, pukul 9 malam dan pukul 9 pagi.

Artikel ini boleh dikutip HANYA JIKA disebutkan sumbernya www.blogberita.net DAN dibuat tautan-balik. Supaya tidak ketinggalan artikel terbaru, langgani RSS Feed, gratis!



















semoga putra putri daerah TOBASA mampu bersatu untuk membangun daerah yang kita cintai……
salam buat semuannya….
pembangunan daerah yang kuran sebenarnya akan mudah menimbulkan segala macam bahaya……….
sehigga saya sendiri berharap suatu saat tikungan sipintu-pintu dibangun batasan” yang lebih tinggi dan kuat dengan tujuan untuk menghindaRI kecelakaan berulang…..
semoga saran saya bisa diterima….
trimakasih…..
devy. br Simatupang
Aduh – aduh yang namanya kecelakaan itu takdir yang di atas.
Tapi tetap “TITI DJ” huuupsssssss..ini bukan nama penyanyi tapi “HATI – HATI DI JALAN “
Hehehehe… Berhubung saya bukan orang sumatera (even bokap batak) jadina gak bisa komentar banyak selain “HATI HATI DI JALAN”…. Harga sebua nyawa itu MAHAL BUNG!!!!
wanted toga nainggolan !!!!
wanted toga nainggolan !!!!
wanted toga nainggolan !!!!
maaf sebelummnya, saya hanya mencari teman kuliah saya dulu. sudah lama tak bertemu sejak tahun 1996. namanya toga nainggolan yang menulis artikel dan puisi di http://bataknews.wordpress.com/. namaku bambang aris tinggal di bengkulu kalo bisa kabarin dong ke emailku belanaksungaihitam@yahoo.com.
terima kasih banyak ya…!!!!!!
wanted toga nainggolan !!!!
wanted toga nainggolan !!!!
wanted toga nainggolan !!!!
Tiap kejadian ada hikmahnya..Tp hanya org mau berfikir n merenung sajalah yg bs mengambil manfaat.
Akhhhhhh….sudah dimanakah laeku ini sekarang…
jarang dia menulis..
Sudah jadi caleg kah dia??
sehingga blog ini belum diupdate??
Sepanjang jalan ini kita wajib hati-hati dan tdk ngebut melewatinya, sepertinya jurangnya mengandung gaya ravitasi yg sangat kuat.
saran utk Pemkab Tobasa ato siapa ajalah yg berkompeten agar disepanjang pinggir jalan sebelah jurang di sipintu-pintu dibuat tembok penahan yg cukup tinggi utk meminimalisir kecelakaan dan korban jiwa.
turut berduka cita utk keluarga korban kecelakaan tsb.
Dari dulu aku paling takut kalau harus lewat Sipitu-pitu.
Apalagi kalau melihat, masih ada saja supir angkutan yang berani ngebut di daerah itu. Turut berduka cita atas meninggalnya para korban kecelakaan bus BK 1548 LA. Semoga mayat yang satu lagi secepatnya diketahui identitasnya.
Kekurang hati-hatian membuat orang lain menderita. Yang meninggal menjadi milik tanah tak akan menderita lagi, tetapi kasihan sanak famili yang ditingalkan.