Dewan Pers menyatakan sikap terhadap tuntutan kelompok masyarakat Sumut yang meminta harian Sinar Indonesia Baru [SIB] ditutup. “Dewan Pers mengecam keras penyalahgunaan pers untuk kepentingan propaganda politik, namun menolak pembredelan pers.” Blog Berita termasuk yang mendapat kiriman surat Dewan Pers tersebut.
Berikut adalah surat yang diteken Ketua Dewan Pers, Prof. Ichlasul Amal, M.A., kukutip secara utuh.
Pernyataan Dewan Pers tentang Sinar Indonesia Baru dan Aksi Kekerasan di Medan
Dewan Pers merasa prihatin atas aksi unjuk rasa pembentukan Provinsi Tapanuli (Protap), pada 3 Februari 2009, yang mengakibatkan kematian Ketua DPRD Sumatera Utara Drs. H. Abdul Aziz Angkat. Tragedi tersebut menyulut aksi masyarakat yang menuntut agar Harian Sinar Indonesia Baru (SIB) dibredel. Harian SIB dianggap menjadi corong pihak pendukung Protap dan turut memicu aksi kekerasan melalui pemberitaan yang provokatif. Dewan Pers perlu menyampaikan hal-hal berikut untuk menjadi perhatian aparat hukum dan masyarakat umum.
Tragedi akibat unjuk rasa Protap di Medan hendaknya tidak menggoyahkan komitmen aparat dan masyarakat untuk tetap menjunjung kemerdekaan pers. Dewan Pers mengecam keras penyalahgunaan pers untuk kepentingan propaganda politik, namun menolak pembredelan pers karena bertentangan dengan UU No.40/1999 tentang Pers.
Kasus yang terkait dengan penyalahgunaan atau pelanggaran etika pers, yang dituduhkan terhadap Harian SIB hendaknya diselesaikan melalui mekanisme seperti diatur dalam UU Pers. Dewan Pers sedang melakukan kajian atas pemberitaan Harian SIB dan dugaan keterlibatan sejumlah pengelola harian tersebut, dan segera akan mengeluarkan penilaian dan rekomendasi atas persoalan tersebut.
Aparat dan masyarakat diharapkan dapat lebih proporsional dalam melihat kaitan tragedi kekerasan unjuk rasa di Medan dengan dugaan penyalahgunaan pers sebagai sarana propaganda. Kekerasan yang terjadi di Medan diharapkan tidak melahirkan kekerasan baru serta tidak memunculkan ancaman bagi kemerdekaan pers.
Jakarta, 10 Februari 2009
Prof. Ichlasul Amal, M.A.
DARI BLOG BERITA: Mohon maaf kepada teman-teman pengunjung Blog Berita dan juga pelanggan via RSS, sudah lebih empat bulan aku tidak menulis di web ini, karena sejak Agustus 2008 aku sibuk di radio. Aku mewawancarai politisi Kabupaten Toba Samosir, caleg-caleg, aktivis LSM, dan warga masyarakat dalam acara-acara talk show politik di radio Karisma 99,9 FM Balige, dan masih terus berlanjut hingga April mendatang. Mudah-mudahan usai Pemilu legislatif aku sudah bisa kembali aktif menulis.
Buat yang tinggal di Tobasa, Samosir, Simalungun, dan Kotamadya Siantar yang bisa menjangkau siaran Karisma, silakan dengarkan talk show yang kubawakan mulai pukul 7.30 malam, enam kali seminggu: saban Senin malam (Partai Kedaulatan), Selasa (PKB), Rabu (Gerindra & PKD Indonesia), Kamis (Demokrat), Jumat (Golkar), dan Minggu (Hanura).

Artikel ini boleh dikutip HANYA JIKA disebutkan sumbernya www.blogberita.net DAN dibuat tautan-balik. Supaya tidak ketinggalan artikel terbaru, langgani RSS Feed, gratis!



















provinsi orang batak yah protap . kapan lagi di kampung orang batak sebagai pemimpin.dari dulu gubernur nya selalap orang orang seberang :p
Dari dulu aku tak pernah setuju dengan pembentukan Provinsi Tapanuli! Biar ajalah seperti sekarang ini. Orang Batak itu banyak yang berkarya di tempat lain, tapi kalau di kampung sendiri bunuh-bunuhan!
Pembentukan Propinsi Tapanuli wajib jalan terus dan semestinya terus diperjuangkan dengan kompak sesama orang Tapanuli dimanapun berada, baik yang merantau maupun yang masih tinggal di Tapanuli. Karena pembentukan Propinsi Tapanuli menyangkut kemajuan daerah Tapanuli dan peningkatan kesejahteraan rakyat Tapanuli. Jadi pemerintah pusat kenapa harus menghalangi, toh kemajuan daerah dan peningkatan kesejahteraan rakyat daerah bukankah program pemerintah pusat juga?
Jatuhnya korban dengan meninggalnya bapak Ketua DPRD Sumatera Utara Drs. H. Abdul Aziz Angkat pada saat terjadinya demonstrasi adalah sebuah tumbal politik ketidak pekaan pemerintah pusat terhadap aspirasi rakyat bawah.
Sesama orang Tapanuli, mari kita doakan semoga arwah Bapak Drs. H. Abdul Aziz Angkat diterima Tuhan Yang Maha Esa dengan damai. Dan segala amal dan pengabdiannya dicatat dan diterima TYME.
Sesama orang Tapanuli, mari kita lanjutkan perjuangan pembentukan propinsi Tapanuli dengan kompak dan damai.
Maju terus…! GO.. Propinsi Tapanuli. (dengan hati yang dingin dan pikiran jernih).
Kalau pemerintah berani, bisa diadakan referendum, biar jelas apa keinginan masyarakat tapanuli. Horas protap!!!!