Sebuah rumah prostitusi di London menarik pelanggan layanan mereka lewat situs mikro blogging yang makin populer, Twitter. Selain mengiklankan “agen-agen” mereka yang sedang bertugas setiap harinya, mereka juga menghadirkan penawaran khusus pada klien mereka lewat ponsel.
Perusahaan yang berbasis di Milton Keynes, Bucks, itu mengirimkan penawaran bagi mereka yang ingin mendaftar menjadi “agen”. DivineMK, akun yang digunakan untuk kampanye tersebut menyebutkan bahwa Lucia dan Karol (diperkirakan merupakan sundal di sana) bekerja di hari Minggu, sementara tweet lainnya mempromosikan “Tweeter Diskon” dengan password.
Menurut Julia Goldsworthy, anggota parlemen dari Liberal Democrats, seperti VIVAnews kutip dari The Sun, 1 Mei 2009, penggunaan Twitter oleh rumah bordil itu merupakan tindakan penghinaan dan tidak sepantasnya.
Hal ini sendiri bukanlah hal yang mengejukan. Bisnis seperti ini selalu menemukan cara-cara yang inovatif dalam menyampaikan promosi mereka. Mulau dari iklan di koran, kartu ucapan, selebaran yang diselipkan di kendaraan yang diparkir, toko-toko online, sampai ke situs jejaring sosial.
Sumber: The Sun via VivaNews

Artikel ini boleh dikutip HANYA JIKA disebutkan sumbernya www.blogberita.net DAN dibuat tautan-balik. Supaya tidak ketinggalan artikel terbaru, langgani RSS Feed, gratis!


















