Kapores Tobasa AKBP Frenkie Radot Samosir mengatakan, kedua oknum aparat itu masih diburu.
Berikut berita yang dikutip dari SIB. Aliang Samuel Ambarita (39) warga Jalan Sriwijaya Pematangsiantar pedangang Kampas yang biasa membawa dagangannya ke daerah Parsoburan, Toba Samosir bersama 2 orang karyawannya, Jumat (1/5) sekira pukul 18.00 WIB dirampok 4 orang menggunakan 2 senpi dan 1 sangkur di daerah Ombur, Silaen. Pelaku berhasil membawa uang kontan kurang lebih Rp 20 juta serta hp milik korban.
Dua dari pelaku perampokan terhadap pedangang asal Pematangsiantar ini merupakan oknum aparat dari salah satu kesatuan. Sementara 2 pelaku sipil masing-masing berinisial MI (26) tahun dan D (27) keduanya warga Pematangsiantar yang bertugas sebagai pengemudi dan memegang sangkur, berhasil diamankan dari daerah Desa Amborgang, Kecamatan Bonatua Lunasi, Sabtu (2/5) sekira pukul 14.00 WIB saat bersembunyi di antara pohon pisang. Sementara 2 pelaku yang merupakan oknum salah satu kesatuan yang memegang Senpi dan membawa hasil kejahatannya masih dalam pengejaran petugas. Identitas keduanya telah diketahui.
Perampokan terhadap pedagang yang menggunakan mobil Box BK 8845 LT, Aliang Samuel Ambarita bersama 2 rekannya Hariadi dan M Hasibuan terjadi di daerah Ombur, Kecamatan Silaen. Pada saat itu korban melakukan penagihan terhadap rekan bisnisnya. Setibanya di daerah Ombur 4 pelaku yang mengendarai mobil Kijang Kapsul dengan plat Polisi BK 1597 EQ, memepet mobil korban.
Para tersangka langsung turun dan mengancam korban. Berhubung korban tidak mau turun, salah satu dari pelaku, meletuskan mengeluarkan satu kali tembakan. Takut akan ancaman tersebut, korban turun dari mobil dan langsung digiring ke dalam mobil box korban. Kembali satu dari pelaku melakukan penembakan mengancam para korban untuk menyerahkan semua harta bendanya.
Usai menguras semua harta benda korban, ke-4 pelaku langsung meninggalkan korban begitu saja. Tidak berselang lama, para korban melaporkan peristiwa tersebut ke warga sekitar yang meneruskannya ke Polsek Silaen.
Mendapat informasi akan perampokan tersebut, langsung dilakukan pengejaran terhadap pelaku. Antara petugas dan para tersangka sempat terjadi kejar-kejaran dan petugas dari Polres Tobasa sempat menabrak mobil pelaku. Setibanya di daerah Simpang Sirait Uruk Porsea, pelaku membelokkan mobilnya ke daerah Amborgang dan terus dikejar petugas. Para pelaku melarikan diri ke daerah pengunungan dan meninggalkan mobilnya.

Artikel ini boleh dikutip HANYA JIKA disebutkan sumbernya www.blogberita.net DAN dibuat tautan-balik. Supaya tidak ketinggalan artikel terbaru, langgani RSS Feed, gratis!



















WAh, seharusnya aparat menjaga keamanan bangsa dan negara tetapi terkadang akal pikiran dan nurab\ni mereka tertutupi dengan materi. Hal ini juga disebabkan karena kurangnya kesejahteraan hidup mereka. Bukan rahasia lagi kalau di kalangan TNI/POLRI sendiri banyak penyunatan dana yang seharusnya untuk kesejahteraan anggota. Tetapi hal ini bukan untuk membenarkan tindakan mereka..