Lihat demo 5 handphone Nokia terbaru. Baterai 12 jam Netbook Terbaru. Lihat video UFO asli.

Megawati, Prabowo, JK & Wiranto marunung-unung

Posted by Jarar Siahaan on May 3rd, 2009 and filed under politik. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Both comments and pings are currently closed.

Apakah kita, rakyat, masih mau memilih Megawati yang feodal? Yang membiarkan kakinya dicuci oleh wong cilik lalu melihat air bekas cucian kaki itu diminum? Puih! Merasa diri bangsawan. “Mega-Prabowo adalah duet maut [benar-benar maut],” judul koran Rakyat Merdeka.

Pengamat politik bilang, ganda campuran Megawati-Prabowo akan menjadi calon presiden/wakil presiden terkuat melawan SBY. Setelah “partai wong cilik” PDIP [weleh! benar gak sih ini partai pembela rakyat kecil?] kalah versus Partai Demokrat pada Pemilu legislatif, kini Mega “marunung-unung” dengan Wiranto [Hanura], Prabowo [Gerindra], dan Jusuf Kalla [Golkar].

WONC CILIK CUCI KAKI MEGAWATI Foto: milis

WONC CILIK CUCI KAKI MEGAWATI Foto: milis

Megawati kabarnya akan berpasangan dengan Prabowo. Mudah-mudahan aktivis yang diculik oleh Prabowo Cs dulu tidak akan berteriak sekarang: “Hidup, Prabowo! Prabowo for President!” [Halo, Pius Lustrilanang, dulu ente adalah salah satu korban penculikan, eh, sekarang malah jadi pengurus partainya Prabowo. Biasalah, ya, namanya juga aktivis Indonesia]. Sementara Jusuf Kalla akan berduet dengan Wiranto.

Apa yang kulihat pertama sekali dari “koaliasi besar” keempat tokoh ini adalah … rasa haus yang tak berkesudahan akan kekuasaan. Megawati tetap tidak bisa menerima kekalahannya dari SBY hampir lima tahun lalu, lalu dia “marunung-unung” dengan tiga partai lain. Bagaimana pun caranya, yang penting “habisi” SBY. Yang paling merusak mata saat menonton tivi adalah ketika Prabowo muncul akur dengan Wiranto. Dulu musuhan, sekarang berteman. Tapi itulah politik, katanya.

Bayangkan kalau keempat tokoh dari partai besar ini nanti ternyata kalah melawan SBY, mereka akan melakukan manuver politik apa lagi, ya…. “Bu, sebenarnya rakyat masih mendukung Ibu sebagai presiden, tetapi iklan SBY lebih tokcer, SBY sebenarnya cuma jago di iklan. Nantilah, Bu, lima tahun lagi, Ibu maju lagi, pasti menang, deh.”

Menurutku Megawati tidak layak lagi dipilih sebagai presiden. Katanya partainya pembela rakyat kecil, tapi dalam iklan, PDIP justru berjanji mau bikin harga sembako murah. Lha…, ini sama saja tidak memihak rakyat kecil. Kalau sembako murah, beras murah, ikan murah, maka yang dirugikan adalah 80 persen rakyat Indonesia yang umumnya petani — ya, itu, wong cilik yang mau diperjuangkan PDIP itu. Seharusnya bukan bikin sembako murah, tapi bagaimana meningkatkan daya beli masyarakat, misalnya dengan menaikkan gaji buruh dan PNS.

Dulu Mega mengkritik habis-habisan program BLT oleh pemerintahan SBY, namun terakhir justru PDIP bikin iklan mendukung BLT. Pemimpin yang plintat-plintut.

Entah karena perempuan, Mega adalah politisi yang cengeng. Gara-gara bekas menterinya, SBY, kalahkan dia pada pilpres dulu, sampai sekarang dia tidak mau bertegur-sapa dengan SBY. Bahkan diundang menghadiri HUT Kemerdekaan 17 Agustus pun Megawati tidak mau datang. Gila nggak! Seorang mantan presiden kok bisa bersikap begitu. Tak berjiwa besar. Seharusnya Mega dan konco-konconya di partai moncong putih belajar dari kasus Hillary-Obama. Dulu saat kampanye pilpres di Amerika Serikat, Hillary Clinton serang habis-habisan Barack Obama. Tapi begitu Obama menang, Hillary segera memberikan ucapan selamat, bahkan dia bersedia jadi anak buah Obama sebagai Menteri Luar Negeri. Nah…, di Indonesia, si Megawati…, halah!

Kurasa dia pikir SBY itu masih anak buahnya. Kritiknya sama SBY pun kekanak-kanakan. Bilang SBY mainkan harga BBM [dan rakyat?] seperti permainan yo-yo. Bilang pemerintahan SBY cuma jalan di tempat seperti tarian poco-poco. Yang pasti, waktu Megawati presiden, dia menjual asset negara seperti Indosat ke negara asing.

Alasanku yang lain untuk tidak memilih Mega adalah karena selama menjadi presiden dulu dia membiarkan korupsi merajalela. Barulah di masa SBY banyak pejabat korup dijebloskan ke penjara.

Dan satu lagi, Megawati adalah seorang feodal, orang yang memosisikan dirinya “berdarah bangsawan”. Masih ingat dengan foto di atas yang beredar luas di milis-milis Internet? Gambar Megawati beberapa tahun lalu, bertemu dengan pendukung PDIP yang membasuh kaki Mega dengan air lalu orang tersebut meminum air bekas cucian kaki Mega. Puih!

Aku tak salahkan pak tua itu, dia cuma rakyat kecil yang lugu. Megawatilah yang perlu “dihujat”. Mengapa dia biarkan kakinya dicuci seperti itu. Katanya pembela wong cilik, katanya pelayan rakyat, kok Mega berlagak macam bangsawan. Inikah orang yang akan kita pilih sebagai presiden?

“Kejadian itu hanya sebuah bentuk kekaguman yang luar biasa terhadap Bung Karno dan Ibu Mega, karena bisa membangun kekuatan seperti membawa ketenangan atau kesejahteraan,” kata Wasekjen PDIP, Hasto Kristianto, kepada situs Inilah.Com, Februari lalu.

Megawati simbol perlawanan wong cilik? Tidak! Emang kapan dia pernah merasakan sakitnya rakyat jelata? Sejak lahir dia tidak pernah susah, kok, sejak lahir dia sudah jadi anak presiden. Megawati seorang negarawan? Tidak! Bahkan HUT Kemerdekaan RI yang dulu diproklamirkan bapaknya sendiri, Bung Karno, tidak dia hadiri.

Ibu Mega, sudahlah…, engkau bukan lagi simbol perlawanan rakyat seperti di masa Orde Baru dulu. Nga sae bei, Namboru Mega!

Bila kau ingin mengirim artikel ini kepada teman lewat email-mu, Facebook, YM, GTalk, dll, klik tombol TELL A FRIEND di sudut kiri bawah artikel.

tafbutton blue16 Megawati, Prabowo, JK & Wiranto marunung unung

Artikel ini boleh dikutip HANYA JIKA disebutkan sumbernya www.blogberita.net DAN dibuat tautan-balik. Supaya tidak ketinggalan artikel terbaru, langgani RSS Feed, gratis!

Masukkan email Anda untuk BERLANGGANAN GRATIS:

Setelah diklik, ikuti petunjuk dari FeedBurner, cek email Anda.

Jumlah pelanggan Blog Berita via RSS & email Cara tampilkan fotomu pada komentar. Jumlah Pembaca KLIK DI SINI

20 Responses for “Megawati, Prabowo, JK & Wiranto marunung-unung”

  1. sanut says:

    Iya betul Mega bikin Rakyat dan negara sengsara terutama kaum buruh di jaman di jadi presiden dia yan buat aturan Sourching dan sekarang mau menghapus sistem sourching …. omong kosong……….. ngibulllllllllllllllllllllll

  2. rony says:

    silahkan ngomong apa aja tapi yang terbukti adalah SBY, silahkan anda cermati sendiri ok

  3. sudono says:

    Apapun kau bilang ……. mau taik kucing,taik lembu, taik babi suka-sukamulah. Yang pasti Mega-Pro Yesss!! JK-Win Yess !! SBY-Budiono….F*** [diedit blog berita] !! Neolib goto hell with you’r program. Ai pamateon halak kita do si SBY-Budiono unang pillit, so tung pillit negara on nga godang utang ta.

  4. parulian Simarmata says:

    Satu yang terlupakan di situasi sekarang, Militer kembali menguasai negri ini. Siapapun yang terpilih menjadi Presiden pemenangnya adalah militer. SBY, Wiranto, Prabowo adalah produk militer. Sejarah di seantero jagad hingga hari ini hampir semua negara yang dipimpin militer umumnya kebanyakan kacau. Check sendiri saja mulai dari Afrika, Amerika Latin,Eropa Timur, Asia seperti tetangga kita Thailand dan Myanmar,Vietnam juga termasuk Indonesia. Kita berharap kepada anggota DPR RI yang terpilih agar mengontrol kebijakan kebijakan militer dan menyelesaikan secepatnya kasus-kasus HAM yang belum terselesaikan yang menyangkut militer seperti, Kasus Munir, Hilangnya AKtifis, Lampung, Tanjung Priuk dll.

  5. andi says:

    Mega Pro…Bravo
    Maju terus pantang mundur..
    the real nasionalis…partai koalisinya pun all nasionalis..
    secara politi, saya appreciate,,bisa menggandeng Prabowo yang kekuatannya sepertinya semakin meroket,,,politik, identik dengan taktik..
    smart step for Ibu Mega…yang menjelek2kan ibu,,omong kosong saza ituu…

  6. sutan says:

    Hidup Mega….. bersama Mega kita pasti jaya..he..he..he..he..he. yang tidak setuju silahkan protes… mending mega tegas dan keibuan, daripada doktor yang mencla-mencle..he..he..he. yang tidak setuju silahkan protes…

  7. Bambang Sumantri says:

    Sayang sekali kalau nama SOEKARNO (Bapak Bangsa) akhirnya malah IKUT TERCEMOOH hanya gara gara anak nya yang merasa sakit hati karena MANTAN PEMBANTU nya dikala jadi Presiden (untung untungan) dulu, sekarang malah menjadi Presiden yang disanjung oleh Rakyat Indonesia.

    Cobalah introspeksi apa yang menjadi penyebab utama SBY bisa mengalahkan kau, mbak Mega…cobalah terus, …cari akar permasalahan nya…untuk menghindarkan SAKIT JANTUNG bila nanti kau kalah lagi….

Comments are closed

Advertisement

Arsip sejak Maret 2007

Gratis RSS-Email-Twitter

Klik Play-Tonton Video


Log in / BLOG BERITA mengizinkan konten web ini dikutip dengan syarat menyebutkan sumbernya www.blogberita.net dan membuat tautan-balik. Pengelola Blog Berita wartawan freelance Jarar Siahaan tidak bertanggung jawab atas komentar dan artikel tulisan pembaca. Balige Kabupaten Toba Samosir Provinsi Sumatera Utara Indonesia. Berita terbaru Artikel menarik Video unik terbaik.