Ada yang menjulukinya The Godfather dari Medan, terkadang juga The Untouchable.
Mungkin dialah orang paling kuat yang sesungguhnya di Sumatera Utara; bukan Kapolda atau Gubernur. Pendiri Ikatan Pemuda Karya [IPK] dengan nama lengkap Sahara Oloan Panggabean ini telah wafat, dalam usia 68 tahun. Meski sering dituding identik dengan dunia kekerasan, Olo juga dipuji karena telah banyak membantu rakyat jelata.
Koran-koran terbitan Medan menulis, Olo Panggabean meninggal di rumah sakit di Medan, akhir April lalu, setelah sebelumnya pulang berobat dari Singapura. Ia dimakamkan di Medan pada 2 Mei. Ia meninggal setelah penyakit lamanya yang kompleks kambuh, antara lain diabetes.
Sindo edisi Sumut menulis [tautan artikel ke situs Sindo ini tidak bisa lagi diakses, entah kenapa, mungkinkah artikel tersebut telah dihapus oleh Sindo?]:
Olo Panggabean memulai kiprah sebagai preman di kawasan bisnis Petisah. Dia kemudian bernaung di bawah panji Pemuda Pancasila (PP) di Sumatera Utara yang ketika itu dipimpin oleh HMY Effendi Nasution alias Pendi Keling, salah seorang tokoh pemuda angkatan ‘66.
Kehidupan keras dijalani Olo Panggabean, mulai dari memimpin gerakan perebutan wilayah kekuasaan hingga menjadi debt collector. Perlahan, namanya pun dikenal banyak orang dan dia mulai dijadikan sandaran bagi kalangan pengusaha sebagai backup dari gangguan kekerasan.
Masyarakat Sumut juga mengenal Olo Panggabean sebagai orang yang dermawan. “Tak terkira” lagi berapa banyak anak-anak tak mampu yang disekolahkannya, berapa banyak penderita penyakit yang diongkosinya berobat. Beberapa yang mencuat dan mungkin masih jelas dalam ingatan publik ialah tatkala Olo membiayai operasi kembar siam Anggi dan Anjeli. Juga pelawak Doyok yang mendapat bantuan helikopter dari Olo untuk menerbangkan isteri Doyok berobat ke Singapura.
Olo dinilai “tidak tersentuh”. Di masa awal reformasi para aktivis Medan pernah berdemonstrasi di DPRD Sumut sambil membawa foto wajah Olo, mereka mendesak polisi memanggil dan memeriksa Olo yang disebut-sebut berada di balik merebaknya judi togel di Sumut. Tetapi Olo tidak pernah berhasil dipanggil polisi.
Dengan segala keburukan dan kebaikannya, Olo Panggabean, yang tetap melajang hingga tutup usia, sudah menjadi nama yang takkan terlupakan masyarakat Sumut. Selamanya, pasti, seperti kita selalu mendengar kisah tentang Robinhood.
Bila kau ingin mengirim artikel ini kepada teman lewat email-mu, Facebook, YM, GTalk, dll, klik tombol TELL A FRIEND di sudut kiri bawah artikel.



Moses Tambunan adalah mantan Ketua DPP IPK
moses tambunan pernah diramalkan akan menjadi the next godfather of Medan
menurut saya bapak oloan panggabean adalah bapak yang sangat baik dan bermasyarakyat.karena selama masih hidup beliau.bapak ini adalah seorang yang pahlawan untu menolong masyarakat, teruma kalangan miskin.dan ini adalah suatu teladan untuk kita masyarakat medan supaya meniru perlakuan bapak yang sangat bagus.demikian juga para pemimpin negara jangan cuman mementingkan dirinya sendiri,lihat lah kami masyarakat yang lemah ini..dan masih butuh perhatian dari para pemimpin-pemimpin.tirulah sosok bapak SAHARA OLOAN PANGGABEAN.YANG MEMPERHATIKAN MASYARAKAT YANG KURANG MAMPU. demikian dan terima Kasih
bapak SAHARA OLOAN PANGGABEAN!!! selamat jalan yaaaaaaaaach. semoga arwa beliau di terima di sisi tuhan yang maha ESA. AMIIIIIIIIIIIIIIINNNNNNNNNNN
Kira2 adakah orang Batak yg sanggup menggantikan / meneruskan sepak terjang si Olo Panggabean ini?