Lihat demo 5 handphone Nokia terbaru. Baterai 12 jam Netbook Terbaru. Lihat video UFO asli.

Kalah, caleg minta kembali kain sarungnya

Posted by Jarar Siahaan on May 5th, 2009 and filed under Berita Toba Samosir. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Both comments and pings are currently closed.

Terdapat hampir 600 orang calon anggota DPRD Kabupaten Toba Samosir yang bertarung pada Pemilu legislatif lalu untuk memperebutkan hanya 25 kursi. Tidak sedikit dari mereka yang bermain politik uang, dan memang banyak yang menang dengan cara itu.

Memang belum ada terkabar caleg Tobasa yang kalah menjadi pesong seperti kita lihat di televisi, tapi sekarang mereka menuntut rakyat. Mereka menagih kembali suap yang sempat diberikan kepada warga sebelum Pemilu.

Misalnya di Kecamatan Balige ada seorang suami yang mencak-mencak mendatangi rumah warga sambil meminta kain sarung. “Mana sarung yang kemarin? Kalian tidak pilih isteriku, jadi kembalikan saja,” katanya.

“Bah, unang somal halaki [supaya mereka jera],” katanya kepada wartawan. Isterinya adalah caleg dengan perolehan suara sangat sedikit.

Dari REDAKSI BlogBerita.Net: Bila kau ingin mengirim artikel ini kepada teman lewat email-mu, Facebook, YM, GTalk, dll, klik tombol TELL A FRIEND di sudut kiri bawah artikel.

Ada lagi seorang caleg DPRD Tobasa mencopot kembali bola lampu jalan yang sempat diapasang di sebuah desa — dengan maksud supaya warga desa memilihnya. Rupanya suara untuknya di desa tersebut tidak seberapa, ya begitulah jadinya.

Caleg “kek-kuk-kek-kuk” yang menyuap rakyat dengan pupuk juga ada, tapi dia tidak dipilih rakyat. Ditagih, deh, itu pupuk. Yang bagi-bagi kitab suci pun ada, tapi tidak tahulah apakah si caleg memintanya kembali.

Blog Berita mengamati, pada Pemilu legislatif April lalu warga Tobasa umumnya memilih caleg yang rela mengeluarkan uang paling banyak. Maka jangan heran bila ada seorang warga yang menerima uang sogok dari sekaligus lima caleg dari partai yang berbeda.

Rata-rata caleg memberikan Rp50 ribu sampai Rp100 ribu. “Tapi pada hari terakhir ada yang datang memberikan Rp150 ribu, dialah yang kupilih,” katanya. “Memang aku tak kenal dia, tapi apa peduliku, toh nanti kalau dia duduk di Dewan tetap juga bermain proyek, tetap korupsi.”

Beberapa caleg busuk yang tahunya cuma money politics juga menjadi korban para TS [tim sukses] atau yang kusebut sebagai R-O alias raja olah. Di Kecamatan Lumbanjulu ada seorang caleg memberikan dana Rp100 juta kepada TS-nya tetapi perolehan suaranya sangat minim. Setelah diusut, rupanya uang tersebut tidak disampaikan oleh si TS kepada warga.

Uang Rp100 juta itu tetap disimpannya, utuh, tidak kurang sedikitpun. “Jolo dipaltapi si caleg ima TS nai, baru pe mangakku, jala himpal dope hepeng i dipaulak [caleg tersebut menampar TS-nya, barulah dia ngaku dan uang tersebut pun dikembalikan utuh],” cerita seorang rekan wartawan koran kepada Blog Berita. [blogberita.net]

tafbutton blue16 Kalah, caleg minta kembali kain sarungnya

Artikel ini boleh dikutip HANYA JIKA disebutkan sumbernya www.blogberita.net DAN dibuat tautan-balik. Supaya tidak ketinggalan artikel terbaru, langgani RSS Feed, gratis!

Masukkan email Anda untuk BERLANGGANAN GRATIS:

Setelah diklik, ikuti petunjuk dari FeedBurner, cek email Anda.

Jumlah pelanggan Blog Berita via RSS & email Cara tampilkan fotomu pada komentar. Jumlah Pembaca KLIK DI SINI

7 Responses for “Kalah, caleg minta kembali kain sarungnya”

  1. hulman prabu says:

    itu namanya iklas tapi tak rela…naung pesong mai.Pailahon halak batak…cuihhh

  2. dr anwar lewa says:

    Makanya banyak caleg yang stress….. untung kalau tidak masuk ke RS JIwa.

  3. Farida Simanjuntak says:

    Hal ini sangat memalukan… Ibaratnya sudah membuang ludah tapi dijilat lagi… Benar-benar ga punya mental seorang petarung tangguh yang seharusnya siap juga untuk kalah…

  4. Wilson says:

    Caleg sudah terlanjur ngasih uang /barang pd masyarakat, lalu diminta lagi karena tidak terpilih, ini sikap yang sangat memalukan, memperlihatkan kepribadian mereka yang sesungguhnya, orang-orang seperti ini menurut dugaan saya tidak diakui/bukan tokoh panutan di tengah lingkungannya.

Comments are closed

Advertisement

Arsip sejak Maret 2007

Gratis RSS-Email-Twitter

Klik Play-Tonton Video


Log in / BLOG BERITA mengizinkan konten web ini dikutip dengan syarat menyebutkan sumbernya www.blogberita.net dan membuat tautan-balik. Pengelola Blog Berita wartawan freelance Jarar Siahaan tidak bertanggung jawab atas komentar dan artikel tulisan pembaca. Balige Kabupaten Toba Samosir Provinsi Sumatera Utara Indonesia. Berita terbaru Artikel menarik Video unik terbaik.