Kenapa harus bikin kelompok bersifat kesukuan?

Posted by Jarar Siahaan on May 8th, 2009 and filed under Opini Pembaca. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Both comments and pings are currently closed.

BARRY SIMORANGKIR

BARRY SIMORANGKIR

Oleh Barry Simorangkir, pembaca Blog Berita di Illinois, USA. Berikut ini tulisan Barry menjawab surat Blog Berita.

Setelah lebih dari satu dekade tinggal di perantauan, salah satu kegemaran saya adalah pergi mengunjungi atau membuat acara perkumpulan dengan masyarakat Indonesia di sini. Perkumpulan masyarakat Indonesia ada bermacam-macam. Mulai dari afiliasi keagamaan sampai profesi. Dulu sebelum krisis moneter tahun 1998, ada banyak masyarakat Indonesia yang tinggal di Illinois, Amerika, namun jumlahnya menurun bersamaan dengan sulitnya mendapatkan visa ke Amerika dan ditambah semakin terpuruknya perekonomian negara ini, sehingga bagi mereka yang ingin menetap untuk berkarir menerima tantangan berat dalam mendapatkan pekerjaan tetap disini.

Menjawab pertanyaan Jarar, di sini tidak ada punguan orang batak. Mungkin karena tidak terlalu banyak orang batak yang tinggal di daerah midwest ini. Anak-anak muda Batak yang telah lulus sekolah disini sudah banyak yang pulang dikarenakan sulitnya mendapatkan pekerjaan atau mereka telah mendapatkan tawaran bekerja di Indonesia. Saya sempat mendapat kabar kalau dulu akan dibentuk gereja HKBP di bagian midwest, namun tidak pernah terealisasi.

Keinginan membentuk punguan sebenarnya sudah pernah ada. Beberapa tahun silam, sudah pernah beberapa orang batak yang menginginkan didirikannya suatu perkumpulan yang anggotanya hanya terdiri dari satu suku ini saja, tapi saya menolaknya secara halus. Bagi saya kenapa harus mengadakan perkumpulan yang sifatnya kesukuan, apakah hanya karena kamu orang batak, lalu mereka yang tidak saya kenal, yang kebetulan juga orang batak, akan memiliki “chemistry” yang secara ajaib menjadikan kita saling bersahabat? Saya rasa tidak demikian caranya memulai suatu perkumpulan.

Kalau begitu, apakah itu berarti saya tidak suka berkumpul dengan orang batak? Jawabnya tentu saja tidak benar. Saya sering mengadakan acara yang kebanyakan tamunya adalah orang batak. Berdendang ria dengan gitar, bermain piano sampai larut malam, dan terbahak-bahak bercerita tentang danau toba dan tarutung. Jadi intinya saya senang berkumpul dengan orang batak juga.

Tempat yang biasanya saya kunjungi kalau ada acara Indonesia adalah Wisma KJRI, yakni tempat tinggal resmi konsulat jendral RI di Chicago. Biasanya disana diadakan acara peringatan hari nasional, acara perayaan hari raya, seperti lebaran, natal, dsb. Perkumpulan lain yang sering saya kunjungi pada dasarnya adalah rumah kediaman masyarakat Indonesia di sini, yang mempunyai hajatan, seperti ulang tahun, kelahiran, atau hanya karena kelebihan makanan di dapur mereka.

Saat berkumpul kita lebih senang mengobrol tentang Indonesia tanpa ada sangkut pautnya dengan agama. Membicarakan tentang perkembangan ekonomi Indonesia. Siapa nanti yang akan menjadi presiden dalam pemilu mendatang. Bagaiaman kita membesarkan anak-anak disini. Suka duka membesarkan anak-anak. Politik di Washington DC yang akan ada sangkut pautnya dengan kehidupan keseharian kita disini. Membicarakan kesulitan masing-masing yang secara bersama dapat dibantu. Dan lain sebagainya.

Dalam mengikuti perkumpulan, saya pribadi tidak perduli asal-usul suku, status kaya atau miskin, atau beragama apa, kalau anda “worth of my friendship” maka anda akan saya jadikan teman saya. Kalau pribadinya brengsek, mau diundang dengan tarian adat juga tidak akan saya kunjungi.

Jadi menurut saya, jauh di perantauan ini, mata kita itu tidak boleh picik hanya dengan berteman dari asal satu suku. Saya merasa jika suatu perkumpulan itu hendaknya dimulai karena pertama-tama rasa hormat antara satu dengan yang lain, orangnya enak diajak berteman, dan dapat dipercaya.

Jadi demikianlah cerita punguan tanpa kesukuan yang memberikan arti tersendiri bagi saya yang hidup di perantauan ini.

Bila kau ingin menulis opinimu di Blog Berita tentang topik apa saja, kirimkan via email ke blogberita [at] gmail [dot] com, dan sertakan foto dirimu.

tafbutton blue16 Kenapa harus bikin kelompok bersifat kesukuan?

Artikel ini boleh dikutip HANYA JIKA disebutkan sumbernya www.blogberita.net DAN dibuat tautan-balik. Supaya tidak ketinggalan artikel terbaru, langgani RSS Feed, gratis!

Masukkan email Anda untuk BERLANGGANAN GRATIS:

Setelah diklik, ikuti petunjuk dari FeedBurner, cek email Anda.

Jumlah pelanggan Blog Berita via RSS & email Cara tampilkan fotomu pada komentar. Jumlah Pembaca KLIK DI SINI

13 Responses for “Kenapa harus bikin kelompok bersifat kesukuan?”

  1. samuelpardede says:

    Cerita master uning-uningan Batak! minta dukungan!

    http://www.bbc.co.uk/indonesian/programmes/story/2008/07/printable/tokohmarsius.shtml

    http://www.kickandy.com/heroes/?ar_id=MTQ3Ng==

    http://www.facebook.com/note.php?note_id=70422183915

    http://tonggo.wordpress.com/2007/12/04/marsius-sitohang-20-tahun-mengabdi-tetap-honor/

    http://www.hariansumutpos.com/2009/07/harapan-marsius-sitohang-dewa-seruling-tradisional-batak-di-masa-tuanya.html

    http://ardh14n.multiply.com/journal/item/14

    Kalo mau langsung..boleh boleh saja ..:

    MARSIUS SITOHANG

    Bank BRI Cabang 5314 unit Bangun sari Medan Putri Hijau-SWITF CODE: BRINIDJA

    No rek. 5314-01-002948-53-3

    Bila mau call2 beliau boleh juga di no : +628126563272

    Alamat : JL Martoba II (tanya saja warung ikan -depan POLDA Ampelas MEDAN)

    Polda Ampelas pasti kita lewati bila kita dari Medan ke arah Parapat-Tarutung

    Rek ini baru di buka hari ini 12 August 2009-(di bantu oleh borunya). _karena selama ini beliau tidak ada no Rek.

    my Comment ”

    Aku baru bertemu beliau hari Jumat & Sabtu lalu 7&8 August 2009. (ngeri kali pun..)pada tgl 8 tersebut kebetulan Amang Marsius ini lagi parmusic di acara pesta kawinan batak. Mereka masing masing bawa cash 80rb/orang (dari pagi jam 7 ke jam 7 malam)! Yah yg marulaon juga pasti pas-pasan juga- tidak ada yg salah disini.

    “Marsius seperti kitab lama yg masih hidup , dengan nafas & tangannya memainkan irama toba yg khas..!

    mungkin terkesan usang tetapi ..” mari masiurupan”. Manusia Batak yg Berbudaya..Semoga semasa hidupnya kita menghargai & beri dukungan.!!

    Mungkin ” cash transfered’ terkesan “negative” seandai-andainya ada hal2 yg lebih baik dari itu seperti :

    - Sendainya ada “event2″ tertentu di hotel, acara pariwisata, café dimana beliau dengan team ya bisa mendapatakan upahnya dengan ber-main musik dengan harga layak…(contoh :ada acara batak harmony di jakarta 12 Feb 2009 dengan harga vip 850rb,dan kelas yg lain 500rb,200rb,150rb perorang..! Hebat!(bukan ngiri tetapi beda nasib aja sama amang ini)

    - Seandainya ada rekaman lagi (walau sebenarnya ) sudah banyak kasetnya beredar tetapi tidak ada lagi loyalty fee. , karena ada juga beberapa album kaset dia yg beredar tetapi “kaset” itu sendiri pun masih harus dia beli sendiri !

    - Dan Hasil Rekaman ini bisa dijual langsung pada saat show- mugkin lebih effective…
    -Aku melihat beberapa contoh para “pemusik etnic seperti ” pan-flute” indian yg live show si luarnegeri, atau di malmal dll, selesai bermain mereka menjual langsung CD/VCD hasil rekaman nya.( noted utk kalangan sendiri!)

    -Seandainya ada acara lagi keluar negeri , dengan upah yg lebih layak lagi…-dengan appreciate orang lebih menarik…
    -Seperti angan2 beliau ingin punya sanggar sendiri , dengan berupa café kecil yg bisa minum kopi sambil markombur2, seperti kelas starbuck cafe sambil diiringi music live mereka..,atau seperti café dengan kerjasama dengan para travel yg bisa jadi tempat persingahan para turis, dengan melihat2 koleksi budaya , sambil nyantai..

    - Semoga ada orang2 batak yg telah sukses! Bisa punya pikiran/perbuatan utk amang ini.
    -Seandainya anak/boru beliau dapat sekolah yg baik, dengan dapat kerja yg baik..karena Marius adalah kelahiran 1953! Generasi berikutnya adalah generasi penerus…dan uning2an &gondang tidak punah..

    -Semoga indahnya irama music batak ini beliau dapat menyentuh hati batak, agar tidak punah…
    -Seandainya ada se-kelas menteri atau pejabat daerah atau presiden dunia! yg perhatian dengan beliau ini , karena telah menjadi “icon” perjuangan music batak hingga eksis sampai sekarang, dan masih ada pejuang2 lain (Turman Sinaga, Posther Sitohang,Kansas Sinaga (almarhum),Korem Sihombing,Robinson Sitanggang,Binsar Nadeak,Hadi Rumapea,Wesley S, Martogi Sitohang,.dll-Aku percaya mereka pasti tahu nama Marsius dengang nasibnya..

    -jadi teringat nama lama seperti-Tilhang Gultom,Iwan Simatupang, Sitor Situomrang,Nahum Situmorang,AWK Samosir,Gordon Tobing,Bill Saragih,semua telah tiada….!! tetapi segelintir orang masih bisa tahu dengan karya mereka..

    - Aku orang kecil yg hanya bisa bantu dukungan kecil dari uang saku ke amang ini..HORAS! HORAS! HORAS!

    God Bless U.!

    Email ini akan difoward to batak diliat portibi!!

  2. Salngam says:

    Punguan Batak tidak perlu??
    Menurut saya itu tergantung kebutuhan. If Barry said no, that’s his needs. Everybody needs no punguan Batak??, I do not think so. So far, blood ties diantara sesama Batak hingga saat ini tampaknya masih terasa. Whatever, saya masih merasa ada blood ties dengan Bung Jarar ini karena dia menyebut dirinya Siahaan. Dengan Barry juga saya masih merasa related walaupun menurut Barry mungkin tidak. We related karena kita pomparan ni si Raja Batak. Nama ini belum sulit di trace back.
    Sifat-sifat molekul yang sama biasanya cenderung berkumpul, saya kira itu adalah natural. Perilaku menyimpang juga tidak jarang ditemukan walapun masih dalam keluarga inti. Horas and Peace

    • Tampubolon says:

      Ada benarnya juga yang Lae Salgam katakan, namun aku sendiri sering merasa dikecewakan dalam punguan =punguan marga Batak, rasanya seperti mubajir, hanya ramai saat mau bikin acara acara pesta sepeti Natalan atau pesta adat, namun ketika ada teman dalam satu punguan yang kesulitan butuh bantuan pada umumnya teman-teman Batak itu tidak perduli, kalau punguan sepert ini apa manfaaatnya kalau hanya untuk foya-foya?

  3. Salngam says:

    Punguan Batak tidak perlu??
    Menurut saya itu tergantung kebutuhan. If Barry said no, that’s his needs. Everybody needs no punguan Batak??, I do not think so. So far, blood ties diantara sesama Batak hingga saat ini tampaknya masih terasa. Whatever, saya masih merasa ada blood ties dengan Bung Jarar ini karena dia menyebut dirinya Siahaan. Dengan Barry juga saya masih merasa related walaupun menurut Barry mungkin tidak. We related karena kita pomparan ni si Raja Batak. Nama ini belum sulit di trace back.
    Sifat-sifat molekul yang sama biasanya cenderung berkumpul, saya kira itu adalah natural. Perilaku menyimpang juga tidak jarang ditemukan walapun masih dalam keluarga inti. Peace

  4. Linsito says:

    Hai teman teman dari Batak , Batak maju terus pantang mundur.
    Note:
    Mari kita kembangkan bersama budaya dan pendidikan untuk orang Batak.
    Gimana caranya tergantung dari kita apa kontribusi kita untuk kemajuan Batak….
    Dari cerita teman diatas memang orang asing ( dari Jerman, Australia, Amerika, Italia dll yang teman saya satu kerja yang dulu baik yang sekarang mengacungkan jempol untuk orang Batak baik di pekerjaan maupun di kebudayaan.

    Ada teman saya dari Italia, dia nonton di TV uning unigan batak dan yang menyayi Tetty Manurung dengan yanyian Mother I love you today dia rekam dan dia terus nonton serta terkagum kagum dan dia bilang kenapa ini budaya dan kesenian Batak dikembangkan. Saya bilang nanti suatu saat pasti akan lebih berkembang dan baik.Dalam bekerja memang orang Batak boleh di bilang jago kerja. Bravo Batka group. Thanks

  5. Farida Simanjuntak says:

    Horas….. Waktu di Kuala Lumpur, saya juga sering kumpul dengan kawan-kawan yang berasal dari Indonesia dan kami terdiri dari berbagai macam suku. Asyik juga, karena kita bisa saling tukar info dan wawasan mengenai budaya bangsa makin bertambah… Enaknya lagi, kalau suatu hari nanti mau keliling Indonesia, sudah banyak kawan yang bisa dikunjungi….

    • Hanna says:

      Wah…. Asyik memang kalau bisa bertukar info dan mengenal budaya lain2 bangsa.
      Bukan hanya di Indonesia saja yang banyak kawan bisa dikunjungi eda Farida.., di mana saja kita jalan di penjuru dunia ini sudah banyak teman yg dapat kita kunjungi.
      Itulah memang kelebihan Halak Batak ini, pintar martutur,/dari halak batak sampai halak Eropa nanti bisa ditemukan titik partuturon sangking ahlinya he..he..he….)) dan juga pintar beradaptasi, dan terutama pintar mar basa basi.
      Jadi amanlah kemana-mana. he..he..he….
      Bravo Bangso Batak ( B3 )

    • BARRY says:

      Memang benar, semakin banyak kawan kita dari berbagai suku dan bangsa maka semakin baik.

  6. BARRY says:

    Benar. Saya lebih setuju membuat perkumpulan yang sifatnya memperkenalkan budaya bangsa kita ke masyarakat internasional dibandingkan dengan eksklusif punguan Batak itu sendiri.

    • imelda siahaan says:

      horas hamuna…
      saya setuju kalau menperkenalkan busaya bangsa kita ke masyarakat international… karena opungku yang menikah sama orang belanda dia selalu memperkenalkan anaknya dengan masakan dna budaya batak walaupun dia tinggal di belanda…

  7. Hanna says:

    Menurut saya membuat/ mendirikan kelompok bersifat kesukuan, tidaklah salah.
    Asalkan kita tidak terpaku hanya kepada satu kelompok tsb ,dan tidak menutup pintu untuk menerima siapa saja/yang bersimpati di dalamnya.
    Anngota kelompok persatuan Batak di Jerman juga banyak yg terdiri dari non Batak, bahkan ada dr suku2 lain /Indonesia, dan banyak juga dari negara2 lain dan Jerman.
    Bahkan mereka salut akan adanya kelompok Persatuan Batak tsb.
    Saya sendiri juga mempunyai kelompok (Vocal Group ) yang terdiri dari Indonesia-Jerman, dan mereka(anggota Group saya) senang sekali mengenakan Ulos (dikala Show/manggung) dan mereka lebih senang membawakan lagu2 Batak, meskipun saya sendiri yg orang Batak dalam group tsb.

Comments are closed

Advertisement

Arsip sejak Maret 2007

Gratis RSS-Email-Twitter

Klik Play-Tonton Video


Log in / BLOG BERITA mengizinkan konten web ini dikutip dengan syarat menyebutkan sumbernya www.blogberita.net dan membuat tautan-balik. Pengelola Blog Berita wartawan freelance Jarar Siahaan tidak bertanggung jawab atas komentar dan artikel tulisan pembaca. Balige Kabupaten Toba Samosir Provinsi Sumatera Utara Indonesia. Berita terbaru Artikel menarik Video unik terbaik.