Koalisi besar, bukan koalisi kebangsatan

Posted by Jarar Siahaan on May 14th, 2009 and filed under politik. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Both comments and pings are currently closed.

Betul bahwa dalam politik tidak ada teman yang abadi, tidak ada musuh abadi; yang ada cuma kepentingan pribadi atau kelompok. Tapi politisi Indonesia terlalu “busuk”, tampak sekali cara mainnya bahwa mereka memang hanya menginginkan kekuasaan. Menurut Blog Berita, PDIP adalah partai oposisi lawak-lawak; tidak konsisten untuk berseberangan dengan pemerintah.

Sandiwara politik bernama Koalisi Besar

Hanya dalam tempo dua pekan terakhir ini konsumen media disuguhi berita-berita politik yang benar-benar bikin bingung — lebih membingungkan dari biasanya. Beginilah ringkasan “panggung sandiwara” yang dilakoni Megawati [PDIP], Jusuf Kalla [Golkar], Prabowo [Gerindra], dan Wiranto [Hanura] dari pemberitaan media yang sempat dicatat BlogBeritaNet, antara lain DetikCom, Okezone, Tempo Interaktif, Metro TV, Antara, InilahCom, Jawa Pos, dan BBC.

Segera setelah Partai Demokrat menang pada Pemilu legislatif, April lalu, terbentuklah “arisan politik” untuk melawan SBY pada Pilpres mendatang oleh empat partai besar, yaitu PDI Perjuangan, Partai Golkar, Partai Gerindra, dan Partai Hanura, yang mereka sebut sebagai “Koalisi Besar”. Ini mengingatkan kita pada koalisi yang juga pernah dibuat oleh Golkar dan PDIP pada 2004, yang saat itu diberi nama “Koalisi Kebangsaan”, bersama PPP dan PDS. Dalam Koalisi Besar, empat tokoh sekaliber JK, Mega, Wiranto, dan Prabowo bersepakat menghadapi kubu SBY. Mereka pun menebar pesona keakraban dengan bikin temu pers, cipika-cipiki, saling berpegangan tangan di hadapan sorotan kamera wartawan. “Kami berkoalisi demi kepentingan bangsa yang lebih besar…, Koalisi Besar.”

Tapi hanya beberapa hari kemudian mulailah muncul berita-berita yang tak elok didengar. Kubu PDIP tiba-tiba berpaling muka, mereka mendekati Partai Demokrat; partai oposisi [ingin] berteman dengan partai berkuasa. Taufik Kiemas dari PDIP beralasan, karena ideologi Demokrat dan PDIP itu hampir sama. Halah! “Taufik Kiemas sebut Prabowo masa lalu,” begitu judul berita Kompas.com pada 8 Mei.

Tapi pengamat politik menyebut langkah PDIP ini adalah karena Megawati sadar bahwa dirinya tidak akan mampu mengalahkan SBY pada pilpres. “Cara yang elegan bagi Megawati untuk mundur,” kata seorang pengamat. “Ini hanya bentuk pelarian dari kegagalan elit partai memperoleh suara yang signifikan sehingga PDIP tidak memiliki syarat untuk mencapreskan Megawati,” kata Agus Condro kepada Jawa Pos dalam berita berjudul “Agus Condro tuding PDIP cari aman; Berkoalisi dengan Demokrat agar lolos dari jerat KPK”.

Golkar, Hanura, dan Gerindra pun gerah. Sementara sudah terkabar bahwa Megawati akan berpasangan dengan Prabowo, dan JK dengan Wiranto.

Namun setelah muncul berita bahwa SBY memilih calon wakilnya bukan dari partai politik, yaitu Boediono, PDIP pun menjaga jarak kembali dari Demokrat. He-he-he…, ketahuan kalau PDIP merapat ke Demokrat cuma agar dapat bagian kekuasaan.

Mega kembali ke Prabowo. Tadi sore Antara menulis berita berjudul “Koalisi PDIP-Gerindra semakin dekat”: Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Pramono Anung menyatakan perbedaan antara kubunya dengan kubu Gerindra semakin mengecil sehingga koalisi di antara kedua parpol semakin dekat untuk direalisasikan. Ck…, ck…, ck…, Pramono…, Pramono…, ketawa, yuk!

Tapi malam ini ada lagi berita Detik, “Prabowo ngotot nyapres, deklarasi Mega-Bowo terancam batal.” Lha, iyalah, Bowo, mana mau Mbak Mega jadi wapres.

Empat ketua partai dalam Koalisi Besar semuanya ingin jadi presiden, kecuali Wiranto yang sudah ikhlas jadi calon wapres bagi JK. Maka nama Koalisi Besar hanyalah jargon, tidak benar bahwa itu diniatkan untuk kepentingan bangsa yang lebih besar. Rakyat Indonesia, jangan percaya! Mereka sedang membodoh-bodohi kita.

Seorang sahabatku, wartawan senior petinggi sebuah koran di Medan, pada Facebooknya sepekan lalu menulis: “Ayo kita bikin koalisi kebangsatan!”

tafbutton blue16 Koalisi besar, bukan koalisi kebangsatan

Artikel ini boleh dikutip HANYA JIKA disebutkan sumbernya www.blogberita.net DAN dibuat tautan-balik. Supaya tidak ketinggalan artikel terbaru, langgani RSS Feed, gratis!

Masukkan email Anda untuk BERLANGGANAN GRATIS:

Setelah diklik, ikuti petunjuk dari FeedBurner, cek email Anda.

Jumlah pelanggan Blog Berita via RSS & email Cara tampilkan fotomu pada komentar. Jumlah Pembaca KLIK DI SINI

5 Responses for “Koalisi besar, bukan koalisi kebangsatan”

  1. Jarnoae says:

    Itulah gambaran politisi kita, megawati keenakan ingin jd presiden lg pdhal hasilnya ga ada, Jk ambisius lihat sby enak jd presiden pdhal lupa yg membesarkan nama beliau sby dan yg memilih jd wakil sby juga (bukan golkar) tp keberhasilan mau diklaim dia…ga etis

  2. Farida Simanjuntak says:

    Makanya ada lagu ” Panggung Sandiwara”. Benar-benar dipermainkan emosi rakyat yang setia jadi penonton… Semoga saja para calon pemimpin ini akan memikul amanat rakyat, bukan hanya mau pamer kekuasaan dan main sinetron ala politik..

  3. Dana Telco says:

    Benar-benar dagelan di panggung politik Indonesia.

  4. Hanna says:

    Kalau aku seh.. sudah malas mengikuti perkembangan permainan akrobatik para politicy ini, sebentar terjun bebas sebantar berayun ayun sambil cepika cipiki.
    Kelihatan sudah warna belang nya masing2.
    Semua mengaku dapat merubah Indonesia, pada hal merubah dirinya sendiri tidak mampu. Dasar politicy ecek-ecek.
    Cape deh………………………

  5. dr. anwar lewa says:

    Ya begitulah politik ,, tujuannya untuk meraih kekuasaan… ada yang memakai cara elegan, ada cara kotor, ada yang menjual harga dirinya… dll…. ini termasuk pembelajaran politik buat rakyat. hehehe

Comments are closed

Advertisement

Arsip sejak Maret 2007

Gratis RSS-Email-Twitter

Klik Play-Tonton Video


Log in / BLOG BERITA mengizinkan konten web ini dikutip dengan syarat menyebutkan sumbernya www.blogberita.net dan membuat tautan-balik. Pengelola Blog Berita wartawan freelance Jarar Siahaan tidak bertanggung jawab atas komentar dan artikel tulisan pembaca. Balige Kabupaten Toba Samosir Provinsi Sumatera Utara Indonesia. Berita terbaru Artikel menarik Video unik terbaik.