Ikuti @KoranTapanuli Ikuti berita KORAN TAPANULI. Daftarkan email anda di kotak, tekan Enter. Klik verifikasi yang dikirim ke Inbox anda.

Paus Benedict online: positif atau negatif?

Posted by on May 23rd, 2009 and filed under Internet & Komputer. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Both comments and pings are currently closed.

Situs baru Vatikan baru saja online. Salah satu misi utama situs ini adalah mengajak umat supaya “kembali ke gereja”. Di halaman utama atau homepage-nya terlihat catatan “24 Mei 2009, Hari Komunikasi se-Dunia yang ke-43″. Paus Benedict ternyata tidak anti-teknologi informasi.

TAMPILAN HALAMAN DEPAN SITUS VATIKAN

TAMPILAN HALAMAN DEPAN SITUS VATIKAN

Situs Vatikan yang beralamat di pope2you.net ini memiliki beberapa aplikasi, seperti Facebook, Wikicath, dan iPhone. Vatikan juga telah memiliki akun video di YouTube berisi rekaman kegiatan-kegiatan seremonial Vatikan.

Seperti dilansir koran The Washington Post mengutip Reuters kemarin, tapi “Kau tidak akan mendapat email yang mengatakan bahwa Paus Benedict menambahkan kau sebagai temannya, dan kau tidak dapat ‘mengejeknya’ atau menulis di fitur dinding Facebooknya, tapi Vatikan memakai jaringan Facebook adalah untuk mengajak para pemuda untuk kembali ke gereja.”

Vatikan memilih menggunakan Internet sebagai alat kampanye mereka adalah karena Vatikan sadar bahwa saat ini generasi muda tidak lagi mencari informasi lewat media-media tradisional semacam suratkabar.

“Banyak anak muda sekarang tidak lagi mencari informasi dan hiburan lewat koran atau majalah. Dan ini adalah upaya kami bahwa Vatikan bisa mengikuti budaya komunikasi baru,” kata Sekretaris Departemen Komunikasi Sosial Vatikan, Monsignor Paul Tighe.

Aplikasi-aplikasi di situs Vatikan tersebut tersedia dalam lima bahasa: Inggris, Italia, Spanyol, Perancis, dan Belanda.

Adakah sisi negatif yang akan muncul setelah Vatikan tampil online di Internet? Seperti kita tahu, media tanpa batas bernama Internet selalu menghasilkan dua dampak: positif dan negatif. Tergantung publik bagaimana dan untuk apa memanfaatkannya.

Namun setidaknya Vatikan telah membuktikan bahwa Takhta Suci itu mulai membuka diri kepada publik. Patut diapresiasi. — blogberita.net

Daftarkan emailmu untuk berlangganan gratis artikel terbaru via email. Nanti terlihat kode anti-spam untuk anda ketik, dan kemudian klik verifikasi yang dikirim ke email anda. Layanan ini oleh Google Feedburner.

Masukkan email anda, lalu klik tombol TEKAN

Comments are closed

Advertisement

Klik Suka, ikuti beritanya di FB.

Log in / BLOG BERITA mengizinkan konten blog ini dikutip dengan syarat menyebutkan sumbernya www.blogberita.net dan membuat tautan balik. Pengelola Blog Berita wartawan freelance Jarar Siahaan di Balige, Kabupaten Toba Samosir, Indonesia. Situs berita terbaru Artikel menarik Video terbaik.