Percaya nggak: Calon wakil presiden Prabowo Subianto punya mobil Honda CRV yang katanya cuma hasil undian BRI. Jumlah hewan milik Prabowo seperti kuda dan kambing bernilai total Rp5 miliar.
Berikut berita selengkapnya seperti dikutip Blog Berita dari majalah Tempo edisi terbaru, ditulis Arif Zulkifli. Anda boleh melongo atau mencibir melihat kekayaan calon presiden dan wakilnya berikut ini. Melongo karena mereka punya harta segunung, mencibir karena mungkin Anda merasa mereka tak jujur karena mengaku miskin. Yang pasti, keenam tokoh ini bukan orang yang tak punya pundi-pundi. Dari mobil hingga ukiran gading. Dari kuda hingga emas permata.
Yang kaya belum tentu karena korupsi. Yang ”miskin” boleh jadi menyimpan harta di tempat lain. Komisi Pemberantasan Korupsi telah pula mengecek ulang seluruh isi dompet mereka. Berikut ini hasilnya. Percaya atau tidak, terserah Anda.
Aset yang paling cihui…
Prabowo: 94 ekor kuda jenis poni, polo, equestrian, dan lusiano plus ratusan kambing ettawa senilai Rp 5 miliar. Delapan mobil dan satu sepeda motor senilai Rp 1,98 miliar.
Megawati: 23 mobil dan 10 motor senilai 4,9 miliar. Dua ukiran gading dan sejumlah lukisan dengan nilai yang sulit ditentukan. Batu mulia senilai Rp 140 juta, emas perhiasan Rp 216 juta, berlian Rp 450 juta, dan intan Rp 100 juta.
Wiranto: 47 petak tanah senilai Rp 70,6 miliar. 9 buah mobil senilai Rp 1,583 miliar.
Jusuf Kalla: 50 bidang tanah dan bangunan di Makassar, Gowa, dan Kendari senilai Rp 91,99 miliar.
Yudhoyono: Lima bidang tanah senilai Rp 2,408 miliar. Royalti lagu ciptaan Yudhoyono sebesar Rp 40 juta.
Percayakah anda?
Yudhoyono hanya punya dua motor dan tiga mobil senilai Rp 502 juta.
Jusuf Kalla dalam delapan tahun terakhir hanya punya tiga mobil yang nilainya terus merosot: dari Rp 425 juta (2001) menjadi Rp 225 juta (2009).
Mobil Honda CRV milik Prabowo Subianto adalah hadiah undian Bank Rakyat Indonesia pada 2007.
Boediono pernah mendapat hadiah undian mobil dari Bank BCA.
Calon Presiden
Yudhoyono (Menkopolkam)
Rp 3,490 miliar 23 Juli 2001
M. Jusuf Kalla (Menkokesra)
Rp 121,198 miliar 31 Oktober 2001
Megawati (Wakil Presiden)
Rp 59,809 miliar
23 Maret 2001
Kalla (Calon wakil presiden)
Rp 194,192 miliar + US$ 14,928 ribu
7 Mei 2004
Yudhoyono (Calon presiden)
Rp 4,652 miliar
10 Mei 2004
Megawati (Calon presiden)
Rp 86,264 miliar
9 Desember 2004
Megawati (Pengusaha pom bensin)
Rp 105,8 miliar
30 Mei 2005
Kalla (Wakil presiden dengan gaji plus tunjangan Rp 42.160.000)
Rp 253,575 miliar +US$ 14,928 ribu
31 Mei 2007
Megawati (Calon presiden)
Rp 257 miliar
23 Mei 2009
Yudhoyono (Presiden dengan gaji plus tunjangan 62.740.000 per bulan)
Rp 6,848 miliar +US$ 246,4 ribu
23 Mei 2009
Kalla (Wakil presiden dengan gaji plus tunjangan Rp 42.160.000)
Rp 314,5 miliar +US$ 25,668 ribu
23 Mei 2009
Calon Wakil Presiden
Prabowo (Pengusaha)
Rp 10 miliar + US$ 4,216 ribu
2003
Wiranto (Calon presiden)
Rp 46,215 Miliar
19 Mei 2004
Boediono (Menko Perekonomian dengan gaji Rp 19 juta per bulan)
Rp 13,6 Miliar
24 Februari 2006
Boediono(Gubernur Bank Indonesia dengan gaji plus tunjangan RP 150 juta per bulan)
Rp 18,6 Miliar
31 Mei 2008
Prabowo (Pengusaha)
Rp 1,7 triliun
23 Mei 2009
Wiranto (Calon wakil presiden)
Rp 81,748 miliar + US$ 378,625 ribu
23 Mei 2009
Boediono (Pensiunan Gubernur Bank Indonesia)
Rp 22,06 Miliar
23 Mei 2009
Seperti judul berita majalah Tempo, “Oh my God….”

Artikel ini boleh dikutip HANYA JIKA disebutkan sumbernya www.blogberita.net DAN dibuat tautan-balik. Supaya tidak ketinggalan artikel terbaru, langgani RSS Feed, gratis!



















Semua capres / cawapres berkampanye mensejahterakan rakyat kecil.
Rakyat kecil bertanya:
” apa yang sudah pernah mereka lakukan ” dengan harta pribadi mereka yg sangat WAAH, buat rakyat kecil selama ini.
Bukan ” yang akan mereka lakukan ” jika jadi capres / cawapres.
Dari pertanyaan sederhana ini, pasti rakyat kecil tidak bisa dikadalin lagi
dan bisa yakin, siapa yang benar2 memikirkan nasib rakyat,
dan siapa yang cuma ngomong doang.
capres yang sejak kecil berbisnis, wajar kaya. dan dia tidak akan membisniskan negara. capres kaya yang punya kuda, biasa hidup kaya dan naik kuda, tidak akan kaget naik jet pribadi dan tidak akan diperkuda bangsa asing. betul? mereka berdua tidak lagi memikirkan diri dan keluarga, kecuali rakyat jelata. betul? capres yang tidak berbisnis dan tidak punya kuda, akan lebih mudah diajak bisnis kekayaan negara dan diperkuda negara kaya dan adikuasa. betul? yang terakhir bisa memperkaya diri, keluarga, dan seterusnya. betul? lha mikirin rakyatnya kapan?
Ini baru yang resminya saja. belum lagi yg tidak resmi.
Tapi nga perlu kita heran. karena bumi Indonesia itu memang kaya.
Dan hasil kekayaan bumi ini, otomatis (sudah membudaya) menjadi milik para pejabat2 di Indonesia .Sementara rakyat jelata hanya sebagai penonton yg kelaparan saja
Jadi , mau Ambalat lepas ke tangan siapapun menyerah saja..Kalau sampai terjadi perang yang modarkan cuma rakyat jelata ,para TKI dan perajurit2 rendahan, dan kalu pun Indonesia sebagai pemenang perangnya, hasil bumi Ambalat akan menjadi santapan besar para pejabat.
Tapi apa mungkin Indonesia menang ya?, belum berperang saja prajuritnya sdh banyak yg gugur sia2 akibat kecanggihan karat pesawat nya.
Tapi dalam hal ini Pemerintah RI sepertinya tahu diri ya…