Asli Jarar, bukan Jarar Asli

Posted by Jarar Siahaan on Jun 11th, 2009 and filed under Asli Jarar. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Both comments and pings are currently closed.

Jarar bukan nama generik. Bukan nama kebanyakan seperti misalnya, “Ini bapak Budi” dan “Ini ibu Wati” yang diajarkan di bangku kelas 1 SD.

asli jarar banner kolom khusus Asli Jarar, bukan Jarar Asli

Jarar Siahaan adalah sebuah nama plus marga, namaku tentunya. Di kalangan orang Batak Toba sendiri belum pernah kutahu ada orang memakai nama ini. Kabarnya ada tapi sangat jarang, dan sampai detik ini aku belum pernah bertemu dengan orang yang senama denganku.

Di mesin pencari Google, Jarar hanya bisa kutemukan — selain namaku sendiri — sebagai nama orang dari luar Indonesia, misalnya Perancis dan Arab Saudi, itupun lebih banyak dengan ejaan dua huruf R atau Jarrar. Tidak banyak nama Jarar muncul, sampai tadi kucoba Google menghasilkan hanya 36.700 tautan ke Jarar. Bandingkan dengan nama-nama umum seperti Andi [31 juta lebih], Budi [18 juta lebih], atau nama tengahku Fendi [15 juta lebih].

Menurut bapakku, nama Jarar adalah pemberian ompung atau kakekku. Kutanya apa maknanya, bapakku sampai sekarang belum bisa memberi jawaban memuaskan. Konon Jarar adalah kosa-kata Batak tempo doeloe. Entahlah. Apalah arti sebuah nama, kata William Shakespeare.

Kunamai rubrik ini sebagai Asli Jarar bukanlah hendak membantah adanya Jarar palsu yang mengatasnamakan aku di blog-blog lain. Teman-teman pembaca Blog Berita di tahun 2007-2008 tahu, namaku dan nama sejumlah kontributor web ini — antara lain si “gadis perkasa” Desy Hutabarat dan advokat-novelis Suhunan Situmorang — pernah dibajak di Internet. Kami dikondisikan sebagai penulis artikel agama yang benar-benar melecehkan agama Islam. Bahkan fotoku dan foto anakku, Gibran dan Nadya, dipasang seperti foto kriminal dengan mata dicoret [semoga karma datang padamu/kalian]. Tapi siapa yang mau dituntut, pembuat blog-blog itu anonim alias tak jantan, salah: banci. Itulah dulu ke situ — terjemahan langsung dari slang Batak “Ima jolo tu si.”

Asli Jarar adalah sebuah ke-aku-an yang “angkuh”, sebab itu kunamai Asli Jarar — bukan Jarar Asli, yang berarti ada Jarar Palsu. Rubrik ini takkan menjadi apa yang diinginkan pembaca, bukan untuk memuaskan selera orang lain, tapi lebih dulu memenuhi hasratku menulis. Lagi pula aku bukan alat pemuas.

Asli Jarar akan kutulis dengan tagline bikinan anakku Gibran: suka-sukakulah!

Di kolom khusus ini aku takkan menulis kebenaran, melainkan “kebenaran menurut Jarar”. Di sini takkan ada artikel yang “kondusif bagi pembangunan Tobasa”. Takkan ada postingan bertajuk “Bupati Toba Samosir korupsi” atau “LSM salut dengan Kejari” atau tulisan yang diakhiri dengan kata-kata “semoga, horas, amin” dan sebangsanya.

Subjektif adalah semangat utama Asli Jarar, karena bentuknya opini, opini yang ditulis seenak perut sendiri. Maka pembaca sangat sah bila berbeda haluan menanggapinya. Secara pribadi aku kurang suka dengan kesamaan, keseragaman, dan kepatuhan pada segala hal. Hidup tidak terasa nikmat bila semua orang sependapat.

Hiduplah merdeka, bila tidak, matilah sekarang juga

Tidak semua [tidak banyak] orang yang benar-benar merdeka. Ada orang yang rela makan hati dan memendam kesal asalkan jabatannya aman. Banyak yang diam membisu ketika seharusnya dia melawan supaya rupiahnya aman. Banyak yang malah menjilat dan membenarkan kesalahan demi kepentingan sesaat.

Hanya anjing yang layak menjilati kaki majikannya. Manusia yang sadar dirinya sebagai ciptaan bermartabat seharusnya tidak berbuat rendah begitu.

Anugerah paling pertama yang diberikan Tuhan kepada manusia beberapa detik setelah lahir adalah bersuara lewat tangisan. Marah, berteriak, merengek, protes, kesal, membantah, dan mendebat adalah bukti status kemerdekaan diri. Hanya orang-orang merdeka yang berani melakukannya, baik terhadap teman, orangtua, atasan, bahkan Tuhan.

Pilihan bagi manusia — yang sadar dirinya manusia, dan bukan “anjing suruhan” orang lain — cuma dua: Hidup dengan merdeka, atau mati dengan mulia.

Selamat berjumpa di seri #1 kolom khusus Asli Jarar!

tafbutton blue16 Asli Jarar, bukan Jarar Asli

Artikel ini boleh dikutip HANYA JIKA disebutkan sumbernya www.blogberita.net DAN dibuat tautan-balik. Supaya tidak ketinggalan artikel terbaru, langgani RSS Feed, gratis!

Masukkan email Anda untuk BERLANGGANAN GRATIS:

Setelah diklik, ikuti petunjuk dari FeedBurner, cek email Anda.

Jumlah pelanggan Blog Berita via RSS & email Cara tampilkan fotomu pada komentar. Jumlah Pembaca KLIK DI SINI

18 Responses for “Asli Jarar, bukan Jarar Asli”

  1. panabiduhut says:

    Menurut bapakku, nama Jarar adalah pemberian ompung atau kakekku. Kutanya apa maknanya, bapakku sampai sekarang belum bisa memberi jawaban memuaskan. Konon Jarar adalah kosa-kata Batak tempo doeloe. Entahlah.

    mungkin dari kata manjarar…. (merambat ) :)

  2. himpal says:

    Maju terus Lae Jarar…..

  3. naomi bernarenta siahaan says:

    trus berkaryaaa bangg…
    MANTAP!!!!

  4. Nainggolan says:

    Paham aku lae. Sebenarnya sudah lama juga rindu menikmati “asli jarar”. Soalnya sudah terlalu banyak di web ini “asli saduran”. Terus berkarya lae. Kutunggu asli jarar selanjutnya

    • setelah template blog berita kuganti, di halaman depannya lebih banyak artikel berbentuk berita & informasi. jadi “sempit” ruang [dan waktuku] menulis bebas; paling bisa di rubrik blogging, jurnalisme, berita toba samosir. makanya kubuat ASLI JARAR, biar lebih puas beropini. terima kasih, lae.

  5. Ken says:

    “Asli Batak” aja Bang namanya,
    Bang Jarar kan orang Batak :)

  6. Dagaaaa
    ise ma nuaeng i wanita perkasa i,sarupa goar nami ate
    horas ito asli :)
    eh salah ito Jarar ;)

  7. Ronggur says:

    Lae, namaku Ronggur termasuk langka juga khan?

  8. Uni says:

    Asyik!!!
    Salam kenal Bang.

  9. salam kenal tentunya ito Jarar SIAHAAN. kunjungan balik dari ku.

    nice web, ito!
    sepakat jika motto subjektif adalah semangat utama dan merdeka dari seorang Asli Jarar!
    tetapi tetap pada kondisi bahwa manusia adalah ciptaan-NYA maka sebaiknya serapah tidak dibalikkan kepada orang2 yg berkata demikian.

    sukses terus dengan karyanya, ito Jarar.

    peace & love
    ~ds

Comments are closed

Advertisement

Arsip sejak Maret 2007

Gratis RSS-Email-Twitter

Klik Play-Tonton Video

Log in / BLOG BERITA mengizinkan konten web ini dikutip dengan syarat menyebutkan sumbernya www.blogberita.net dan membuat tautan-balik. Pengelola Blog Berita wartawan freelance Jarar Siahaan tidak bertanggung jawab atas komentar dan artikel tulisan pembaca. Balige Kabupaten Toba Samosir Provinsi Sumatera Utara Indonesia. Berita terbaru Artikel menarik Video unik terbaik.