Sangat mungkin anggota DPR Ali Mochtar Ngabalin pernah [atau sering?] melakukan korupsi dan politik uang. Baca saja pernyataannya saat dia berkampanye untuk capres Jusuf Kalla.

JK & Ali Mochtar Ngabalin-Ngabalin.com
Berita dari Antara — Anggota Komisi I DPR-RI yang juga juru kampanye pasangan Jusuf Kalla/Wiranto (Jk-Win), H Ali Mochtar Ngabalin MA menilai, dalam pemilihan presiden (Pilpres) halal hukumnya menerima uang (money politics) asal tidak ikut kemauan orang yang memberikan uang itu.
“Dalam Pilpres yang akan datang, saya sudah tanya ulama, kalau orang kasih uang boleh diambil tapi jangan ikut mau mereka, halal hukumnya,” kata Ali saat berkampanye bersama pasangan JK-Win di taman terbuka hijau, Imam Bonjol Padang, Minggu.
Hal itu disampaikannya dihadapan sekitar 50 ribu orang pendukung JK-Win. Ali diminta memberikan pidatonya oleh JK setelah diperkenalkan berasal dari Partai Bulan Bintang (PBB) kepada para pendukung JK-Win.
Ali kembali menyebutkan, tidak masalah menerima uang saat Pilpres melalui alunan lagu. Dalam bait lagunya, Ali mengatakan, “…Kalau ada yang kasih uang untuk pilih diri mereka, ambil saja uang mereka, tapi jangan pilih mereka.” Pada bait kedua, Ali menyebutkan, “…Kalau ada yang kasih uang untuk pilih diri mereka, ambil saja uang mereka, tapi Wiranto Jusuf Kalla-nya.”
Karena itu, pada tanggal 8 Juli 2009 (Pilpres digelar, red) kalau ada yang kasih uang, kasih sarung, kopiah dan lain sebagainya, ambil saja barang barang semuanya, tapi nomor tiga yang dicontreng, kata Ali yang merupakan anggota Fraksi Partai Bulan Bintang (F-PBB) DPR-RI itu.
BLOG BERITA DOT NET: Inilah contoh anggota DPR yang tidak pantas ditiru. Statemennya tersebut bisa dimaknai oleh rakyat awam, yang tidak fasih politik, sebagai “Oh…, rupanya korupsi itu bukan dosa, rupanya politik uang itu halal.” Memalukan!

Artikel ini boleh dikutip HANYA JIKA disebutkan sumbernya www.blogberita.net DAN dibuat tautan-balik. Supaya tidak ketinggalan artikel terbaru, langgani RSS Feed, gratis!



















“Dalam Pilpres yang akan datang, saya sudah tanya ulama, kalau orang kasih uang boleh diambil tapi jangan ikut mau mereka, halal hukumnya,” kata Ali saat berkampanye.
Saya setuju pendapat Ali Ngabalin..Emang salah Menerima Pemberian Orang..
Bah.. Berita apa pula ini.
Rupa2nya Hukum ”Halal dn Haram ”I Ini bisa di rubah2 ya..
Tergantung situasi dn kondisi, dan tergantung pribadi masing2.
He..he..he…….. Edan………………………:)
Pernyataaan Ngabalin membuat malu ummat Muslim Indonesia, seakan-akan Muslim/Ulama Indonesia mentolerir Korupsi, dimana kita tahu Korupsi/KKN adalah salah satu masalah besar yang membuat bangsa ini terpuruk. Menurut saya Pak Ngabalin tidak layak menjadi wakil rakyat!
Kamu tanya ulama yang mana. Jangan asal bicara Tuh kepala di balut kain putih tapi hati mu di balut iblis laknatullah…….. Naudzubillahminzalik
Mata mu dah di butakan oleh gemerlap harta hingga yang halal jadi haram yang haram jadi halal…..
Istighfar euyyyyy
Jangan sesatkan umat pikir dulu baru bicara jangan bicara dulu baru pikir……………
Wah ngabalin benar-benar sudah silau mata hatinya.
Ngecap semaunya sendiri.
Politikus ini sudah nggak kepakae di PBB barangkali, lalu cari muka ke JKWIR.