Lihat demo 5 handphone Nokia terbaru. Baterai 12 jam Netbook Terbaru. Lihat video UFO asli.

Mantan Ketua DPRD Tumpal Sitorus ditahan di Rutan Balige

Posted by Jarar Siahaan on Jun 23rd, 2009 and filed under Berita Toba Samosir, Headlines. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Both comments and pings are currently closed.

KLIK UNTUK MEMPERBESAR, TEKS FOTO LIHAT DI BAWAH ARTIKEL.

KLIK UNTUK MEMPERBESAR, TEKS FOTO LIHAT DI BAWAH ARTIKEL.

Mantan Ketua DPRD Kabupaten Tobasa, Tumpal Sitorus, yang telah berpindah partai dari PDI Perjuangan ke Partai Kedaulatan, sejak Senin sore kemarin ditahan di Rutan Balige sebagai tahanan Kejaksaan Negeri Balige. Dia dijadikan tersangka kasus dana asuransi kesehatan bagi 25 anggota Dewan Toba Samosir.

“Akan saya beberkan semuanya nanti di persidangan,” kata Tumpal Sitorus di ruang tamu Rumah Tahanan Balige, Senin kemarin, seperti dikutip Rikardo Simamora. Tumpal menilai proses sangkaan sampai penahanan dirinya penuh dengan konspirasi politik — dia menyebut sejumlah nama politisi. “Pihak Kejari Balige  sudah memperpanjang masa penahanan saya. Silakan ikuti persidangan saya nanti, akan saya beberkan semuanya,” katanya.

Tumpal berstatus sebagai tersangka dalam kasus dana asuransi kesehatan seluruh anggota DPRD Tobasa yang memakai dana APBD Toba Samosir pada tahun anggaran 2006 sebesar Rp750 juta. Menurut Kejari Balige Tumpak Simanjuntak [kini dia sudah diganti oleh Timbul Pasaribu], dari Rp750 juta itu, hanya sekitar Rp240 juta yang sampai kepada pihak perusahaan asuransi, Allianz Life Indonesia — dengarkan rekaman suara berupa kutipan wawancara Blog Berita dengan Kejari Balige. Dana asuransi kesehatan 25 anggota DPRD Tobasa ini dicairkan lewat pihak eksekutif setelah lebih dulu disetujui oleh Bupati.

Korupsi Rp3 M dan konspirasi politik oknum DPRD – Pemkab Toba Samosir

Tumpal Sitorus terpilih menjadi Ketua DPRD Kabupaten Toba Samosir empat tahun lalu. Saat itu dia mendukung Monang Sitorus, teman satu partainya di PDI Perjuangan, sebagai calon bupati yang kemudian juga memenangi pilkada.

Saat kuwawancarai tahun lalu dalam talk show di radio Karisma 99,9 FM Balige, Tumpal [ketika itu masih ketua dewan] didampingi dua wakil ketua dewan, Baktiar Tampubolon dan Firman Pasaribu, mengungkap blak-blakan bahwa dirinya sering ditekan bahkan diteror oleh berbagai pihak agar tidak terus-terusan mendesak pengusutan kasus dugaan korupsi Bupati Monang Sitorus sebesar Rp3 milliar — Monang telah sekitar dua tahun ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Sumut tapi sampai hari ini kasusnya belum juga dilimpahkan kepada jaksa.

Dengarkan kutipan rekaman suara Tumpal Sitorus soal tekanan oknum petinggi partai di Provinsi Sumut agar dia melobi rekan-rekannya di DPRD untuk membatalkan panitia khusus [pansus] DPRD atas kasus dugaan korupsi Bupati, atau biasa disebut sebagai “Pansus Rp3 M”.

Dua tahun lalu, saat berangkat ke Jakarta bersama sejumlah anggota DPRD untuk melaporkan kasus korupsi Rp3 M ke KPK, Tumpal Sitorus juga dijebak dalam kasus permainan kartu dalam kamar hotel. Menurut keterangan tertulis unsur pimpinan DPRD, ketika itu sudah malam dan mereka hendak tidur, tapi salah seorang dari mereka, berinisial MT, datang membawa kartu joker. “Ayolah, kita iseng-iseng sebelum tidur.”

Baru saja kartu dibagi, MT langsung keluar kamar dengan alasan anaknya menelepon. Tiba-tiba beberapa menit kemudian sejumlah polisi berpakaian preman masuk ke kamar tersebut. “Mana saudara Tumpal Sitorus?” tanya polisi. Tumpal sendiri tidak ikut bermain kartu. Anehnya, besok paginya beberapa koran terbitan Jakarta dan Medan memuat berita bahwa enam anggota DPRD Tobasa ditangkap bermain judi, termasuk Tumpal Sitorus. Bahkan ada koran menulis berita bohong bahwa mereka juga memakai narkoba.

“Nampak sekali sudah direncanakan. Bagaimana mungkin baru hitungan menit kartu dibagi, polisi langsung datang, padahal jarak dari hotel ke polres sekitar 30 menit, berarti kan polisi sudah lebih dulu dipanggil ke hotel itu sebelum kartu dibagi. Dan berita-berita yang muncul di koran juga seperti sudah disiapkan rilisnya, sudah dikonsep, buktinya nama saya ditulis ikut ditangkap, padahal saya tidak ikut main kartu. Ini konspirasi untuk menghabisi saya karena saya getol mendesak pengusutan kasus dugaan korupsi Bupati,” kata Tumpal kepada Blog Berita, tidak lama setelah kelima rekannya kembali ke Balige. [Jarar Siahaan]

Keterangan foto: Tumpal Sitorus [duduk, pegang map] bersama Wakil Ketua DPRD Tobasa Baktiar Tampubolon [duduk, paling kanan] dan Kejari Balige Tumpak Simanjuntak [duduk, kedua dari kiri] pada tahun 2007 di kantor Kejaksaan Negeri Balige. Tumpal dan Baktiar mendatangi jaksa untuk menyerahkan berkas kasus-kasus korupsi di Tobasa. [Foto: www.blogberita.net]

  • Untuk kembali ke halaman depan/utama Blog Berita Dot Net, klik logo Blog Berita atau Home.
tafbutton blue16 Mantan Ketua DPRD Tumpal Sitorus ditahan di Rutan Balige

Artikel ini boleh dikutip HANYA JIKA disebutkan sumbernya www.blogberita.net DAN dibuat tautan-balik. Supaya tidak ketinggalan artikel terbaru, langgani RSS Feed, gratis!

Masukkan email Anda untuk BERLANGGANAN GRATIS:

Setelah diklik, ikuti petunjuk dari FeedBurner, cek email Anda.

Jumlah pelanggan Blog Berita via RSS & email Cara tampilkan fotomu pada komentar. Jumlah Pembaca KLIK DI SINI

6 Responses for “Mantan Ketua DPRD Tumpal Sitorus ditahan di Rutan Balige”

  1. MAS TOBASA says:

    Mantan Ketua DPRD Tobasa Tumpal Sitorus harus jujur
    Masyarakat Toba Samosir ( MASTOBASA ) meminta / mengajak mantan Ketua DPRD Toba Samosir Tumpal Sitorus jujur dalam memberi keterangan di hadapan Jaksa Penyidik / Jaksa Penuntut Umum dan Majelis Hakim yang memeriksa dan mengadili perkara yang menggirinya ke ” Hotel Prodeo ” Balige.
    Kami yakin, bahwa bukan hanya Tumpal Sitorus yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi dana Asuransi Anggota DPRD Tobasa. Beberkan saja Pak Tumpal bahwa yang menanda tangani kerjasama dengan pihak Asuransi adalah Bupati Toba Samosir Drs. Monang Sitorusm SH MBA, selain harapan ini kami tujukan kepada Tumpal Sitorus juga kami sarankan kepada Pengelola Situs ini supaya mengkonfirmasi Kejari Balige Timbul Pasaribu soal penetapan tersangka tunggal dalam kasus korupsi dana Asuransi DPRd Tobasa.
    Kenapa Bupati Toba Samosir Drs. Monang Sitorus, SH MBA selaku yang turut menanda tangani penunjukan perjanjian dengan pihak Asuransi dan pihak Asuransi yang memberikan gratifikasi kepada Ketua DPRD Tobasa ?

  2. uke poet says:

    Sudah salah dan nama kotor, tetap saja gak tahu malu.
    Adat bangsakah ini?

  3. Pamahar Pardosi ( Sek. FAKA ) says:

    Penetapan dan Penahanan mantan Ketua DPRD Toba Samosir oleh Penyidik Kejaksaan Negeri Balige dinilai kurang tepat. Penetapan dan Penahanan terhadap diri Tumpal Sitorus itu diduga kuat sarat permainan politik. Anggota DPRD termasuk Ketua DPRD adalah yang diberi belanja, Asuransi kesehatan dan pasilitas lainnya oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Toba Samosir melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja daerah ( APBD ). Dengan demikian tentunya yang bertanggungjawab atas penggunaan Anggaran adalah Pengguna Anggaran yang dalam hal ini Sekretaris Dewan Perwakilan Rakyat daerah ( Sekwan ) dan Bupati Toba Samosir sebagai penanggungjawab Umum APBD Kabupaten Toba Samosir. Dugaan sarat permainan politik karena Penyidik Kejaksaan Negeri Balige hanya menetapkan Tumpal Sitorus sebagai tersangka tidak mengikutsertakan Bupati Toba Samosir Drs. Monang Sitorus, SH MBA menjadi tersangka padahal diketahui bahwa Bupati Toba Samosir Drs. Monang Sitorus, SH MBA bersama-sama dengan Ketua DPRD Tobasa Tumpal Sitorus menanda tangani Surat Kerjasama kepada pihak Asuransi ( Allianz Life Indonesia. Demikian juga tentang pencairan dana Asuransi Anggota Dewan itu, setahu saya bahwa pencairannya tidak ada sangkut paut Ketua DPRD, yang mengajukan permintaan pencairan dana Asuransi dewan itu adalah pihak Asuransi yang tunjukan kepada Pengguna Anggaran ( PA ) Pejabat Pembuat Komitmen ( PPK ) yang selanjutnya diteruskan kepada Bagian Keuangan. Oleh bagian Keuangan mentrasper dana tersebut sebesar yang tertera dalam Surat Perjanjian ( kontrak ) ke rekening Allianz Life Indonesia. Dengan demikian proses pencairan tentunya tidak ada sangkut paut Ketua DPRD Tumpal Sitorus ketika itu.
    Soal adanya dugaan bahwa Tumpal Sitorus menerima imbalan dari pihak Asuransi setelah ditunjuk sebagai pemenang penawar Asuransi Kesehatan Dewan merupakan persoalan lain ( Gratifikasi ). Saya setuju bahwa penerima gratifikasi yang tidak melaporkannya ke KPK ditetapkan sebagai tersangka. Persoalannya adanya Gratifikasi karena ada orang yang memberikan imbalan jasa, berarti apabila yang menerima ditetapkan menjadi tersangka, yang memberikan juga harus turut ditetapkan sebagai tersangka.
    Saya yakin Tumpal Sitorus tidak akan menerima imbalan jasa dari pihak Allianz Life Indonesia dan sebaliknya tidak mungkin pihak Allianz Life Indonesia memberikan imbalan jasa jika Bupati Toba Samosir Drs. Monang Sitorus, SH MBA melalui Bagian Keuangan memoroses permintaan pencairan dana Asuransi Dewan itu.

    • Ramot says:

      Saya sering mengamati masalah-masalah politik di Tobasa, dimana saya melihat Ketua DPRD atau mantan ketua sdr. Tumpal Sitorus memang sering sekali dijebak oleh lawan politiknaya apalagi dia tidak cocok dengan Bupati Pak Monang Sitorus, karena kasus 3M. Saya tidak membela Pak TUmpal, mungkin secara hukum dia memiliki kesalahan dalam masalah Asuransi tsersebut, tetapi saya yakin masalah yang menimpa dia tidak murni masalah hukum (korupsi) tetapi sangat sarat dengan permainan intrik politik, kasihan Pak TUmpal, dilengserkan dari PDIP oleh Rudolf karenadia tidak mau diam dalam kasus 3M, setelah lengser sebagai Ketua DPRD, sekanrang digiriring lagi agar beliau masuk penjara, inilah politik Tobasa banyak kebusukannya.

  4. Setyo says:

    BERANI KARENA BENAR, TAKUT KARENA SALAH. Politik itu memang KOTOR, sama kotornya dengan KORUPSI.

Comments are closed

Advertisement

Arsip sejak Maret 2007

Gratis RSS-Email-Twitter

Klik Play-Tonton Video


Log in / BLOG BERITA mengizinkan konten web ini dikutip dengan syarat menyebutkan sumbernya www.blogberita.net dan membuat tautan-balik. Pengelola Blog Berita wartawan freelance Jarar Siahaan tidak bertanggung jawab atas komentar dan artikel tulisan pembaca. Balige Kabupaten Toba Samosir Provinsi Sumatera Utara Indonesia. Berita terbaru Artikel menarik Video unik terbaik.