Seorang siswa SMP Satu Atap Kecamatan Sigumpar, Kabupaten Tobasa, inisial LS [15 tahun], pekan lalu nekad membakar sebuah gedung sekolah dasar di Pargaolan karena dia tidak lulus Ujian Nasional. Tiga ruangan hangus total.
Oleh Jhonny Simanjuntak [Harian Global]
Tidak ada korban jiwa dalam pembakaran gedung SD ini, karena terjadi setelah jam pelajaran usai. Kepala Polsek Silaen Ajun Komisaris Polisi Poltak Simatupang, mengatakan saksi mata melihat asap mengepul dari atap sekolah. Warga tersebut langsung berteriak minta tolong, sementara warga yang lain menghubungi pemadam kebakaran dan pihak kepolisian. Namun lidah api begitu cepat menyambar bangunan dan isinya hingga ludes terbakar.
Dari hasil penyelidikan diketahui, sekolah sengaja dibakar. Pelakunya adalah LS, namun dia tidak sendirian. Aksi remaja Dusun Banua Luhu Desa Madju Kecamatan tersebut dibantu temannya, inisial DAN [16 tahun]. “Keduanya kini sudah diamankan dan menjalani pemeriksaan,” kata Kapolsek.
Kedua remaja ini membakar sekolah itu dengan menggunakan ban dalam sepeda motor yang telah diisi minyak tanah. Sebelumnya mereka memanjat dinding gedung SD kemudian menjebol asbes ruangan dan menaruh ban dalam berisi minyak tanah ke dalam asbes lalu membakarnya dengan menggunakan pemantik api. Tindakan tersebut sebagai pelampiasan amarah LS karena frustasi tidak bisa melanjutkan jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
Akibat kebakaran itu aktivitas belajar mengajar SD Negeri 173580 otomatis terganggu. Ruang belajar yang terbakar ditempati siswa kelas 1 sebanyak 15 orang, siswa kelas 2 sebanyak 8 orang dan siswa kelas 3 sebanyak 12 orang.
Menurut Kepala SD Negeri 173580 Pargaolan Domintan Sitorus, insiden itu sudah dilaporkannya pada Kepala Dinas Pendidikan Samosir, Hulman Sitorus dan pejabat jajaran terkait. “Akibat kejadian ini untuk sementara waktu para siswa belajar di gedung perpustakaan sekolah dan lokal yang kosong,” kata Sitorus.
Umumnya peralatan belajar-mengajar di SD itu hangus terbakar, seperti buku paket, kit matematika, kit IPA, termasuk rapor siswa.

Artikel ini boleh dikutip HANYA JIKA disebutkan sumbernya www.blogberita.net DAN dibuat tautan-balik. Supaya tidak ketinggalan artikel terbaru, langgani RSS Feed, gratis!



















Aneh juga murid murid sekarang. By writer of Hajji Book:
40 Hari Di Tanah Suci
Thank you
ada-ada saja!
Salahnya dimana…………..?
Pada Guru…….?
Si Murid…….?
Orang tua…….?
Lingkungan……….?
Dunia pendidikan………?
Jawabannya adalah: GEDUNG SEKOLAH,( menurut simurid!)
### mari kita ambil hikmah dari kasus ini, salah satu :
Terima kasih buat dia , karena dia beraksi sa’at ini, sehingga negara hanya rugi memperbaiki gedung SD.
Mari kita bayangkan bersama bila sekiranya dia tidak lulus di USU, seluruh bangunan kampus dan perangkat pendidikan yang ada didalamnya hangus terbakar………….!
WARNING!!!!!! Bagi dunia pendidikan negri ini!!!!