
Pastor Ken/BBC.co.uk
Kata pastor itu: “Kami ingin mengirimkan pesan bahwa ada warga sipil yang taat hukum yang juga memiliki senjata.” Ini berita yang sangat unik.
Kantor berita Associated Press seperti dikutip BBC melaporkan, seorang pastor di negara bagian Amerika Serikat, Kentucky, mengatakan kepada jemaatnya untuk membawa senjata ke gereja dalam apa yang dikatakannya upaya mempromosikan pemilikan senjata yang aman.
Pastor Ken Pagano mengatakan kepada anggota parokinya untuk membawa pistol bersenjata ke Gereja Bethel Baru di Louisville selama misa merayakan pemilikan senjata. Dia mengatakan dirinya bertindak setelah anggota gerejanya menyuarakan kekhawatiran pemerintahan Obama akan memperketat undang-undang pengawasan senjata.
Ketika misa dimulai seperti dilaporkan kantor berita AP, 200 orang hadir. “Kami ingin mengirimkan pesan bahwa adanya warga sipil yang taat hukum yang juga memiliki senjata,” ujar Pagano di depan pertemuan.
Pastor juga memegang senapan serta menyediakan informasi mengenai keselamatan memiliki senjata. “Saya harap lebih banyak gereja melakukan hal ini, saya harap banyak orang berbuat seperti ini,” tulis Louisville Courier-Journal mengutip seorang warga yang hadir, Doreen Rogers.
Sekitar 10 anggota milisi lokal juga hadir, kata Courier-Journal. Kelompok koalisi religius dan pegiatnya mengadakan acara bebas senjata pada waktu yang di daerah lain di Louisville.
Di Amerika Serikat diperkirakan lebih dari 200 juta senjata berada di tangan masyarakat sipil. Hak warga untuk memiliki senjata api memang dilindungi oleh Amandemen Kedua Konstitusi Amerika.
BLOG BERITA DOT NET: Di Indonesia sendiri, seperti pernah diberitakan majalah Tempo beberapa tahun lalu, banyak juga warga sipil memegang senjata api secara legal, ada izinnya. Tapi kabarnya belakangan ini Kapolri sudah menginstruksikan agar permintaan kepemilikian senjata oleh sipil tidak lagi dilayani.
Indonesia Police Watch: 2 ribu senjata illegal di Medan
Jawa Pos memberitakan April 2009, menurut data yang dihimpun Indonesia Police Watch (IPW), saat ini ada sekitar 2.000 senjata api illegal yang masih beredar di Medan. Data kepemilikan senpi ilegal itu nomor dua terbesar di Indonesia. Di seluruh Indonesia jumlahnya ada 10 ribu, dengan yang terbanyak di Jakarta sejumlah 3.000-an senpi illegal.
Konon dulunya kepemilikan senpi-senpi itu legal karena ada izin dari kepolisian. Hanya saja kemudian, di akhir-akhir masa jabatannya, Kapolri Jenderal Pol Sutanto mengeluarkan kebijakan agar jajarannya tidak memperpanjang izin kepemilikan senpi tersebut. Sutanto saat itu pun memerintahkan agar seluruh Polda menarik senjata api yang dimiliki warga sipil itu.
Fatalnya, menurut Ketua Presidium IPW Neta S Pane, berdasarkan data IPW, dari 2.000 senjata yang beredar di Medan itu, tak satu pun yang dikembalikan ke Polda Sumut. Dengan demikian saat ini status kepemilikan senpi tersebut menjadi illegal.

Artikel ini boleh dikutip HANYA JIKA disebutkan sumbernya www.blogberita.net DAN dibuat tautan-balik. Supaya tidak ketinggalan artikel terbaru, langgani RSS Feed, gratis!



















Ada juga baiknya ,untuk melindungi pendeta/Pastor /jemaat dari serangan teror yg sudah banyak terjadi .umpamanya di Kupang.
jadi aq terus fuang, yang ngisi comment ini.. hehe.
lumrahnya rasa takut itu kak. aq aja penakut. apala habang si raja hodong, langsung lari aku.
tapi alangkah bijaknya menurutku, kalau yang kita pegang itu TUHAN, bukan pistol. lengkapi dengan doa. kurang kuat rupanya Tuhan itu kak dibanding pistol?
menurutku tak perlulah pistol itu dibawa2.
Maaf kalau tak enak di hati kak.
Bah..Ai.. Sarupa dos do i Ito.
Ai.. kenapa takut dengan Pistol? kalau Tuhan ada?
Rumit juga ya…
Namun begitu , aku pun setuju, Tuhan lebih penting di bawa serta dari pada pistol.
Horas ma, GBU All.
uda rarat kurasa amanta ini…
ga lebih baik bawa kitab suci dan hati yang tulus ke tempat ibadah daripada bawa senpi…
o tahe..
asallah kita tak ikut “rarat” kek orang itu, amang…
raratnya kita ajalah yang kita jaga… heheheh.
salam kenal amang..