Ternyata Nommensen justru minta penjajah Belanda segera taklukkan Silindung

Posted by Jarar Siahaan on Jul 4th, 2009 and filed under batak. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Both comments and pings are currently closed.

nommensen gambar pendeta pertama tanah batak 146x150 Ternyata Nommensen justru minta penjajah Belanda segera taklukkan SilindungDalam buku laporan tahunan Zending RMG pada 1907 disebutkan, di awal 1878 Nommensen berulang kali meminta pemerintah kolonial Belanda agar selekasnya menaklukkan Silindung menjadi bagian dari wilayah Hindia Belanda.

Dosen Universitas Hawaii Manoa USA, Prof Uli Kozok, yang sudah lama dikenal sebagai peneliti isu-isu kebatakan, mengungkapkan hasil penelitian sejarah bahwa ternyata Nommensen — pembawa agama Kristen Protestan ke wilayah Tanah Batak — memiliki peran dalam penaklukan Tanah Batak menjadi wilayah yang dikuasai pemerintah kolonial Belanda.

Hal ini dikatakan Prof Uli Kozok sepekan lalu di Medan seperti dikutip Blog Berita dari kantor berita Antara. Pemerintah Belanda akhirnya mengabulkan permintaan Nommensen sehingga terbentuk koalisi Zending. Pemerintah kolonial Belanda sangat sukses, karena kedua belah pihak memiliki musuh yang sama yakni Raja Singamangaraja XII yang dicap sebagai “musuh bebuyutan” pemerintah Belanda dan zending Kristen.

Bersama-sama mereka berangkat untuk mematahkan perjuangan Si Singamangaraja. Kolonial Belanda dibekali persenjataan, organisasi dan ilmu pengetahuan peperangan modern, sementara pihak zending dibekali pengetahuan adat-istiadat dan bahasa Batak Toba.

Berkat pengetahuan bahasa dan budaya, pihak Zending sangat sukses meyakinkan ratusan raja di Tanah Batak agar menyerah.

Perang Batak atau dikenal dengan perang Singamangaraja XII berakhir pada tahun 1907 dengan tewasnya tokoh spiritual itu dan untuk selanjutnya penjajahan di tanah Batak dimulai oleh pemerintah kolonial Belanda, jelas Prof Uli Kozok.

Sementara menurut sejarawan Universitas Negeri Medan, DR Phil Ichwan Azhari, ada pihak yang melihat kontroversi dalam Perang Toba I yang terjadi tahun 1878, yaitu adanya peran para penginjil dalam menaklukkan Tanah Batak dan hubungan Singamangaraja XII dengan zending.

Hubungan Raja Sisingamangaraja XII dengan zending menjadi persoalan peka karena sebagian besar orang Batak memeluk agama Kristen dan menganggap LI Nommensen sebagai apostel atau rasul orang Batak, sedangkan Singamangaraja XII diangkat sebagai Pahlawan Nasional oleh pemerintah pada 9 November 1961.

“Yang menjadi pertanyaan adalah, bagaimana kalau kedua pahlawan yang dua-duanya dianggap sakral oleh orang Batak itu ternyata saling bermusuhan,” katanya.

Selanjutnya pada tahun 1982 DR WB Sidjabat menulis buku berjudul “Ahu Sisingamangaraja: Arti Historis, Politis, Ekonomis dan Religius” di mana Sisingamangaraja XII berusaha keras meluruskan dilema itu dengan “mendamaikan” kedua tokoh sakral tersebut.

Dengan sangat jelas ia memperlihatkan sikap pro zending, pro Singamangaraja dan anti Belanda, jelasnya. Dalam bukunya itu Sidjabat menggambarkan Belanda sebagai orang yang cerdik, memiliki tangan kotor hendak memanfaatkan Nommensen menggunakan tindakan keganasan, mengadakan kegiatan ganas yang tujuannya didorong oleh keserakahan ekonomi dan militer.

Terhadap peran Nommensen dan penginjil RMG lainnya, Sidjabat menyebut kehadiran Nommensen bukan dalam rangka penjajahan namun melakukan berbagai usaha untuk mengelakkan pertumpahan darah. “Dalam bukunya itu berulang kali disebutkan bahwa Nommensen bersedia menempuh jalan damai dan sangat tidak menyetujui tindakan kekerasan yang digunakan Belanda serta merasa sangat sedih melihat kampung-kampung Batak dibakar Belanda.”

Blog Berita Dot Net: Kehadiran Nommensen memperkenalkan ajaran Kristen Protestan kepada orang Batak kemudian menjadi cikal-bakal lahirnya HKBP [Huria Kristen Batak Protestan] yang kini dikenal sebagai gereja terbesar di Asia Pasifik.

Baca artikel pengikut ajaran Sisingamangaraja terpaksa pilih Islam atau Kristen.

tafbutton blue16 Ternyata Nommensen justru minta penjajah Belanda segera taklukkan Silindung

Artikel ini boleh dikutip HANYA JIKA disebutkan sumbernya www.blogberita.net DAN dibuat tautan-balik. Supaya tidak ketinggalan artikel terbaru, langgani RSS Feed, gratis!

Masukkan email Anda untuk BERLANGGANAN GRATIS:

Setelah diklik, ikuti petunjuk dari FeedBurner, cek email Anda.

Jumlah pelanggan Blog Berita via RSS & email Cara tampilkan fotomu pada komentar. Jumlah Pembaca KLIK DI SINI

3 Responses for “Ternyata Nommensen justru minta penjajah Belanda segera taklukkan Silindung”

  1. batakusa says:

    Ini memang perlu di teliti lebih lanjut, jika memang benar ternyata nommensen berniat ” menghabisi” Sisingamangaraja. Itu dah gak betul kalo memang begitu adanya. Tapi memang sejarah ini kabur2 , sumber2 yg bisa dijadikan penelitian sedikit terbatas, dan orang2 pada malas meneliti.
    padahal ini bisa jadi pelajaran berharga mengenai transformasi masyarakat batak dan adaptibilitas nya.

  2. Wal Suparmo says:

    Agama yang berasal dari Timur Tengah, ( kecuali Yudaisme ) yaitu Kristen dan Islam dalam gospel dan dakwahnya mempunyai doktrine untuk mengkolonisasi secara spiritual, semua manusia di dunia.Dengan cara DISELAMATKAN,KASIH,DAMAI ( Kristen) dan KEBAHAGIAN UNTUK ALAM SEMESTA( rakhmatan lil’alamin). Yang TERBUKTI hanya teori belaka karena setelah lebih dari 2000 tahun, tidak membuat manusia dan dunia menjadi lebih baik bahkan terpuruk seperti sekarang.Khususnya mengenai agama Kristen juga adalah cikal bakal kolonialisme ekonomi dan politik yang telah banyak menyebabkan kesengsaraan di dunia.Adalah sangat logis jika Nomensen minta supaya Belanda mengkolonisasi, tanah Batak pada khususnya karena zendingnya adalah mengkolonisasi secara spiritual semua manusia di dunia ( dalam hal ini Batak pada khususnya) dengan bemacam alasan dan rekayasa .

Comments are closed

Advertisement

Arsip sejak Maret 2007

Gratis RSS-Email-Twitter

Klik Play-Tonton Video


Log in / BLOG BERITA mengizinkan konten web ini dikutip dengan syarat menyebutkan sumbernya www.blogberita.net dan membuat tautan-balik. Pengelola Blog Berita wartawan freelance Jarar Siahaan tidak bertanggung jawab atas komentar dan artikel tulisan pembaca. Balige Kabupaten Toba Samosir Provinsi Sumatera Utara Indonesia. Berita terbaru Artikel menarik Video unik terbaik.