Temanku wartawan radio BBC kaget. “Ini menarik, bagaimana bisa warga Balige, yang dari dulu termasuk pendukung fanatik PDIP, lebih memilih SBY yang sopan, lemah-lembut,” katanya. Lalu Bambang Soed dari The Jakarta Post menimpali: “Jualan isu Provinsi Tapanuli kayaknya nggak laku.”
Tadi siang hingga menjelang malam aku bersama Maskur Abdullah dari radio BBC dan Bambang Soed dari koran The Jakarta Post meliput pemilihan presiden [pilpres] 2009 di Balige, ibukota Kabupaten Toba Samosir. Kedua wartawan ini adalah sahabat yang sudah lama tidak berjumpa denganku. Dengan Maskur, aku terakhir bertemu sekitar empat tahun lalu di kantor Aliansi Jurnalis Independen [AJI] Medan, pun begitu dengan Bambang yang sebelumnya selama belasan tahun bekerja di majalah Tempo.
Sebelum melakukan liputan bersama kedua media internasional itu, Blog Berita telah lebih dulu memantau berlangsungnya pilpres di Kecamatan Balige. Secara acak kupilih sekitar 15 TPS di Kecamatan Balige, dan hasilnya sama: calon presiden Susilo Bambang Yudhoyono menang telak dengan meraih suara jauh lebih banyak di atas capres Megawati maupun Jusuf Kalla [baca juga Megawati, Prabowo, JK, dan Wiranto "marunung-unung"].
Hasil perolehan suara pilpres 2009 di berbagai TPS Kecamatan Balige yang dipilih acak
- Di TPS 3 Kelurahan Balige III: Megawati 34 suara, SBY 100, JK 2.
- Di TPS 1 Desa Silalahi Pagar Batu: Megawati 45, SBY 185, JK 9. TPS ini adalah tempat di mana Bupati Tobasa Monang Sitorus, yang juga pengurus PDI Perjuangan Tobasa, dan Wakil Bupati Mindo Siagian, yang juga Ketua Partai Demokrat Tobasa, memberikan suaranya.
- Di TPS 3 Kelurahan Napitupulu: Megawati 78, SBY 172, JK 12.
- Di TPS 2 Kelurahan Balige I: Megawati 55, SBY 163, JK 5.
- Di TPS 3 Kelurahan Balige I: Megawati 54, SBY 208, JK 11.
- Di TPS 1 Kelurahan Pardede Onan: Megawati 95, SBY 158, JK 18.
Begitu juga di sekitar 10 TPS lainnya di Kecamatan Balige yang sempat diliput Blog Berita, suara SBY tidak terkejar oleh capres Mega maupun JK. Mega selalu di urutan kedua, dan suara JK “tak ada apa-apanya”.
Sejumlah warga Balige yang diwawancarai Blog Berita maupun radio BBC di lokasi TPS mengaku memilih SBY terutama karena program-programnya selama memerintah dirasakan menyentuh rakyat, seperti pemberian bantuan langsung tunai [BLT].
Katanya Protap, kenapa tak pilih Mega?
“Tapi Mega katanya buat kontrak politik untuk pembentukan Provinsi Tapanuli, kenapa tidak dukung Mega?” tanya wartawan BBC Maskur Abdullah pada seorang ibu rumah tangga.
“Ah, nggak maulah, si SBY-nya…,” jawab warga itu — lihat liputan lengkapnya besok dalam bentuk video.
Secara terpisah Blog Berita meminta komentar seorang politisi Tobasa, Franjos Sitorus dari Partai Peduli Rakyat Nasional [PPRN], parpol yang juga mendukung SBY-Boediono, mengapa rakyat Balige lebih banyak memilih SBY padahal selama ini Balige dan Kabupaten Tobasa “dikuasai” oleh PDIP.
Franjos menjawab: “Saya pikir rakyat melihat program-program Pak SBY, memang menyentuh rakyat kecil.” [www.blogberita.net]
CATATAN: Aku baru saja membaca sejumlah situs berita yang menulis kubu Prabowo komplain, merasa dirugikan karena menurut mereka pilpres 2009 berlangsung tidak demokratis. Misalnya Kompas menulis tajuk berita Prabowo: Terjadi Kecurangan Merata di Semua Daerah. He-he-he…, persis seperti yang kuduga: Kalau nanti SBY bisa menang satu putaran saja, pasti kubu capres lain akan ribut. Endonesiah…, endonesiah….


pas jalan2 kesini [dan memang tiap hari aku jalan2 ke blog ini... :) ] terlihatku link ini. jadi sejenak, kepikiran aku, apa sudah mulai “terbuka mata” orang Indonesia ini khususnya Balige terhadap siapa atau bagaimana orang yang layak jadi pemimpinnya ya?
bukan apa apa. Dulu2 ada pejabat yang memberikan sipalasroha dulu (money politic), baru bisa terpilih. sekarang, bukan hanya duit, isu kek kek gini pun dinaikkan, asallah bisa menang. tapi udah gitupun tak menang juga.
Berarti ada kemajuan pola pikir dan pola pandang orang Indonesia terkhususnya Balige ya bang? Atau karena kharisma pak SBY ini berbeda dengan presiden lain sehingga rakyat lebih memercayai beliau?
Tapi kek kubilang dikomenku sebelumnya, ba, sai Tuhanta ma na mangaramoti ate2 dohot pikiran pak SBY on ate? Asa lam mantap Indonesia on tu jolo.
kedewasan berpolitik negeri ini belum ada, yang bisa hanya menghasut dan menjatuhkan lawan politik…buktinya yang selalu menyalahkan itu…tidak lagi dipilih rakyat…bupati tobasa tidak mempunyai akar politik di balige…
Sebelum Bang Maskur (BBC) dan Mas Bambang (The Jakarta Post) turun ke Tobasa meliput Proses Pilpres, saya sudah kasih gambaran bahwa SBY akan unggul di Tapanuli (Tobasa, Taput, Humbang Hasundutan dan Samosir). Saya bilang, Isu Protap tidak menjadi alasan walaupun SBY pernah mengatakan Moratorium Pemekaran. Alasannya, yang mengusung Isu Protap tidak semua klan (Toba, Samosir, Silindung, Humbang) mendukungnya
Gua milih SBY kemaren, kalau Pemilu tahun 2014 nanti, gimana yah apa Megawati & Prabowo mencalonkan diri kembali???
kayaknya sih masih… [masih gak tahu malu maksudnya]. ;-)
Wah blognya keren lae..
salam kenal ya…sama-sama orang batak kita..
biar makin erat persahabatnya tukeran link yuk…ku tunggu ya..
Thank you..
By Obbie Afri’s Blog
terima kasih. tukaran link boleh, lae, silakan lewat halaman TAUTAN [lihat di bagian bawah/footer blog berita]. salam.
Prabowo emang orangnya pembangkang, masa2 kampanye aja banyak x cek cok nya
tapi cekcok dia gak mempan kan, alisyah?
Toe ma puang. Ise pe taho na monang, sai Tuhanta ma tongtong na mangaramoti.
Ya, kita pun sebagai rakyat, tetaplah bersatu walau pilihannya berbeda-beda (Bhinneka Tunggal Ika). Jangan lagi saling menjatuhkan, tapi kita dukunglah Presiden yang terpilih.
Biar mantap Indonesia ini ke depan.
Horas tu Balige.
sudah terpilih tuh, lae. jusuf kalla yang waktu kampanye kritik pedas sama sby tapi jk sudah ucapkan selamat kemarin sama sby. cemmana si mega-pro? mau gak ucapin selamat? atau belum ikhlas jadi pihak yg kalah.
udah tulang. tapi bukan “selamat” isi ucapannya. melainkan, mereka membuka posko pengaduan, karena mereka bilang ada kecurangan dalam pilpres kemarin.
tapi kalo tak terbukti/tak digubris, sian na “talu” gabe “talu HIAN” ma namboruta on. hahahaha.
http://www.detiknews.com/read/2009/07/10/163635/1162872/727/mega-prabowo-buka-posko-pengaduan-kecurangan-pilpres