Kasus kekerasan dalam rumah tangga [KDRT] berbau politik diberitakan Antara dari Riau. Yusriani (30), warga Desa Padangmutung Kecamatan Kampar Timur, Kabupaten Kampar, Riau, dianiaya suaminya hanya karena tidak mau memilih pasangan JK-Wiranto pada pilpres 2009 kemarin.
“Kasus KDRT pada saat Pilpres di Kampar kini dalam proses penyidikan,” kata Kepala Kepolisian Resor Kampar, AKBP MZ Muttaqien, kepada ANTARA di Pekanbaru, Rabu.
Kapolres menjelaskan, penganiayaan itu berawal ketika Yusriani menolak permintaan Abubakar suaminya untuk memilih pasangan Jusuf Kalla-Wiranto pada saat pemungutan suara. Namun sang isteri menolak permintaan suaminya karena mengaku ingin memilih untuk pasangan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)-Boediono.
“Kemudian suaminya tiba-tiba naik pitam dengan menganiaya istrinya sendiri dengan cara mencekik, mencakar leher, dan membakar formulir C4 milik isterinya,” ujar Muttaqien.
Blog Berita: Suami ini pastilah “gila politik”. Kalau yang ngotot harus dua putaran, cocoknya disebut “politik gila”.

Artikel ini boleh dikutip HANYA JIKA disebutkan sumbernya www.blogberita.net DAN dibuat tautan-balik. Supaya tidak ketinggalan artikel terbaru, langgani RSS Feed, gratis!



















bah. kalo sempat dua putaran, makin sakit lah si istri. dicekik 2 x pulak nanti..
kok banyak kalilah orang rarat sekarang…