Lihat video liputan pilpres 2009 di Kota Balige oleh Blog Berita bersama radio BBC Inggris. Dua warga di Desa Silalahi Pagar Batu dan Onan Raja Kelurahan Balige III menjawab dengan bahasa Indonesia yang marpasir-pasir — cakap Indonesia dengan logat Batak Toba — bahwa dia tidak mau memilih Megawati walaupun dijanjikan untuk membentuk Provinsi Tapanuli.
Umumnya warga masyarakat Kecamatan Balige yang kami tanyai mengaku memilih capres Susilo Bambang Yudhoyono karena SBY dinilai peduli pada rakyat kecil terutama dengan program bantuan langsung semacam BLT dan beras murah untuk warga miskin. Juga karena perjudian, premanisme, dan korupsi diberantas tegas oleh SBY.
![Wartawan BBC dan Jakarta Post Maskur-BBC [kiri] dan Bambang-Jakarta Post [kanan]](http://bataknews.wordpress.com/files/2009/07/wartawan-bbc-maskur-abdullah-dan-bambang-soed-jakarta-post.jpg)
Foto kiri Maskur BBC dan kanan Bambang Jakarta Post
Tonton video liputan pilpres Blog Berita bersama radio BBC Inggris
Megawati kalah di Balige karena berpasangan dengan Prabowo
Seorang warga Balige yang mengaku selama ini sebagai pendukung PDI Perjuangan kepada Blog Berita beropini, seandainya capres Megawati tidak berpasangan dengan Prabowo Subianto, kemungkinan akan banyak yang setia mendukung Megawati. Menurut dia, Prabowo adalah tokoh yang sudah “cacat” di mata publik, karena dulu dia dipecat dari militer berkaitan kasus penculikan aktivis atau pelanggaran hak asasi manusia.
“Ai dang na oto be rakyat on. Molo adong ro tim ni si Mega-Prabowo, dijalo rakyat i do, alai tong do si SBY dipillit [Rakyat tidak bodoh lagi. Kalau tim sukses Megawati-Prabowo datang, rakyat mau saja menerima, tapi tetap memilih SBY],” katanya.
Seorang wanita penduduk Kota Balige yang merupakan pendatang dari pulau Jawa, yang sehari-hari berjualan lontong sayur, mengaku mencontreng capres SBY pada pilpres kemarin. “Aku pilih SBY, karena selama ini kan aman, nggak ada preman, pedagang nggak diperas,” katanya ketika ditanya Blog Berita Kamis tadi pagi. Dia memberikan suaranya di TPS 1 Kelurahan Pardede Onan, Balige. [www.blogberita.net]

Artikel ini boleh dikutip HANYA JIKA disebutkan sumbernya www.blogberita.net DAN dibuat tautan-balik. Supaya tidak ketinggalan artikel terbaru, langgani RSS Feed, gratis!



















Wah.. Hebat juga ya..
Sampai BBC/ London nangkring di Balige.
Tapi kok Mega bisa sampai kalah suara di Balige ya?..
Btw; saya senang dengar bahasa Indonesia yg mar pasir-pasir.
He..he..he..:)
Selamat reuni-lah lae Jarar dengan sobat jurnalis. Saya juga tahu mereka berdua datang ke Balige-Toba Samosir tetapi sayang saya waktu itu posisi sedang di Medan.
he-he-he… iya, lae, senang kali rasanya ketemu mereka setelah sekian tahun. kalau kita, kapan ketemunya?