Pemberian suara pada Pemilihan Presiden 2009 memang sudah usai, tapi ada hal menarik yang tersisa dari proses kampanye kemarin. Yaitu masalah “iklan sembako politik” dari kubu Megawati-Prabowo berjudul “Harga” yang ditolak sejumlah stasiun televisi swasta untuk disiarkan.
Mengapa iklan ini ditolak, aku sendiri tidak mengerti. Apakah ada kontennya yang melanggar etika beriklan atau peraturan kampanye yang dibuat KPU? Setelah menonton video iklan politik ini aku tidak dapat menemukan letak kesalahannya di mana. Apakah gara-gara ditampilkannya gambar Istana Presiden saat narasi iklan menyebut “pemerintah”?
Kalau aku pribadi menilai iklan ini tidak ada salahnya untuk ditayangkan, karena kayaknya tidak ada kubu capres lain yang diserang dengan cara-cara yang melanggar etika [lihat video YouTube di bawah ini].
Saksikan iklan TV Pemilu 2009 capres Megawati – Harga
Tapi menurutku konten iklan Mega-Pro, Harga, adalah kampanye yang tidak akan laku seandainya ditayangkan. Sebab dalam promosi tersebut Mega-Pro protes mengapa harga sembako makin tahun makin mahal; mirip dengan iklan Megawati sebagai Ketua Umum PDI Perjuangan saat Pemilu legislatif lalu yang mengobarkan sembako murah. Begini antara lain isi iklan Harga tadi:
Kenyataannya setelah lima tahun hanya janji kosong belaka. Harga sembako hampir 50 persen lebih tinggi dari tahun 2004.
Alamakjang! Kenapa tidak sekalian saja dibandingkan harga beras dan BBM tahun 2009 ini dengan harga ketika era 1950-an, pasti lebih gila lagi “lebih tingginya”.
Kalau petani padi, nelayan penangkap ikan di Danau Toba, dan ibu parrengge-rengge [pedagang sayur, beras, dan sembako lainnya] di pasar Balige mendengar iklan itu, kurasa mereka akan bersungut:
Bah, puang, Mega…, aha do maksudmu naeng gabe mura nimmu arga ni sembako. Na so mangan be hami partiga-tiga on. [Lho, Mega, kok malah bikin harga sembako murah. Kami pedagang mau makan apa].
Jadi…, untunglah iklan TV Harga tidak sempat diputar, bisa-bisa makin tipis suara Mega-Pro kalau petani dan pedagang pasar tradisional menontonnya.
Tuan Prabowo dan Nyonya Mega, yang perlu diperjuangkan pemerintah bukanlah menjadikan harga sembako murah, tapi meningkatkan daya beli masyarakat dengan misalnya menambah gaji buruh perusahaan dan gaji PNS. Gitu, lho…. Paham gak sih? [Coret ajalah, nanti dibilang tidak sopan sama mantan presiden].

Artikel ini boleh dikutip HANYA JIKA disebutkan sumbernya www.blogberita.net DAN dibuat tautan-balik. Supaya tidak ketinggalan artikel terbaru, langgani RSS Feed, gratis!



















Saya rasa rakyat sudah lebih cerdas melihat situasi yang ada..