Seorang wartawan beragama Islam di Malaysia menyaru bersama temannya seakan-akan mereka penganut agama Katolik. Keduanya masuk gereja untuk mengikuti ritual misa, lalu memotret roti Komuni dan menerbitkannya di majalah.
Wartawan muslim yang menyamar jadi Katolik ini, menurut berita BBC, adalah untuk kepentingan penyelidikan apakah banyak warga Malaysia yang berpindah agama menjadi Katolik. Hasil liputan wartawan tersebut telah diterbitkan di sebuah majalah, dan mengakibatkan umat Katolik protes karena tertulis bahwa si wartawan memperoleh data-data setelah melakukan penyamaran.
Satu hal yang menyinggung umat Katolik ialah karena dalam artikel itu disertakan foto roti Komuni yang sudah dimakan sebagian. Roti Komuni bagi orang Katolik adalah simbol jasad Yesus, demikian BBC.
Kepolisian Malaysia sudah sedang mengusut si wartawan bersama temannya yang berpura-pura jadi Katolik untuk bisa mengikuti misa. Apabila pengadilan menyatakan bersalah, dia bisa dihukum penjara sampai lima tahun.
Penyamaran wartawan [undercover] ada batasnya
BLOG BERITA: Sepengetahuanku, dari pengalaman bekerja sebagai wartawan suratkabar selama 13 tahun, jurnalis memang diperbolehkan melakukan penyamaran, namun ada beberapa syarat atau kondisi yang harus dipertimbangkan.
Dua hal dari sekian item yang paling utama mesti diperhitungkan sebelum jurnalis menyamar adalah:
- Tidak ada lagi cara lain untuk mendapatkan informasi tersebut selain menyamar.
- Topik yang diliput dengan menyamar haruslah benar-benar demi kepentingan orang banyak.
Yang terjadi selama ini, baik di Indonesia maupun Amerika Serikat — yang sering dijadikan kiblatnya kebebasan pers — adalah bahwa penyamaran dilakukan terutama untuk kasus-kasus korupsi. Di awal tahun 2000-an beberapa orang wartawan majalah Tempo melakukan penyamaran selama tujuh hari untuk membongkar jaringan mafia pengoplos BBM di Tanjung Priok.
Kalau wartawan berpura-pura menjadi Katolik untuk bisa masuk gereja menyelidiki apakah orang Islam berpindah agama, apakah hal seperti ini layak dijadikan alasan bagi jurnalis untuk menyamar? Kau sendiri bisa menemukan jawabannya dengan mencocokkan kasus jurnalis Malaysia ini dengan dua poin di atas.

Artikel ini boleh dikutip HANYA JIKA disebutkan sumbernya www.blogberita.net DAN dibuat tautan-balik. Supaya tidak ketinggalan artikel terbaru, langgani RSS Feed, gratis!



















ga apa apa lagi, gereja katholik kan rumah semua mau muslim , katholik apa aja deh itukan rumah tuhan , kita kan orang katholik kan ga punya musuh… cuex az dong
memangnya kalau melayu masuk katolik suatu kejahatan ya?
itu dia yang kita tidak ngerti pemahaman orang-orang beragama di sana.
wartawannya kurang kerjaan tuch
sampai begitukah…….?………..
barti si wartawan yg islam itu pun ……doa secara katolik pula…….jangan2…si wartawan pun tertarik…..Amin….
Tuhan yesus memberkati…….
amin! [pasti ada yang lagi protes dalam hatinya]. HA-HA-HA…