Ikuti @KoranTapanuli Ikuti berita KORAN TAPANULI. Daftarkan email anda di kotak, tekan Enter. Klik verifikasi yang dikirim ke Inbox anda.

Wartawan muslim menyamar jadi Katolik untuk artikel majalah

Posted by on Jul 15th, 2009 and filed under Kutipan Media. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Both comments and pings are currently closed.

Seorang wartawan beragama Islam di Malaysia menyaru bersama temannya seakan-akan mereka penganut agama Katolik. Keduanya masuk gereja untuk mengikuti ritual misa, lalu memotret roti Komuni dan menerbitkannya di majalah.

Wartawan muslim yang menyamar jadi Katolik ini, menurut berita BBC, adalah untuk kepentingan penyelidikan apakah banyak warga Malaysia yang berpindah agama menjadi Katolik. Hasil liputan wartawan tersebut telah diterbitkan di sebuah majalah, dan mengakibatkan umat Katolik protes karena tertulis bahwa si wartawan memperoleh data-data setelah melakukan penyamaran.

Satu hal yang menyinggung umat Katolik ialah karena dalam artikel itu disertakan foto roti Komuni yang sudah dimakan sebagian. Roti Komuni bagi orang Katolik adalah simbol jasad Yesus, demikian BBC.

Kepolisian Malaysia sudah sedang mengusut si wartawan bersama temannya yang berpura-pura jadi Katolik untuk bisa mengikuti misa. Apabila pengadilan menyatakan bersalah, dia bisa dihukum penjara sampai lima tahun.

Penyamaran wartawan [undercover] ada batasnya

BLOG BERITA: Sepengetahuanku, dari pengalaman bekerja sebagai wartawan suratkabar selama 13 tahun, jurnalis memang diperbolehkan melakukan penyamaran, namun ada beberapa syarat atau kondisi yang harus dipertimbangkan.

Dua hal dari sekian item yang paling utama mesti diperhitungkan sebelum jurnalis menyamar adalah:

  • Tidak ada lagi cara lain untuk mendapatkan informasi tersebut selain menyamar.
  • Topik yang diliput dengan menyamar haruslah benar-benar demi kepentingan orang banyak.

Yang terjadi selama ini, baik di Indonesia maupun Amerika Serikat — yang sering dijadikan kiblatnya kebebasan pers — adalah bahwa penyamaran dilakukan terutama untuk kasus-kasus korupsi. Di awal tahun 2000-an beberapa orang wartawan majalah Tempo melakukan penyamaran selama tujuh hari untuk membongkar jaringan mafia pengoplos BBM di Tanjung Priok.

Kalau wartawan berpura-pura menjadi Katolik untuk bisa masuk gereja menyelidiki apakah orang Islam berpindah agama, apakah hal seperti ini layak dijadikan alasan bagi jurnalis untuk menyamar? Kau sendiri bisa menemukan jawabannya dengan mencocokkan kasus jurnalis Malaysia ini dengan dua poin di atas.

Daftarkan emailmu untuk berlangganan gratis artikel terbaru via email. Nanti terlihat kode anti-spam untuk anda ketik, dan kemudian klik verifikasi yang dikirim ke email anda. Layanan ini oleh Google Feedburner.

Masukkan email anda, lalu klik tombol TEKAN

5 Responses for “Wartawan muslim menyamar jadi Katolik untuk artikel majalah”

  1. memangnya kalau melayu masuk katolik suatu kejahatan ya?

  2. Broer says:

    wartawannya kurang kerjaan tuch

  3. ika.mc88 says:

    sampai begitukah…….?………..
    barti si wartawan yg islam itu pun ……doa secara katolik pula…….jangan2…si wartawan pun tertarik…..Amin….

    Tuhan yesus memberkati…….

Comments are closed

Advertisement

Klik Suka, ikuti beritanya di FB.

Log in / BLOG BERITA mengizinkan konten blog ini dikutip dengan syarat menyebutkan sumbernya www.blogberita.net dan membuat tautan balik. Pengelola Blog Berita wartawan freelance Jarar Siahaan di Balige, Kabupaten Toba Samosir, Indonesia. Situs berita terbaru Artikel menarik Video terbaik.