Ikuti @KoranTapanuli Ikuti berita KORAN TAPANULI. Daftarkan email anda di kotak, tekan Enter. Klik verifikasi yang dikirim ke Inbox anda.

Banyak ‘hantu berselimut’ di koran dan portal berita Indonesia

Posted by on Jul 17th, 2009 and filed under Artikel Khusus. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Both comments and pings are currently closed.

SELIMUT BERBAHAN LEMBUT YANG KATANYA BISA MERANGSANG

SELIMUT BERBAHAN LEMBUT YANG KATANYA BISA MERANGSANG

Menarik disimak mengapa media pers besar semacam Kompas, Detik, Okezone, Viva News, Analisa, Metro TV, SCTV, dll masih sering memakai kata “menghantui” dan “menyelimuti” dalam judul berita yang sama sekali tidak ada kaitannya dengan hantu, apalagi hantu berselimut.

Sekitar tahun 2000 di kantor redaksi harian Radar Medan milik Jawa Pos. Kala itu menjelang tengah malam. Seperti biasanya, temanku yang juga atasanku Yulhasni — aku redaktur halaman Sumut, dia assisten redaktur pelaksana — sering melempar guyon kalau ada tulisan reporter yang menurutnya lucu dan “pantas ditertawakan” [baca artikel Redaktur bukan tukang gergaji ekor berita].

Oleh Jarar Siahaan di Balige, Tobasa, Sumut

Waktu itu kantor kami masih ngontrak, belum punya gedung Graha Pena sendiri yang megah seperti sekarang, dan kami masih bebas merokok di lantai tiga meskipun AC dihidupkan. Yulhasni sering memakai kain sarung dan membuka kemejanya karena memang panas — harap maklum, AC-nya kurang tenaga, plus dia seorang aktivis-seniman yang susah pula diatur macam aku.

Malam itu Yulhasni berdiri, berehat sejenak dari mengedit berita. Dia minta sebatang rokok dariku. Lalu tiba-tiba dia teriak: “Oi, Jarar! Tengok dulu ini, duka masih menyelimuti keluarga korban. Orang sedih kok dikasih selimut, harusnya kan dikasih penghiburan.” Kami tertawa ngakak. :D

Di lain waktu dia “ngomel” lagi, “Lurah kangkangi SK Walikota,” lalu Yulhasni menaruh secarik kertas di lantai sambil berjalan kangkang melangkahi kertas itu. :D

Yulhasni pasti tidak tahu sampai hari ini bahwa humornya hampir 10 tahun silam itulah yang kujadikan pelajaran dalam menulis berita: Hindari “kata kerja abstrak” dalam menulis judul “berita peristiwa yang nyata”.

Dan itu kupraktikkan, baik selama bekerja di media cetak maupun setelah menulis di weblog sejak awal 2007. Seingatku, belum pernah aku menulis berita dengan judul yang berisi kata-kata semacam “menyelimuti, menghantui, mengangkangi” dan sejenisnya.

Contohnya dulu ketika aku masih bekerja sebagai redaktur koran, apabila ada berita dari reporter bertajuk “Kesepian menyelimuti gadis cantik itu setelah pacarnya bunuh diri”, maka akan kuubah menjadi “Gadis cantik itu kesepian….”

Media pers kita sampai saat ini, dari dulu, masih sering memakai kata-kata demikian dalam judul beritanya. Tidak salah memang, tapi rasanya seperti, “Kok wartawannya malas banget, sih, mencari padanan kata yang lain.”

Dengan hanya dua-tiga kali mengeklik mesin pencari Google tadi, aku langsung menemukan puluhan berita media dengan kata menghantui dan menyelimuti pada judulnya. Antara lain: Tragedi Lapindo Menghantui Warga Serang [SCTV], Ledakan terus hantui Kota Jakarta [Viva News], Duka Masih Menyelimuti Rumah Korban MOS [MetroTV], Kelangkaan pupuk masih menghantui petani Bantul [Okezone], Prita Bebas tapi Trauma Masih Menghantui [Kompas], Degradasi Hutan Masih Menghantui Indonesia [Analisa, Medan], dan masih banyak lagi.

“Hantu di mana-mana.” Di lumpur, di kota metropolitan, di hutan, sampai di kasus hukum email Prita. :D

Salah satu contoh pemakaian judul “menyelimuti” yang tepat menurutku adalah seperti diterapkan Tempo Interaktif dalam tajuk Awan menyelimuti Jakarta.

Aku tidaklah sehebat redaktur Kompas atau koran Analisa, Medan, misalnya. Tapi aku punya “tips jitu” agar hantu dan selimut tidak lagi muncul dalam judul berita yang sama sekali tidak bercerita soal hantu dan selimut.

Caranya adalah: Jangan pakai kata hantu dan selimut itu. ;-)

Sudah, ah…, aku mau beli rokok dulu. [www.blogberita.net]

Daftarkan emailmu untuk berlangganan gratis artikel terbaru via email. Nanti terlihat kode anti-spam untuk anda ketik, dan kemudian klik verifikasi yang dikirim ke email anda. Layanan ini oleh Google Feedburner.

Masukkan email anda, lalu klik tombol TEKAN

8 Responses for “Banyak ‘hantu berselimut’ di koran dan portal berita Indonesia”

  1. Larus says:

    Hahahaha…
    Kritis juga lae!!!
    Kata abstrak seperti itu lebih menarik perhatian pembaca. Terkhusus buat berita yang mengkritik para pejabat yg menyalah gunakan jabatannya. Tp, perlu juga lae terangkan, selama lae tidak menggunakan kata abstrak, apakah daya tarik berita berkurang, atau tetap, atau bahkan bertambah banyak.
    Trim’s buat berita yg slalu dikirim. Smg smkn sukses “Jarar Siahaan”

    • kalau bagi aku, menulis judul dengan kata-kata “membayangi, menghantui, menyelimuti” dll tidak berpengaruh pada menarik-tidaknya sebuah artikel. begitu, lae. :)

  2. sirajaoloan says:

    benar banget bang, kata2 abstrak itu yg sering muncul, tapi walau begitu dengan pemakaian kata abstrak spp menghantui, seolah2 menarik perhatian orang utk membaca dan melihat berita…

  3. Bonapasogit says:

    Jadi malu awak secara awak juga menulis berita di surat kabar. Hehehehe… Saran yang menarik Lae.

  4. Anggi says:

    Bisa jadi bahan penelitianku nihBang :)

Comments are closed

Advertisement

Klik Suka, ikuti beritanya di FB.

Log in / BLOG BERITA mengizinkan konten blog ini dikutip dengan syarat menyebutkan sumbernya www.blogberita.net dan membuat tautan balik. Pengelola Blog Berita wartawan freelance Jarar Siahaan di Balige, Kabupaten Toba Samosir, Indonesia. Situs berita terbaru Artikel menarik Video terbaik.