Belum pernah aku menemukan warung Internet [warnet] yang tidak dipasangi tool Deep Freeze. Ini karena Deep Freeze memang tokcer sebagai “pengganti anti virus”. Bila ada virus atau trojan menyusup ke komputer dari penyimpan data USB flash drive atau dari film porno yang didownload dari Internet misalnya, maka begitu komputer di-restart, virus tersebut akan hilang dalam sekejap.
Beberapa waktu lalu aku pernah menulis dalam artikel Virus komputer Sandra Dewi Bugil bahwa sebaiknya komputer tetap dilindungi dengan anti-virus sekalipun sudah terinstall Deep Freeze.
Komputer umum seperti di warnet biasanya “dibekukan” atau dikunci sistemnya [drive C] dan juga drive data. Ini demi keamanan. Jadi kalau contohnya ada pelanggan usil sengaja memasukkan virus ke C atau D, komputer itu akan kembali pulih begitu dihidupkan ulang.
Tetapi memakai Deep Freeze pada komputer pribadimu di rumah rasa-rasanya bisa mendatangkan masalah juga. Katakanlah kau hanya mengunci drive sistem dengan Deep Freeze, tapi tidak untuk drive data. Ketika kau browsing situs atau blog dan merasa tertarik untuk menyimpan URL atau domain situs tersebut — agar mudah membukanya di kemudian hari — maka bookmark situs yang kaubuat itu akan hilang setelah komputer dihidupkan ulang. Begitu juga dengan settinganmu pada aplikasi lain seperti menyusun fitur atau tombol di Microsoft Word, Yahoo Messenger, dll.
TIPS: Sebaiknya sebelum mengunci sistem dengan Deep Freeze, jalankan dulu semua software yang terpasang di komputermu selama beberapa kali atau hari. Lakukan settingan yang sesuai kebutuhan. Kalau sudah klop, barulah aktifkan Deep Freeze.
Selain itu usahakan secara berkala misalnya sekali seminggu membuka kuncian Deep Freeze pada sistem komputer, lalu updatelah anti-virusmu, setelah oke, kuncilah kembali.
Alternatif untuk Deep Freeze, gratis dan legal
Deep Freeze memang bagus dan sudah banyak dipakai di seluruh dunia. Tapi kita harus merogoh dompet untuk membelinya. Yang bajakan? Oh, ada, dan itulah yang banyak dipakai orang, termasuk aku sampai beberapa pekan lalu.
Banyak pengguna yang sering mengeluhkan Deep Freeze tidak bisa dihapus atau uninstall. Untuk kasus ini sudah ada solusinya, yaitu dengan memakai Deep Unfreezer.
Tapi masalah lain yang kerap muncul adalah, ikon Deep Freeze tiba-tiba hilang dan tak pernah nongol lagi. Padahal hanya lewat ikon itulah kita bisa mengakses [mengunci dan membuka] kuncian Deep Freeze pada komputer; Deep Freeze juga tidak bisa diakses dari Control Panel atau Task Manager. Kalau sudah begini, umumnya orang terpaksa harus memformat ulang Windowsnya.
Kalau kau suka dengan perangkat lunak seperti Deep Freeze, sekarang ada barang sejenis yang bisa kaupakai: Returnil Virtual System atau disingkat Returnil. Fungsinya sama, tapi cara kerjanya sedikit berbeda.
Returnil punya dua versi: edisi freeware atau gratis, dan versi premium seharga sekitar Rp250 ribu. Menurut mereka, Returnil Virtual System tidak memakai banyak memori komputer seperti produk sejenis yang lain, dan bisa dihapus/uninstall dengan mudah dari tombol Remove.
Blog Berita tidak menganjurkan pemilik komputer yang relatif masih pemula/awam untuk menginstall tool sejenis Deep Freeze dan Returnil.
Saranku yang lain, meskipun kau memakai Deep Freeze atau Returnil, tetaplah pasang anti-virus, anti-spyware, dan firewall di komputermu, dan updatelah sedikitnya sekali seminggu [lihat 10 anti-virus gratis terbaik].
Kalau selama ini Deep Freeze disebut-sebut sebagai alternatif anti-virus, maka Returnil adalah alternatif untuk Deep Freeze.

Artikel ini boleh dikutip HANYA JIKA disebutkan sumbernya www.blogberita.net DAN dibuat tautan-balik. Supaya tidak ketinggalan artikel terbaru, langgani RSS Feed, gratis!


















