Makin meluas sekarang “tugas dan fungsi” ormas. Lihatlah, Pemuda Pancasila mengawal selebriti Vira Yuniar dalam sidang perceraiannya dengan suaminya, Ryan, supaya Vira tidak diwawancarai wartawan.
Tindakan Pemuda Pancasila ini bisa dikategorikan sebagai upaya menghalangi pekerjaan pers, dan sesuai Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999 bisa dituntut secara hukum dengan pidana penjara atau materi hingga Rp500 juta.
Setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau denda paling banyak Rp. 500.000.000,00 (Lima ratus juta rupiah).
Kompas menulis, dalam sidang hari ini, kuasa hukum Vira membawa sejumlah anggota Pemuda Pancasila yang tampaknya ditugaskan untuk menjaga kliennya dari serbuan wartawan. Benar saja, seusai sidang, Vira beserta kuasa hukumnya dijaga ketat oleh Pemuda Pancasila supaya tidak “diserbu” oleh pencari berita.
Lalu Abu Bakar Ba’asyir pun dikawal 100-an polisi
Sementara di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, Polri setempat menurunkan 130 anggotanya untuk mengawal Ba’asyir, pemimpin Pondok Pesantren Ngruki, yang berkunjung ke sana untuk menyampaikan pelaksanaan perda syariat Islam di Masjid Agung Bulukumba. Jumlah polisi untuk mengawal Baasyir ditambah juga dari kesatuan polisi lain.
Menurut pejabat kepolisian setempat kepada Antara, pengawalan dilakukan karena ada opini yang mengaitkan Abu Bakar Ba’asyir dengan kasus bom meledak di Kuningan, Jakarta, baru-baru ini.
Yang menjadi tanda-tanya bagi Blog Berita, mengapa mantan Presiden Gus Dur tidak pernah dikawal seheboh ini oleh polisi, karena di situs dan forum-forum Internet sudah lama beredar ancaman terhadap Gus Dur, bahkan dengan kata-kata semacam “Darah Gus Dur Halal!”
Pengawalan terhadap Ba’asyir oleh polisi memang patut dilakukan, tapi sebaiknya tidak berlebihan. Karena hal ini secara tidak langsung bisa menimbulkan pandangan di masyarakat awam bahwa Ba’asyir adalah “orang penting” yang “perlu ditakuti”.
Dan mengapa pula tidak dari dulu Hotel Marriot dikawal ketat sebelum diserang bom? Tanya ken…napaaa….

Artikel ini boleh dikutip HANYA JIKA disebutkan sumbernya www.blogberita.net DAN dibuat tautan-balik. Supaya tidak ketinggalan artikel terbaru, langgani RSS Feed, gratis!


















