Ikuti @KoranTapanuli Ikuti berita KORAN TAPANULI. Daftarkan email anda di kotak, tekan Enter. Klik verifikasi yang dikirim ke Inbox anda.

Rayakan HUT RI, DPRD bikin dangdut di gedung Dewan bahkan pesta miras

Posted by on Aug 12th, 2009 and filed under Headlines, politik. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Both comments and pings are currently closed.

Foto: Radar Malang

Foto: Radar Malang

Anggota DPRD dari PDI Perjuangan bertahan ikuti goyang dangdut. Berita ini bukan cuma menarik dan penting, tapi layak dimasukkan dalam Guinness World Records atau Museum Rekor Indonesia. Rasa-rasanya baru kali inilah terjadi anggota DPRD merayakan HUT Kemerdekaan RI dengan cara mengundang penyanyi dangdut erotis ke dalam gedung DPRD.

Baca berita selengkapnya seperti dikutip dari harian Radar Malang. Ruang sidang paripurna DPRD Kabupaten Malang ternoda. Ruang “terhormat” itu Selasa (11/8) sore digunakan untuk pesta joget bersama biduan wanita. Bahkan, beberapa wakil rakyat tampak sempoyongan karena diduga mabuk. Pesta joget itu digelar bersamaan dengan pentas musik dangdut di tempat tersebut. Yang tidak lazim, panggung acara dangdutan itu menggunakan tempat yang biasanya diisi kursi pimpinan dewan dan pejabat pemkab.

Dangdutan itu sendiri digelar mulai pukul 14.00 dengan dalih perayaan Agustusan. Namun, sejumlah informan menyebutkan, pentas dangdut itu juga untuk memeringati ulang tahun Ketua DPRD Suhadi. Ketika pentas berlangsung, sejumlah anggota dewan laki-laki terlihat berada di jajaran meja paling depan. Begitu pula sejumlah anggota dewan perempuan. Istri anggota dewan juga hadir. Sambil menyantap hidangan yang disiapkan, mereka asyik mendengarkan lantunan lagu dari penyanyi pria.

Namun, menginjak lagu kedua, sejumlah penyanyi perempuan yang mengenakan pakaian ketat dan rok mini berliuk-liuk di depan wakil rakyat. Melihat penampilan empat penyanyi dengan make up mencolok itu, sejumlah anggota dewan perempuan memalingkan muka dan meninggalkan ruang tersebut. Anggota dewan perempuan itu, antara lain, Hikmah Bafaqih, Siti Mahmudah, dan Enik Finawati. Begitu pula banyak anggota dewan laki-laki yang meninggalkan tempat.

Praktis ruang itu “dikuasai” anggota dewan dari PDIP. Sejak saat itu tensi pertunjukan musik dangdut memanas. Sejumlah staf DPRD Kabupaten Malang terlihat menuju ke panggung. Mereka ikut berjoget mengikuti irama.

Saat itulah sejumlah wartawan maju ke untuk mengabadikan momen tersebut. Tidak lama berselang, Ketua Dewan Kabupaten Malang Suhadi naik panggung. Dia mengatakan bahwa acara tersebut merupakan peringatan HUT Ke-46 Kemerdekaan RI.

Selain itu, dia mengatakan bahwa kegiatan tersebut menggunakan uang pribadi. “Ini uang pribadi dan bukan perayaan ulang tahun saya,” ujar Suhadi, anggota dewan dari PDIP, saat di panggung. Setelah kejadian itu, sejumlah wartawan dari media cetak maupun elektronik dihubungi sejumlah dewan. Mereka meminta pentas musik dangdut di ruang paripurna itu tidak diberitakan. Alasannya, acara tersebut hanya peringatan Agustusan.

Puncaknya terjadi setelah wartawan keluar ruang dan meninggalkan lokasi. Beberapa saat kemudian tersiar informasi kalau ruang paripurna juga digunakan pesta miras oleh beberapa anggota dewan.

Sejumlah wartawan yang mendengar informasi itu mencoba menghubungi anggota dewan dari PDIP, Sugianto, melalui SMS. Selanjutnya, Sugik “panggilan akrab Sugianto” menelepon Imam Taufiq, wartawan Surya Biro Malang. Sugik minta Taufiq melarang teman-temannya memberitakan acara di ruang paripurna. Bahkan, menurut wartawan Memo Arema, Santoso yang merupakan salah satu saksi mata, sempat ada ancaman akan memukuli wartawan yang memberitakan peristiwa tersebut. “Sempat kedengaran keras karena HP Taufiq di-loudspeaker,” kata Santoso saat dihubungi kemarin.

Sementara itu Wakil Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Kabupaten Malang Syamsul Hadi mengecam penggunaan ruang sidang paripurna untuk dangdutan. Apalagi, ada anggota dewan yang diduga mabuk. “Kegiatan itu melanggar kode etik dewan,” tegasnya.

Pihaknya juga segera meminta klarifikasi Setwan DPRD Kabupaten Malang. Dia mempertanyakan mengapa kegiatan tersebut tidak dilakukan di ruang lain. “Nanti kami telusuri. Itu sudah melanggar kode etik,” kata Syamsul.

Kecaman keras juga datang Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Malang. “Kami sangat menyesalkan tindakan para anggota dewan yang sudah di luar batas tersebut. Mereka tak layak menjadi dewan lagi,” kata KH Mahmud Zubaidi, ketua MUI Kabupaten Malang. Dia berharap partai bisa segera mengenakan sanksi kepada anggota dewan yang keblinger tersebut. Salah satu sanksi yang tepat adalah mengeluarkan mereka dari parlemen.

Ketua DPRD Kabupaten Malang Suhadi rupanya masih menutup-nutupi tindakan anggotanya. Bahkan, dia menjamin bahwa anggotanya tak ada yang mabuk. “Saya masih ada di gedung dewan. Silakan ke sini. Tak ada botol minuman keras sedikit pun di sini. Kalau ada yang ngomong kami mabuk, itu hanya isu,” kata Suhadi.

Politikus PDIP tersebut juga menyangkal bahwa pesta di ruang rapat paripurna itu merupakan pesta ulang tahunnya. “Ini bukan pesta ulang tahun saya, tapi pesta HUT Ke-64 RI. Sama dengan pesta yang dilakukan di tempat lain, seperti di pendapa,” dalih Suhadi.

Blog Berita: Kalau Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati masih punya rasa malu, dalam waktu segera dia pasti akan memecat anggota DPRD Malang dari PDIP yang terlibat dalam pesta dangdut dan menenggak alkohol di dalam gedung wakil rakyat, apalagi dilakukan dalam rangka merayakan HUT Kemerdekaan RI.

HUT Tobasa, Trio Macan goyang sensual di hadapan Bupati dan anggota DPRD

Beberapa waktu lalu di Kabupaten Toba Samosir juga pernah terjadi kasus goyang dangdut yang diselenggarakan oleh pejabat pemerintah. Saat itu dalam rangka perayaan hari ulang tahun [HUT] kelahiran Kabupaten Toba Samosir. Pemkab Tobasa menyiapkan dana sekitar Rp1 milliar. Acaranya dibuat meriah di lapangan sepakbola Raja Sisingamangaraja XII Balige. Ketua panitia acara HUT Toba Samosir ini adalah Wakil Ketua DPRD Baktiar Tampubolon.

Panitia mengundang sejumlah penyanyi ibukota seperti Dedi Dores, Obbie Messakh, Tommy J Pissa, Christine Panjaitan, Margareth Mamamia, Aura Trio, dan termasuk tiga pedangdut seksi Trio Macan. Seperti bisa kita tebak, kebiasaan Trio Macan adalah menggoyangkan bagian-bagian tubuh tertentu secara berlebihan, seperti bagian dada dan pantat. Mereka pun menyuguhkan tarian sensual di lapangan terbuka, disaksikan ribuan masyarakat termasuk anak-anak sekolah [baca selengkapnya dalam artikel Trio Macan disko erotis di hadapan Bupati].

Di kursi penonton bagian paling depan adalah sejumlah pejabat publik, seperti Bupati Toba Samosir Monang Sitorus, Ketua DPRD, anggota DPRD, dan kepala-kepala dinas. Bayangkan, Bupati Monang yang juga bergelar sintua [pengetua gereja], yang rajin berpesan soal moral dan agama bila berpidato, dengan tenang saja duduk menikmati goyang dangdut pengundang berahi suguhan Trio Macan.

Katanya Pak Bupati mau bikin Tobasa relijius….

Daftarkan emailmu untuk berlangganan gratis artikel terbaru via email. Nanti terlihat kode anti-spam untuk anda ketik, dan kemudian klik verifikasi yang dikirim ke email anda. Layanan ini oleh Google Feedburner.

Masukkan email anda, lalu klik tombol TEKAN

Comments are closed

Advertisement

Klik Suka, ikuti beritanya di FB.

Log in / BLOG BERITA mengizinkan konten blog ini dikutip dengan syarat menyebutkan sumbernya www.blogberita.net dan membuat tautan balik. Pengelola Blog Berita wartawan freelance Jarar Siahaan di Balige, Kabupaten Toba Samosir, Indonesia. Situs berita terbaru Artikel menarik Video terbaik.