Ikuti @KoranTapanuli Ikuti berita KORAN TAPANULI. Daftarkan email anda di kotak, tekan Enter. Klik verifikasi yang dikirim ke Inbox anda.

Untuk redaksi Okezone

Posted by on Aug 22nd, 2009 and filed under Kutipan Media. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Both comments and pings are currently closed.

Blog Berita sangat kaget. Barusan, siang ini, portal berita Okezone menulis sebuah artikel dengan judul Bos-bos Pertamina Balikpapan beristri dua. HAH? Kalau ditulis Ada bos Pertamina beristri dua, aku tidak akan kaget. Ah…, jangan-jangan ini cuma berita feature, pikirku. Dan memang benar.

Wartawan Okezone di Balikpapan yang menulis berita ini memang jeli, dia bisa menangkap sudut pandang berita yang menarik lewat ucapan pejabat Pertamina di sana. Tapi ada kesalahan fatal dalam artikel Okezone ini, yaitu tidak dibuatnya tanda petik pada kata “istri” dan “beristri”. Akan banyak pembaca yang merasa tertipu membaca artikel Okezone.

Ada dua kesalahan redaksi Okezone. Pertama, kata istri dalam judul berita tidak memakai tanda kutip. Kedua, dalam lead atau teras berita juga ditulis kata istri tanpa kutip.

Ini petikan teras beritanya: Ternyata para petinggi PT Pertamina (Persero) di Balikpapan Kalimantan, tidak hanya memiliki satu istri. Para pejabat teras tersebut memang sengaja diberi istri baru, untuk menemani dalam menjalankan tugas.

Seharusnya dalam kalimat terakhir, kata “istri baru” dibuatkan tanda petik. Ini wajib, apalagi alinea tersebut dimulai dengan kata “Ternyata” — menyiratkan sesuatu yang benar-benar fakta. Sebaiknya kata “ternyata” itu tidak ditulis.

Kemudian dalam paragraf lain portal berita Okezone menulis:

Menurut Ricardo, dirinya dan rekannya level manager harus terbiasa dengan istri barunya yang selalu “mengganggu” setiap hari…. “Kami itu harus siap dipanggil oleh istri kedua ketika bekerja di sini,” jelasnya terang-terangan.

Si reporter yang menulis berita ini, dan redaktur yang mengeditnya, secara salah menempatkan tanda petik. Bukan dalam kata “mengganggu”, tapi seharusnya pada kata “istri barunya” dan “istri kedua”.

Sebelum akhir berita, memang redaksi Okezone menulis: “Tapi jangan salah tafsir dahulu. Istri kedua yang dimaksud adalah walkie talkie atau sebuah alat komunikasi.”

Aku percaya media sebesar Okezone tidak bermaksud untuk menipu pembaca atau meningkatkan trafik kunjungan dengan judul yang menyalah itu, apalagi Okezone dikerjakan oleh puluhan wartawan atau mungkin ratusan. Menurutku ini semata-mata hanya kesilapan, sesuatu yang tidak disengaja, dan itu manusiawi.

Artikel ini kutulis dengan harapan redaksi Okezone mau segera merevisi berita tersebut. Karena kode etik wartawan Indonesia menyebutkan, jurnalis wajib meralat berita yang diketahui tidak benar atau melanggar prinsip-prinsip jurnalisme.

Daftarkan emailmu untuk berlangganan gratis artikel terbaru via email. Nanti terlihat kode anti-spam untuk anda ketik, dan kemudian klik verifikasi yang dikirim ke email anda. Layanan ini oleh Google Feedburner.

Masukkan email anda, lalu klik tombol TEKAN

5 Responses for “Untuk redaksi Okezone”

  1. om ipit says:

    td sempat kaget baca judul berita itu, ee… trnyta belum diberi tnda peitk.. :-)

  2. neilhoja says:

    wow… ternyata portal sebesar okezone bisa salah juga, hag hag hag…

    silap silap…

  3. Sarimin says:

    nice post Bro! Sarimin ucapin makasih! sangat bermanfaat sekali buat Sarimin

Comments are closed

Advertisement

Klik Suka, ikuti beritanya di FB.

Log in / BLOG BERITA mengizinkan konten blog ini dikutip dengan syarat menyebutkan sumbernya www.blogberita.net dan membuat tautan balik. Pengelola Blog Berita wartawan freelance Jarar Siahaan di Balige, Kabupaten Toba Samosir, Indonesia. Situs berita terbaru Artikel menarik Video terbaik.