Jamaknya orang memasang iklan di media pers seperti koran, radio, televisi, situs Internet, dan papan reklame di jalan raya. Ada satu alternatif tempat beriklan, yaitu buku telepon. Yellow Pages Indonesia atau si Halaman Kuning dengan logo “dua jemari berjalan”.
Buku Telepon di Indonesia dikeluarkan PT Telkom, dibagikan gratis kepada seluruh penduduk Indonesia yang memiliki sambungan telepon kabel dari Telkom. Biasanya buku ini akan dirawat dan disimpan baik-baik untuk jangka waktu lama oleh pemiliknya. Karena itu iklan yang dipasang dalam buku Yellow Pages akan dilihat banyak orang dan secara berulang-ulang, setidaknya oleh anggota keluarga yang memiliki buku tersebut.
Hampir semua negara di dunia memiliki buku daftar nomor telepon dengan nama dan logo yang sama, Yellow Pages, termasuk Indonesia. Halaman buku tebal ini dicetak dalam dua jenis warna: putih dan kuning. Lembaran putih memuat daftar nomor telepon rumah, kantor swasta, dan telepon instansi pemerintah. Sedangkan halaman warna kuning berisi informasi bisnis atau iklan.
Istilah Yellow Pages pertama kali muncul tahun 1883. Buku nomor telepon Yellow Pages terbit pertama sekali pada tahun 1886, dibuat oleh Reuben H Donnelley.
Pesatnya jumlah pengakses informasi lewat Internet memunculkan Yellow Pages versi daring [dalam jaringan/online]. Namun si Halaman Kuning versi buku cetak masih jauh lebih unggul dibandingkan versi online. Survey independen yang dilakukan Nielson and ComScore menunjukkan, hanya sedikit pencari informasi di Internet yang singgah di situs Yellow Pages. [Disarikan Blog Berita dari dua artikel Wikipedia, di sini dan di sini].

