Mabes Polri telah menetapkan seorang wartawan Indonesia menjadi tersangka teroris. Dia diduga terlibat mencari dana bagi keperluan teroris Noordin M Top yang masih buron.
Nama si wartawan adalah Mohammad Jibril alias Ricky Ardhan. Dia juga pemilik sekaligus pendiri situs Arrahmah. Jibril dan website Arrahmah selama ini dikenal sebagai situs media jihad yang sering membela pelaku teroris, baik di Indonesia maupun terorisme di negara lain.
Begitu ditetapkan sebagai tersangka teroris oleh Mabes Polri, Mohamad Jibril alias Ricky Ardhan menghilang dan sedang dicari oleh polisi. Website Arrahmah.com juga tiba-tiba berubah menjadi halaman putih-kosong, tidak bisa lagi diakses kontennya, ketika dikunjungi Blog Berita pagi ini. Polisi telah menggeledah kantor redaksi Arrahmah.
Keterangan foto atas [klik untuk memperbesar]: Dua penampilan tersangka teroris di situs Internet. Dengan nama Mohammad Jibril [kiri] dan Muhammad Jibriel Abdul Rahman. Foto via Antara.
Pemimpin redaksi situs Arrahmah, Muhammad Fachri, kepada VivaNews mengatakan, pada 3 Agustus lalu Mohammad Jibril sempat menulis artikel berisi wawancara khusus dengan mujahid Taliban. “Mudah-mudahan ujian dan fitnah ini semoga berlalu. Kita yakin beliau hanya bersemangat menyebarkan Islam. Kita tidak ada kaitannya dengan selama ini yang difitnahkan kepada kita,” kata Fachri.
Mohammad Jibril alias Ricky Ardhan punya 2 tanggal lahir
Menurut Mabes Polri, Mohammad Jibril adalah putera Muhammad Iqbal alias Abu Jibril. Jibril aka Ricky telah dijadikan buronan oleh polisi berkaitan dengan teror bom di hotel JW Marriott dan Ritz Carlton Jakarta. Namanya tercatat dengan dua tanggal lahir: di Banjarmasin, 3 Desember 1979, dan Lombok pada tanggal 28 Mei 1989.
Dalam siaran langsung TV One pagi ini, acara Kabar 9, Blog Berita menonton TV One via streaming Internet bahwa Jibril juga sering memakai nama alias Ricky Ardhan saat menulis di situs-situs Internet, termasuk sebuah akun Facebook dengan foto “yang sangat mirip” dengan dirinya. Menurut wawancara TV One, para tetangga Jibril mengatakan, keluarga tersebut sangat aktif beribadah seperti mengikuti ritual-ritual Islam di masjid, namun mereka tidak aktif dalam kegiatan sosial-masyarakat.
Ayah Jibril alias Ricky Ardhan di Mabes Polri kemarin membantah anaknya sebagai teroris. “Anak saya di rumah terus, tidak pernah ada keterlibatannya, tapi tiba-tiba anak saya masuk DPO,” kata Abu Jibril.
Pemred website Arrahmah: Kita tidak takut ditangkap
Kepada Detikcom, Pemimpin Redaksi situs Arrahmah, Mohammad Fahri, mengatakan pihaknya tidak pernah takut apabila ditangkap polisi. “Kami tidak takut. Takut hanya sama Allah.”
Fachri mengatakan, saat ini adalah zaman fitnah di mana orang-orang yang memperjuangkan agama Islam sering dipojokkan. Menurutnya, situs Arrahmah adalah lembaga legal yang melakukan dakwah Islam secara konstruktif.
Catatan Blog Berita: situs dan forum ‘pro-Kristen’ pun perlu diwaspadai
Pemimpin redaksi website Arrahmah pernah diwawancarai TV One, di mana dia menilai situs blog Bushro adalah benar-benar dibuat oleh teroris Noordin M Top. Sesudahnya pengamat telematika Roy Suryo mengatakan kepada Kompas, “Menurut saya, blog berisi pernyataan itu jadi menarik perhatian karena dimuat di website Arrahmah. Perlu diteliti lebih dalam lagi karena secara teknologi bisa dilacak.”
Dari kasus situs Arrahmah ini seharusnya pemerintah Indonesia bisa mengambil pelajaran. Terdapat sangat banyak situs, baik berbentuk website, weblog, forum, maupun milis yang isinya tidak jauh berbeda dengan Arrahmah, bahkan lebih vulgar dari website Arrahmah. Misalnya berisi artikel, berita, dan komentar pembaca yang dengan bahasa vulgar menyerukan “jihad, darah Gus Dur halal”, memaki-maki Yesus Kristus, menghujat Alquran dan Nabi Muhammad, menghina Buddha, dll.
Tidak mustahil situs-situs ini juga akan melahirkan calon-calon teroris di masa mendatang. Jangan lupa: bacaan bisa merasuki pikiran. Ada pendapat terkenal yang berbunyi, “Seseorang adalah apa yang diabaca.”
Contohnya jika si Ucok selama bertahun-tahun aktif menjadi anggota di forum Internet yang “pro-Kristen” dan isinya banyak menghujat agama Islam, maka tidak tertutup kemungkinan suatu hari dia akan mudah dipengaruhi untuk berjihad melawan Islam. Terorisme bisa terjadi dan dilakukan oleh umat dari agama manapun, tidak cuma Islam seperti selama ini sering diberitakan.
UPDATE: Mabes Polri mengatakan seperti dikutip Blog Berita dari kantor berita AFP via BBC siang ini bahwa Mohammad Jibril alias Ricky Ardhan telah ditangkap polisi.



Menurutku , “jihad”nya kristen itu hanya sebatas “semua lidah harus mengaku bahwa Yesus adalah Tuhan”. Tapi untuk menghalalkan darah manusia, Gak lah.
Sorry Lae Jarar belum sempat pulang ke huta, aku masih ingat pesananmu, yaitu, kurma asli dari arab.
Ramadan Kareem dari Dubai.
Sinaga
:) wah, ternyata lae masih ingat. padahal itu kuminta tahun 2007 silam. jangan dipaksakan kali, lae, kalau lae mudik ke samosir saja. tidak perlu banyak-banyak, sedikit saja lae bawa kurma arab itu, pasti sudah sangat senang aku nanti.
‘jihad’ dengan alasan agama, melawan agama lain, paling mungkin terjadi dalam islam, mengapa?
sebab dalam islam lah diajarkan kebencian terhadap agama lain (kristen, yahudi, dan kaifr lainnya).
dalam islam lah yg menyuruh para muslim untuk harus bersikap keras terhadap orang lain yg menolak ketika ditawari islam.
ini sangat berbeda dengan ajaran agama lain misalnya budha, ketika budha ditolak, ajaran budha sama sekali tidak menyuruh penganutnya untuk bersikap seperti muslim, ketika islam ditolak.
saya menawarkan agama budha sebagai solusi mentalitas untuk para muslim.
maaf sodara anda dapat sumber dari mana ????, anda salah besar kalau mengatakan dalam islam diajarkan kebencian terhadap agama lain atau membenci salah satu agama atau penganut kepercayaan lain.
anda jangan membuat bahasa yang memprovokasi. dalam islam sangat diajarkan tentang kasih sayang&toleransi antar sesama.
kalau anda seorang peganut budha, anda adalah salah satu penganut yang tidak baik……… karena tidak diajarkan dalam agama budha hasut menghasut. kalau bicara mentalitas, kita kembalikan kepada individu masing-masing. jagang anda bicara mentalitas sedangkan anda sendiri tidak punya mental.
Heri Kusmiran
Mahasiswa
UNIVERSITAS ISLAM 45 BEKAS
Masalahnya, gag ada pulak istilah Jihad di Kristen lae. Trus apa hubungannya berita ini dgn situs yg Pro Kristen. Kenapa harus Pro Kristen, kenapa gag Pro Buddha aja lae bilang, atau Pro Hindu.
Sentimen lae ini cuma ingin menggelitik pembaca supaya meng-comment kek saya ini. Bikin rame blog lae. Kenapa dalam berita ini, lae hubung-hubungkan ke Pro Kristen.
Sejauh ini yang sering kita dengar Terorist itu beragama A. Jadi jangan lae bikin opini baru dgn mencoba menghayal-hayalkan atau sok mencegah bahwa agama B pun bisa jadi terorist. Terlalu jauh lae.
coba lae perhatikan artikelku itu, bukan cuma kristen yang kusinggung, agama buddha juga. aku sentimen pada kristen? he-he-he…. kalau sentimen, seharusnya aku tidak mengkritik pihak islam dan membela pihak kristen seperti sering kutulis di web ini. salah satu contoh saja, lae bisa baca di mana aku mengkritik habis-habisan “pihak islam” dalam artikel WANITA TAHANAN IRAN DIPERKOSA DENGAN ALASAN AGAMA.
supaya blogku ramai komen? he-he-he lagi…. :D
asal tahu saja, lae andi, blogku yang lama, bataknews.wordpress.com, justru jauh lebih ramai komentarnya. satu artikel bisa dikomentari 100 bahkan di atas 300 komentar. sebaliknya setelah aku bikin blog berita versi baru ini, komentar malah cuma sedikit. tapi blog berita yang sekarang justru lebih banyak dibaca, menurut data google analytics.
kalau blogku yang lama ramai komen tapi pengunjungnya “cuma” rata-rata 3 ribu/hari, sementara blogku yang ini sepi komen tapi dikunjungi rata-rata 5 ribu/hari. itulah penjelasanku. jadi bagiku, jumlah komentar banyak bukan berarti otomatis situsku lebih banyak dibaca. data google analytics telah menunjukkannya.
lae bilang tidak ada istilah jihad dalam agama kristen. jihad tidak harus ditulis atau dibaca dalam kata “jihad”. masak sih harus kujelaskan dengan detail. :D
lae bilang aku terlalu jauh menulis umat agama B [selain islam] bisa jadi teroris? masak sih? :D semua umat agama apapun berpotensi jadi teroris. masak cuma orang beragama A yang bisa jadi teroris…. jangan-jangan lae sendirilah yang sentimen sama agama tertentu. :D
hubungan berita kasus situs arrahmah dengan situs pro-kristen? cobalah lae baca baik-baik artikelku di atas, akan lae tahu bahwa ada hubungannya. terima kasih, lae andi. :D
Jihad = holy war.
Holy war = perang salib.
A = B
B = C
Maka A = C
terima kasih lae sudah membantu menjelaskannya. jadi kembali kayak anak te-ka. :D