Ikuti @KoranTapanuli Ikuti berita KORAN TAPANULI. Daftarkan email anda di kotak, tekan Enter. Klik verifikasi yang dikirim ke Inbox anda.

10 Ramalan, 5 tahun ke depan pemerintahan SBY

Posted by on Sep 5th, 2009 and filed under Majalah Tempo, politik. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Both comments and pings are currently closed.

sampul-majalah-tempo-taufik-kiemas-bagi-kuasaTaufiq Kiemas dari PDIP ramai diberitakan sedang berambisi merebut kursi Ketua MPR-RI. Simak wawancara khusus majalah Tempo dengan Taufiq, ada beberapa jawabannya yang “tidak tahu malu”. Setelah itu baca “10 Ramalan politik Blog Berita selama lima tahun pemerintahan SBY mendatang”. Silakan tambah ramalan versimu.

Wawancara berita politik ini dikutip dari majalah Tempo edisi 31 Agustus 2009 dengan judul-sampul BAGI-BAGI KUASA. Judulnya sangat tepat, ilustrasi sampul Tempo juga bagus.

Partai Banteng dan Taufiq Kiemas tak mungkin bisa dipisahkan. Sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Pusat, pengarahan ”TK” — demikian dia biasa disapa — amat menentukan warna Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Posisinya sebagai suami Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum PDIP, membuat pengaruhnya makin dominan.

Itulah sebabnya pernyataan TK yang memuji pidato pengantar Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara yang dibacakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di parlemen, awal bulan ini, langsung ditafsirkan macam-macam. Pujian hangat itu seperti sinyal pertama mencairnya ketegangan PDIP-Demokrat pascapemilihan presiden.

Isyarat TK itu langsung ditindaklanjuti oleh kader PDIP, yang kemudian menyiapkan pertemuan antara Ketua Umum Partai Demokrat Hadi Utomo dan Megawati di Jalan Teuku Umar, dua pekan lalu. Sejak itu, kabar burung bergulir makin kencang: Partai Banteng akan bergabung dengan koalisi partai pendukung Presiden SBY.

Kamis pekan lalu, Taufiq Kiemas bersedia menerima Arif Zulkifli, Wahyu Dhyatmika, dan Sunudyantoro dari Tempo untuk menjelaskan apa yang terjadi di balik layar Teuku Umar.

Mengapa PDI Perjuangan memilih merapat ke Demokrat?

Begini, ya. Kedua partai ini kan nasionalis. Megawati dan Susilo Bambang Yudhoyono itu sama-sama Pancasilais. Kedua partai ini sama-sama berjuang untuk pluralisme dan demokrasi. Karena itulah kami tidak boleh bertengkar. Kalau sampai kami tidak bersatu, kita semua yang akan rugi. [Blog Berita: Lalu mengapa selama lima tahun ini selalu bertengkar dan tidak bersatu? Oalah, Tuan Taufiq Kiemas, cari alasan yang lebih baguslah, biar jangan ditertawakan publik].

Ada kabar PDIP merapat ke SBY karena sudah lelah beroposisi….

Bukan itu. Ini masalah kebangsaan. Masalah ideologi di kita ternyata belum selesai. Apalagi dengan peristiwa pengeboman JW Marriott-Ritz Carlton dan ancaman terorisme seperti sekarang. Semua kaum nasionalis harus bersatu. Nanti, 2014, mau berkompetisi lagi, ya silakan….

Sejak kapan pendekatan dilakukan?

Kami sudah mulai berkomunikasi sejak sebelum pemilihan umum legislatif. Sebelum pemilihan presiden, sebenarnya pendekatan juga intensif dilakukan. Terakhir, ya… kedatangan Ketua Umum Partai Demokrat Hadi Utomo menemui Ketua Umum PDIP di Teuku Umar, dua pekan lalu.

Anda sendiri pernah berkomunikasi dengan Presiden Yudhoyono soal ini?

Belum pernah. Kami cukup menggunakan bahasa hati. SBY kan sahabat saya.

Demokrat kabarnya siap mendukung Anda menjadi Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat….

Saya sebenarnya sudah dicalonkan menjadi Ketua MPR pada 2004. Anda bisa tanya pemimpin Partai Golkar dan Partai Persatuan Pembangunan ketika itu. Justru saya yang waktu itu tidak mau.

Apakah sudah dihitung bagaimana reaksi pendukung akar rumput PDIP jika koalisi ini benar terwujud?

Sudah. Tidak ada masalah. Kami sudah berkeliling ke daerah-daerah. Mereka selama ini diajak susah saja mau, kok, apalagi ini diajak senang. Masak tidak mau? (Taufiq terbahak).

Ada yang khawatir keputusan PDIP bergabung ini menyebabkan kekuasaan Presiden terlalu besar….

Tentu tidak. Di parlemen, PDIP tetap akan kritis. Kami akan menjadi loyalis kritis. Jangan takut soal itu.

Bagaimana dengan masalah-masalah selama pemilu presiden lalu? Apakah itu tidak menjadi pertimbangan?

Tidak ada itu. Kalau sudah kalah, ya kalah saja. Tidak perlu mencari alasan macam-macam.

Bagaimana bentuk kesepakatan koalisi PDIP-Demokrat kelak? Ada kontrak yang disiapkan?

Berjabatan tangan saja cukup. PDIP selalu jujur, tidak pernah menipu orang. [Blog Berita: Tapi tidak jujur pada Gerindra, Golkar, dan Hanura, betuuulll?]

Komentar Blog Berita: Dari awal, sebelum pemilihan presiden 2009, sudah beberapa kali kusindir di weblog ini bahwa bergabungnya PDIP, Partai Golkar, Partai Gerindra, dan Partai Hanura bukanlah “koalisi serius”, tapi hanya sesaat untuk menjegal SBY pada pemilu. Bahkan, “Agus Condro tuding PDIP cari aman. Berkoalisi dengan Demokrat agar lolos dari jerat KPK,” [baca selengkapnya dalam artikel Koalisi Kebangsaan, bukan Kebangsatan]. Kasihan Golkar, Hanura, dan Gerindra, akhirnya dikhianati juga oleh PDIP.

10 Prediksi Blog Berita: 5 tahun ke depan pemerintahan SBY [bila PDIP menjadi teman Demokrat]

1. Akan semakin banyak [oknum] anggota DPR yang korupsi, terutama dari “dua partai penguasa”.

2. Pejabat-pejabat korup di daerah seperti gubernur, bupati, anggota DPRD, akan semakin bebas dan hanya sedikit yang diproses ke pengadilan bila dibandingkan lima tahun sebelumnya.

3. Pemerintah dan DPR akan membuat aturan-aturan hukum dan upaya politis yang lebih gencar untuk mengebiri Komisi Pemberantasan Korupsi.

4. Memasuki tahun kedua-ketiga, KPK akan dihabisi secara total.

5. Pada tahun kelima, Partai Demokrat akan terbelah dua, muncul sempalan semacam Partai Demokrat Reformasi.

6. Anas Urbaningrum akan keluar dari Partai Demokrat yang sekarang.

7. Pers Indonesia akan lebih lembek dibandingkan saat ini, karena [oknum] petinggi media telah disogok sana-rayu sini oleh politisi dan pemerintah.

8. Judi togel muncul lagi, lebih banyak dan transparan.

9. Pemilihan presiden periode berikutnya akan berlangsung dua putaran, karena tidak ada calon presiden yang bisa meraih suara mayoritas.

10. Pada pemilu selanjutnya Partai Golkar kembali berjaya, suaranya meningkat tajam.

RAMALAN SUPER [BONUS]: Isteri SBY, Aburizal Bakrie, dan Anas Urbaningrum ikut mencalonkan diri sebagai presiden.

Benar, nih? :D

Namanya juga prediksi. Sedangkan tukang ramal sekelas Ki Joko Bodo dan Permadi saja bisa salah, saat kemarin dalam ramalan hasil pilpres keduanya memprediksi SBY kalah dan pemilihan harus dua putaran. Apa prediksi atau ramalanmu dalam lima tahun pemerintahan Presiden SBY ke depan?

Daftarkan emailmu untuk berlangganan gratis artikel terbaru via email. Nanti terlihat kode anti-spam untuk anda ketik, dan kemudian klik verifikasi yang dikirim ke email anda. Layanan ini oleh Google Feedburner.

Masukkan email anda, lalu klik tombol TEKAN

Comments are closed

Advertisement

Klik Suka, ikuti beritanya di FB.

Log in / BLOG BERITA mengizinkan konten blog ini dikutip dengan syarat menyebutkan sumbernya www.blogberita.net dan membuat tautan balik. Pengelola Blog Berita wartawan freelance Jarar Siahaan di Balige, Kabupaten Toba Samosir, Indonesia. Situs berita terbaru Artikel menarik Video terbaik.